Ironi Sekolah Gratis: Saat yang Mahal Justru yang Berkualitas
Ini Alasan Sistem Berbayar Justru Menyelamatkan Masa Depan
Pernah ada berita, "Anak seorang tukang becak lulus S1 UGM," sambil ada foto bapaknya nganter anaknya wisuda naik becak.
Orang-orang pada terharu, padahal bisa jadi bapaknya juga sarjana.
Waktu saya kuliah, ada salah satu tukang parkir di Kampus itu S1 dari universitas negeri. Ada lagi tetangga dekat kost juga sarjana dari kampus ternama, jadi Abang ojek, bukan ojek online, karena waktu itu belum ada aplikasi ojek online. Dan masih banyak lagi. Untuk beberapa provinsi, penduduk nya banyak yang sarjana.
Kalo banyak sarjana, kenapa miskin? Trus apa gunanya banyak sarjana? Orang-orang itu kuliah buat apa?
This brings me to my second argument; ada video ibu-ibu, some government official, bilang kalo di Cuba, sekolah dari SD sampe S3, gratis.
Kalo sekolah gratis, banyak sarjana, kenapa miskin? Kenapa tertinggal? Google it. Negaranya kayak negara mati, gak bisa isi token listrik.
Trus negara mana yang peradabannya paling maju? Negara yang sekolahnya bayar, sampe-sampe kalo mau kuliah harus minta pinjaman negara (student loan) sampe milyaran.
Kenapa malah maju? Karena yang sekolah itu yang bener-bener niat sekolah.
Coba liat kualitas sekolah gratis dan lulusan sekolah gratis.
Kurikulumnya bare minimum, gurunya gak punya beban, orang tua murid gak keluar duit, anak didiknya nothing to lose; "Sekolah gak sekolah, lulus gak lulus, gak rugi apa-apa."
Sekolah gratis nanti akan seenaknya, kalo berbayar akan jadi serius
Kalok gratis, orang tua merasa nothing to lose.
Ga terlalu serius memotivasi anak anak nya untuk berprestasi.
Ada sih yang berhasil, tapi ga rings the bell.
Si anak sendiri, ya gimana ortunya saja.
Ada sih anak yang punya kesadaran tinggi, tapi berapa banyak sih?
Sementara yang sekolahnya berbayar bahkan muahal banget sampe ngimpi saja kalo bisa sekolah
Sampe mati"an cari biaya sendiri, sekolah sambil kerja, pengen cepat" lulus biar cepat" bisa bantu orangtua
Seperti nya memang mental gratisan jangan dipelihara...
Bukan maksud gak berkemanusiaan
Tapi yang gratis" itu hanya mencetak manusia" malas
Beranak saja terus, toh pendidikan gratis, kesehatan gratis, makan siang juga gratis
Alhasil lebih banyak produk yang ga' berkualitas dari pada yang berkualitas
Sementara keluarga" mampu, membatasi anak cukup dua bahkan sekarang trend nya 1 anak cukup.
Demi apa?
Ya biar hidup lebih berkualitas lagi
Dulu anak S1 saja cukup, sekarang S2 pas-pasan.
Makin lebar jurang antara yang mampu dan yang ga mampu.
Kalau sekolah bayar nanti yang bisa sekolah hanya anaknya orang-orang kaya...?
Sementara yang 68% hidup di bawah garis kemiskinan praktis gak bisa sekolah....
Sekolah berbayar, bagi yang tidak mampu dan benar benar tidak bisa bayar, bisa di biayai atau di tanggung negara dengan menyertakan surat keterangan miskin yang di keluarkan oleh pemerintah desa
Pernah ada orang buka sekolah, semacam Sekolah Terpadu. Tahun" awal sepi peminat terutama warga lokal, kenapa? Karna gratis. Setelah sekolah itu berbayar, mulai ramai oleh warga sekitar





