Photo

Photo

Thursday, 24 September 2026

Perintah Kaisar Naga : 7073 - 7076

 Perintah Kaisar Naga. Bab 7073-7076





* Terbukanya Gerbang Surgawi *


Begitu melangkah masuk ke dalam Reruntuhan Roh, energi vital yang melimpah, lembut, dan tak terbatas seketika menyelimuti mereka. 


Kelelahan akibat pertempuran sengit dan upaya mencari pencerahan selama berhari-hari pun sirna.


Pikiran mereka menjadi rileks, kekuatan spiritual mereka terasa tenang, dan fondasi Dao mereka ternutrisi. 


Tanpa disadari, tingkat kultivasi mereka terus meningkat dan mengalami kemajuan secara diam-diam.


Ke mana pun mata memandang, tanah di sana dipenuhi oleh tanaman obat suci kuno dan akar spiritual bawaan -- harta karun yang telah lama punah di seluruh penjuru alam surgawi dan memiliki khasiat yang menentang kehendak langit.


Rumput Panjang Umur Primordial berusia sepuluh ribu tahun, Bunga Pengumpul Umur Asal Surgawi Berdaun Sembilan, Teratai Roh Air Biru Sembilan Putaran, Jamur Ganoderma Lanxin Primordial, Buah Pemadat Roh Bintang-Bulan, Rumput Irama Dao Surga Biru, Akar Pil Pemadat Roh Surga...


Tak terhitung banyaknya harta karun alkimia tingkat tinggi -- yang sebelumnya hanya diketahui melalui teks kuno dan legenda -- tumbuh subur di hamparan luas ini, mekar dengan bebas di tengah pancaran cahaya spiritual yang memukau serta aroma yang harum dan pekat.


Setiap tanaman menyimpan sumber esensi kehidupan yang tak terbatas dan irama Dao yang murni -- harta karun yang begitu berharga hingga klan-klan besar di seluruh penjuru alam surgawi rela bertarung mati-matian, bahkan berperang, demi memilikinya.


"Begitu banyak akar spiritual dan tanaman obat suci kuno yang telah punah!"


Mata Yasmeen dipenuhi rasa takjub dan hatinya diliputi kegembiraan luar biasa; suaranya bergetar karena antusiasme. "Dengan terkumpulnya begitu banyak sumber daya alkimia tingkat atas, warisan alkimia keluarga Lingxi-ku akan melesat ke puncak Surga ke-25, mengungguli semua klan dan sekte lain -- tak tertandingi dan tak tergoyahkan!” 


“Ini cukup untuk menjamin kemakmuran keluarga selama seratus ribu tahun dan melahirkan tak terhitung banyaknya jenius alkimia tingkat atas!"


Agnes menatap Dave dengan tatapan lembut yang penuh kekaguman. "Sebuah tanah berkah kuno yang dianugerahi keunggulan alamiah yang unik -- tak tersentuh, tak terusik, dan tak tereksploitasi selama ratusan juta tahun -- tempat ini menyimpan akumulasi sumber daya yang sungguh mencengangkan.” 


“Berkat perolehan ini, kamu kini menguasai sumber daya alkimia yang paling lengkap, kuno, dan agung di seluruh alam surgawi tingkat bawah; masa depan alkimia di wilayah ini sepenuhnya berada di tanganmu!"


Dave mengibaskan tangannya ke udara, melepaskan gelombang cahaya alkimia keemasan yang menyelimuti seluruh reruntuhan spiritual tersebut. 


Energi ini berubah menjadi kekuatan penghimpun yang tak terbatas, mencabut dan mengumpulkan setiap akar spiritual bawaan, tanaman obat dewa kuno, material spiritual langka, dan flora yang mengandung esensi Dao di lokasi itu.


Ia memindahkan semuanya ke dalam alam rahasia mandiri di dalam cincin penyimpanannya, menetapkan zona spiritual khusus untuk budidaya yang cermat, pelestarian permanen, dan regenerasi berkelanjutan.


Sejak saat ini, Klan Lingxi memegang kendali mutlak atas sistem sumber daya alkimia yang paling lengkap, agung, dan kuno di seluruh Surga ke-25 dan Alam-alam Surga yang lebih rendah. 


Fondasi alkimia mereka menjadi yang tertinggi, menciptakan monopoli yang tak terpatahkan dan tak tergoyahkan.


Setelah menyapu bersih seluruh sumber daya di permukaan dan menguras harta karun dari tanah berkah bagian atas, pandangan Dave tiba-tiba beralih ke bawah. 


Menembus lapisan tanah dan batuan, tatapannya yang tajam dan dalam mengunci inti yang terletak sepuluh ribu Zhang di bawah permukaan.


"Harta karun inti yang sesungguhnya dari alam rahasia ini -- sebuah misteri kuno yang melintasi berbagai zaman -- terkubur jauh di dalam tanah."


Sambil berucap, Dave menekan tangannya ke arah kehampaan; kekuatan spiritual menderu, dan aura Dao melonjak serta bergetar hebat.


Duaaaarrrr....


Seluruh Reruntuhan Roh Perairan Biru sedikit berguncang. 


Jalur energi bumi melonjak, energi spiritual meletus, dan lapisan batuan permukaan retak serta terbuka lapis demi lapis. 


Segel pembatas bawah tanah lenyap sepenuhnya, dan lapisan tanah kuno perlahan tersingkap.


Esensi keemasan yang cemerlang dan tak terbatas menyembur keluar dari kedalaman, menerangi seluruh alam rahasia. 


Aura primordial yang luas -- berat dengan bobot langit -- perlahan bangkit menyelimuti sekelilingnya.


Sebuah pecahan kristal -- seukuran telapak tangan, tembus pandang, dan berkilauan dengan cahaya warna-warni -- perlahan melayang keluar dari kehampaan di kedalaman tanah, lalu berhenti dan mengapung tepat di hadapan Dave. 


Permukaannya dihiasi pola-pola kuno dan terukir dengan rahasia langit yang mendalam. 


Di seluruh permukaan pecahan itu, jalinan pola yang padat -- yang melambangkan lapisan-lapisan langit, koordinat alam, hukum spasial, dan segel antar-lapisan -- berkilauan dan mengalir tanpa henti.


Benda itu samar-samar memperlihatkan panorama megah sebuah Alam Surgawi -- yang berlapis, saling terhubung, dan tersusun secara hierarkis -- mencerminkan sistem spasial paling lengkap, misteri hierarkis, serta aturan keterhubungan dari Alam Surgawi kuno.


Itu adalah harta inti yang tertinggal setelah hancurnya Alam Surgawi kuno, yaitu sebuah pecahan Poros Surgawi!


Pecahan ini merupakan sumber utama yang menentukan hierarki Alam Surgawi kuno, menghubungkan berbagai lapisan surgawi, menyambungkan jalur antar-alam, dan menstabilkan tatanan kosmis.


Pecahan Poros Surgawi itu melayang di hadapan Dave.


Di dalam tubuhnya yang bening bagaikan kristal, berbagai pola surgawi tampak hidup, mengalir luwes dan berdenyut dengan pergantian cahaya serta bayangan.


Jejak-jejak Dao primordial yang kuno itu bukanlah hukum dangkal dari Surga ke-25 saat ini.


Melainkan berasal dari urat nadi fundamental sistem surgawi kuno yang utuh -- mencakup pembagian alam, jangkar spasial, aturan lintas ruang, dan fondasi tatanan itu sendiri -- sesuatu yang luas, tak terbatas, dan mencakup segalanya.


Dave dengan lembut mengulurkan ujung jarinya dan menyentuh permukaan pecahan Poros tersebut.


Nguuung....


Sebuah suara Dao -- yang menggema melintasi zaman dan menggetarkan seluruh Reruntuhan Roh Perairan Biru  -- meledak keluar. 


Itu bukanlah raungan kekuatan spiritual biasa, melainkan resonansi primordial dari sumber surgawi itu sendiri.


Suara itu menembus lapisan batuan, membelah kabut, dan melesat langsung menuju kehampaan di luar alam tersebut.


Seluruh pecahan Poros itu tiba-tiba memancarkan miliaran sinar cahaya keemasan primordial yang menyilaukan. 


Pancaran cahaya ini menembus kubah Reruntuhan Roh, merobek lapisan penghalang spasial, dan melonjak ke atas -- melintasi Laut Biru yang luas, menerobos kehampaan antar-lapisan, dan terhubung langsung ke zona terlarang rahasia jauh di dalam Jurang Kuno Cangming -- sebuah tempat yang telah disegel selama berabad-abad.


Pada saat itu, setiap urat nadi spasial di wilayah Laut Biru yang luas di Surga ke-25 bergetar hebat.


Irama Dao langit dan bumi bergolak berbalik arah, energi spiritual berputar mundur, dan gelombang air mengamuk dalam kekacauan. 


Jauh di dalam zona terlarang di jantung Jurang Kuno Cangming -- tempat yang disegel oleh Dao Surgawi dan diselimuti debu zaman -- berdirilah ‘Gerbang Surgawi’.


Portal kuno itu -- yang tadinya merupakan peninggalan suram, berkarat, dan sunyi senyap -- tiba-tiba memancarkan lapisan demi lapisan rune suci purba yang berkilauan.


Karakter kuno yang telah usang dan bertuliskan ‘Gerbang Surgawi’ terlepas dari kungkungan yang telah berlangsung selama milyaran tahun, memancarkan cahaya suci luar biasa yang membentang melintasi kosmos.


Portal masif yang dipahat dari batu ilahi purba itu pun mulai bergetar hebat.


Belenggu ruang, batasan Dao Surgawi, dan segel antar-alam -- yang telah terkunci selama ratusan juta tahun -- meluruh dan hancur lapis demi lapis, tertarik oleh resonansi purba dari pecahan ‘Poros Spiritual’.


Jalur-jalur rahasia di dalam kedua alam tersebut beresonansi melintasi kehampaan, bergetar serempak dan saling terhubung dari ujung ke ujung.


Di satu sisi berdiri gerbang di dalam Jurang Cangming, yang menyimpan rahasia para dewa dan iblis yang telah gugur.


Di sisi lain terletak inti Poros Spiritual di dalam Reruntuhan (Alam) Roh Perairan Biru, wadah bagi esensi purba kosmos itu sendiri.


Dua kutub dari satu sumber yang sama saling terhubung melintasi kehampaan, secara paksa membuka jalan kuno yang membentang melintasi lautan sejauh sepuluh ribu mil dan menjembatani kedua alam purba tersebut.


Energi spiritual dari seluruh Alam Roh Perairan Biru  melonjak dahsyat, mengalir tanpa henti menuju pecahan Poros Spiritual sebelum mengalir melalui saluran kehampaan untuk membanjiri Gerbang Surgawi.


Portal kuno itu bergetar dan perlahan terbuka dengan suara derit.


Dari dalamnya memancar aura keagungan tertinggi -- sebuah kehadiran yang melampaui Surga ke-25 dan melampaui setiap tingkatan kosmos saat ini.


Aura itu begitu luas, kuno, tak acuh, dan meliputi segalanya. 


Aura itu mengandung vitalitas tak terbatas saat kelahiran kosmos sekaligus kesunyian kelam dari runtuhnya berbagai dunia. 


Itu adalah kekuatan yang jauh melampaui kedahsyatan Penguasa Abadi maupun Raja Abadi -- itu adalah kekuatan sejati dan purba dari tatanan kosmos itu sendiri.


Ruang di sekitarnya seketika membeku.


Kabut yang melayang, pusaran energi spiritual, tanaman obat abadi yang bergoyang, dan aliran sungai yang bergemericik di Alam Roh semuanya terhenti total, seolah-olah seluruh dunia dipaksa berhenti secara mendadak dan mutlak. 


Agnes, Yasmeen, Frendy, dan Pengkor seketika mematung.


Energi spiritual mereka terkunci rapat, dan kesadaran spiritual mereka tertindas sepenuhnya.


Bahkan napas dan detak jantung mereka pun nyaris terhenti. 


Pupil mata mereka menyusut tajam saat rasa takjub yang mendalam -- yang bersumber dari hakikat kehidupan itu sendiri -- serta ketakutan yang tak dapat dijelaskan membuncah di dalam diri mereka, membuat tubuh mereka gemetar tanpa sadar.


Ini adalah penindasan hierarkis yang mutlak -- ketundukan naluriah makhluk berdimensi lebih rendah di hadapan tatanan dimensi yang lebih tinggi. 


Hal ini sama sekali tidak berkaitan dengan tingkat kultivasi, fondasi Dao, ataupun kondisi batin seseorang.


Ini adalah kekuatan penekan mutlak yang bekerja pada tataran hukum kosmis itu sendiri.


Hanya Dave yang tidak terpengaruh.


Dengan energi spiritual yang mengalir bebas, hati Dao yang teguh, serta pikiran yang jernih, ia tetap berdiri kokoh, sama sekali tidak terkekang oleh kekuatan tatanan yang maha tinggi ini.


Membawa Kuali Shennong -- artefak kuno yang agung -- serta memiliki hati Dao yang telah ditempa oleh berbagai pertempuran dan ujian ilusi yang tak terhitung jumlahnya, ia telah lama melampaui belenggu yang mengikat makhluk biasa di langit. 


Ia mampu berdiri -- meski dalam posisi yang genting -- di pusat badai Tatanan Surgawi, sembari mempertahankan kejernihan persepsi dan kemampuan untuk bertindak sesuai kehendaknya sendiri.


Tatapan Dave terasa berat dan tajam saat ia memusatkan pandangan pada celah ‘Gerbang Surgawi’ yang kian melebar di kedalaman kehampaan.


Matanya berkilat memancarkan rasa takjub yang tiada tara sekaligus hasrat untuk menyingkap rahasia.


Rahasia langit -- yang telah disegel selama berabad-abad dan tak tersentuh oleh siapa pun sepanjang zaman -- akhirnya terungkap melalui tangannya, dimunculkan ke permukaan oleh kekuatan Pecahan Poros Surgawi.


Di balik celah itu, tidak terhampar alam keabadian yang memukau ataupun wilayah luas sebagaimana yang mungkin dibayangkan orang, melainkan hamparan kehampaan kelabu-putih yang kacau dan tak bertepi.


Tidak ada langit ataupun bumi, tidak ada matahari ataupun bulan, tidak ada bintang ataupun gunung.


Tidak ada jejak kehidupan maupun fluktuasi resonansi Dao -- yang ada hanyalah keheningan, keluasan, dan kesunyian yang abadi serta tak berubah.


Pecahan ruang yang tak terhitung jumlahnya, rantai hukum Dao yang telah putus, sisa-sisa Tatanan Surgawi yang hancur lebur, serta penghalang langit yang telah runtuh, semuanya melayang tanpa arah di tengah kekacauan kelabu-putih itu.


Setiap pecahan menyimpan bekas luka mengerikan akibat runtuhnya Alam Surgawi di masa lampau.


Setiap pola sisa yang tertinggal memuat rahasia pamungkas di balik kehancuran berbagai dunia dari era lama.


Sebuah kekuatan yang luar biasa dahsyat -- cukup besar untuk menghancurkan berbagai dunia dan melampaui setiap tingkatan Alam Surgawi -- menyembur keluar melalui celah Gerbang tersebut. 


Kekuatan itu menyapu seluruh Reruntuhan Roh Perairan Biru, membasuh tubuh fisik, energi spiritual, jiwa, dan hati Dao milik Dave.


Kekuatan ini terasa lembut namun mendominasi, berat namun dingin. 


Ia tidak melukai orang maupun benda, juga tidak merusak fondasi Dao seseorang.


Namun, ia mampu menembus segala ilusi dengan mudah dan menyingkap esensi dasar dari segala sesuatu.


Kekuatan itu seolah mampu menembus masa lalu dan masa depan, melihat tingkat kultivasi dan hati Dao, bahkan membaca obsesi serta rahasia terdalam dari setiap makhluk hidup di seluruh penjuru Alam Surgawi. 


Jubah Dave berkibar hebat di sekelilingnya meski tak ada angin, dan rambut hitamnya terhempas liar.


Cahaya terang yang tajam memancar dari matanya saat rasa ingin tahu dan hasrat untuk menjelajah dalam dirinya berkobar sepenuhnya.


Gerbang Surgawi!


Sebuah jalan sejati menuju sebuah Alam Surgawi!


Sebuah portal agung yang melampaui belenggu Surga ke-25, menerobos batasan hierarkis 36 Alam Surgawi, dan membebaskan diri dari kekangan hukum kosmis -- mengarah langsung ke sistem surgawi kuno yang utuh.


Sebelumnya, ia hanya sempat melihat sekilas keberadaan Alam Surgawi tingkat atas melalui indra ilahiahnya, menyadari bahwa alam surgawi saat ini hanyalah dunia buatan yang retak, lahir dari kehancuran dan pembangunan kembali -- sebuah tempat di mana segel hierarkis, kekangan hukum, dan penghalang buatan manusia menjebak jalan tak terhitung banyaknya pembudidaya yang mencari kenaikan tingkat.


Namun kini, Gerbang Surgawi benar-benar telah terbuka, dan jalan di hadapannya terbentang jelas.


Di balik gerbang itu terhampar luasnya surga sejati dan cakrawala abadi yang tak bertepi.


Dengan satu langkah, ia bisa meninggalkan Surga ke-25 yang cacat ini -- alam yang telah mengurungnya selama masa yang tak terhitung lamanya -- dan melangkah masuk ke wilayah sejati surga kuno. 


Di sana, ia bisa mengungkap kebenaran di balik kehancuran dunia, rahasia segel hierarkis, serta intrik tersembunyi di balik penataan ulang tatanan kosmis.


"Jadi begitu rupanya... Alam Surgawi kuno benar-benar tidak memiliki belenggu hierarkis ataupun jalan yang tertutup."


Dave bergumam pada dirinya sendiri.


Suaranya menyiratkan kelegaan karena memahami kebenaran, namun juga mengandung nada ejekan dingin terhadap kondisi Alam Surgawi itu saat ini. "Generasi penerus membuat batasan semu untuk memenjarakan diri mereka sendiri, memecah Alam Surgawi yang utuh menjadi tiga puluh enam wilayah yang terfragmentasi. Mereka memaksakan belenggu hukum dan penghalang hierarki, menjebak tak terhitung banyaknya pembudidaya dan mematikan vitalitas kosmos. Apakah itu benar-benar demi perlindungan, atau sekadar untuk memonopoli kekuasaan?"


Keraguan berkecamuk, dan emosinya meluap-luap.


Ia mengangkat kakinya sedikit, tubuhnya bersiap untuk melangkah melewati Gerbang Surgawi dan menjelajah jauh ke dalam ketidakpastian yang kacau demi menemukan jawabannya. 


Meskipun jalan di hadapannya diselimuti ketidakpastian dan bahaya, meskipun jurang tanpa dasar atau jebakan maut abadi menantinya di sisi lain, ia bertekad untuk terus melangkah maju.


Jalan kultivasi pada hakikatnya adalah tindakan menentang langit dan mendobrak segala batasan.


Alih-alih berpegang pada keamanan, ia mengejar kebenaran, terobosan, dan pembebasan dari belenggu dunia yang retak ini. 


Namun, tepat saat ujung kakinya hendak melangkah keluar -- bersiap menyeberang ke alam kacau di balik Gerbang Surgawi….


Duaaaarrrr...


Sebuah suara Dao yang dingin, tanpa emosi, dan memiliki aura kuno yang tak tergoyahkan tiba-tiba bergema ke seluruh penjuru dunia. 


Suara itu tidak sekadar terdengar di telinga; melainkan bergetar langsung menembus setiap jengkal ruang, setiap helai energi spiritual, hingga ke inti jiwa setiap makhluk hidup.


Gelombang membumbung tanpa embusan angin; kekacauan di sana bergolak hebat.


Sebuah celah lurus tiba-tiba membelah kekacauan berwarna kelabu-putih di pusat Gerbang Surgawi. 



Sesosok tubuh melangkah keluar perlahan, turun tanpa suara di hadapan portal tersebut.


Dia berdiri di antara Dave dan alam kekacauan, sepenuhnya menghalangi jalan majunya.


Pria itu mengenakan jubah sederhana berwarna kelabu-putih tanpa hiasan; kainnya bersih dan rapi, tanpa pola, ornamen, aliran cahaya spiritual, ataupun aura Dao.


Sosoknya tinggi dan ramping, namun wajahnya tampak samar, seolah terselubung kabut tak kasat mata dari Dao Surgawi. 


Betapapun tajamnya seseorang memandang, mata dan alisnya tak terlihat, ekspresinya tak terbaca, dan auranya tetap tak terduga.


Dia tidak memancarkan tanda-tanda kultivasi ataupun kekuatan yang menindas; dia tampak sangat biasa, layaknya manusia fana pada umumnya.


Namun, dia memancarkan aura otoritas tertinggi -- seolah-olah dia berdiri di atas langit, memegang kendali atas tatanan, dan memandang rendah perjalanan zaman.


Dia bukan berasal dari Surga ke-25 ataupun Alam Surgawi tingkat ke-36, ataupun wilayah mana pun dalam hamparan surga saat ini.


Dia adalah Sang Penjaga Tatanan Surgawi.


Dia adalah juru bicara Dao Surgawi, yang memegang aturan dan tatanan Alam Surgawi yang kini terpecah-belah, menjaga batas antar-alam, mempertahankan status quo kosmos, serta mengawasi semua makhluk hidup dari tindakan yang menentang langit atau melanggar batasan dunia.


Para Penjaga Tatanan Surgawi yang pernah ditemui Dave di penjara hanyalah perwujudan dirinya.


Sang Penjaga Tatanan Surgawi berdiri diam di kehampaan, menatap Dave tanpa jejak niat membunuh, kemarahan, ataupun permusuhan -- hanya tatapan dingin dan tak acuh layaknya hukum itu sendiri.


Itu adalah tatapan yang ditujukan pada variabel tak berarti yang mencoba melampaui aturan dan menyentuh hal-hal tabu.


"Berhenti."


Saat kata itu terucap, langit pun menjadi sunyi.


Sebuah perintah sederhana, namun mengandung bobot hukum Tatanan Surgawi -- mutlak tak terbantahkan, tak tertolak, dan mencakup seluruh alam.


Getaran yang mengguncang Reruntuhan Roh Perairan Biru seketika mereda, dan cahaya ilahi Gerbang Surgawi tiba-tiba meredup. 


Gerbang kuno yang tadinya sedikit terbuka mulai menutup perlahan namun nyata, tertutup rapat lapis demi lapis. 


Dave menghentikan langkahnya dan mengangkat pandangan untuk menatap langsung sosok misterius di hadapannya.


Tidak ada sedikit pun rasa takut di matanya -- hanya sorot mata yang penuh ketelitian dan kewaspadaan.


"Siapa kau?"


Suaranya terdengar tenang dan mantap, tidak menunjukkan sikap rendah diri maupun arogansi.


Bahkan saat berhadapan dengan entitas yang melampaui cakrawala, tekadnya tetap teguh dan hati Dao-nya tak tergoyahkan.


Meski wajah sosok itu tak terlihat jelas, Dave merasakan keakraban yang aneh, namun ia tidak berani mengakuinya secara pasti.


Sang Penjaga Tatanan Surgawi berbicara dengan nada datar tanpa emosi, seolah sedang menyatakan hukum kosmos yang tak tergoyahkan: "Penjaga Tatanan Surgawi. Aku menjaga stabilitas dunia saat ini, mengawasi batas antar-alam, serta mencegah kekacauan lintas alam atau gangguan terhadap tatanan alami."


"Mundurlah..."


Satu kata itu, yang membawa otoritas mutlak hukum kosmos, secara paksa memerintahkan Dave untuk mundur, menghentikan penyelidikannya, dan membatalkan niatnya menembus batas alam tersebut.


Dave tidak mundur; sebaliknya, ia berdiri teguh di tempatnya. 


Tatapannya semakin tajam dan dalam saat ia terus memandang sosok itu: "Aku menggunakan pecahan Poros Surgawi untuk mengaktifkan Gerbang Kuno menuju Alam Surgawi demi mencari kebenaran di balik asal-usul kosmos -- apa salahnya hal itu?” 


“Di masa lampau, Alam Surgawi menghubungkan seluruh alam tanpa batasan; mengapa kini semuanya disegel lapis demi lapis dan dikekang di setiap sisinya?” 


“Kau mendirikan penjara dan menambal celah-celah itu -- apakah alam surgawi ini merupakan rancanganmu sendiri?"


Wajah samar Sang Penjaga Tatanan Surgawi sedikit berpaling ke arah Dave; tatapan tak kasatmata tertuju padanya saat ia berbicara dengan tenang: "Zaman telah berganti, dan langit serta bumi pun berubah. Sistem kuno dari berbagai alam semesta telah runtuh; tatanan lama telah musnah, dan tatanan baru telah terbentuk.” 


“Saat ini, penghalang antar-alam retak, aliran energi bumi tidak stabil, dan celah-celah dimensi tersebar luas; bahkan daya hidup kosmos berada di ujung tanduk. Melintasi batas secara gegabah atau memaksakan diri naik ke alam yang lebih tinggi hanya akan memicu guncangan di seluruh jagat raya dan menyebabkan runtuhnya Dao Surgawi. Mengingat tingkat kultivasimu saat ini, melangkah melewati Gerbang ‘Kenaikan’ Surgawi sama saja dengan menjemput ajal."


" Hmm... Menjemput ajal?"

Dave mengulangi kata-kata itu dengan suara rendah. 


Kilatan dingin dan penuh cemoohan melintas di matanya, dan kecurigaan di hatinya semakin menguat. "Aku melihat bahwa di dalam Gerbang Surgawi, hanya terdapat serpihan kekacauan, reruntuhan kuno, dan hukum Dao yang hancur -- tidak ada bahaya mematikan ataupun musuh kuat dari luar alam ini.” 


“Mengapa melangkah masuk berarti kematian yang pasti..? Apakah Dao Surgawi benar-benar begitu licik, ataukah kau hanya tidak ingin dunia melihat kebenaran tentang berbagai alam semesta ini?"


Sang Penjaga Tatanan Surgawi tidak menjawab secara langsung.


Nadanya tetap dingin dan kata-katanya terasa formalitas belaka, berpegang teguh pada retorika kaku yang sudah baku: "Berbagai alam semesta telah retak dan dipenuhi celah; fondasi langit dan bumi belum lagi stabil.” 


“Tugas utama saat ini adalah memperbaiki celah-celah tersebut, menstabilkan fondasi alam, dan menjaga kedamaian kosmos -- bukan melintasi batas demi mencari jawaban atau mencoba naik ke tingkat yang lebih tinggi dengan sia-sia." 


"Simpanlah serpihan Poros Roh Surgawi, segel rahasia Gerbang Surgawi, dan fokuslah pada kultivasi, perbaikan aliran energi bumi, serta penstabilan dunia ini.” 


“Waktunya belum tiba; menentang kehendak langit saat ini sama saja dengan mendatangkan bencana bagi kosmos dan menjerumuskan dirimu sendiri menuju kehancuran."


Kata-kata itu terasa hampa, kaku, dan tanpa ketulusan -- tak lebih dari sekadar klise samar mengenai Dao Surgawi.


Tidak ada sedikit pun penjelasan substantif atau kebenaran yang terungkap.


Itu benar-benar sebuah penolakan yang meremehkan dan dilakukan sekadar formalitas belaka.


Kecurigaan Dave memuncak; dugaan serta keraguan yang ia miliki sebelumnya kini terbukti sepenuhnya.


Sosok yang disebut sebagai Penjaga Tatanan Surgawi ini sama sekali tidak melindungi berbagai alam semesta ataupun menjaga keselamatan makhluk hidup.


Sebaliknya, ia justru sedang menjaga sebuah rahasia -- sebuah misteri kuno yang sengaja disembunyikan demi mempertahankan tatanan semu dari alam semesta yang kini terpecah-belah, sembari mencegah para pembudidaya masa depan untuk melacak asal-usul, memutus belenggu mereka, dan memulihkan Dao Agung kosmos yang utuh.


Pandangannya tiba-tiba menajam, menembus hingga ke inti permasalahan, saat ia bertanya dengan suara berat dan tegas: "Kau terus-menerus mengaku menjaga tatanan kosmis serta stabilitas langit dan bumi -- maka aku bertanya padamu." 


"Tujuh Keluarga Besar di Surga ke-25 telah membagi-bagi wilayah, memonopoli sumber daya, menetapkan aturan mereka sendiri secara sewenang-wenang, dan mengubah peta geopolitik secara sepihak. Mereka secara paksa membangun tatanan pribadi dan hegemoni berbasis klan di dalam kosmos." 


"Mereka mengeksploitasi rakyat jelata, membelenggu para pembudidaya, dan memonopoli berbagai peluang, sehingga menjerumuskan alam Surgawi ini ke dalam perselisihan tiada henti dan peperangan yang kerap terjadi, sembari memperlebar perpecahan di dunia itu sendiri." 


"Tindakan semacam itu mengganggu keseimbangan kosmis, mengacaukan hukum langit, memperparah keretakan antar-alam, dan mematikan vitalitas dari berbagai dunia yang ada." 


"Itu adalah tindakan yang benar-benar merusak tatanan dan menentang kehendak alami Alam Surgawi. Namun, sebagai Penjaga Tatanan ini, mengapa kau justru menutup mata, mengabaikan situasi tersebut, dan tidak pernah turun tangan?"


Kata-katanya bergema kuat dan penuh penekanan, menghantam tepat pada inti permasalahan.


Ini adalah keraguan terdalam di hati Dave, sekaligus kebenaran paling absurd dari kosmos saat ini.


Dave selama ini beranggapan bahwa para Penjaga Tatanan Surgawi mengelola penjara di setiap lapisan Alam Surgawi. 


Dalam situasi seperti di Surga ke-25, di mana Tujuh Keluarga Besar mengaku sebagai penjaga tatanan, tampaknya tujuan mereka yang sebenarnya hanyalah untuk menindas para pembudidaya lain.


Mengapa para Penjaga Tatanan Surgawi tidak melakukan apa pun terhadap penindasan yang begitu terang-terangan itu?


Apakah mereka benar-benar tidak peduli bahkan ketika pihak lain memalsukan identitas mereka?


Apakah ini masalah ketidakpedulian?


Atau kurangnya keberanian?


Menghadapi pertanyaan tajam Dave, aura tak kasatmata yang menyelimuti Sang Penjaga Tatanan Surgawi sempat goyah sesaat.


Riak yang nyaris tak terlihat tampak melintasi wujudnya yang samar.


Namun, dalam sekejap mata, ia kembali ke sikap acuh tak acuh yang dingin. 


Masih menolak memberikan jawaban langsung, ia berbicara dengan nada datar dan formalitas semata: "Fragmentasi wilayah, konflik geopolitik, dan pertikaian antar-klan -- semua itu adalah bagian dari siklus internal alam ini dan beban karma yang diciptakan oleh makhluk hidup itu sendiri. Hal-hal tersebut berada dalam batas toleransi Ketertiban; tidak diperlukan intervensi."


"Sebaliknya, menyelidiki lintas alam, membuka Gerbang Surgawi, atau menelusuri tatanan kuno masa lampau -- itu semua adalah tindakan terlarang yang mengguncang fondasi Alam Surgawi dan merusak aturan yang telah mapan. Hal-hal tersebut melampaui batas toleransi dan harus dilarang."


Hanya dalam dua kalimat singkat, kemunafikan dan standar ganda dari apa yang disebut ‘Tatanan Surgawi’ itu tersingkap jelas.


Makhluk hidup saling membantai, memecah belah wilayah, mengacaukan gunung dan sungai, serta merusak jalur energi bumi -- semua itu dianggap sebagai siklus internal yang diperbolehkan;


Namun, ketika para pembudidaya mencari kebenaran, memutus belenggu, mengejar sumber asal-usul, atau membentuk ulang Dao Agung, hal itu dicap sebagai tindakan pembangkangan terlarang terhadap Surga -- sesuatu yang harus ditindas.


Absurd… 


Konyol…. 


Sungguh munafik!


Dave mencemooh dalam hati. 


Ia tidak lagi memiliki sedikit pun rasa hormat terhadap sosok yang disebut Penjaga Tatanan Surgawi ini.


Yang tersisa hanyalah keraguan mendalam dan rasa muak.


Ia menjadi sangat yakin: entitas di hadapannya bukanlah penjaga tatanan kosmis yang adil dan tanpa pamrih. 


Ia hanyalah boneka yang terikat belenggu -- berpegang teguh pada aturan usang, menyembunyikan kebenaran, dan memenjarakan khalayak ramai. 


Ia menggunakan tatanan palsu yang dibangun di atas keberpihakan dan standar ganda untuk memperdaya makhluk-makhluk Alam Surgawi dan membelenggu para pembudidaya lintas zaman. 


" Oh.. Jadi begitu rupanya."


Dave mengangguk perlahan; 


Kilatan dingin di matanya mereda, berganti menjadi ketenangan mendalam yang tak terbaca, sementara nada suaranya menyiratkan hawa dingin yang menusuk tulang serta pandangan tajam yang seolah mampu menembus segalanya: "Pembantaian makhluk hidup, kekacauan di langit dan bumi, runtuhnya tatanan -- semua itu masih bisa ditoleransi.” 


“Namun, upaya mencari kebenaran demi mendobrak status quo, pembangkangan terhadap langit, dan penelusuran asal-usul -- hal-hal itu tidak akan pernah dibiarkan.”


“Apa yang kalian jaga selama ini bukanlah langit dan berbagai dunia, ataupun makhluk hidup di dalamnya; melainkan semata-mata tatanan yang telah kalian tetapkan dan hegemoni abadi kalian sendiri, bukan?"


Sang Penjaga Tatanan Surgawi tidak memberikan komentar apa pun.


Ia tidak berminat memperdebatkan benar atau salah ataupun menjelaskan alasannya. 


Sebaliknya, entitas itu melontarkan pernyataan aturan yang dingin dan kaku: "Cukup. Segera segel pecahan Poros Surgawi, lupakan rahasia Gerbang Surgawi, dan curahkan diri kalian untuk memperbaiki retakan di Alam Surgawi serta menstabilkan fondasi dunia. Jika kau berani membuka Gerbang Surgawi atau kembali menyentuh hal-hal terlarang, tidak perlu menunggu bencana kosmis turun; Akulah yang akan melenyapkan kalian secara pribadi."


Kata-kata itu terlontar -- tanpa emosi, sebuah peringatan murni yang didasarkan pada hukum Tatanan Surgawi -- dingin dan penuh wibawa.


Kemudian, Sang Penjaga Tatanan Surgawi mengangkat tangan dan melambaikannya dengan lembut.


Nguuung...


Sebuah kekuatan tatanan Surgawi yang tak terlihat, tak berwujud, dan tak tertahankan tiba-tiba menyelimuti seluruh hamparan langit, menekan secara paksa esensi purba dari pecahan Poros Surgawi.


Pecahan-pecahan itu -- yang sebelumnya bersinar terang dan dikelilingi pola-pola surgawi -- seketika meredup.


Energi spiritualnya terkunci dan resonansi Dao-nya dibungkam, semuanya ditundukkan dan disegel secara paksa oleh kekuatan hukum yang maha tinggi.


Di kejauhan, jauh di dalam Jurang Kuno Cangming, rune ilahi Gerbang Surgawi padam sepenuhnya, pintu raksasa itu terbanting menutup, dan segel pembatas kembali mengeras. 


Wilayah yang telah terkubur debu selama jutaan tahun itu kembali sunyi senyap, memutus total segala peluang hubungan antaralam.


Aliran energi bumi di Reruntuhan Roh Perairan Biru yang sebelumnya bergetar hebat kini menjadi tenang sepenuhnya, energi spiritual yang sempat berbalik arah kembali ke jalurnya yang semestinya, dan segala kehidupan -- yang sebelumnya membeku -- kembali mendapatkan vitalitasnya. 


Segala anomali lenyap, seolah-olah fenomena kuno itu -- yang sempat mengguncang langit dan membuka Gerbang Surgawi -- tidak pernah terjadi sama sekali. 


Setelah melakukan semua itu, Sang Penjaga Tatanan Surgawi melayangkan satu tatapan terakhir yang acuh tak acuh ke arah Dave. 


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, sosoknya perlahan memudar dan melebur ke dalam kekacauan kelabu keputihan.


Ia mundur tanpa suara, kembali ke kedalaman tak dikenal di antara berbagai alam, lalu menghilang tanpa jejak.


Keheningan kembali menyelimuti dunia.


Energi spiritual mengalir lembut, diiringi kicauan burung, desau angin, dan gemericik aliran sungai. 


Alam rahasia itu kembali pada ketenangan dan kedamaiannya semula.


Namun, batin Dave tak lagi bisa menemukan ketenangan.


Dia melayang di kehampaan, tatapannya berat saat memandang kejauhan; badai keraguan dan berbagai macam pikiran berkecamuk di dalam dirinya.


Sosok ‘Penjaga Tatanan Surgawi itu -- kata-kata dan tindakannya hampa, logikanya munafik, penjelasannya asal-asalan, dan sikapnya penuh tipu daya.


Dari awal hingga akhir, dia sengaja menghindari pokok permasalahan, hanya melontarkan retorika samar tentang ‘keselamatan Dao Surgawi’ dan ‘bencana yang melanda Alam Surgawi untuk mengulur waktu dan mengalihkan pembicaraan, sembari menggunakan ancaman eksekusi untuk menghalangi upaya Dave mencari tahu kebenaran.


Dia tampak adil dan berkomitmen pada tatanan, namun kenyataannya, dia menyimpan niat busuk, sengaja menyembunyikan fakta, dan menutupi kebenaran.


Sosok yang terus-menerus berbicara tentang kebenaran Dao Surgawi dan kesejahteraan semua makhluk hidup, namun tindakannya semata-mata berisi penindasan dan pembatasan -- jika bukan penipu, lantas apa dia?


"Retakan di langit... memperbaiki dunia..."


Dave bergumam, kilatan dingin terpancar dari matanya. "Memperbaiki apanya, daannccookk sialan. Alam Surgawi saat ini bukan lagi Alam Surgawi yang dulu."


"Lupakan soal retakan di langit; bahkan jika seluruh alam ini runtuh, aku takkan peduli lagi."


Dave melihat watak asli sang Penjaga Tatanan Surgawi -- pria itu tak lebih dari seorang munafik.


Bisa jadi, seluruh urusan memperbaiki retakan itu hanyalah kebohongan sejak awal.


Mendengar umpatan marah Dave, ekspresi sang Penjaga Tatanan Surgawi berubah dingin. 


" Bangke... Bocah ini... dia tajam sekali dan sungguh licik.."


Seketika itu, sang Penjaga Tatanan Surgawi perlahan membuka telapak tangannya; aliran energi nuklir berkumpul di sana, ditarik langsung dari retakan di langit. 


Dia berniat menipu Dave agar membantu memperbaiki celah-celah itu dengan dalih palsu, hanya untuk kemudian membantai para pembudidaya dari ‘Klan Dewa Semu’ dan menggunakan kekuatan mereka guna menyegel retakan tersebut.


Kenyataannya, energi itu justru jatuh ke tangan sang Penjaga Tatanan Surgawi sendiri.


Tidak ada sedikit pun yang digunakan untuk benar-benar memperbaiki celah-celah itu.


Dia tidak menyangka Dave akan bisa melihat menembus tipu muslihatnya dalam waktu sesingkat itu.


"Bocah, karena kau menolak untuk mendengarkan, tidak ada gunanya kau tetap hidup."


Energi nuklir yang terkumpul di telapak tangan sang Penjaga Tatanan Surgawi menjadi semakin dahsyat, hingga akhirnya bersinar menyilaukan layaknya sebuah bintang.


Saat sang Penjaga Tatanan Surgawi melontarkan energi itu ke arah Dave, seolah-olah ajalnya telah tiba.


Meskipun Dave seorang Abadi Emas Luo Agung tingkat Kelima, mustahil bisa menahan serangan semacam itu.


Namun, tepat saat ledakan energi itu melesat ke arah Dave, sesosok tubuh tiba-tiba muncul dan seketika menghadang serangan tersebut.


Kekuatan yang mengerikan itu lenyap dalam sekejap, seolah-olah tidak pernah ada sama sekali.


Sosok yang baru muncul itu adalah seorang pria tua berjanggut putih yang tampak sangat lanjut usia.


"Wuji Tua, apa yang sebenarnya kau lakukan di sini?"


 Penjaga Tatanan Surgawi mengernyitkan dahinya begitu melihat pria itu.


"Dasar bodoh -- kau melarikan diri dari Sekte wuji Janji Suci-ku dan sekarang malah bermain-main menjadi 'Penjaga Tatanan' di sini? Tentu saja aku datang untuk menyeretmu kembali." Wuji Tua angkat bicara.


"Kau boleh menangkap ku, tapi jangan menghalangi urusan pentingku. Setelah aku membunuh anak itu, aku akan ikut denganmu." 


"Anak itu bisa membuka Gerbang Surgawi. Apakah kau sadar apa artinya hal itu bagi seluruh Alam Surgawi jika gerbang tersebut terungkap?" Sang Penjaga Tatanan Surgawi bertanya.


"Aku tidak peduli apa artinya. Aku tidak akan membiarkanmu membunuhnya; dia pernah berjasa padaku, dan dia membawa Token Wuji milik Sekte wuji Janji Suci kita.."


"Kau juga seharusnya berterima kasih padanya. Jika bukan karenanya, bagaimana mungkin kau bisa lolos dari gulungan itu?" Wuji Tua berkata dengan dingin.


" Oh... Jadi, itu dia?" 


Mata Sang Penjaga Tatanan Surgawi menyipit, lalu tubuhnya seketika menghilang.


"Jangan mencoba kabur..." 


Wuji Tua segera mengejar.


Saat ini, Dave sama sekali tidak menyadari semua itu -- apalagi fakta bahwa Ketua Sekte Janji Suci, yang pernah ia selamatkan di Alam Surga dan Manusia, baru saja muncul.


Alam Surga dan Manusia itu sebenarnya diciptakan oleh Sekte Janji Suci -- tampaknya untuk bersembunyi dari sesuatu.


"Dave, apa itu tadi...?"


Agnes melangkah maju perlahan; raut wajahnya masih menyiratkan keterkejutan dan keseriusan saat ia berbicara dengan lembut.


Tekanan hebat dari tatanan tertinggi yang baru saja ia rasakan membuatnya benar-benar menyadari betapa kecilnya semua makhluk hidup di seluruh penjuru Alam Surgawi serta betapa mengerikannya hukum-hukum yang mengatur alam semesta.


Yasmeen, Frendy, dan Pengkor juga kembali tersadar.


Dengan wajah serius dan hati yang dipenuhi rasa takjub, mereka menunggu dengan tenang penjelasan dari Dave.


Dave mengendalikan pikiran mendalam yang berkecamuk di matanya serta meredam keraguan dan aura tajamnya. 


Tatapannya kembali tenang dan terkendali saat ia berkata dengan santai: "Itu adalah Penjaga Tatanan Surgawi -- sosok yang telah memasang belenggu pada dunia ini selama berabad-abad."


"Apakah itu Penjaga Tatanan Surgawi yang kita lihat di penjara?" tanya Agnes. 


"Ya, dialah si idiot brengsek itu. Meskipun aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, aura dan cara bicaranya mengungkap jati dirinya." Dave mengangguk.


"Lalu, mengapa dia mencegah mu membuka Gerbang Surgawi?" tanya Agnes dengan bingung. 


"Dia juga tidak bisa menjelaskannya dengan jelas; dia hanya melontarkan kata-kata kosong dan bualan besar, sembari bersikap seolah-olah dirinya sangat penting."


"Kurasa itu semua hanya sandiwara belaka. Namun, karena aku bukan tandingannya saat ini, aku tidak punya pilihan selain menuruti perkataannya." Ujar Dave.


Setelah berkata demikian, ia mengangkat tangannya untuk mengambil pecahan Poros Roh Surgawi yang sedang tidak aktif, lalu menyegelnya dengan hati-hati di dalam ruang purba Kuali Shennong.


Ia akan menyimpan ‘Kunci Surga’ ini -- inti dari alam surgawi -- dengan aman untuk masa depan.


Ketika saatnya tiba, ia akan menggunakannya untuk kembali membuka Gerbang Surgawi dan meruntuhkan tatanan lama Alam Surgawi.


Setelah sepenuhnya menyerap keberuntungan yang terkumpul di Reruntuhan Roh Perairan Biru -- memperoleh berbagai peluang, sumber daya, warisan, dan rahasia tersembunyi dari ketiga alam mistis kuno tersebut  


Dave terbang ke angkasa bersama keempat rekannya. 


Meninggalkan tanah berkah yang tenang itu, mereka melesat kembali menuju kota utama Lingxi.


Bersambung....


Buat para rekan Sultan Tao pengunjung blog yg mau nyawer, mendukung, atau traktir Mimin kopi atau quota ☺️☺️


Bisa kirim ke aplikasi DANA di link berikut :

https://link.dana.id/qr/4e1wsaok


Atau ke akun 

SeaBank : 901043071732

Kode Bank Seabank untuk transfer (535)


Terima Gajih...☺️






Wednesday, 23 September 2026

Perintah Kaisar Naga : 7070 - 7072

 Perintah Kaisar Naga. Bab 7070-7072






* 24 Mata-mata *


Namun, Alam Surgawi saat ini terbagi menjadi tiga puluh enam lapisan, yang masing-masing memiliki batasan tersendiri; hampir mustahil bagi seorang kultivator dari lapisan surga yang lebih rendah untuk naik ke lapisan yang lebih tinggi sesuka hati.


Dengan kata lain, batasan buatan pada hukum alam telah diberlakukan terhadap Alam Surgawi sebagaimana adanya saat ini.


Dave mulai menyelidiki fluktuasi itu dengan saksama.


Barulah ia menyadari kenyataannya: di masa-masa setelahnya, Alam Surgawi telah hancur, porak-poranda akibat perang besar, serta lapisan-lapisannya disegel dan jalur-jalurnya terkubur debu. Lapisan-lapisan langit yang lebih rendah telah terputus sepenuhnya dari lapisan yang lebih tinggi selama ratusan juta tahun—tidak diketahui, tidak diamati, dan tidak ditembus.


Ini berarti Alam Surgawi saat ini tidak lagi sama dengan yang ada di masa lampau.


Seluruh alam itu pernah runtuh dan kemudian dibangun kembali menjadi bentuknya yang sekarang.


Alasan mengapa Jurang Kuno Cangming memiliki fondasi luar biasa, hukum-hukum yang ganjil, dan misteri yang membingungkan sepanjang zaman adalah karena tempat itu menyembunyikan "Gerbang Penembus Surgawi"—sebuah portal yang konon mampu terhubung ke lapisan surga mana pun.


Dave mencoba mengaktifkan Gerbang Penembus Surgawi itu, namun sama sekali tidak ada reaksi.


Sembari menjaga ketenangannya, ia menyimpan rapat-rapat rahasia pamungkas ini—sesuatu yang mampu meruntuhkan pemahaman seluruh lapisan langit—di lubuk hatinya yang terdalam, merahasiakannya sepenuhnya dan menguncinya erat-erat di bagian terdalam jiwanya.


Waktunya belum tepat, situasinya belum matang, dan tingkat kultivasinya belum memadai; ia sama sekali tidak boleh membiarkan sedikit pun informasi ini bocor, jangan sampai ia mengusik Dao Surgawi atau memicu variabel tak terduga di seluruh lapisan surga.


Dengan kekuatannya saat ini, ia bahkan tidak mampu menandingi kultivator dari lapisan Surga Kedua Puluh Lima; naik ke lapisan surga yang lebih tinggi hanya akan membuatnya tak lebih dari seekor semut.


Namun, fakta bahwa jiwanya dapat berkomunikasi dengan Gerbang Penembus Surga berarti bahwa begitu kekuatannya meningkat dan ia berhasil membuka rahasia gerbang tersebut, ia akan mampu menjelajahi ketiga puluh enam lapisan langit sesuka hatinya.


Mungkin, suatu hari nanti, ia bahkan bisa berjalan-jalan melintasi ketiga puluh enam lapisan langit tersebut. Lagipula, mengingat kekuatannya saat ini, apakah dia akan begitu saja tenggelam hanya oleh satu ludahan dari seseorang yang berasal dari Tiga Puluh Enam Surga?


"Kumpulkan semua bahan spiritual dan harta karun agung; bersihkan segala sumber daya penuh berkah di dasar jurang ini—jangan ada satu pun yang tertinggal."


Dave memberikan perintah dengan suara yang berat dan penuh wibawa. 


Kelompok itu segera bergerak, masing-masing menjalankan tugas yang telah ditetapkan. Mereka mengumpulkan, memindahkan, dan menyegel berbagai bahan spiritual kuno, entitas roh bawaan, kristal esensi primordial, sisa-sisa artefak dewa dan iblis, serta fragmen resonansi Dao yang berserakan di dasar jurang. Semuanya dikumpulkan dan disimpan di dalam Kuali Shennong—yang berfungsi layaknya sebuah alam rahasia—untuk kemudian dikembangkan dan dilestarikan dengan cermat bagi generasi mendatang.


Dalam sekejap mata, sumber daya yang melimpah di dasar jurang itu telah disapu bersih; tidak ada satu pun sisa yang tertinggal.


Tepat saat kelompok itu bersiap untuk kembali dan menuju alam rahasia kedua, beberapa sosok bayangan—yang menyembunyikan diri dengan sangat rapat—tengah mengintai dan berjaga dari sudut gelap di tepi kehampaan, jauh di luar jangkauan Laut Canghai.


Sebelumnya, ketika Kementerian Hukum mengeluarkan manifesto yang mengecam pihak "pemberontak" dan opini publik di berbagai alam masih menemui jalan buntu, tidak ada faksi besar yang berani secara terbuka mengerahkan pasukan untuk melawan keluarga Lingxi. Namun, setiap faksi menyimpan hasrat untuk menguasai dan merancang siasat mereka sendiri.


Tak terhitung banyaknya sekte kecil dan menengah, klan independen, serta kelompok kultivator lepas—yang mendengar kabar bahwa keluarga Lingxi memiliki alam rahasia kuno penuh peluang tak terbatas dan telah merekrut Dave, seorang jenius yang bakatnya melampaui kehendak langit—semuanya memendam keserakahan dan melakukan pengintaian secara diam-diam.


Terbukanya segel tiga alam rahasia kuno di wilayah Cangming—yang disertai dengan gejolak energi spiritual yang dahsyat serta resonansi Dao kuno yang membubung tinggi ke angkasa—akhirnya memancing perhatian kekuatan-kekuatan tersembunyi yang selama ini mengintai di berbagai penjuru alam.


Sebanyak dua puluh empat kultivator dari berbagai alam, yang bertindak sebagai mata-mata, diam-diam menyusup ke perairan di luar wilayah Cangming, memanfaatkan kabut laut, penghalang spasial, dan arus bawah laut sebagai perlindungan. 


Mereka menyembunyikan diri di titik-titik buta spasial untuk memantau aktivitas di alam rahasia tersebut serta melacak pergerakan Dave, sembari menyusun rencana untuk merebut sumber daya alam itu, merampas peluang kuno, dan menguji kekuatan sesungguhnya dari keluarga Lingxi.


Para mata-mata ini berasal dari latar belakang yang beragam dan memiliki agenda yang berbeda-beda: mulai dari agen rahasia elite dari sekte independen yang mapan, kultivator tersembunyi dari klan yang sedang merosot, hingga kultivator pengembara veteran yang beroperasi seorang diri melintasi berbagai alam.


Tingkat kultivasi mereka berkisar antara Peringkat Kedelapan Alam Abadi Emas Luo Agung hingga Peringkat Pertama Alam Penguasa Dewa Abadi. Berbekal teknik-teknik luar biasa, keahlian dalam hal penyembunyian diri dan pengintaian, serta pengalaman yang matang, mereka semua merupakan agen rahasia elite yang telah ditempa secara cermat oleh faksi masing-masing.


Mereka yakin penyamaran mereka sempurna dan tak terdeteksi, bersembunyi di balik bayang-bayang lautan untuk mengamati pergerakan alam rahasia tersebut, seraya berharap dapat menuai keuntungan dan mencuri peluang yang ada di dalamnya.


Namun, mereka tidak menyadari bahwa sejak saat mereka melangkah ke perairan di luar Wilayah Cangming, mereka telah dibidik, dipantau, dan sepenuhnya terekspos oleh jaringan luas penjaga rahasia keluarga Lingxi—sebuah kekuatan yang hadir di mana-mana, menyelimuti kehampaan ruang.


Mematuhi perintah ketat Dave, Lingxi Yuan telah mengerahkan pasukan penjaga rahasia inti keluarga jauh sebelum alam rahasia itu terbuka; ia membangun lapisan pengawasan ruang, formasi deteksi komprehensif, dan formasi pembunuh yang tersembunyi.


Seluruh wilayah laut dan area di sekitar ketiga alam rahasia tersebut telah disegel dan dipantau tanpa celah sedikit pun; tidak ada desau angin, fluktuasi energi spiritual, ataupun pergerakan sosok yang bisa lolos dari deteksi.


Bersembunyi di balik bayang-bayang kehampaan, lebih dari tiga puluh penjaga rahasia elit keluarga Lingxi bersiaga—aura mereka diredam sepenuhnya dan niat membunuh mereka disembunyikan rapat-rapat.


Pemimpin mereka, seorang komandan berjubah hitam dengan tatapan tajam dan dingin, adalah sosok ahli veteran yang bertanggung jawab atas penyelidikan internal dan penumpasan ancaman eksternal. 


Dengan tingkat kultivasi di puncak Alam Abadi Emas Luo Agung Tingkat Sembilan, ia adalah petarung berpengalaman yang dikenal karena metode kejam dan pemikirannya yang sangat cermat.


"Semut-semut pengintai dari luar wilayah ini berani-beraninya menginginkan harta karun alam rahasia milik Tuan Muda dan memata-matai pergerakannya."


Suara sang komandan terdengar dingin dan tanpa emosi.


"Sang Patriark telah menetapkan perintah: "Siapa pun pihak luar yang memata-matai, menyusup, atau menyimpan niat jahat harus segera dilenyapkan—tanpa perlu melapor dan tanpa belas kasihan. Jangan sisakan satu pun orang yang selamat ataupun jejak; pastikan tidak ada kabar yang bocor dan tidak ada bahaya tersembunyi yang tertinggal."


"Kepung dan musnahkan mereka di seluruh zona ini—jangan sisakan satu pun nyawa, jejak, ataupun sisa-sisa roh!"




Begitu perintah itu keluar, kehampaan bergetar hebat dan arus tersembunyi pun melonjak.


Lebih dari tiga puluh penjaga rahasia Lingxi melepaskan niat membunuh yang luar biasa dahsyat dan melesat maju. Memanfaatkan formasi pembunuh ruang dan penghalang segel yang telah disiapkan sebelumnya, mereka seketika mengepung dua puluh empat kultivator pengintai dari luar wilayah tersebut. 


Sebuah serangan kejutan yang mematikan! 


Para penyusup yang mengintai dari luar wilayah itu—yang mengira diri mereka tersembunyi dengan sempurna—tiba-tiba terjebak dalam jaring yang tak bisa dilepaskan dan sebuah perangkap maut; wajah mereka memucat, hati mereka membeku, dan mereka dicengkeram oleh ketakutan luar biasa.


Tak pernah mereka bayangkan bahwa perairan Laut Canghai yang tampak kosong dan tanpa penjagaan itu ternyata menyembunyikan kekuatan yang begitu mengerikan dan mematikan.


"Celaka! Itu Pasukan Bayangan Lingxi! Kita disergap! Ini jebakan!"


"Lari! Terobos keluar dengan kecepatan penuh! Kirim sinyal bantuan!"


Kelompok kultivator mata-mata itu berteriak panik, energi spiritual mereka melonjak saat mereka berjuang untuk meloloskan diri. Beberapa di antara mereka membakar esensi kehidupan sendiri demi memicu teknik gerakan terlarang, berusaha mati-matian merobek ruang dan melarikan diri.


Yang lain menyalurkan energi spiritual untuk mengaktifkan pertahanan, melakukan perlawanan hidup-mati.


Ada pula yang mencoba mengirim pesan kembali ke faksi asal mereka, berharap dapat membocorkan informasi rahasia mengenai wilayah terlarang tersebut.


Namun, semuanya sudah terlambat.


Pasukan Bayangan Lingxi bergerak dengan koordinasi yang sempurna, taktik tanpa ampun, dan serangan mematikan yang tegas. Memanfaatkan keunggulan formasi agung setempat, mereka menerapkan blokade berlapis dan melakukan pengepungan sistematis, menutup segala celah bagi musuh untuk melarikan diri, meminta bantuan, melawan, atau bahkan menghancurkan diri sendiri.


Dengan ruang hampa yang disegel, energi spiritual yang dikunci, jiwa yang dibelenggu, dan ruang itu sendiri yang dipadatkan, seluruh wilayah laut berubah menjadi perangkap maut yang tak bisa ditembus.


Jeritan melengking, gemuruh energi spiritual yang hancur, serta suara tajam dan mengerikan saat jiwa-jiwa dimusnahkan terdengar bersahut-sahutan dengan cepat.


Hanya dalam hitungan beberapa tarikan napas, dua puluh empat mata-mata elit dan agen rahasia dari berbagai penjuru langit musnah seketika di tempat itu—hancur lebur hingga tak bersisa, jiwa mereka padam dan tulang-belulang mereka remuk menjadi debu—tanpa meninggalkan jejak sedikit pun ataupun membocorkan secuil informasi pun.


Seluruh operasi pembersihan itu dilakukan secara senyap, bersih, dan dengan kerahasiaan mutlak; kelompok Dave di dalam wilayah terlarang tetap tidak terganggu, tak ada satu pun kabar tentang peristiwa itu yang bocor keluar, bahkan tidak ada fluktuasi energi spiritual yang hebat di sekitarnya.


Komandan pasukan bayangan menyapu pandangan dingin ke arah lautan luas yang sunyi, memastikan tidak ada yang selamat, tidak ada target yang lolos, dan tidak ada informasi rahasia yang bocor. Ia mengeluarkan perintah tegas:


"Bersihkan medan perang, hapus segala jejak, perkuat perimeter, dan buru sisa-sisa musuh. Pertahankan kewaspadaan dan status penyembunyian tingkat tinggi di seluruh wilayah; cegah dengan ketat segala bentuk pengintaian atau penyusupan oleh kekuatan dari berbagai alam."


Pasukan bayangan segera bergerak. Mereka dengan cepat melenyapkan tanda-tanda pertempuran, memurnikan sisa-sisa energi jahat, dan menyingkirkan semua puing. Kemudian, mereka menghilang kembali ke dalam celah kehampaan untuk melanjutkan tugas pengawasan, secara diam-diam menjaga kerahasiaan dan keamanan mutlak dalam penjelajahan alam rahasia tersebut.


Pembersihan diam-diam terhadap ancaman luar ini memadamkan ambisi berbagai faksi dari berbagai alam—yang sebelumnya berusaha memata-matai alam rahasia itu, mengumpulkan informasi, dan mengincar peluang di dalamnya. Tindakan ini secara efektif menyingkirkan semua bahaya eksternal, membuka jalan bagi Dave untuk terus menjelajahi alam tersebut, meraih berbagai keuntungan, dan memperkuat kekuatannya.


.... 


Di dalam alam rahasia, Dave dan rekan-rekannya sama sekali tidak menyadari peristiwa-peristiwa tersebut; mereka terus melangkah maju dengan mantap sembari menjelajah dan mengamankan berbagai peluang.


Setelah semua ancaman luar disingkirkan, wilayah lautan luas itu kembali ke keadaan tenang sepenuhnya, menciptakan lingkungan yang sangat aman untuk kelanjutan penjelajahan alam rahasia tersebut.


Setelah menyelesaikan segala urusan terkait Jurang Kuno, mengumpulkan seluruh sumber daya, dan mengungkap rahasia alam-alam tersebut, Dave beserta keempat rekannya meninggalkan Jurang Kuno Cangming. Mereka melesat menuju alam rahasia kuno kedua: "Alam Rahasia Wanxi (Sepuluh Ribu Ombak)."


Alam Rahasia Wanxi terletak sepuluh ribu mil di sebelah timur wilayah lautan luas tersebut—sebuah kontras yang tajam dibandingkan dengan Jurang Kuno Cangming yang penuh dengan kesunyian mencekam dan pembantaian brutal.


Lokasi ini merupakan tempat suci untuk pencerahan—sebuah alam kuno 'Bulan Pasang' yang dicirikan oleh ketenangan yang lembut, kelimpahan energi spiritual, cahaya bintang yang mengalir turun dari atas, dan pasang surut abadi.


Seluruh alam itu bermandikan cahaya bulan keperakan yang abadi serta kilauan debu dari bintang-bintang yang tak terhitung jumlahnya. 


Langit malam tampak sangat jernih, dengan bulan cemerlang yang menggantung tinggi selamanya dan bintang-bintang yang tersebar bagaikan permata di cakrawala. 


Lautan Pasang Surut yang tiada batas beriak dengan gelombang biru cerah dan cahaya spiritual yang berkilauan; di atas permukaannya, pasang surut esensi bulan naik-turun dalam siklus tiada akhir, menyebarkan energi murni asal-usul bulan, kekuatan spiritual bintang, dan resonansi Dao Surgawi di setiap gerak pasang surutnya.


Alam rahasia ini adalah tanah berkah yang unik—terbentuk selama eon melalui pertemuan dan benturan prinsip Dao kuno yang bersumber dari bintang dan air—tempat pasang surut memelihara Dao, esensi bulan membasahi jiwa, dan cahaya bintang menumbuhkan pencerahan.


Tempat ini luar biasa dalam memelihara jiwa kultivator, menempa hati Dao mereka, menstabilkan kesadaran spiritual, meningkatkan pemahaman, dan memicu wawasan mendadak tentang Dao. 


Satu hari pencerahan di sini melampaui satu abad kultivasi yang berat atau satu milenium pengasingan di dunia luar; ini adalah tempat perlindungan agung di seluruh penjuru langit untuk mengasah kondisi batin dan menembus hambatan kultivasi.


Namun, di balik tampilan luar yang lembut dan penuh berkah ini, tersimpan bahaya yang ekstrem.


Pasang surut tiada akhir dari Lautan Pasang Surut melahirkan tak terhitung banyaknya 'Ilusi Bulan Pasang Surut'. 


Makhluk-makhluk buas ini bukanlah entitas berdarah dan berdaging, melainkan entitas ilusi yang terbentuk dari obsesi bulan, emosi manusia, hasrat makhluk hidup, dan pikiran-pikiran liar yang terakumulasi selama berabad-abad; mereka kebal terhadap serangan fisik maupun ledakan energi spiritual.


Keahlian utama mereka terletak pada penciptaan ilusi mental yang sangat nyata yang mencerminkan hati manusia, menyasar obsesi terdalam, hasrat terbesar, penyesalan paling menyakitkan, dan kelemahan paling rentan dari seorang kultivator.


Tak terhitung banyaknya orang jenius dan tetua agung dari seluruh penjuru langit—mereka yang memiliki tekad goyah, hati Dao yang tidak stabil, atau obsesi dan hasrat yang belum tuntas—telah melangkah masuk ke tempat ini hanya untuk tenggelam dalam ilusi, terjebak selamanya saat jiwa mereka layu dan fondasi Dao mereka runtuh, hingga akhirnya berubah menjadi debu di dalam alam tersebut untuk memberi makan esensi bulan di Lautan Pasang Surut.


Selama ribuan millenium, tak terhitung murid jenius dari Klan Cangming menemui ajalnya di sini; hingga hari ini, belum ada seorang pun yang berhasil menembus ilusi alam ini sepenuhnya, mencapai intinya, dan memperoleh warisan yang utuh.


"Bahaya di sini bukan terletak pada pertarungan fisik, melainkan pada kondisi batin."


Tatapan Dave menyapu dengan tenang ke arah Lautan Pasang Surut; Di dalam hatinya, ia telah memahami segala misterinya. "Ilusi ini sempurna dan sangat nyata; ia mampu meniru berbagai obsesi, hasrat, dan penyesalan dari semua makhluk hidup. Jika terdapat sedikit saja noda pada hati Dao seseorang, sedikit saja kegoyahan jiwa, atau ikatan obsesi sekecil apa pun, orang itu akan seketika terjerumus ke dalam jurang kehancuran dan tersesat selamanya."


"Kalian bertiga, tetaplah berjaga di pintu masuk alam rahasia ini. Tenangkan pikiran, singkirkan gangguan, dan pegang teguh hati Dao kalian; jangan biarkan pikiran melantur, jangan berpikir berlebihan, dan jangan sampai tergoda oleh pesona ilusi ini. Frendy, ikutlah denganku menuju pusat alam ini untuk menembus ilusi tersebut dan mengambil warisannya."


Agnes, Yasmeen, dan Pengkor segera mengambil posisi di pintu masuk. Sembari memejamkan mata dan memusatkan jiwa, mereka menepis segala gangguan dan memantapkan batin mereka. Mereka berdiri teguh, sama sekali tidak terpengaruh oleh kabut cahaya bulan di sekeliling maupun pesona memikat dari ilusi tersebut, seraya dengan tenang menanti kembalinya Dave.


... 


Dave melangkah maju, menerobos jauh ke dalam seorang diri, dengan Frendy membuntutinya erat, menjaganya dengan saksama. Sosok mereka seketika menyatu dengan cahaya bulan yang menyelimuti segalanya dan kabut pasang surut yang berputar-putar, terus bergerak menuju inti terdalam alam rahasia itu—wilayah tempat ilusi terasa paling pekat dan resonansi Dao terasa paling kuat.


Saat mereka mendekati inti tersebut, cahaya bulan semakin pekat, cahaya bintang kian benderang, arus pasang surut menjadi tenang, dan energi spiritual terasa semakin murni; namun, kekuatan ilusi di sekitarnya justru menjadi semakin mengerikan, terasa nyata, dan seolah mustahil untuk dihindari.


Lapisan kabut rembulan menyelimuti sekeliling, memutus segala jarak pandang, kemampuan deteksi, dan persepsi indrawi. Tak ada yang tersisa di antara langit dan bumi selain cahaya bulan yang lembut, ombak yang bergelombang, dan cahaya bintang yang memukau—sebuah suasana yang penuh kelembutan, daya pemulihan, dan pesona yang menghanyutkan.


Seketika itu juga, pemandangan di sekitar mereka mengalami perubahan drastis yang mendadak.


Lautan pasang surut yang lembut dan cahaya bulan yang benderang lenyap sepenuhnya, musnah dalam sekejap. Sebagai gantinya, muncullah medan perang yang penuh pergolakan kosmis: langit yang memerah bagai darah, gunung-gunung mayat dan lautan darah, panji-panji yang hancur serta tombak-tombak yang patah, dan tumpukan tulang-belulang yang memutih.


Ini adalah ilusi yang lahir dari obsesi terdalam Dave sendiri, sebuah reka ulang dari setiap pertempuran berdarah, bahaya mematikan, dan dendam kesumat yang pernah ia alami sepanjang perjalanannya.


Tak terhitung banyaknya kultivator elit dari Si Lü dan Xuan Qiu meraung dan melolong saat melancarkan serangan membabi-buta; para ahli dari berbagai ras turun secara serentak, niat membunuh mereka meluap hingga menembus langit; rekan-rekan seperjuangan yang pernah bertarung di sisinya gugur, dan kenalan-kenalannya satu per satu menemui ajal.


Tekanan hebat dari pergolakan kacau, dunia yang jungkir balik, dan lautan darah yang meluap menerjangnya, mereplikasi setiap krisis mengerikan dan takdir berat yang pernah ia hadapi.


Seorang kultivator biasa, jika dihadapkan pada ilusi semacam itu—yang mencerminkan pengalaman hidup mereka dengan tingkat realisme yang menakutkan—pasti akan mengalami kehancuran jiwa dan kegoyahan hati Dao; obsesi mereka akan meledak, membuat mereka seketika terjerumus ke dalam jurang kehancuran, terjebak selamanya tanpa harapan untuk lolos.


Namun, Dave berdiri di tengah medan perang berdarah itu dengan raut wajah tenang; batinnya tak terusik sedikit pun, dan matanya tetap jernih tanpa riak emosi. 


Sepanjang perjalanannya, ia bertindak dengan kekejaman yang tegas; batinnya tetap jernih sebening kristal, tekadnya kokoh tak tergoyahkan bagaikan batu karang, dan obsesi tunggalnya murni—bebas dari keserakahan, delusi, kebencian, kepengecutan, ataupun penyesalan.


Kekacauan dunia yang penuh gejolak, dendam darah, pertarungan hidup-mati, dan tekanan dahsyat dari langit—semuanya telah lama ia injak di bawah kakinya, diserap ke dalam Dao miliknya, dan diubah menjadi fondasi bagi kemajuannya. Kini, tak ada apa pun yang mampu menggoyahkan inti batinnya atau mengusik irama Dao-nya, bahkan sedikit pun.


"Ilusi dan bayang-bayang semu—sekadar pantulan di cermin atau bayangan bulan di permukaan air—berani-beraninya mencoba mengacaukan hatiku?"


Dave berucap dengan tenang; suaranya dingin dan tanpa emosi, sementara pikirannya jernih dan terang benderang.


Ia mengangkat satu jari, dan semburat cahaya keemasan pun meledak keluar.


Nguuung...


Pancaran cahaya emas yang murni dan sempurna—cahaya spiritual dari Dao alkimianya—menyapu ilusi yang berwarna merah darah itu. Dalam sekejap, cahaya itu meluluhlantakkan gunung mayat dan lautan darah, menghancurkan medan perang, melenyapkan langit merah membara, serta menghapus segala obsesi yang lahir dari delusi.


Dalam sekejap mata, ilusi-ilusi itu lenyap sepenuhnya. Dunia di sekitarnya kembali jernih: bulan yang tenang, laut yang damai, bintang-bintang yang gemerlap, dan keheningan yang mendalam.


Ia terus melangkah maju, memecahkan lapisan demi lapisan ilusi.


Di hadapannya, berbagai ilusi tingkat tinggi menyerangnya bertubi-tubi—saling bertumpuk dan menghadangnya di setiap langkah.


Ada penglihatan tentang kejayaan tertinggi: naik ke puncak langit, memandang rendah segala ras, dan berkuasa mutlak melintasi zaman.


Ada penglihatan bagaikan mimpi tentang kepuasan sempurna: kehidupan damai di dunia fana, hari-hari yang tenang, kebersamaan dengan orang-orang terkasih, dan hidup tanpa beban.


Ada penglihatan tentang kehangatan hidup yang sederhana: menyaksikan anak-anak tumbuh besar, kasih sayang yang lembut, dan kehidupan yang aman serta tenteram.


Ada pula penglihatan yang lahir dari hasrat mendalam akan kenyamanan: tetap setia pada niat awal, menempuh jalan yang mulus tanpa hambatan, hidup bebas dari konflik atau pertikaian, serta perjalanan di mana setiap langkahnya tak terhalang apa pun.


Setiap lapisan ilusi secara presisi menyasar kelemahan hati manusia, memenuhi hasrat semua makhluk hidup, dan menghantam langsung obsesi yang terkubur jauh di dalam jiwa; ilusi-ilusi itu cukup kuat untuk membuat sembilan puluh sembilan persen kultivator di seluruh penjuru surga terjerumus dalam kelalaian—rela terjebak dan menolak untuk terbangun.


Namun, Hati Dao Dave melampaui dunia fana dan berada di atas segala kepalsuan; hatinya jernih bagaikan kristal, tanpa cela, dan tangguh tak tergoyahkan. Baginya, berbagai macam ilusi hanyalah gelembung yang cepat lenyap, obsesi yang tak terhitung jumlahnya hanyalah kepulan asap, dan segala jenis hasrat tak lebih dari debu yang beterbangan.


Betapapun realistis, memikat, atau menenangkannya ilusi-ilusi itu, ia mampu menembus hakikatnya hanya dengan satu pikiran, menghancurkannya dengan jentikan jari, dan melenyapkannya seketika.


Ia melangkah maju tanpa hambatan, memecahkan ilusi sekaligus memperoleh wawasan mendalam di sepanjang perjalanan.


Dalam proses terus-menerus menembus kepalsuan, mematahkan obsesi, dan menstabilkan batinnya, Hati Dao Dave mengalami sublimasi lebih lanjut; kondisi pikirannya bertransformasi ke tingkat yang baru, dan pemahamannya melonjak hingga mencapai ketinggian yang belum pernah terjadi sebelumnya.


Pemahamannya mengenai sifat ilusi Dao Surgawi, obsesi duniawi, dan Dao Agung alam fana menjadi semakin mendalam dan jernih; kultivasi mentalnya berkembang pesat, mencapai keadaan yang sempurna.


.. 


Tak lama kemudian, mereka berdua berhasil tiba di inti terdalam dari Alam Rahasia Sepuluh Ribu Ombak.


Tinggi di angkasa alam rahasia itu, 'Roda Ilahi Kuno Pasang Surut dan Bulan'—sebuah artefak yang menggantung abadi dan tak pernah terbenam—berputar dalam keheningan mengikuti siklus tanpa akhir.


Roda ilahi itu memancarkan cahaya yang sempurna; bermandikan cahaya bulan dan dililit cahaya bintang, ia berkilau selaras dengan irama Dao. Roda itu memusatkan esensi pasang surut dan bulan, sumber purba bintang-bintang, serta hukum pasang surut yang terakumulasi selama eon—berfungsi sebagai inti asal-usul dan landasan pencerahan bagi seluruh alam rahasia tersebut.


Tepat di pusat roda ilahi itu melayang 'Segel Hati Sepuluh Ribu Ombak'—sebuah objek berwarna putih bersih dan tembus pandang, dikelilingi pusaran cahaya bintang dan diselimuti cahaya bulan, memancarkan aura yang lembut dan murni. 


Segel Hati ini adalah harta karun jiwa yang agung, terbentuk dari perpaduan Hukum Bintang kuno dan Hukum Pancaran Rembulan. Segel ini menyimpan misteri tertinggi untuk menempa jiwa, menstabilkan hati Dao, memperoleh kekebalan terhadap iblis batin, dan menembus segala ilusi.


 Segel ini mampu menstabilkan kesadaran spiritual kultivator secara menyeluruh, memurnikan esensi jiwa, meningkatkan bakat pencerahan, memutus obsesi dan iblis batin, memberikan kekebalan terhadap segala ilusi, menahan serangan yang menyasar jiwa, serta menangkal segala bentuk sihir mental yang memikat pikiran.


Lebih jauh lagi, :Segel Hati' ini menyimpan teknik pencerahan bintang kuno yang dikenal sebagai Dao Gelombang Luas Bintang-Bulan. Teknik ini memungkinkan kultivator memanfaatkan esensi cahaya bintang dan cahaya bulan untuk memperoleh wawasan mendalam, memverifikasi Dao melalui pengamatan bintang, menembus hambatan kultivasi dengan cepat, mengasah esensi dasar Dao, serta menyempurnakan resonansi Dao pribadi mereka.


Dave mengulurkan tangan dan mengambil Segel Hati Sepuluh Ribu Ombak; segel itu seketika menyatu dengan kesadaran spiritualnya, terikat dengan sempurna dan mulus pada esensi jiwanya.


Dalam sekejap, kekuatan cahaya bintang dan cahaya bulan yang tak terbatas membanjiri jiwanya, memelihara kesadaran spiritual dan menempa hati Dao-nya. Jiwanya—yang sebelumnya sudah sangat murni—mengalami sublimasi lebih lanjut, menjadi semakin jernih, transparan, dan luas.


Hati Dao-nya menjadi benar-benar tak tergoyahkan dan tanpa cela; sejak saat itu, tidak ada ilusi, iblis batin, obsesi, sihir pemikat, ataupun serangan yang menyasar jiwa yang mampu mendekat, mengguncang, atau bahkan menimbulkan kerusakan sekecil apa pun padanya.


Banjir besar prinsip Dao bintang, misteri rembulan, dan esensi sejati pencerahan membanjiri pikirannya. Berbagai teka-teki kultivasi, keraguan mengenai prinsip Dao, penghalang antar-tingkatan, serta hambatan dalam pemahaman seketika terpecahkan dan menjadi jelas.


Memanfaatkan atmosfer pencerahan yang unggul di Alam Rahasia Sepuluh Ribu Ombak serta energi spiritual murni dan purba dari cahaya bintang dan cahaya bulan, Dave duduk bersila di tempat itu. Ia memejamkan mata untuk mencari pencerahan mendadak, memusatkan diri pada kultivasi, dan memantapkan fondasinya.


Frendy berjaga di dekatnya, tetap waspada dan mengawasi sekeliling untuk memastikan proses pencerahan Dave berjalan lancar tanpa gangguan.


. .. 


Waktu berlalu dengan tenang; tiga hari berlalu dalam sekejap mata. Tiga hari pencerahan, konsolidasi, dan penyempurnaan ini jauh lebih berharga daripada sepuluh ribu tahun kultivasi yang berat ataupun satu milenium meditasi dalam pengasingan di dunia luar.


Dave telah mengasah kultivasinya di Tingkat Kelima Alam Abadi Emas Luo Agung hingga mencapai kesempurnaan mutlak—tanpa cela dan berada di puncak tertinggi. 


Fondasi Dao-nya bagaikan giok, kekuatan spiritualnya melimpah ruah, jiwanya sebening kristal dan jernih, serta hati Dao-nya abadi tak tergoyahkan; setiap helai energi spiritual, setiap jengkal fondasi Dao, dan setiap benang resonansi Dao di dalam dirinya telah dimurnikan hingga batas kesempurnaan tertinggi.


Ia berdiri kokoh di puncak Tingkat Kelima Alam Abadi Emas Luo Agung yang tak tertandingi sepanjang masa; jaraknya dengan Tingkat Keenam hanyalah setipis rambut—hanya terpaut satu pikiran saja untuk melakukan terobosan kapan pun ia mau.


Yang lebih penting lagi, saat tenggelam dalam kondisi pencerahan yang mendalam, Dave sekali lagi menangkap sekilas rahasia yang jauh lebih dalam dan misterius mengenai hamparan langit semesta.


Resonansi Dao dari cahaya bintang dan cahaya bulan di dalam Alam Rahasia Wanxi tidak berasal dari Surga ke-25, melainkan dari kekuatan luar angkasa yang berasal dari era kuno.


Alam rahasia ini merupakan inti tempat hukum-hukum bintang luar angkasa turun dan berakar setelah runtuhnya Alam Surgawi kuno.


Hal ini menyiratkan bahwa Alam Surgawi pastilah menyimpan kekuatan luar angkasa yang signifikan; ketika alam tersebut runtuh, kekuatan asing ini memanfaatkan kesempatan untuk melakukan invasi.


Meskipun Alam Surgawi kemudian dibangun kembali, kekuatan luar angkasa tersebut tidak sepenuhnya lenyap.


Rahasia-rahasia Alam Surgawi terasa semakin misterius penuh teka-teki bagi Dave.


Tersembunyi di dalam zona terlarang yang diselimuti kabut di bagian tertinggi kehampaan alam rahasia itu, terdapat sebuah lorong bintang—yang telah tertutup rapat oleh berlalunya masa yang tak terhitung lamanya serta hukum-hukum Dao Surgawi. 


Lorong itu beresonansi dengan Gerbang Pendakian Surga di Jurang Kuno Cangming; keduanya memiliki asal-usul yang sama dan saling bersahutan, sama-sama berfungsi sebagai gerbang kuno yang terhubung ke Alam Surgawi.


Menyusun kepingan-kepingan cerita di balik runtuhnya tatanan surgawi kuno dan penyegelan lorong-lorong tersebut memberikan Dave pemahaman yang jauh lebih utuh dan jernih mengenai struktur langit, sejarah kuno, serta jalan menuju pendakian tingkat tinggi.


Saat ia mengakhiri kultivasinya dan bangkit berdiri, tatapan matanya memancarkan kedalaman yang sebening kristal sekaligus tak bertepi. Kondisi pikirannya, tingkat Hati Dao-nya, fondasi jiwanya, dan kapasitasnya untuk mencapai pencerahan—semuanya telah mengalami transformasi pamungkas dan sublimasi sempurna yang baru. 


" Bersihkan alam rahasia demi sumber daya, mengumpulkan material esensi bulan dan kristal cahaya bintang, lalu berpacu menuju tujuan akhir: Reruntuhan Roh Perairan Biru."


Kelompok itu dengan sigap mengumpulkan setiap keping material esensi bulan, cahaya bintang purba, harta karun penunjang pencerahan, dan kristal pasang surut yang ada di alam tersebut. 


Mereka menyapu bersih seluruh area, tidak menyisakan apa pun, dan benar-benar menguras akumulasi kekayaan luar biasa yang telah dihimpun oleh Alam Rahasia Sepuluh Ribu Ombak selama berabad-abad.


Setelah beristirahat sejenak, mereka berlima kembali mengudara, melesat cepat mengikuti angin menuju alam rahasia kuno yang terakhir—Reruntuhan Roh Perairan Biru.


..... 


Terletak di wilayah pedalaman di selatan Laut Canghai yang luas, Reruntuhan Roh Perairan Biru adalah yang paling anggun dan tenang di antara ketiga alam tersebut. Tempat ini merupakan tanah berkah agung yang penuh vitalitas, memiliki energi spiritual paling murni serta kelimpahan tanaman obat yang luar biasa. 


Ini juga merupakan tempat perlindungan utama bagi seni alkimia—sebuah lokasi yang hanya berani dikembangkan secara dangkal oleh Klan Cangming selama berabad-abad, namun tak pernah mereka jelajahi sepenuhnya.


Seluruh alam ini menyuguhkan pemandangan pegunungan dan perairan yang indah, dialiri sungai-sungai yang saling bersilangan dan dihiasi mata air spiritual. 


Bunga-bunga abadi bermekaran di tengah vegetasi rimbun dan kabut yang berputar-putar, sementara udaranya sarat dengan energi vital yang kuat, esensi purba alkimia, dan vitalitas flora yang melimpah.


Tanpa gangguan, tanpa penjarahan, dan tetap murni selama berabad-abad, alam ini telah memelihara harta karun yang tak terhitung jumlahnya—akar spiritual bawaan, tanaman obat dewa kuno, artefak pemberi kehidupan yang agung, serta benda-benda alkimia langka—yang telah lama lenyap dari bagian kosmos lainnya.


Berbeda dengan dua alam sebelumnya yang penuh dengan bahaya mematikan dan ilusi yang menggerogoti jiwa, Reruntuhan Roh Perairan Biru adalah tempat untuk memulihkan diri, menempa elemen, meraih pencerahan alkimia, dan mematangkan spiritualitas. 


Ini adalah surga kultivasi tingkat atas, tempat perlindungan alkimia, dan alam untuk memupuk vitalitas—tempat yang sempurna untuk mengasah fondasi Dao, memelihara jiwa, memadatkan 'Irama Pil', serta menyempurnakan penguasaan atas jalan alkimia. 


Namun, alam yang tampak tenang dan lembut ini menyimpan sebuah rahasia mendalam—rahasia yang memegang kunci menuju struktur dasar kosmos serta misteri tersembunyi dari lapisan-lapisan hierarkisnya.


Terkubur sedalam sepuluh ribu zhang di bawah Reruntuhan Roh, terdapat sebuah pecahan dari Poros Roh Kosmis kuno.


Pecahan ini merupakan sisa inti dari esensi purba dunia, yang tertinggal setelah Perang Kosmis Kuno yang Dahsyat menyebabkan runtuhnya lapisan-lapisan dimensi dan terpecahnya berbagai wilayah. 


Benda ini menyimpan jejak utuh hierarki kosmis, hukum yang mengatur jalur spasial, serta misteri mendalam mengenai keterhubungan antar-alam.


 Inilah satu-satunya kunci utama—fondasi pamungkas—untuk menembus misteri langit dan membuka Gerbang Menuju Surga.


Bersambung.....


Buat para rekan Sultan Tao pengunjung blog yg mau nyawer, mendukung, atau traktir Mimin kopi atau quota ☺️☺️


Bisa kirim ke aplikasi DANA di link berikut :

https://link.dana.id/qr/4e1wsaok


Atau ke akun 

SeaBank : 901043071732

Kode Bank Seabank untuk transfer (535)


Terima Gajih...☺️









Perintah Kaisar Naga : 7066 - 7069

 Perintah Kaisar Naga. Bab 7066-7069 






* Alam Rahasia Kuno *


Ini adalah hari ketiga sejak klan Lingxi dan Cangming diam-diam menjalin aliansi.


Di Laut Biru Timur Jauh, gelombang biru yang luas membentang hingga ke ujung cakrawala; laut dan langit menyatu, diselimuti lapisan kabut.


Ini adalah wilayah perairan yang berada di luar wilayah daratan pada umumnya -- sebuah tempat yang memiliki perairan terluas, esensi air primordial terkaya, dan peninggalan kuno paling melimpah di Surga ke-25. 


Selama sepuluh ribu tahun, tempat ini menjadi zona terlarang mutlak di bawah kendali eksklusif klan Cangming.


Terpisah dari sistem wilayah daratan standar, seluruh kawasan perairan ini membentuk dunia luas tersendiri. 


Melalui pergolakan geologis selama berabad-abad, wilayah ini tidak pernah mengalami pembangunan skala besar, sehingga melestarikan resonansi Dao yang paling purba dan murni dari era kuno.


Sejak tengah malam sebelumnya, Pemimpin Klan Cangming, Harold Cang, telah memenuhi kesepakatan rahasia tersebut. 


Dia diam-diam mencabut formasi penyegel kuno, penghalang pelindung warisan leluhur, dan mantra pengawas langit yang telah lama menjaga ketiga alam rahasia kuno tersebut. 


Pada saat yang sama, dia menarik kembali semua tetua garis keturunan langsung Cangming, pembudidaya elemen air elit, dan binatang penjaga yang ditempatkan di sana.


Segala pembatasan akses untuk ketiga alam rahasia tingkat atas ini telah dihapus sepenuhnya, dan kendali penuh diserahkan kepada klan Lingxi, memungkinkan Dave dan rombongannya untuk menjelajah lebih dalam, mengumpulkan sumber daya sesuka hati, dan meraih setiap peluang keberuntungan.


Saat fajar menyingsing, sinar matahari pertama menembus lapisan kabut laut, menyinari perairan yang tak bertepi.


Bintik-bintik cahaya keemasan menari-nari di atas gelombang biru yang luas, membiaskan cahaya menjadi titik-titik kilauan yang tak terhitung jumlahnya. 


Angin laut yang kuat bertiup, membawa gelombang energi spiritual.


Udara itu sendiri dipenuhi dengan esensi air primordial yang sangat murni -- jauh lebih kuno, murni, dan mendalam dibandingkan energi spiritual yang ditemukan di ‘Wilayah Pil’ kota utama Lingxi.


..... 


Kota Utama Lingxi, halaman terpencil.


Setelah berhari-hari berkultivasi dan memurnikan diri tanpa henti, basis kultivasi Dave -- yang berada di Alam Abadi Emas Luo Agung Tingkat Kelima  -- telah sepenuhnya stabil, mencapai kesempurnaan tanpa cela. 


Ketidakstabilan yang tersisa akibat peningkatan kekuatannya yang sangat pesat dan berbagai pertempuran berdarah yang tak terhitung jumlahnya telah lenyap sepenuhnya.


Fondasi Dao-nya kini sempurna tanpa cela dan bening bagaikan giok, sementara kekuatan spiritualnya -- yang luas dan mendalam layaknya samudra tak bertepi -- mengalir melalui meridiannya dengan perpaduan harmonis antara kelembutan dan kekuatan yang stabil, sama sekali tanpa aura agresif ataupun gejolak yang kacau.


Ia duduk bersila di atas bantalan meditasi.


Tidak ada cahaya spiritual yang memancar keluar dari tubuhnya, pun tidak ada riak irama Dao yang menyebar ke sekeliling. 


Ia tampak sangat biasa, namun memancarkan aura yang melampaui dunia fana -- seolah-olah sedang memandang rendah ke arah langit dan merangkul seluruh ciptaan.


Dengan pikiran, fisik, kekuatan spiritual, jiwa, dan hati Dao yang semuanya telah mencapai kesempurnaan, ia berdiri di puncak tertinggi Alam Abadi Emas Agung Tingkat Kelima. 


Ia hanya tinggal menunggu satu percikan peluang dari Dao Surgawi untuk dapat menerobos dan naik ke Abadi Emas Luo Agung Tingkat Keenam.


Agnes berdiri dengan tenang di dekat jendela; gaunnya yang sederhana namun elegan menjuntai menyentuh lantai. 


Postur tubuhnya anggun dan lembut, sementara tatapan matanya jernih dan penuh kelembutan.


Setelah mendampingi Dave selama masa ini, kondisi batinnya menjadi semakin jernih dan tenang. 


Setiap gerak-geriknya tampak anggun dan berwibawa -- ia telah lama menanggalkan rasa canggung dan malu-malu yang dulu dimilikinya saat awal terjun ke dalam konflik dunia kultivasi, dan kini ia memancarkan pembawaan anggun layaknya pasangan Dao dari seorang pembudidaya tingkat atas.


Pandangannya tertuju ke arah Samudra Timur yang luas.


Dengan hati yang tenang, ia diam-diam memanjatkan doa restu dan perlindungan spiritual demi penjelajahan alam rahasia yang akan segera mereka lakukan.


Yasmeen berdiri di sampingnya, mengenakan jubah brokat putih bersih yang menjadi ciri khas garis keturunan utama klannya. 


Rambutnya disanggul rapi dan matanya berbinar cerah.


Ia telah melepaskan sifat pemalu dan kepolosan masa lalunya, kini menggantinya dengan ketangguhan lembut yang lahir dari pengalaman hidup dan kedewasaan batin.


Sejak bertekad untuk mengikuti dan mengabdi kepada Dave seumur hidup, ia telah tekun memperbaiki diri, mengabdikan diri pada metode kultivasi baru yang berfokus pada alkimia, serta dengan rendah hati belajar mengenai dunia luar dari Agnes. 


Kondisi batin, dasar kultivasi, wawasan, dan pembawaannya telah mengalami transformasi yang luar biasa.


Ia bukan lagi gadis naif yang hanya bisa menatap penuh kekaguman pada sosok jenius tiada tara.


Ia telah tumbuh menjadi pilar bagi garis keturunan utama -- sosok yang mampu berdiri tegak dengan hati yang murni dan teguh pendirian. 


Frendy dan si Pengkor berdiri di sisi yang berlawanan di halaman itu.


Postur tubuh mereka tegak, aura mereka terkendali, dan niat bertarung mereka tersimpan rapat. 


Keduanya adalah pendekar tangguh yang telah selamat dari berbagai pertarungan hidup-mati yang tak terhitung jumlahnya.


Meskipun ketegangan batin yang selama ini mereka jaga sedikit mereda, kewaspadaan mereka tetap berada di tingkat tertinggi.


Dengan energi internal yang mengalir diam-diam dan kekuatan spiritual yang siap siaga, tak ada satu pun hal -- baik itu desau angin yang paling pelan maupun keanehan sekecil apa pun pada energi spiritual -- yang luput dari perhatian mereka saat mereka bersiap melindungi Dave dengan nyawa mereka.


Di atas anak tangga batu biru yang panjang di luar halaman, Xillian Ling berdiri dalam keheningan seorang diri. 


Dengan sikap penuh hormat dan khidmat, ia melangkah perlahan dan terukur, sembari mendekap lempengan giok leluhur Klan Cangming -- sebuah benda berwarna biru tua pekat, berukir pola-pola kuno, serta memiliki tekstur yang terasa hangat dan padat.


Bilah giok ini adalah harta rahasia yang diwariskan turun-temurun dalam klan Cangming selama ratusan juta tahun. 


Benda ini memuat peta topografi lengkap, struktur spasial, hierarki segel pembatas, garis keturunan makhluk buas, sebaran material spiritual, serta catatan mengenai warisan kuno dari tiga alam rahasia kuno yang agung, yaitu Jurang Kuno Cangming, Alam Rahasia Sepuluh Ribu Ombak, dan Reruntuhan Roh Air Biru.


Bilah ini juga merinci pengalaman berbahaya para Master hebat klan Cangming di masa lampau, koordinat zona terlarang, serta karakteristik esensi dasar alam-alam tersebut.


Ini adalah dokumen paling lengkap dan akurat mengenai alam-alam rahasia ini di seluruh Surga ke-25.


"Tuan Muda."


Xillian Ling melangkah masuk perlahan dan membungkuk hormat; nada suaranya khidmat dan tulus, sementara kata-katanya terdengar mantap dan tegas. "Harold Cang telah sepenuhnya memenuhi kesepakatan. Segel ketiga alam rahasia tersebut telah dibuka sepenuhnya; pembatas telah ditiadakan, dan para penjaga telah ditarik mundur. Tidak ada satu pun prajurit, mantra, ataupun penghalang klan Cangming yang tersisa di dalamnya." 


"Sesuai dengan perjanjian kita, segala harta langka, warisan kuno, peluang untuk memperoleh wawasan mendasar, sumber daya mineral, dan pertemuan penuh keberuntungan di dalam ketiga alam ini sepenuhnya menjadi milikmu, Tuan Muda, dan milik klan Lingxi-ku. Klan Cangming tidak akan pernah menginginkan, menanyakan, ataupun mencampuri hal-hal tersebut."


"Bilah giok ini mencatat semua informasi yang diketahui mengenai ketiga alam tersebut, serta menandai zona dangkal, menengah, dan dalam." 


"Namun, ketiga alam ini merupakan dunia mikro independen yang tertinggal setelah runtuhnya Alam surgawi kuno. Alam-alam ini memiliki hukumnya sendiri, menghasilkan vitalitasnya sendiri, dan eksis di luar aliran waktu biasa. Zona terlarang inti tertentu tetap tersegel selama berabad-abad, bertahan melewati pergeseran spasial dan perubahan ritme Dao yang mendasarinya."


"Alam-alam ini menyimpan bahaya tak terhitung dan keberuntungan tersembunyi -- rahasia yang tidak tercatat dalam teks kuno dan belum pernah dijelajahi oleh para pendahulu. Aku memohon kepadamu, Tuan Muda, untuk melangkah dengan sangat hati-hati serta menggunakan pendekatan yang mantap dan terukur."


Dave perlahan menghentikan kultivasinya dan bangkit berdiri.


Matanya tampak jernih namun menyimpan kedalaman makna saat ia mengulurkan tangan untuk menerima bilah giok Cangming tersebut.


Begitu ujung jarinya menyentuh bilah giok itu, aura elemen air yang lembut dan berkilau mengalir masuk ke dalam tubuhnya, sementara aliran informasi yang luas dan rumit mengenai alam-alam rahasia tersebut membanjiri kesadarannya. 


Dalam sekejap, ia memilah, mengategorikan, dan menganalisis informasi tersebut.


Lanskap, struktur spasial, hukum serta batasan yang berlaku, zona berbahaya, dan titik-titik peluang di dalam tiga alam rahasia agung itu semuanya tergambar jelas di benaknya -- hingga ke detail terkecil, tanpa ada yang terlewat.


"Mampu memimpin klan besar selama puluhan ribu tahun, Harold Cang benar-benar ahli dalam membaca situasi zaman dan memahami seni pengambilan keputusan strategis."


Dave berbicara dengan tenang, suaranya halus dan terkendali, sementara senyum tipis tersirat di kedalaman matanya. "Di tengah mendekatnya masa kekacauan dan runtuhnya tatanan lama, hegemoni klan Si Lu sedang berada di ambang kehancuran, dan mereka telah kehilangan dukungan rakyat. 


Alih-alih ikut tenggelam bersama kekuatan lama yang sedang karam, ia diam-diam menjalin aliansi dan memosisikan dirinya untuk memanfaatkan gelombang perubahan baru. Ia melestarikan warisan Cang Ming sembari memanfaatkan fondasi alkimia baru Lingxi untuk memperkuat klannya -- dia adalah sosok yang cerdas."


"Sampaikan perintahku."


Tatapan Dave menajam saat ia memberikan perintah dengan suara yang dalam dan berwibawa. "Untuk ekspedisi ke alam rahasia ini, kerahasiaan adalah hal yang paling utama. Kita harus menghindari pengawasan pihak luar dan bertindak secara diam-diam -- tanpa gembar-gembor, tanpa pamer kekuatan, dan tanpa memancing perhatian seluruh langit." 


"Agnes, Yasmeen, Frendy, dan Pengkor akan mendampingiku; kami akan bergerak ringan dan cepat untuk meraih peluang, memanen keberuntungan, dan mengumpulkan sumber daya. Kita akan melakukan perjalanan pulang-pergi dengan sigap."


"Kalian harus tetap tinggal di Kota Utama Lingxi dan memegang kendali penuh atas pertahanan di garis belakang."


"Pertama, berlakukan pembatasan informasi total terkait alam rahasia tersebut. Kerahkan seluruh Pasukan Bayangan ke posisi mereka di ruang hampa; dirikan penghalang isolasi berlapis dan formasi penyembunyi untuk memblokir segala bentuk pemindaian indra ilahi, pengawasan visual, maupun deteksi transmisi dari dunia luar. Cegah agar tidak ada satu pun kabar yang bocor keluar."


"Kedua, bersihkan wilayah ini dari sisa-sisa mata-mata musuh, informan tersembunyi, atau anggota faksi lawan yang masih tertinggal. Stabilkan wilayah, sempurnakan sistem alkimia kita, dan awasi pelatihan para murid klan." 


"Ketiga, teruslah awasi pergerakan klan Si Lu dan Xuanqiu, serta pantau sentimen publik terkait empat keluarga besar lainnya. Segera laporkan jika terjadi sesuatu yang tidak biasa; jangan bertindak gega-bah -- tunggulah perintahku."


"Dimengerti!"


Xillian Ling membungkuk hormat.


Ekspresinya tampak serius dan tekadnya untuk menerima perintah itu tak tergoyahkan.


Dia berkata, "Aku akan mematuhi perintahmu dengan ketat, Tuan Muda! Aku akan menjaga garis belakang dengan teguh, memutus segala akses informasi, dan melenyapkan ancaman tersembunyi apa pun di seluruh wilayah ini. Aku sama sekali tidak akan membiarkan faksi mana pun memata-matai pergerakanmu atau mengintip aktivitas di dalam alam rahasia tersebut!"


Setelah memberikan perintah, Dave tidak berkata apa-apa lagi. 


Dengan satu gerakan ringan, ia menarik kembali pancaran energi spiritualnya dan menyembunyikan auranya sepenuhnya. 


Ditemani oleh empat orang lainnya, ia membubung ke udara dan melangkah melintasi langit.


Kelima sosok itu bergerak dengan kecepatan luar biasa, membelah lautan awan. 


... 


Mereka menghindari kota-kota besar, zona patroli, dan kawasan padat penduduk di wilayah Lingxi, sembari terus menyembunyikan pergerakan dan menekan aura mereka yang kuat. 


Dalam diam dan senyap, mereka melesat menuju wilayah lautan hampa yang menjadi perbatasan antara kedua ras.


Langit luas membentang tanpa batas, lautan awan bergolak, dan angin kencang menyapu udara.


Bergerak dengan kecepatan luar biasa, kelima sosok itu melintasi kehampaan tanpa meninggalkan jejak, menempuh jarak yang sangat jauh dalam sekejap mata. 


Tak lama kemudian, mereka tiba di wilayah lautan hampa yang luas tak bertepi, yang berbatasan langsung dengan wilayah kekuasaan kedua ras.


Tempat ini jauh dari jangkauan kekuatan-kekuatan besar yang menguasai semesta.


Tidak ada kota, sekte, permukiman, ataupun pembudidaya yang berpatroli di langit sini. 


Seluruh wilayahnya luas dan terbuka, diselimuti kabut tak bertepi -- sebuah tempat perlindungan alami yang terpencil.


Di atas permukaan air, resonansi Dao Elemen Air terasa begitu masif dan agung -- jauh lebih kuat dibandingkan dengan yang ada di wilayah Lingxi. 


Energi spiritual langit dan bumi terasa pekat dan melimpah, memadat menjadi kabut spiritual yang menyerupai cairan dan berputar berlapis-lapis di atas permukaan air, memberikan nutrisi bagi gugusan alam rahasia kuno tersebut.


"Tuan Muda, seratus mil di depan sana terletak Jurang Kuno Cangming -- yang merupakan alam rahasia terdepan di antara tiga alam rahasia besar."


Yasmeen berbicara dengan lembut; matanya tampak jernih dan tajam. 



Berpedoman pada catatan di kepingan giok, ia menentukan lokasi alam rahasia itu dengan presisi, sementara nada suaranya menyiratkan rasa hormat yang mendalam. "Ini adalah yang paling kuno, mendalam, berbahaya, dan agung di antara tiga alam rahasia besar -- sebuah tempat pemakaman para dewa dari zaman purba, yang terbentuk dari jurang kehampaan yang tertinggal saat seorang Dewa Sejati Tertinggi berelemen Air yang kuno gugur dan hancur lebur." 


"Selama ratusan juta tahun, Klan Harold Cangya berani menjelajahi bagian dangkal dan menambang di wilayah pinggiran; mereka jarang berani masuk ke zona tengah, dan tak seorang pun pernah menginjakkan kaki di kedalaman terdalam jurang tersebut. Tak terhitung banyaknya jenius dan tetua dari berbagai generasi yang mencoba masuk untuk menyelidiki, namun berakhir dengan kematian -- tubuh mereka hancur dan jiwa mereka musnah -- tanpa ada satu pun yang selamat."


Dave mengangkat pandangannya dan menatap ke kejauhan.


Jauh di tengah samudra, sebuah pusaran raksasa berwarna hitam pekat -- dengan diameter mencapai sepuluh ribu mil -- mengapung diam di tengah lautan luas. 


Pusaran itu hitam pekat bagaikan tinta dan tak berdasar, menyerupai lubang hitam kosmik yang melahap segala cahaya, bayangan, dan energi spiritual.


Pusaran itu dikelilingi oleh lapisan kabut kuno berwarna putih keabu-abuan. 


Di dalam kabut tersebut, celah-celah ruang saling bersilangan dan berkedip-kedip, sementara turbulensi ruang yang tak terlihat mengamuk hebat, merobek tatanan langit dan bumi.


Setiap embusan turbulensi itu menyimpan kekuatan mengerikan yang mampu mencabik-cabik tubuh fisik para pembudidaya Abadi Emas Agung dan melenyapkan jiwa mereka.


Seluruh jurang kuno itu merupakan tempat yang sunyi senyap dan kelam, dipenuhi oleh energi spiritual yang kacau serta aura kehampaan purba. 


Tidak ada jejak kehidupan sama sekali -- hanya keheningan sunyi yang telah terakumulasi selama eon dan aura jahat yang tertinggal akibat gugurnya para dewa dan iblis. 


Sekadar memandangnya saja sudah menimbulkan rasa takjub sekaligus membuat sekujur tubuh merinding.


Agnes menatap jurang hitam pekat itu dengan tatapan serius, lalu berucap pelan sembari menghela napas: "Resonansi Dao di sini melampaui tingkatan langit saat ini; ini sama sekali bukan alam rahasia yang tercipta di dalam Surga ke-25. Ini adalah sisa-sisa medan perang dari Perang Besar Alam Surgawi Tinggi Kuno -- masa ketika langit hancur berkeping-keping dan para Dewa Sejati gugur." 


"Sisa-sisa Hukum Air, prinsip Dao Spasial, dan kekuatan pemusnahan itu semuanya merupakan bagian dari sistem Dao Surgawi berdimensi tinggi dari era kuno -- yang jauh melampaui batas pemahaman maupun ketahanan para pembudidaya di dunia saat ini." 


"Tidak mengherankan jika Klan Cangming, meskipun telah menguasai tempat ini selama ratusan juta tahun, tidak pernah mampu menguasainya sepenuhnya."


Tatapan mata Dave setajam bilah pedang; niat membunuh di sekelilingnya sedikit menguat saat ia berbicara dengan suara rendah dan berat. "Ruang di sini sangat tidak stabil; arusnya membawa kekuatan yang mampu mencabik-cabik jiwa, sementara kabutnya menyembunyikan ilusi yang mengikis pikiran, godaan iblis batin, serta penjara obsesi. Seorang pembudidaya di Alam Abadi Emas Agung Tingkat Sembilan biasa yang melangkah masuk akan seketika hancur menjadi debu dan jiwanya musnah total, tanpa ada celah sedikit pun untuk melakukan perlawanan."


Frendy dan Pengkor mengangguk pelan dengan ekspresi serius. "Aura kekuatan kuno yang masih tertinggal berputar-putar di kedalaman jurang itu; itu jelas bukan sekadar semangat pertarungan dari binatang iblis biasa. Kemungkinan besar, aura itu berasal dari sisa-sisa dewa dan iblis purba, boneka yang diresapi esensi Dao, atau segel pemusnah total -- sebuah tempat dengan bahaya yang tak terbayangkan dan ancaman maut yang tersembunyi."


Keduanya adalah veteran berpengalaman yang telah menyaksikan tak terhitung banyaknya alam berbahaya di seluruh penjuru alam surgawi dan terlibat dalam pertumpahan darah tiada akhir.


Mereka bahkan tetap tenang saat menghadapi pasukan elit dari sosok-sosok seperti klan Si Lü dan Xuan Qiu.


Namun, saat berdiri di hadapan Jurang Kuno Cangming, mereka merasakan ketakutan mendalam muncul dari dalam diri -- sebuah bukti nyata akan fondasi kuno yang mengerikan dari alam tempat para dewa pernah disemayamkan ini.


Dave berdiri tegak di tengah kehampaan, ekspresinya tenang. 


Kekuatan jiwa ilahinya perlahan memancar keluar, menyelimuti sekelilingnya.


Tak berwujud namun tak terbatas, kekuatan itu seketika melingkupi seluruh jurang kuno yang membentang sejauh sepuluh ribu mil tersebut.


Esensi jiwanya jauh melampaui pembudidaya mana pun di era saat ini. 


Ditambah dengan kemampuan bawaan Kuali Shennong untuk merasakan esensi sejati dan menembus segala hal, kesadarannya menembus lapisan kabut kuno, turbulensi spasial, segel ilusi, serta penghalang jurang itu sendiri. 


Dalam sekejap, ia memahami tata letak tersembunyi di zona dangkal, menengah, dan terdalam.


Setiap jebakan mematikan, jalinan segel yang rumit, sebaran semangat pertarungan, dan inti dari warisan kuno itu tersingkap jelas di benaknya -- tak ada satu pun yang bisa tetap tersembunyi.


"Benar, ini adalah tempat peristirahatan terakhir bagi para dewa kuno; fondasinya sangat luas dan ancaman mautnya tiada akhir -- jauh melampaui cakupan alam rahasia mana pun di zaman sekarang."


Dave berbicara dengan tenang, nadanya datar tanpa kegelisahan. "Lapisan luarnya dipenuhi turbulensi spasial, kabut ilusi, dan energi jahat yang korosif. Lapisan tengah dijaga oleh sisa-sisa jiwa dewa dan iblis, terkunci oleh hukum alam tersebut, dan dipenuhi pertumpahan darah tiada henti. Di kedalaman jurang itu tersimpan warisan utuh dari Dewa Sejati Elemen Air dari era purba, serta jejak fluktuasi spasial dimensi tinggi yang melampaui batas-batas langit."


"Namun, terlepas dari segala bahayanya, tempat ini sama sekali tidak mengancamku."


Saat kata-katanya memudar, Dave melambaikan tangan dengan santai.


Nguuung....


Pancaran cahaya keemasan yang lembut, tenang, dan sempurna -- cahaya spiritual dari Pil Emas -- tiba-tiba menyapu tubuh mereka. 


Mengalir turun dari atas, cahaya emas murni itu memadat menjadi penghalang esensi purba yang sempurna dan tak tertembus, menyelimuti serta melindungi mereka berlima dengan kokoh.


Gejolak ruang yang dahsyat -- yang mampu mencabik-cabik pembudidaya Abadi Emas Agung Tingkat Sembilan atau melukai parah seorang Penguasa Abadi --seketika menjadi jinak dan meluruh menjadi energi spiritual yang lembut begitu menghantam penghalang emas tersebut.


‘Kabut Zaman’ yang berwarna kelabu keputihan -- yang mampu memikat pikiran, melahap jiwa, dan menjebak pembudidaya dalam kehampaan abadi -- sepenuhnya dimurnikan dan lenyap tak berbekas oleh cahaya emas itu.


Segala godaan iblis batin, ilusi yang lahir dari obsesi, maupun pengikisan oleh Qi jahat menjadi tidak efektif; semuanya bahkan tak mampu mendekat.


"Ikuti aku masuk ke dalam jurang."


Dave melangkah maju -- dengan sikap tenang, terkendali, dan anggun -- lalu menjadi orang pertama yang memasuki pusaran hitam pekat dan tak terduga dari Jurang Kuno Cangming.


Agnes dan Yasmeen mengikuti tepat di belakangnya; langkah mereka ringan dan pikiran mereka tenang.


Frendy dan Pengkor berjaga di sisi kiri dan kanan, menahan semangat bertarung mereka.


Kelima sosok itu perlahan turun ke kedalaman pusaran, terus merangsek masuk ke lapisan-lapisan alam rahasia tersebut.


... 


Begitu melintasi ambang batas jurang kuno itu, pemandangan di sekitar mereka berubah drastis.


Hamparan laut biru kehijauan, langit biru, angin sepoi-sepoi, kabut tipis, dan cahaya pagi dunia luar lenyap sepenuhnya, digantikan oleh samudra kehampaan yang remang-remang, sunyi senyap bagaikan kematian, dan tak bertepi.


Airnya tidak berwarna biru seperti biasa, melainkan hitam pekat bagaikan tinta dan beratnya seolah menanggung beban gunung; setiap jengkal air itu dipenuhi oleh hukum kuno Elemen Air yang dahsyat serta aura kehancuran yang mengerikan. 


Tekanan yang menghimpit itu sangat menakutkan, mampu menghancurkan tubuh fisik dan energi spiritual pembudidaya Abadi Emas Agung biasa dalam sekejap. 


Tergantung di kehampaan sekelilingnya adalah kerangka-kerangka raksasa para dewa dan iblis yang telah hancur -- membentang sejauh bermil-mil, lapuk dimakan zaman, serta memiliki bentuk yang sangat beragam.


Beberapa kerangka berkilau dengan semburat keemasan dan masih menyimpan sisa-sisa pola Dao, samar-samar memancarkan kekuatan agung para dewa dan iblis kuno yang pernah menguasai Dao Surgawi serta memandang rendah segala penjuru alam semesta.


Yang lainnya hancur berkeping-keping, dipenuhi retakan yang menjadi saksi bisu betapa mengerikannya kehancuran akibat hantaman Dao Surgawi dan pemusnahan oleh kehendak kosmos.


Meski telah terkikis oleh perjalanan waktu ratusan juta tahun, sisa-sisa jasad ini masih memancarkan tekanan kuno yang luar biasa—cukup untuk membuat para kultivator zaman sekarang merasa gentar.


Di sela-sela tulang-belulang itu, tak terhitung banyaknya celah ruang kecil yang berkedip dan saling bersilangan, sementara arus ruang yang kacau dan tak terlihat mengamuk tanpa henti, menyayat kehampaan.


Gumpalan energi jahat spiritual yang hitam pekat dan mematikan melayang terbawa angin, mengikis segala sesuatu di sekitarnya. Sarat dengan esensi Dao pamungkas yang membawa kehancuran, pembusukan, dan kemusnahan, energi itu tanpa henti menggerogoti jiwa makhluk hidup dan meluluhlantakkan fondasi Dao mereka.


"Begitu banyak dewa dan iblis kuno yang tewas di sini..."


Yasmeen bergumam, matanya bergetar dan hatinya terguncang menyaksikan pemandangan itu.


"Saat masih hidup, pemilik sisa-sisa jasad ini pastilah memiliki tingkat kultivasi yang jauh melampaui Penguasa Dewa Abadi biasa; mereka kemungkinan besar telah menyentuh Dao Surgawi kosmos dan hampir melangkah ke ranah Raja Abadi. Namun, mereka semua menemui ajal di sini—jiwa musnah, Buah Dao hancur lebur. Jurang kuno ini benar-benar tempat yang sangat berbahaya."


Pandangan Dave perlahan menyapu sisa-sisa jasad yang berserakan di tanah; suaranya tetap tenang.


"Mereka tidak mati dalam pertarungan biasa. Ini adalah akibat dari perang kuno—sebuah perombakan tatanan kosmos dan pembalikan Dao Surgawi. Mereka dihapuskan secara paksa oleh hukum langit dan bumi serta dimusnahkan sepenuhnya oleh kehendak kosmos. Jiwa, Buah Dao, asal-usul, dan jalan reinkarnasi mereka semua diputus; tak ada yang tersisa—bahkan secuil pun tanda kehidupan."


"Jurang kuno ini bukanlah alam rahasia alami; ini adalah tempat pemakaman yang tertinggal akibat hancurnya kosmos kuno. Tempat ini menyimpan rahasia pamungkas dari era tersebut—pergeseran ranah dan runtuhnya hierarki kosmos."


Dengan beberapa kata itu, ia menyingkap hakikat sebenarnya dari Jurang Kuno Cangming, membangkitkan rasa takjub yang kian mendalam serta suasana penuh keseriusan dan kewaspadaan di hati setiap orang. 


Kelima orang itu melangkah maju dengan mantap dan tenang menuju kedalaman; lapisan pelindung berupa cahaya alkimia keemasan dari Kuali Shennong dengan kokoh melindungi mereka dari segala bahaya yang mengancam.


Meski dikelilingi oleh pergolakan ruang yang dahsyat, aura korosif yang mengancam jiwa, tekanan air yang luar biasa berat, serta kabut ilusi yang menyelimuti, mereka tetap tak terluka sedikit pun. Energi spiritual mereka mengalir lancar dan pikiran mereka tetap jernih, sama sekali tidak terpengaruh oleh bahaya di sekelilingnya.


Saat mereka bergerak semakin dalam, berbagai ancaman mematikan—mulai dari ilusi maut, susunan penyegel, kurungan ruang, formasi pembunuh jiwa, hingga jebakan berbasis hukum alam yang tercatat dalam kronik kuno Cangming—berhasil dinetralkan dengan mudah dan seketika dilenyapkan oleh cahaya alkimia keemasan tersebut.


Bahaya-bahaya mematikan itu—yang sebelumnya telah merenggut nyawa tak terhitung banyaknya jenius, ahli kawakan, bahkan sosok "Penguasa Abadi Setengah Langkah" dari dunia Cangming—ternyata sama sekali tidak berarti di hadapan Dave; semuanya hancur layaknya permainan anak-anak dan gagal memberikan hambatan sekecil apa pun.


... 


Setelah menempuh perjalanan sejauh sepuluh ribu mil, mereka meninggalkan perairan dangkal dan tiba di inti lapisan tengah Jurang Kuno tersebut.


Tekanan air di sekeliling mereka melonjak lebih dari seratus kali lipat; lautan yang pekat bagaikan tinta itu bergolak hebat dengan ombak yang mengamuk, sementara bayang-bayang gelap nan dingin yang tak terhitung jumlahnya perlahan memadat dari kedalaman.


Roh perang para dewa dan iblis kuno—yang mengenakan zirah ilahi compang-camping, bertubuh raksasa setinggi sepuluh ribu kaki, serta memancarkan aura jahat yang mengguncang langit dan bumi—melangkah keluar dari perairan pekat itu, menutup jalur udara di hadapan mereka.


Roh-roh perang ini adalah penjaga jurang yang terbentuk setelah gugurnya para dewa dan iblis kuno; mereka tercipta dari kondensasi hukum alam dan akumulasi energi jahat, yang didorong oleh sisa-sisa jiwa penuh dendam yang masih tertinggal. Mereka tidak memiliki kesadaran diri, emosi, ataupun hasrat, serta tidak mengenal konsep mundur maupun keraguan.


Didorong semata-mata oleh naluri abadi untuk membunuh dan menjaga, mereka bersumpah untuk melindungi warisan agung yang tersembunyi di kedalaman jurang; makhluk hidup mana pun yang berani menerobos wilayah tengah ini akan menghadapi kematian mutlak tanpa harapan untuk selamat. 


Puluhan roh perang dewa-iblis ini berbaris di kehampaan, menutup segala arah. Bahkan yang terlemah di antara mereka memiliki kekuatan tempur yang menandingi puncak ranah Abadi Emas Agung Tingkat Ketujuh; tubuh mereka sekeras logam dewa primordial, energi spiritual mereka sebesar gunung, dan teknik pembunuhan mereka kuno, mendominasi, serta tak terbendung.


Di antara mereka, tiga roh pertempuran inti yang paling megah—memancarkan aura luas dan kekuatan yang luar biasa—telah mencapai tingkat Penguasa Abadi tahap awal; dengan kekuatan tempur yang mengerikan dan daya bunuh yang tak tertandingi, mereka cukup tangguh untuk mendominasi Surga ke-25 dan menghancurkan sebagian besar tetua dari klan-klan kuno yang agung.


"Yang Mulia, kami berdua akan membuka jalan!"


Frendy dan Pengkor segera melesat maju; energi spiritual mereka melonjak dan semangat juang mereka membara. Bergerak dalam keselarasan sempurna—satu ke kiri dan satu ke kanan—mereka menerjang langsung ke dalam formasi pengepungan roh pertempuran Dewa-Iblis tersebut.


Teknik gerakan Frendy sangat aneh dan tanpa jejak, kecepatannya melampaui nalar; ia meliuk di antara roh-roh pertempuran bagaikan angin bayangan, serangan telapak tangannya ganas dan mendominasi, melancarkan serangan mematikan dengan presisi yang cepat dan bersih.


Setiap serangan mengarah tepat pada inti esensi spiritual dan akar fondasi roh-roh pertempuran tersebut; satu pukulan saja menjamin kehancuran total, menyebabkan beberapa proyeksi roh pertempuran tingkat Abadi Agung hancur dan lenyap seketika, sementara energi jahat mereka pun sirna.


Pengkor memiliki fisik dengan keganasan tiada tara dan kekuatan yang mengguncang langit, memadukan serangan dan pertahanan dengan sempurna; diselimuti energi spiritual yang padat dan kokoh, ia menghadapi serangan ganas dari roh-roh pertempuran tingkat Penguasa Abadi secara langsung.


Pukulannya menderu bagaikan guntur, menghancurkan segala sesuatu yang dilewatinya; setiap hantaman membuat kehampaan bergetar dan air laut bergolak mundur, dengan kejam meluluhlantakkan teknik ilahi kuno milik roh-roh pertempuran itu serta menghancurkan cangkang fisik Dewa-Iblis mereka.


Agnes berdiri dengan tenang di barisan belakang, bertindak sebagai pelindung mereka; dengan lambaian lembut tangan rampingnya, ia memancarkan aliran cahaya spiritual yang hangat dan murni serta aura penstabil, menyelimuti Frendy dan Pengkor dalam perlindungan yang aman.


Ia memulihkan kondisi kelelahan spiritual, getaran meridian, dan keletihan akibat pertarungan sengit tersebut, memastikan mereka senantiasa berada dalam kondisi tempur puncak serta membantu mereka mengendalikan jalannya pertempuran dengan mantap.


Yasmeen berdiri dengan konsentrasi penuh, mengamati pemandangan itu dalam diam; ia merenungkan irama Dao pembunuh, irama pertarungan, dan penerapan hukum alam milik Dewa-Iblis kuno tersebut dengan sungguh-sungguh, sembari diam-diam mengasah pola pikir tempur dan pengalaman praktisnya sendiri. 


Di masa lalu, sebagai keturunan langsung dari klan terkemuka dan terbiasa hidup mewah, ia jarang menghadapi kekejaman pertarungan hidup-mati. Namun kini, setelah mengarungi bahaya di berbagai alam rahasia dan menyaksikan pertempuran tingkat tinggi bersama Dave, mentalitasnya telah matang dengan cepat, menjadikannya sosok yang jauh lebih tangguh dan tenang.


Dave berdiri tak bergerak, wajahnya tenang dengan kedua tangan tertaut di belakang punggung; ia sama sekali tidak berniat mencampuri pertarungan itu.


Ia bermaksud memanfaatkan serangan ganas dari roh-roh perang kuno tersebut untuk mengasah kemampuan tempur dan naluri bertarung kedua bawahannya.


Pada saat yang sama, ia ingin kedua wanita itu memahami irama Dao di medan perang kuno ini dan mendobrak belenggu mental mereka. Di tengah masa pengasingan yang tenang ini, ia berupaya meningkatkan kekuatan kelompoknya secara menyeluruh di segala aspek, demi membangun fondasi kokoh bagi peperangan lintas semesta di masa depan serta perombakan tatanan kosmis yang akan segera terjadi.


Jebreeet...

Jebreeet...

Duaaaarrrr...


Raungan menggelegar terus-menerus bergema di wilayah laut tingkat menengah; benturan energi spiritual, hukum alam yang hancur, jeritan roh perang, dan gejolak air laut berpadu menciptakan hiruk-pikuk yang mengguncang kehampaan itu sendiri.


Kemampuan ilahi yang mendominasi, teknik pembunuhan purba, serta hukum-hukum misterius milik dewa dan iblis kuno terus meledak silih berganti. Lapisan air laut yang hitam pekat terhempas hebat, dan retakan pada ruang hampa menyebar dengan cepat, mengubah seluruh wilayah udara tingkat menengah itu menjadi medan perang kuno yang brutal.


Frendy dan Pengkor, yang telah bertarung bahu-membahu selama sepuluh ribu tahun, menunjukkan koordinasi yang sempurna tanpa cela; serangan dan pertahanan mereka saling melengkapi dengan harmonis, sementara gerakan mereka terukur dan presisi. 


Salah satu melancarkan serangan licik yang mengacaukan lawan, sementara yang lain menahan garis depan dengan kekuatan frontal yang luar biasa. Gaya bertarung mereka kejam, tegas, dan cepat, tidak memberi kesempatan bagi roh-roh perang itu untuk melakukan serangan balik, memulihkan diri, ataupun berkumpul kembali untuk mengepung.


Meskipun roh-roh perang kuno itu memiliki daya bunuh yang dahsyat, cadangan kekuatan yang luar biasa, dan hukum-hukum purba, mereka perlahan-lahan terdesak dan dihancurkan oleh kedua wanita tersebut.


Hanya dalam waktu singkat—setara dengan durasi terbakarnya sebatang dupa—puluhan roh perang yang sangat kuat, musnah sepenuhnya; wujud bayangan mereka hancur lebur, sisa-sisa jiwa mereka lenyap, dan aura jahat mereka pun sirna tak berbekas. Tak terhitung banyaknya pecahan energi spiritual purba yang mendasar, serpihan hukum, dan ritme Dao yang mengkristal menghujani permukaan laut. 


Kelima orang itu secara alami menyerap dan memurnikan elemen-elemen tersebut, memupuk fondasi Dao mereka, menempa jiwa serta energi spiritual mereka, dan menyempurnakan sistem Dao mereka sendiri. 


"Maju lebih dalam lagi."


Dave berucap dengan tenang dan melangkah maju lagi, terus bergerak dengan mantap menuju bagian terdalam dan paling inti dari jurang kuno tersebut.


Semakin dalam seseorang menjelajahi jurang itu, ruang di sekitarnya menjadi semakin stabil; irama Dao terasa lebih kuno, energi spiritual lebih murni, dan tekanan yang menindih terasa kian berat.


Lapisan kabut waktu tersingkap, arus spasial yang kacau mereda, dan aura kehancuran yang mengerikan pun memudar. Sebagai gantinya, muncul irama Dao primordial—yang telah terakumulasi selama eon—serta energi spiritual elemen air yang sangat murni.


Setelah menembus kedalaman sejauh seribu li, lautan pekat yang menyelimuti mereka lenyap sepenuhnya, menyingkapkan sebuah dunia kecil yang murni, kuno, dan mandiri, yang bermandikan cahaya terang benderang memenuhi langit.


Alam ini telah melampaui batasan perairan biasa; ia memiliki Dao Surgawi-nya sendiri, menghasilkan vitalitasnya sendiri, dan menetapkan hukum-hukumnya sendiri. Permukaan tanahnya terhampar kristal spiritual elemen air yang terbentuk selama ratusan juta tahun—bening, berkilau, dan memancarkan cahaya yang seolah mengalir. 


Tersebar di mana-mana adalah harta karun kuno yang telah lama punah di seluruh penjuru surga: material spiritual elemen air, benda langka dari laut dalam, tanaman obat primordial, dan kristal asal-usul elemen.


Setiap batang tanaman obat spiritual, setiap keping material, dan setiap helai energi spiritual di sana mengandung esensi air primordial yang pekat. Ini adalah harta karun tak ternilai yang menentang kehendak langit dan telah lama lenyap dari Surga ke-25—benda-benda yang begitu langka hingga nilainya tak terukur.


Kemunculan satu benda saja akan memicu klan-klan besar di seluruh penjuru surga untuk bertarung sengit dan berebut memilikinya dengan gila-gilaan.


"Rumput Roh Air Cangming, Kristal Jiwa Kembali ke Kekosongan, Giok Lanxin Primordial, Bunga Jiwa Air Sembilan Bukaan..."


Mata Yasmeen berbinar penuh kekaguman saat ia mengenali harta karun yang tersebar di sekelilingnya; suaranya sarat akan rasa takjub.


"Ini adalah material spiritual tingkat atas yang hanya diketahui melalui teks kuno dan legenda—harta karun agung yang mampu menempa fondasi Dao elemen air seseorang, memelihara jiwa dan roh, menembus hambatan kultivasi, serta menstabilkan hati Dao. Tak disangka Klan Cangming telah menguasai tempat ini selama eon tanpa pernah memanennya sepenuhnya—cadangan tersembunyi mereka sungguh mencengangkan!"


Pandangan Dave menyapu harta karun itu dengan tenang; ekspresinya tetap datar tanpa perubahan. Meskipun material-material ini sangat langka—bahkan menantang kehendak langit—dan memiliki nilai yang tak terukur, semuanya hanyalah peluang tambahan atau keberuntungan sampingan yang ditemukan di dasar jurang kuno tersebut.


Harta karun utamanya—yang menyimpan warisan lintas zaman dan memiliki kekuatan untuk mengubah tatanan langit—tersembunyi di dalam sebuah altar kuno di titik terdalam jurang itu.


Kelima orang itu melangkah maju dengan mantap, melintasi hamparan material spiritual dan padang kristal roh, hingga akhirnya tiba di jantung terdalam jurang tersebut.


Sebuah altar kuno—yang menjulang tinggi dan luas, tampak dimakan usia namun tetap sakral—berdiri diam di tengah kehampaan.


Dibangun sepenuhnya dari giok ilahi berelemen air primordial, altar itu memiliki pelataran yang membentang luas hingga sepuluh ribu li, dengan undakan anak tangga giok putih yang melingkar naik menuju puncaknya.


Permukaannya dipenuhi ukiran rune kuno yang misterius—tulisan para dewa dan iblis dari era lampau. Pola-pola yang saling bersilangan itu, yang hidup dan dialiri cahaya spiritual tanpa henti, mencerminkan hukum tertinggi dan sempurna dari Dao Air primordial.


Tepat di tengah puncak altar, melayang sebuah bola mutiara ilahi asal-usul: sebuah bola mutiara sempurna tanpa cela berwarna biru tua pekat, memancarkan cahaya spiritual yang cemerlang serta aura kehangatan yang mendalam dan nyata.


Bola mutiara ilahi itu berdenyut memancarkan esensi tak terbatas dari Sumber Air; energi spiritual dari radius sepuluh ribu li di sekitarnya memusat di sini, bersirkulasi dalam siklus abadi yang tak pernah putus.


Gelombang esensi Dao menyelimuti seluruh alam rahasia ini, menstabilkan jurang kuno dan menahan hamparan air di kedalaman—itulah esensi inti, jantung abadi, dari Jurang Kuno Cangming.


"Asal-usul seorang Dewa Sejati Air kuno—Bola mutiara Ilahi Cangming."


Mata Dave sedikit berbinar saat ia melafalkan nama asli harta karun tertinggi ini dengan suara pelan. “Ini adalah harta inti dari sebuah alam rahasia, yang memadat saat seorang Dewa Sejati Tertinggi berelemen Air dari zaman kuno menemui ajalnya—terbentuk dengan mengorbankan seluruh pencapaian Dao seumur hidup, fondasi kultivasi primordial, esensi jiwa spiritual, serta akumulasi pemahaman mendalam mengenai Dao Surgawi."


Benda ini mewujudkan Hukum Dao Air Kuno yang utuh dan sempurna; ia mampu menaklukkan segala jenis air, memerintah samudra luas, menyempurnakan fondasi Dao seseorang, membentuk ulang esensi primordial, memurnikan energi spiritual elemen air, serta memperkuat kemampuan ilahi yang berbasis air."


"Dengan bola mutiara ilahi ini di tangan, Hukum yang mengatur segala perairan di seluruh penjuru langit berada dalam kendaliku. Aku dapat menguasai dan menyelaraskan setiap teknik, kemampuan ilahi, seni rahasia, dan resonansi Dao yang berkaitan dengan elemen air, serta menghancurkan semua lawan yang berada pada tingkat kultivasi yang sama—tak ada satu pun tandingan yang mampu menyaingiku dalam hal Dao Air.”


" Terlebih lagi, di dalam bola ilahi itu tersimpan Teknik Samudra Luas Segala Air—sebuah teknik kultivasi puncak yang disempurnakan seumur hidup oleh Dewa Sejati Elemen Air dari masa lampau—bersama dengan tak terhitung banyaknya teknik rahasia serangan berbasis air, metode untuk menciptakan alam mistis, serta pemahaman mendalam tentang Dao Surgawi; nilainya sungguh tak ternilai."


Tanpa perlu menyelidiki atau memecahkan segel, Dave hanya mengangkat tangannya dan menggenggam udara.


Nguuung....


Cahaya biru cerah setinggi sepuluh ribu zhang melesat ke angkasa dan menyapu cakrawala. 


Bola mutiara Ilahi Samudra Luas seketika terlepas dari segel kuno dan belenggu altar; bola itu menjadi jinak dan tanpa cela, cahaya spiritualnya meredup ke dalam, lalu menetap dengan mantap di telapak tangan Dave. Dalam sekejap, bola itu mengakui Dave sebagai tuannya—mengikat esensinya dengan milik Dave dan menyatukan rohnya dengan roh Dave—menjadi miliknya sepenuhnya.


Pada saat ini, kekuatan primordial Elemen Air kuno yang luas, murni, dan tanpa cela—bagaikan sungai yang meluap dan air terjun surgawi yang deras—membanjiri setiap bagian dirinya: meridian, Dantian dan fondasi Dao, kesadaran spiritual, bahkan hingga ke tulang dan anggota tubuhnya.


Bersamaan dengan itu, gelombang aksara kuno yang misterius, rahasia mendalam teknik kultivasi, esensi teknik rahasia, makna sejati hukum alam, serta wawasan tentang Dao Surgawi membanjiri pikirannya.


 Ia seketika menguasai dan memahaminya semua; tidak perlu lagi mempelajarinya secara perlahan—ia mencapai kesempurnaan dalam satu langkah.


Fondasi tingkat kelima Abadi Emas Luo Agung miliknya yang sudah sempurna kini semakin dimurnikan, dipadatkan hingga ke batas maksimal, dan ditingkatkan ke taraf keagungan yang baru.


Aura Dao Elemen Air yang menyelimutinya menjadi tanpa cela dan mencapai puncak kesempurnaan. Kepadatan energi spiritual, kemurnian esensi, serta kendalinya atas hukum alam meningkat berkali-kali lipat, menghasilkan lonjakan besar dalam kemampuan tempurnya secara keseluruhan.


"Aku mengucapkan terima kasih kepada sang pendahulu kuno atas warisan abadi ini."


Dave mengangguk kecil dan membungkuk hormat ke arah altar kuno, mengakui anugerah warisan tersebut serta pemberian esensi primordial yang begitu mendalam. 


Tepat saat bola ilahi itu jatuh ke tangannya—bersamaan dengan sempurnanya warisan tersebut dan menyatunya aura Dao dengan dirinya—kesadaran spiritual Dave yang luas dan tak bertepi tiba-tiba mendeteksi jejak fluktuasi spasial berdimensi tinggi: sesuatu yang sangat halus, namun membentang melintasi berbagai era dan menembus cakrawala langit. 


Jejak fluktuasi ini terasa sangat samar, kuno, dan tak berwujud; sama sekali bukan berasal dari hukum spasial asli di Surga ke-25. Tingkatannya jauh melampaui sistem surga saat ini, samar-samar terhubung dengan alam dimensi tinggi yang tak dikenal serta wilayah luas dari tatanan surgawi yang lebih unggul.


Tatapan Dave seketika menajam, dan pikirannya memusatkan perhatian sepenuhnya. Ia mengerahkan kekuatan jiwa ilahinya secara maksimal, melacak fluktuasi tersebut kembali ke sumbernya melintasi rentang waktu yang panjang.


Seketika itu pula, gambaran luas dan tak bertepi tentang alam semesta surgawi melintas dalam kesadarannya.


Dalam penglihatan itu, wilayah Alam Surgawi tampak begitu kecil bagaikan sebutir debu, begitu remeh layaknya seekor semut.


Di atasnya, lapisan demi lapisan alam surgawi yang lebih tinggi dan tak bertepi membentang luas—diselimuti kabut, berdenyut dengan irama Dao yang agung, memancarkan tekanan tak terbatas, dan dipenuhi dengan segala bentuk penciptaan yang tiada tara. Itu adalah alam yang sepenuhnya melampaui pemahaman saat ini.


Jauh di dalam kehampaan—tersembunyi di zona terlarang dalam jurang kuno, disegel oleh Dao Surgawi dan terkubur oleh debu zaman—terdapat sebuah gerbang yang menghubungkan tingkatan-tingkatan surgawi tersebut, yang telah lama dilupakan oleh dunia.


Gerbang itu sangat besar dan kuno, terkunci oleh kabut dan disegel dengan rune Dao, serta menyimpan jejak perjalanan waktu yang tak terhitung lamanya. Pada gerbang itu terpampang empat karakter kuno bergaya segel yang telah dimakan usia: "Gerbang Menuju Surga).


Bayangan itu melintas cepat, fluktuasi itu lenyap, dan penglihatan itu pun sirna—seolah-olah tidak pernah muncul atau ada sama sekali; tidak meninggalkan jejak dan tak dapat digenggam.


Namun, Dave memahami kebenarannya sepenuhnya.


Seluruh Alam Surgawi itu, pada kenyataannya, hanyalah sebutir debu kecil di tengah alam semesta yang mahaluas.


Terlebih lagi, Alam Surgawi di masa lampau tampaknya tidak memiliki apa yang disebut sebagai "Tiga Puluh Enam Surga" dan tidak memiliki begitu banyak hukum yang mengaturnya.


Di era kuno, Alam Surgawi merupakan satu kesatuan yang utuh; tingkatannya saling terhubung, memungkinkan perpindahan bebas antar-tingkatan tanpa syarat tambahan apa pun. 


Hal itu sangat mirip dengan hubungan antara desa dan kota di dunia fana: seseorang dari dusun terpencil sekalipun bisa begitu saja menaiki kendaraan menuju kota metropolitan tanpa ada yang menghalangi.


Namun, apakah mereka mampu bertahan hidup di kota metropolitan itu atau tidak, sepenuhnya bergantung pada diri mereka sendiri.


Bersambung...


Buat para rekan Sultan Tao pengunjung blog yg mau nyawer, mendukung, atau traktir Mimin kopi atau quota ☺️☺️


Bisa kirim ke aplikasi DANA di link berikut :

https://link.dana.id/qr/4e1wsaok


Atau ke akun 

SeaBank : 901043071732

Kode Bank Seabank untuk transfer (535)


Terima Gajih...☺️








Perintah Kaisar Naga : 7073 - 7076

 Perintah Kaisar Naga. Bab 7073-7076 * Terbukanya Gerbang Surgawi * Begitu melangkah masuk ke dalam Reruntuhan Roh, energi vital yang melimp...