Perintah Kaisar Naga. Bab 7148-7150
"Bisa dimengerti..."
Hanya dengan satu kalimat singkat yang diucapkan dengan santai itu, Dave menerima kekecewaan dan ketidakpercayaan semua orang dengan tenang.
"Jika aku berada di posisi kalian, aku pun tidak akan percaya. Dalam situasi putus asa, jika pemimpin melarikan diri—membiarkan pengikutnya menghadapi pembantaian—siapa pun akan merasa patah semangat; siapa pun akan menyerah."
Dia tidak pernah menuntut pengertian atau kesetiaan tanpa syarat; hati manusia adalah hal paling rumit di dunia, tak mampu menahan tekanan bertubi-tubi saat menanti dalam kesulitan hebat serta pengikisan mental akibat ketidakpastian.
Dave meregangkan tubuh, aura Dao di sekelilingnya perlahan memudar. Nada suaranya santai namun angkuh, memancarkan keyakinan mutlak dan sikap penuh percaya diri yang luar biasa: "Karena tidak ada yang berani ikut, ya sudah."
"Tidak perlu ada pengerahan massa, tidak perlu bantuan, dan tidak perlu pengikut."
"Sekadar Sekte Tianshu, dan sekadar Dustin Heng—yang bertindak sewenang-wenang dengan mengandalkan Dao Surgawi yang retak—sama sekali tidak layak untuk pengerahan kekuatan besar-besaran."
"Tetaplah di tempat kalian berada; jagalah keselamatan diri, dan jangan melakukan tindakan gegabah. Hari ini, aku seorang diri saja sudah cukup untuk meratakan seluruh Sekte Tianshu."
Kata-katanya sederhana, mendominasi, dan sangat berani, namun didukung oleh keyakinan mutlak yang tak terbantahkan.
Di sisi lain, Travis benar-benar terpana.
Setelah terdiam cukup lama, dia buru-buru mencoba mencegahnya: "Tuan Muda Chen! Anda tidak boleh bertindak gegabah! Sekte Tianshu memiliki fondasi yang sangat kuat, dan kultivasi Dustin sungguh menentang kehendak langit; dia bahkan dilindungi oleh Dao Surgawi yang retak di Surga ke-26—dia tak terkalahkan! Pergi ke sekte itu sendirian sangatlah berbahaya; Anda benar-benar tidak boleh melakukannya!"
"Cukup."
Dave memotong perkataannya dengan tenang dan tegas. "Tunggu dan lihat saja hasilnya."
Setelah itu, Dave menghilang dalam sekejap.
...
Kembali ke lembah, Dave memandang keempat orang itu dengan tatapan penuh tekad. "Kalian semua tunggulah di sini; jangan pergi ke mana-mana."
"Aku akan segera kembali. Aku akan melenyapkan Sekte Tianshu dalam sekali jalan, menyelamatkan Senior Ling, dan kembali membawa kabar baik."
Yasmeen secara naluriah menarik ujung lengan baju Dave, matanya menyiratkan kekhawatiran. "Dave, apakah kau ingin kami ikut bersamamu?"
Dave menepuk kepala Yasmeen; senyumnya tampak santai namun penuh wibawa yang mendominasi. "Tidak perlu. Mengapa harus menggunakan katana untuk menyembelih ayam? Mereka hanyalah sekumpulan semut; aku bisa menanganinya dengan lebih cepat dan mudah sendirian. Jika kalian ikut, aku harus melindungi kalian juga, dan itu justru akan menghambat gerakanku."
Kata-katanya yang bernada jenaka namun angkuh itu seketika melenyapkan kegelisahan di hati mereka, membuat ketegangan yang mereka rasakan sedikit mereda.
Agnes menatapnya lekat-lekat dengan penuh kepercayaan, lalu mengangguk pelan. "Berhati-hatilah dalam segala hal; kami akan menantikan kepulanganmu."
"Tenang saja."
Dave mengangguk sambil tersenyum tanpa berkata apa-apa lagi, lalu sosoknya bergerak seketika.
Tidak ada aura yang mengguncang bumi ataupun pernyataan yang muluk-muluk; hanya dengan satu langkah santai, sosoknya seketika melesat menembus udara, membumbung tinggi dan melaju cepat menuju puncak utama di kejauhan—tempat Sekte Tianshu berkuasa.
Seorang diri—seorang pendekar tunggal yang memberanikan diri memasuki "sarang naga dan kandang harimau" paling mengerikan di antara sekte-sekte di Surga ke-26.
.....
Sekte Tianshu.
Di puncak gunung utama, terhampar kompleks istana dan paviliun giok yang luas, terlindungi oleh formasi rumit dan diselimuti kabut spiritual—sebuah kontras yang sangat mencolok dibandingkan dengan tanah tandus dan reruntuhan di bawahnya, tempat kehidupan telah hancur lebur.
Ini adalah pusat kekuasaan bagi Surga ke-Dua Puluh Enam, sebuah tempat yang membangkitkan rasa takjub sekaligus gentar di hati seluruh kultivator, serta takhta kekuasaan mutlak yang dibangun seorang diri oleh Dustin Heng.
Dustin Heng mengenakan jubah Taois berwarna ungu keemasan, dikelilingi oleh aura Dao Surgawi yang pekat dan penuh wibawa. Simbol Dao Surgawi di dahinya bersinar cemerlang; setiap gerakannya selaras dengan hukum langit dan bumi, memancarkan aura dominan yang memerintah segala makhluk hidup dan memandang rendah dunia.
Selama separuh hidupnya, ia telah mengukuhkan kekuasaannya di Surga ke-26, memerintah wilayah itu atas nama "Penjaga Tatanan". Seandainya bukan karena Dave, tak terhitung banyaknya kultivator di sana pasti masih hidup dalam ketidakberdayaan di bawah kendali mutlaknya.
Dialah penguasa tertinggi di alam ini—sosok tunggal yang tak tergoyahkan.
Namun, kemunculan Dave menghancurkan ketenangan itu; pemberontakan pun meletus, dan nyawanya sendiri nyaris melayang.
Untungnya, di saat-saat kritis, secercah jiwa Penjaga Tatanan—yang telah ditanamkan di dalam dirinya—mulai bekerja. Berpadu dengan tekanan yang diberikan oleh Dao Surgawi, ia berhasil memulihkan kendalinya atas Surga ke-26.
"Apakah Dave sudah tertangkap?" tanya Dustin Heng.
"Ketua Sekte, belum. Namun, operasi penertiban baru-baru ini berjalan lancar; semua sisa kekuatan pemberontak telah tercerai-berai, dan tak ada lagi yang berani menentang Sekte Tianshu kita."
Seorang tetua membungkuk hormat seraya melapor, "Satu-satunya pengecualian adalah si pengkhianat Dave; keberadaannya masih misterius, dan kami belum menemukan satu pun jejaknya."
Sorot mata meremehkan melintas di kedalaman mata Dustin Heng, dan senyum sinis yang mengejek tersungging di sudut bibirnya.
"Dasar bocah tolol rendahan yang sok hebat—berani bertingkah konyol di hadapanku dan dengan sia-sia mencoba melawan kehendak langit serta mengubah takdirnya sendiri?"
"Saat itu dia melarikan diri dengan panik, tak ubahnya anjing buduk pincang yang terusir."
"Di Surga ke-26 ini, Dao Surgawi melindungiku; akulah perwujudan nyata dari kehendak-Nya! Selama aku berada di sini, tak ada seorang pun yang bisa menentang Sekte Tianshu barang sedikit pun!"
Nada bicaranya angkuh dan mendominasi, memancarkan keyakinan mutlak; ia memandang rendah pemuda itu—sosok yang pernah mengguncang sekte dan memicu gelombang pemberontakan.
"Wah... wah...wah... Klaim yang cukup berani ya.."
Tepat pada saat ini, sebuah suara yang terdengar santai dan malas—disertai nada ejekan yang jenaka—terdengar melayang masuk dari langit di luar. Suara itu bergema jelas di seluruh aula utama, seketika memecah keheningan yang khidmat dengan nada yang begitu angkuh dan menyebalkan hingga rasanya pantas dihadiahi bogem mentah di wajah.
"Lama tak jumpa, dasar tua bangka Dustin. Bakatmu dalam mengoceh omong kosong benar-benar semakin menjadi-jadi seiring bertambahnya usia."
Suara itu tidak keras, namun menembus lapisan aula istana dan formasi pertahanan yang tangguh, terdengar jelas di telinga semua orang. Nada bicaranya sarat akan ejekan dan penghinaan, seolah-olah sang pembicara sedang menyaksikan sebuah lelucon konyol.
Ekspresi semua orang yang hadir berubah seketika; mereka serentak mendongak ke arah langit di luar aula, mata mereka dipenuhi keterkejutan dan kemarahan!
Siapa yang berani? Siapa yang berani mengejek Ketua Sekte secara terbuka tepat di depan aula utama Sekte Tianshu?
Wajah Dustin Heng seketika menjadi gelap. Wibawa dan amarah berkobar di matanya, dan kekuatan Dao Surgawi melonjak dahsyat di sekelilingnya, membuat seluruh aula besar itu berguncang.
" Bangsat... Siapa yang berani bersikap begitu lancang? Siapa yang berani menerobos Tanah Suci Tianshu-ku dan menghina martabatku!"
Bentakan kerasnya menggema ke segala penjuru, dan gelombang kekuatan Dao Surgawi menyapu seluruh puncak utama.
Sesaat kemudian, sesosok figur berjubah hijau melangkah santai di udara. Dengan langkah yang rileks dan sikap tubuh yang santai—seolah-olah hanya sedang berjalan-jalan biasa—dia mendarat dengan tenang di atas platform melayang di depan aula utama.
Dave berdiri dengan kedua tangan di belakang punggung, jubah hijaunya berkibar lembut tertiup angin. Wajahnya tampak halus namun bersahaja; dia terlihat sangat biasa, tanpa aura membunuh ataupun kehadiran yang mengintimidasi layaknya seorang ahli tingkat tinggi, benar-benar tampak seperti seorang kultivator muda biasa.
Namun, di mana pun dia berdiri, kekuatan Dao Surgawi, formasi pengikat, dan hukum-hukum yang mengatur puncak utama itu semuanya gagal dan lenyap begitu saja.
Formasi pelindung sekte dan batasan Dao Surgawi—hal-hal yang sangat dibanggakan oleh Sekte Tianshu—menjadi sama sekali tidak berguna di hadapannya.
"Dave!!!" Saat melihat wajah pria itu, pupil mata Dustin Heng menyusut tajam. Wajahnya menyiratkan ketidakpercayaan; di balik amarahnya, tersimpan rasa terkejut yang luar biasa!
Dia tidak pernah menyangka bahwa pemuda ini—yang sejak lama ia anggap telah mati dan hancur menjadi debu di alam sana—ternyata benar-benar kembali!
Sekelompok tetua seketika itu juga menjadi gempar; mata mereka dipenuhi rasa terkejut, kewaspadaan, dan ketidakpercayaan.
" Hah... Pemberontak itu benar-benar berani datang sendiri ke sini!"
"Dasar bocah goblok... nekat kau. Berani-beraninya kau menerobos puncak utama Sekte Tianshu seorang diri! Kau benar-benar mencari mati!"
"Ketua Sekte diberkati oleh Dao Surgawi dan menguasai seluruh hukum Surga Kedua Puluh Enam. Kembalinya bocah ini kali ini sama saja dengan menjerumuskan diri ke dalam perangkap!"
Caci maki dan ejekan bergema di dalam istana; semua orang yakin bahwa Dave datang sendirian dan pastilah sedang mencari mati.
Mendengar kata-kata itu, Dave hanya mengangkat alisnya sedikit. Dengan senyum santai yang menyebalkan dan memancing emosi, ia mulai melontarkan kata-kata ejekan yang sengaja dibuat untuk memanaskan suasana:
" Oh.. benarkah.. Menjerumuskan diri ke dalam perangkap? Apa kalian salah paham?"
"Kalau tidak salah ingat, Puncak Utama Tianshu dan wilayah langit serta bumi ini adalah milik kalian, kan?"
"Kedatanganku hari ini bukan untuk menebar jaring, melainkan untuk membongkar jaring itu. Sekalian saja, aku akan menghabisi kalian—kaum tua bangke, lemah, sakit-sakitan, dan cacat—yang hidup dengan cara merusak tatanan langit dan menindas semua makhluk hidup."
Kata-katanya terdengar ringan, namun penuh kesombongan. Setiap kalimatnya menusuk tepat di titik sensitif lawan, membuat wajah sejumlah tetua sekte berubah kelam dan tubuh mereka gemetar menahan amarah.
Dustin Heng duduk di singgasana dengan wajah muram bagaikan air keruh. Tatapannya tajam dan penuh niat membunuh saat memandang Dave, lalu ia mencibir, "Bocah yang bodoh! Setelah berhasil lolos dari kematian sekali, kau malah tidak tahu diri dan tidak sadar betapa tingginya langit!"
"Kau pikir kau bisa membuat kekacauan setelah kembali? Kau pikir kau bisa menggulingkan kekuasaanku?"
Dia perlahan berdiri; jubah Taois berwarna ungu dan emas yang membalut tubuhnya berkibar meski tanpa angin, sementara kekuatan surgawi yang dahsyat menyelimuti sosoknya dengan aura yang menekan. Sembari menatap rendah ke arah Dave di bawah sana, dia berbicara dengan nada angkuh, penuh penghinaan dan ejekan yang luar biasa:
"Aku diberkati oleh Dao Surgawi yang utuh dari Surga ke-26, dan akulah yang menguasai segala aturan hidup dan mati di dunia ini!"
"Beraninya kau—seorang kultivator liar tanpa akar maupun dukungan—mengoceh sembarangan di hadapanku?"
"Dulu, kau pernah mengumpulkan massa untuk memberontak dan mengacaukan sekteku. Saat itu, karena menganggapmu masih muda dan bodoh, aku tidak langsung membunuhmu dan membiarkanmu tetap hidup."
"Tak disangka, bukannya bertobat, kau justru berani kembali dan menjemput ajalmu sendiri!"
"Hari ini, akan ku tunjukkan padamu bahwa Dao Surgawi itu tak tergoyahkan dan kehendak langit tak boleh dilanggar!"
"Di Surga ke-26 ini, Dao Surgawi melindungiku! Akulah sang Surga itu sendiri! Kau ingin membunuhku dan menghancurkan sekteku? Itu hanyalah mimpi kosong dan tindakan yang sangat meremehkan kemampuan diri sendiri!"
Kata-kata Dustin Heng terlontar dengan tegas dan penuh keyakinan. Fenomena Dao Surgawi pun muncul; hukum-hukum alam yang sebelumnya tercerai-berai di langit kini menyatu kembali, menciptakan kekuatan yang mengerikan.
Di matanya, Dave tetaplah sosok junior yang sama—kultivasinya rendah, hanya bisa mengumpulkan orang untuk bertindak, dan mengandalkan jumlah massa demi keberhasilan.
Sekalipun Dave telah kembali dari luar negeri, dia merasa pemuda itu sama sekali tak mampu menggoyahkan posisinya.
Melihat sikap Dustin Heng yang begitu angkuh—seolah-olah dia sosok yang tak tersentuh, memegang kendali atas segalanya, dan tak terkalahkan berkat perlindungan Dao Surgawi—Dave hampir tak bisa menahan tawanya.
Dia menggelengkan kepala dengan ekspresi yang memadukan rasa geli dan sikap tak habis pikir, lalu melontarkan kalimat yang terdengar sangat menyebalkan: "Hei, dasar tua bangka, bisakah kau sedikit menahan diri saat menyombongkan diri?"
"Jika Surga melindungimu, apakah itu berarti kau adalah Surga? Apakah kau takut kalau-kalau kau sebenarnya tidak sedang hidup dalam mimpi?"
"Kau paham betul situasinya. Pecahan surga yang kau andalkan ini sudah lama membusuk, lapuk, dan di ambang kehancuran."
"Keberuntungan terbesarmu dalam hidup ini adalah menemukan pecahan surga rusak tak bertuan yang tidak diinginkan siapa pun, lalu berpura-pura menjadi sosok yang perkasa. Sayangnya, keberuntunganmu itu sudah berakhir."
Wajah Dustin Heng seketika berubah pucat pasi menahan amarah, napasnya memburu hebat akibat ejekan yang begitu blak-blakan itu; amarahnya meluap hingga ke dada, membuatnya nyaris meledak saat itu juga!
Selama puluhan ribu tahun, tak ada seorang pun yang berani mengejek, mempermainkan, atau memukulnya seperti ini! Tak ada yang berani mempertanyakan otoritas surgawinya!
Seorang pemuda lancang berani merendahkan jalan surga yang menjadi sandarannya di depan umum dan menginjak-injak harga dirinya!
" Dasar bocah tolol bermulut tajam! Di ambang kematian pun, kau masih berani sesumbar dengan kata-katamu!"
" Hahaha..."
Dustin Heng tertawa sinis penuh amarah, sementara niat membunuhnya meluap dahsyat, "Karena kau bersikeras menjemput ajal, aku akan mengabulkan keinginanmu! Hari ini, aku akan menggunakan kekuatan surga untuk menghancurkan dan melenyapkan jiwamu, agar kau takkan pernah bisa bereinkarnasi lagi!"
Begitu kata-kata itu terlontar dari bibirnya, Dustin Heng menghentikan segala basa-basi; dengan satu kibasan tangan, ia melepaskan teknik rahasia Dao Surgawi!
Nguuung...
Seluruh cakrawala bergetar hebat saat langit yang tadinya samar tiba-tiba diselimuti kegelapan pekat.
Tak terhitung banyaknya pecahan rune Dao Surgawi berkumpul dengan liar, berubah menjadi ribuan sambaran petir penghukuman yang setajam silet. Sarat dengan kekuatan yang mampu melenyapkan segala sesuatu di jalurnya, serangan itu menghantam Dave dengan ganas!
Pada saat yang sama, rune pengikat yang tak terhitung jumlahnya muncul dari tanah, mengunci ruang udara di sekitarnya dan memutus segala jalan untuk melarikan diri. Tekanan dahsyat dari penindasan Dao Surgawi seketika menyelimutinya, berniat menghancurkannya hingga menjadi debu saat itu juga!
Ini adalah jurus pembunuh tingkat tertinggi dari Surga ke-26—teknik yang membuat Dustin Heng mendominasi dunia tanpa tandingan. Tak terhitung banyaknya jenius dan kultivator pembangkang yang tewas di bawah kekuatannya.
Para tetua di dalam aula menyaksikan dengan tatapan dingin; wajah mereka menyiratkan ejekan dan keyakinan mutlak. Dalam benak mereka, nasib Dave sudah ditentukan: hancur lebur oleh Dao Surgawi, bahkan tanpa menyisakan serpihan tulang sedikit pun.
Namun, detik berikutnya, senyum di wajah mereka membeku.
Menghadapi serangan mematikan Dao Surgawi yang mampu meluluhlantakkan para kultivator di seluruh penjuru surga, Dave berdiri tegak dengan kedua tangan tertaut di belakang punggung. Sikapnya begitu santai dan tenang; ia tidak menghindar ataupun menangkis, bahkan tidak sudi sekadar melirik.
Tepat saat sambaran petir surgawi dan tekanan dahsyat Dao Surgawi hendak mengenainya, seberkas aura Dao berwarna emas murni yang kuno perlahan memancar dari tubuhnya.
Cahaya lembut itu tidak menyilaukan ataupun mendominasi secara kasar, namun mengandung esensi tertinggi dari sumber primordial—titik temu dari segala macam Dao.
Creezz...
Creezz...
Segalanya terjadi tanpa suara yang keras
Petir surgawi yang mengerikan, rune pengikat, dan tekanan dahsyat—yang sebelumnya memenuhi langit—seketika meluruh, runtuh, dan musnah begitu menyentuh aura Dao emas tersebut. Serangan itu bahkan tidak menimbulkan riak sedikit pun.
Serangan mematikan pamungkas Dustin Heng, yang dilepaskan dengan kekuatan penuh Dao Surgawi, lenyap begitu saja—sama sekali tidak efektif!
" Hah...Apa?!"
Pupil mata Dustin Heng mengecil tajam; wajahnya berubah drastis karena terkejut dan kehilangan ketenangan, tubuhnya gemetar hebat sementara tatapannya dipenuhi rasa tidak percaya!
Serangan Mematikan Mutlak Dao Surgawi miliknya ternyata dinetralkan dengan begitu mudah—begitu lembut?!
Bagaimana mungkin?
Ini adalah kekuatan Dao Surgawi dari Surga ke-26—kekuatan penguasa tertinggi di alam ini—yang tak terbendung dan tak terpatahkan!
Dave tetap memasang senyum santai dan mengejek saat melihat kepanikan Dustin Heng. Ia terus melontarkan ejekan dengan nada ringan namun sangat menyakitkan:
"Oh... Gitu aja yaa..? "
"Segala bualan tentang 'perlindungan Dao Surgawi' dan 'kekuatan tak terkalahkan'—ternyata hanya sampai di sini kemampuan picikmu?"
"Dasar tua bangka, jangan bilang kau menghabiskan puluhan ribu tahun berkuasa di Surga ke-26 dan menindas orang banyak hanya dengan kekuatan sampah seperti ini? Kau benar-benar seperti katak dalam tempurung—sungguh menyedihkan."
Setiap kata bagaikan belati yang menghujam jantung; setiap kalimat terasa seperti tamparan keras di wajah.
Dustin Heng gemetar karena murka, janggut dan rambutnya berdiri tegak. Wajahnya berubah warna antara hijau dan pucat pasi akibat rasa malu dan amarah yang meluap-luap—Jantung Dao-nya nyaris hancur!
"Bocah kurang ajar, beraninya kau mempermalukanku!!"
Ia mengamuk hebat tanpa menahan diri sedikit pun. Ia mengerahkan seluruh basis kultivasi dan kekuatan Dao yang telah ia kumpulkan seumur hidup, bahkan memanggil kekuatan Dao Surgawi di Surga ke-26 yang telah retak itu.
Tak terhitung banyaknya bilah senjata yang terbentuk dari hukum alam semesta serta badai energi Dao Surgawi menyatu dan melesat ke arah Dave dari segala penjuru dengan kekuatan yang mampu menghancurkan dunia!
"Aku tidak mau percaya! Aku diberkati oleh Dao Surgawi—bagaimana mungkin aku gagal menghadapi bocah keparat sepertimu?!" Dustin Heng dengan panik mengerahkan kekuatan Dao Surgawi.
Dunia berguncang hebat; cakrawala retak, gunung dan sungai runtuh, serta energi spiritual meluap tak terkendali. Segala hukum pembunuhan yang ada menghujani Dave.
Dia bertekad untuk menghancurkan dan membunuh pemuda itu hari ini—demi menghapus rasa malunya dan mempertahankan wibawa Dao Surgawi miliknya!
Menghadapi serangan dahsyat dari Dao Surgawi yang mampu menghancurkan dunia, Dave akhirnya perlahan mengangkat pandangannya.
Sorot mata yang semula jenaka dan penuh hiburan itu memudar, digantikan oleh tatapan dingin dan acuh tak acuh—seperti seseorang yang sedang memandang rendah sekadar semut.
"Karena kau begitu memercayai Dao Surgawi yang rusak ini, aku akan memperlihatkan padamu dengan jelas betapa rapuh dan menyedihkannya sandaranmu itu."
Begitu mengucapkan kata-kata itu, Dave tidak lagi menahan kekuatannya.
Hanya dengan satu pikiran, esensi Dao primordial milik Dao Surgawi—yang telah lama tertidur di dalam dirinya—meledak keluar dengan kekuatan penuh!
Wuuzzzz...
Sebuah esensi Dao primordial—yang sangat murni, luas, kuno, dan berasal dari awal mula penciptaan—menyapu seluruh alam semesta dengan gemuruh yang dahsyat!
Berbeda dengan kekuatan inferior milik Dao Surgawi dari Surga ke-26—yang retak, ganas, dan tidak utuh—untaian esensi Dao ini mewakili asal-usul Dao Surgawi yang paling ortodoks, primordial, dan agung di antara seluruh surga!
Itulah "Akar Dao" sejati yang telah hilang dari alam ini sejak zaman yang tak terhitung lamanya!
Saat keduanya berbenturan, situasinya ibarat naga sejati yang menghadapi semut, atau bulan terang yang bersanding dengan kunang-kunang—sebuah kesenjangan yang sangat jauh bagaikan langit dan bumi, yang berujung pada dominasi mutlak dan penghancuran total!
Duaaaarrrr....
Raungan yang mengguncang bumi dan langit membahana ke seluruh penjuru!
Di tengah tatapan ngeri semua orang yang menyaksikan, esensi Dao primordial berwarna emas yang memancar dari tubuh Dave melonjak naik, menembus langsung ke cakrawala!
Penghalang Dao Surgawi yang retak itu—yang telah menyelimuti Surga ke-26 dengan rapat, mengamuk selama berabad-abad, dan tak tergoyahkan oleh siapa pun—kini dihantam oleh esensi Dao primordial tersebut.
Bagaikan kaca glasir yang pecah atau dedaunan kering yang lapuk, penghalang itu seketika retak lapis demi lapis, hancur dengan cepat, dan musnah sama sekali!
Krak... krak...
Pola-pola retakan Dao Surgawi itu pecah sedikit demi sedikit di seluruh langit; Aura ganas Dao Surgawi itu lenyap sepenuhnya, dan hukum-hukum dunia yang telah lapuk itu runtuh total!
Dao Surgawi yang babak belur itu—sebuah kekuatan tak terkalahkan yang telah membayangi tak terhitung banyaknya makhluk hidup di Surga ke-26 selama puluhan ribu tahun—hancur lebur dan musnah di tangan Dave seorang diri; caranya begitu sederhana, bersih, dan mutlak.
Keheningan tiba-tiba menyelimuti seluruh dunia.
Angin berhenti bertiup, guntur mereda, Dao memudar, dan langit pun pecah berkeping-keping.
Keperkasaan Dao Surgawi, yang telah berkuasa mutlak selama berabad-abad, lenyap tanpa bekas.
Seluruh Surga ke-26 akhirnya terbebas dari belenggu dan beban menyesakkan Dao Surgawi yang rusak itu, kembali ke keadaan yang jernih dan damai.
Sementara itu, di puncak aula utama, Dustin Heng—yang beberapa saat lalu begitu angkuh dan sombong, membanggakan ketangguhan Dao Surgawi serta kekuasaannya atas segala kehidupan—kini berdiri mematung.
Pupil matanya melebar, wajahnya pucat pasi, dan tubuhnya menegang kaku; ekspresinya mencerminkan ketakutan luar biasa, kebingungan, dan rasa tidak percaya.
Ia menatap kosong ke arah langit yang telah hancur, tempat Dao Surgawi pernah bernaung. Pikirannya kosong melompong, hati Dao-nya hancur berkeping-keping, dan rasa dingin yang menusuk tulang merasuk ke seluruh tubuhnya.
Dao Surgawi—sandaran hidupnya, sumber dominasi tak terkalahkannya, dan objek keyakinan abadinya—telah tiada?
Hancur lebur hanya dalam satu pikiran oleh pemuda di hadapannya ini?!
Bagaimana mungkin?!
Itu adalah Dao Surgawi! Hukum tertinggi yang mengatur dunia! Sumber kekuatan dan kepercayaan dirinya selama puluhan ribu tahun!
Namun, hal itu telah dimusnahkan dan dihancurkan total hanya dengan satu kibasan tangan dari seorang pemuda pendatang baru!
Gelombang ketakutan, keputusasaan, rasa tidak masuk akal, dan penyesalan yang luar biasa menghantam Dustin Heng, menghancurkan setiap sisa harga diri, kesombongan, dan keyakinan dirinya.
Segala hal yang selama ini ia banggakan terbukti begitu rapuh dan tak berdaya di hadapan Dave.
Para Tetua Sekte Tianshu di dalam aula pun berdiri mematung dengan reaksi serupa; Tubuh mereka gemetar, wajah mereka memucat, dan napas mereka tertahan; mata mereka dipenuhi keputusasaan dan kengerian yang luar biasa.
Langit telah runtuh.
Langit mereka telah runtuh sepenuhnya.
Dustin Heng mematung cukup lama sebelum akhirnya berhasil mengusir rasa terkejut yang luar biasa itu.
Sambil menatap tajam ke arah Dave dengan suara parau dan terbata-bata—yang sarat akan ketakutan serta ketidakpercayaan yang mendalam—ia bertanya dengan nada menuntut, "Kau... monster macam apa kau ini?!"
Melihat Dustin Heng yang berada di ambang kehancuran mental dengan jiwa yang gemetar ketakutan, Dave menyunggingkan senyum tipis yang santai. Nada suaranya terdengar tenang namun angkuh, memancarkan aura keunggulan mutlak:
"Hmm... Monster? Tentu saja bukan."
"Aku hanya mengambil kembali apa yang memang menjadi milikku."
"Selama puluhan ribu tahun, kau berkuasa atas orang banyak dan bertindak layaknya seorang tiran, hanya dengan mengandalkan akar Dao hancur yang pernah kubuang. Seharusnya kau sudah cukup puas dengan hal itu."
"Hari ini, aku akan menuntaskan segala urusan—baik yang lama maupun yang baru."
Begitu kata-kata itu terucap, Dustin Heng tersadar kembali ke kenyataan; pikirannya benar-benar dikuasai oleh rasa takut yang mencekam!
Dao Surgawi telah hancur; fondasi yang selama ini ia andalkan seumur hidupnya telah lenyap. Tanpa perlindungan Dao Surgawi, ia tak lebih dari seorang kultivator veteran biasa—tak berdaya menghadapi pemuda menakutkan yang berdiri di hadapannya!
Lari!
Dia harus lari!
Selama dia bisa bertahan hidup, masih ada harapan untuk masa depan! Jika dia bisa lolos dari Surga ke-26, mungkin dia masih punya kesempatan untuk hidup!
Tanpa ragu sedikit pun, Dustin Heng mengerahkan seluruh kekuatan kultivasinya. Membelah kehampaan, ia berubah menjadi bayangan secepat kilat, melarikan diri dengan panik menuju hamparan luas di luar langit, tanpa memedulikan risikonya!
Ia tidak berani bertarung, ataupun mengucapkan sepatah kata pun lagi; satu-satunya keinginannya adalah melarikan diri dari tempat mengerikan ini—melarikan diri dari pemuda yang telah menjungkirbalikkan dunianya!
" Hei... Mau lari yaa...? "
Dave sedikit mengangkat alisnya, nadanya menyiratkan ejekan yang jenaka. "Sudah terlambat."
Bahkan sebelum kata-kata itu tuntas terucap, ia dengan santai mengangkat satu jari dan mengetuk udara.
Tidak ada teknik yang mengguncang bumi, tidak ada gelombang energi spiritual yang dahsyat—hanya sebuah sentuhan sederhana yang diarahkan melintasi kehampaan.
Wuuzzzz...
Seberkas tipis dan murni esensi Dao keemasan menembus udara. Dalam sekejap, berkas itu melintasi kehampaan tanpa batas dan menyusul Dustin Heng yang sedang melarikan diri.
" Creezz..."
Sebuah suara pelan terdengar. Seketika itu juga, setiap lapisan pelindung, penghalang fondasi Dao, dan teknik rahasia pengikat nyawa yang melindungi Dustin Heng hancur lebur dan musnah tak bersisa.
Tubuhnya tiba-tiba menegang; jiwa dan fondasi Dao-nya hancur berkeping-keping seketika oleh resonansi Dao primordial.
Bahkan sebelum sempat menjerit, Pemimpin Sekte Tianshu yang agung—seorang penguasa tertinggi yang telah memerintah Surga ke-26 selama puluhan ribu tahun—tewas seketika, hancur menjadi debu dan abu, lalu lenyap sepenuhnya dari dunia.
Satu gerakan.
Eksekusi yang mutlak dan menghancurkan.
Bersih, cepat, dan tanpa meninggalkan jejak.
Bayangan sisa yang melarikan diri di udara pun sirna sepenuhnya, meninggalkan puncak utama dan cakrawala di sekitarnya dalam keheningan yang mencekam.
Para tetua dan murid Sekte Tianshu mematung di tempat, wajah mereka pucat pasi dan tubuh mereka gemetar; keberanian mereka untuk melawan telah runtuh sepenuhnya.
Dengan tewasnya Pemimpin Sekte, hancurnya Dao Surgawi, dan musnahnya fondasi sekte, mereka telah kalah telak—tanpa harapan untuk bangkit kembali.
Tatapan Dave menyapu kerumunan dengan tenang, suaranya datar tanpa emosi: "Sekte Tianshu telah melakukan berbagai kekejaman yang tak terhitung jumlahnya—membantai rakyat jelata, menindas para kultivator, dan menebar kekacauan di dunia. Hari ini, sekte ini resmi dimusnahkan."
" Semua murid sekte ini akan di bunuh tanpa ampun."
Suaranya tidak keras, namun memancarkan wibawa tertinggi dari sosok yang memegang kekuasaan atas hidup dan mati serta wewenang untuk menjatuhkan penghakiman atas segala sesuatu.
Bersambung......
Ucapan Terima Kasih
Buat rekan sultan Taois " Ihsan Basir " yang selalu mendukung & mentraktir mimin, mimin mau ngucapin terimakasih buat traktiran nya...🙏☺️🙏
Alhamdulillah bisa beli paket internet dan kopi lagi 😁
Semoga semakin panjang, kokoh dan besar segalanya dan berkah selalu
Lanjut icikiwir.. 😁🏃
#Salam_kultivasi_ganda 🙏🙏




No comments:
Post a Comment