Photo

Photo

Saturday, 21 February 2026

Berhubungan Suami Istri Di Siang Ramadhan



Tidak selamanya puasa berjalan lancar. Terkadang godaan dan cobaan silih berganti datang dan mendekat. 


Diantara cobaan yang berat adalah ketika datang nafsu bersetubuh yang amat sangat. Padahal magrib masih lama datang. 


Jikalau memang tidak terhindarkan lagi, maka tebusan dari kesalahan itu haruslah segera disediakan, kejadian serupa pernah tergambar dalam satu hadits riwayat Abu Hurairah ra.


Sebuah kisah yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa pada suatu saat ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW. 


Seseorang lelaki datang dan berkata, "wahai Rasulullah SAW! celakalah aku".


Rasulullah SAW bertanya apa yang telah terjadi dengannya. 


la menjawab, "aku melakukan hubungan badan dengan istriku padahal aku sedang berpuasa". 


Rasulullah SAW bertanya kepadanya, "dapatkah kamu (sebagai hukumannya) membebaskan seorang budak?" 


Dia menjawab " tidak " 


Rasulullah SAW bertanya, dapatkah kamu puasa dua bulan penuh?" 


Dia menjawab "tidak "


"dapatkah kamu memberi makan enam puluh orang miskin?" 


Dia menjawab " tidak "


Nabi Muhammad Saw. termenung sejenak dan pada saat yang bersamaan sekeranjang penuh kurma dibawa ke hadapannya. 


Nabi bertanya, mana orang yang bertanya tadi?"


Orang itu menjawab,"aku disini". 


Nabi Muhammad Saw. bersabda kepadanya, "bawalah ini dan sedekahkanlah". 


Orang itu berkata, "haruskah ku sedekahkan kepada orang yang lebih miskin daripada ku? Demi Allah, tidak ada keluarga di antara dua gunung Ini (Madinah) yang lebih miskin daripadaku". 


Nabi Muhammad Saw. pun tersenyum hingga tampak gigi serinya dan berkata,"berikanlah makanan ini kepada keluargamu". 


Kaffarah (tebusan) bagi pelanggaran puasa yang berupa hubungan seks (jima) ada tiga jenis. Ketiganya tidak bisa dipilih salah satu, tetapi harus dilakukan sesuai urutan. Pertama, memerdekakan budak. Kedua, puasa dua bulan berturut-turut. Dan ketiga memberi paket kepada 60 orang fakir miskin. Masing-masing 1 mud (60 ons) bahan makanan pokok.


Karena dalam konteks kekinian, sangsi yang pertama tidak mungkin dilakukan, karena di zaman sekarang tidak ada lagi perbudakan. Maka sangsi kedua harus dilaksanakan kecuali ada halangan yang dibenarkan oleh syariat. Maka sangsi ketiga menjadi tebusan terakhir yaitu memberikan 60 paket makanan pokok yang masing-masing seberat 60 ons. 


Namun demikian, seringkali mereka yang mengerti hukum akan berusaha menghindar dari ketiga jenis tebusan ini. Dengan cara membatalkan puasa terlebih dahulu (baik dengan makan atau minum) sebelum melakukan hubungan seks. Dengan harapan terhindar dari kaffarah ini.


Jangan disangka dengan cara begitu bisa lepas dari hukuman, bahkan jika mengingat hadits riwayat Imam Turmudzi, Rasulullah saw bersabda yang artinya "barangsiapa meninggalkan/membatalkan sehari puasa Ramadhan tanpa alasan yang meringankan dan tidak pula karena sakit, maka puasa sepanjang masa tidak cukup baginya. 


Apakah anda akan bermain akal-akalan dengan hukum Allah? secerdik itukah? Bukankah dalam salah satu ayatnya ditegaskan bahwa wallahu khairul makiri








Guru Dipaksa Berbohong

 


Sejak dulu, guru dipaksa sistem berbohong supaya :


1. Target kelulusan harus tinggi


2. Nilai rendah dianggap kegagalan sekolah


3. Sistem penilaian menuntut semua indikator tercapai


4. Laporan harus selalu positif dan rapi


5. Administrasi lebih penting dari fakta lapangan


6. Kejujuran berisiko teguran dan sanksi


7. Guru jadi pihak paling mudah disalahkan


8. Murid harus naik kelas meski belum mampu


9. Data dipoles demi citra lembaga


10. Kebohongan dianggap "normal" oleh sistem


Bahaya bagi siswa di masa depan:


1. Lulus tanpa kompetensi yang memadai


2. Menganggap nilai lebih penting daripada kemampuan nyata


3. Lemah dalam berpikir kritis dan pemecahan masalah


4. Tidak siap menghadapi dunia kerja dan pendidikan lanjut


5. Mudah menyerah karena tidak terbiasa berproses


6. Kehilangan kejujuran dan integritas sejak dini


7. Terbiasa mencari jalan pintas, bukan usaha


8. Sulit beradaptasi dengan tantangan nyata kehidupan

Wednesday, 18 February 2026

Kalau Mau Kaya, Berhenti Cari Kerjaan Yang Bikin Kamu Sibuk Tapi Tetap Miskin


Tidak semua kesibukan membawa kemajuan. Banyak orang lelah setiap hari, tapi hidupnya tidak pernah naik level.


Masalahnya bukan kurang kerja keras, tapi salah memilih medan.


1. Sibuk tidak sama dengan produktif.


Kamu bisa bekerja dari pagi sampai malam.

Tenagamu habis, waktumu habis.

Tapi hasilnya selalu cukup untuk bertahan, tidak pernah cukup untuk berkembang.

Kesibukan sering dijadikan bukti usaha.

Padahal yang penting bukan seberapa capek kamu, tapi seberapa besar dampaknya ke hidupmu.


2. Banyak pekerjaan dibayar waktu, bukan nilai.

Selama kamu menukar jam dengan uang, penghasilanmu akan selalu punya batas.

Kamu bisa menambah jam kerja, tapi tubuhmu tidak bisa terus diperas.

Orang kaya paham satu hal:

waktu terbatas, nilai bisa diperbesar.


3. Kerjaan yang bikin miskin biasanya terlihat "aman".

Gaji datang rutin. 

Rutinitas terasa stabil.

Risiko terasa kecil.

Tapi di balik rasa aman itu, 

hidupmu dikunci di angka yang sama bertahun-tahun.

Kamu tidak bangkrut,

tapi juga tidak pernah benar-benar bebas.


4. Orang kaya tidak alergi sibuk, mereka alergi jalan buntu.

Mereka mau kerja keras.

Mereka mau capek.

Tapi hanya di jalur yang bisa tumbuh.

Mereka memilih pekerjaan yang:

bisa naik kelas,

bisa ditingkatkan nilainya,

bisa digandakan hasilnya.

Bukan sekadar menghabiskan waktu.


5. Bertahan di kerjaan yang salah adalah keputusan, bukan nasib.

Banyak orang tahu pekerjaannya mentok. Tapi tetap bertahan karena takut mulai lagi.

Takut gagal.

Takut terlihat mundur.

Takut kehilangan rasa aman.

Padahal yang paling mahal bukan kegagalan,

tapi tahun-tahun yang habis tanpa perubahan.


6. Kaya dimulai saat kamu berani evaluasi.

Tanyakan dengan jujur:

Apakah kerjaan ku punya masa depan?

Apakah nilainya bisa bertumbuh?

Apakah aku sedang membangun sesuatu, atau hanya mengulang?


Kalau jawabannya selalu "tidak",

mungkin masalahnya bukan di usaha, tapi di pilihan.


7. Kerja keras itu penting. Arah jauh lebih penting.


Kamu tidak perlu berhenti bekerja. Kamu perlu berhenti bekerja di tempat yang salah.


Karena kesibukan yang salah arah hanya akan membuatmu lelah lebih lama di titik yang sama.






Berhubungan Suami Istri Di Siang Ramadhan

Tidak selamanya puasa berjalan lancar. Terkadang godaan dan cobaan silih berganti datang dan mendekat.  Diantara cobaan yang berat adalah ke...