Perintah Kaisar Naga. Bab 7105-7107
Duaaaarrrr...
Celah sungai bawah tanah yang sangat dalam dan gelap gulita tiba-tiba meledak ke luar; lapisan batuan—yang kerasnya setara dengan logam dewa purba—retak sedikit demi sedikit sebelum runtuh dengan suara gemuruh yang menggelegar.
Puing-puing beterbangan di udara, tersapu oleh embusan angin kencang bawah tanah, sementara kabut hitam pekat bergolak bagaikan gelombang pasang, dengan ganas membuka jalan gelap yang menghubungkan perut bumi dengan permukaan.
Lebih dari tiga ratus kultivator—bagaikan harimau ganas yang lepas dari kandangnya—berhamburan keluar melalui lubang hasil ledakan tersebut.
Permusuhan yang terpendam selama berbulan-bulan, niat membunuh yang lahir dari pertempuran berdarah, dan amarah yang telah lama tertahan meledak sepenuhnya, membumbung tinggi menembus langit.
Travis memimpin di barisan depan; tubuhnya yang besar dan kekar diselimuti aura pertempuran yang liar dan mendominasi.
Ia menggenggam pedang panjang standar—yang sebelumnya dirampas dari gudang perbekalan Biro Patroli Alam Semesta—dengan bilah yang diselimuti embun beku dan memancarkan cahaya dingin yang menusuk.
Matanya merah padam dan taringnya menyeringai; otot-ototnya menonjol dan menegang hebat, dan setiap langkah yang diambilnya membuat tanah bergetar serta retak.
Ia meraung dengan murka, menyerupai banteng gila yang telah lepas dari belenggu ribuan tahun untuk akhirnya mengacaukan dunia—brutal, menggila, dan sama sekali tidak takut mati.
Tepat di belakangnya, Chamakh bergerak dengan langkah yang ringan namun ganjil; tubuhnya diselimuti kabut hijau tua yang tampak samar seperti embun tipis, namun kenyataannya merupakan racun mematikan yang membuat tulang terasa ngilu.
Kabut beracun itu menyebar cepat di permukaan tanah; ke mana pun ia lewat, batu keras mendesis dan mengeluarkan asap, seketika terkikis menjadi kawah-kawah berlubang yang tampak membusuk.
Udara itu sendiri tercemar oleh racun yang kuat tersebut, berubah bentuk menjadi gelombang-gelombang yang tampak nyata dan beriak.
Bahkan energi spiritual samar yang mengalir di kehampaan udara langsung terkikis dan musnah; aura kematian yang dingin menusuk tulang—tanpa jejak kehidupan sedikit pun—seketika menyelimuti seluruh padang belantara itu.
Di sisi sayap, Robert memimpin sekelompok kultivator muda dalam gerakan menjepit yang cepat untuk mengepung musuh.
Di sekelilingnya, aura Dao hitam pekat yang melahap segala sesuatu bergolak dan menderu—sebuah kekuatan dominan tiada tara yang menyapu keluar bagaikan tsunami hitam.
Para penjaga perbatasan dari Biro Patroli Alam yang mereka temui di sepanjang jalan bahkan tidak sempat berteriak memberi peringatan; baik tubuh maupun zirah mereka—beserta energi spiritual yang mengalir dan aura ilahi pelindung mereka—seketika ditelan dan dilenyapkan oleh aura Dao hitam itu, tanpa menyisakan sedikit pun jejak.
Seluruh pasukan memancarkan momentum dahsyat yang tak terbendung; ditempa oleh masa persembunyian di bawah tanah, kultivasi berat di atas urat nadi spiritual, serta pengasahan tekad dalam situasi yang sangat kritis, lebih dari tiga ratus prajurit ini telah lama menanggalkan sifat pengecut dan ketidakdewasaan mereka di masa lalu.
Masing-masing memiliki ketangguhan yang ditempa dalam pertempuran berdarah, dan setiap hati menyimpan obsesi pantang menyerah untuk meruntuhkan tatanan lama. Hari ini, mereka keluar dari bayang-bayang demi satu tujuan: menghadapi Sekte Tianshu, menuntut keadilan, dan merebut kembali "Pajak Surga" yang telah lama tertunggak selama berabad-abad yang tak terhitung jumlahnya.
Di tengah formasi, Dave melangkah maju dengan sikap tegak dan tenang. Jubah abu-abunya berkibar hebat diterpa angin kencang di ketinggian, namun gerakan liar kain itu sama sekali tidak menunjukkan kekacauan pada dirinya.
Di kedalaman mata ungunya yang khas, berputar lapisan esensi kekacauan primordial berwarna kelabu-hitam—sebuah jurang dengan kedalaman mengerikan yang tak terukur, seolah menyembunyikan kosmos kacau yang sedang mengalami kehancuran sekaligus kelahiran kembali.
Setelah dua bulan menjalani kultivasi terisolasi yang sangat berat, basis kultivasinya telah mengalami transformasi mendalam, jauh melampaui dirinya yang dulu.
Kekuatan seorang Dewa Emas Luo Agung Tingkat Sembilan bergolak dan menderu tanpa henti melalui meridian serta setiap serat tubuhnya; energi spiritualnya yang luas dan agung berkali-kali lipat lebih kuat dibandingkan kultivator lain pada tingkat yang sama.
Hal yang paling mengerikan adalah perpaduan sempurna dan mulus antara esensi kekacauan miliknya dan aura Dao pelahap—sebuah penyatuan yang begitu sempurna hingga tidak menyisakan sedikit pun jejak gesekan atau pertentangan.
Setiap helai energi spiritual yang bersirkulasi membawa sifat yang mendominasi—melahap segala teknik, mengurai segala jalan, dan menjungkirbalikkan tatanan alam itu sendiri;
Setiap detak jantungnya membuat energi spiritual langit dan bumi di sekitarnya beresonansi secara serempak;
Setiap langkah yang ia ambil mengguncang fondasi hukum yang mengatur Surga ke-Dua Puluh Enam.
Tanpa perlu sengaja mengumpulkan kekuatan atau mengaktifkan teknik rahasia, Dave hanya mengangkat tangannya dan menyapukannya ke udara.
Nguuung...
Sebuah aliran dahsyat kekacauan purba berwarna kelabu kehitaman—yang sangat padat dan terkonsentrasi—menyembur keluar, mengamuk di angkasa dan menghancurkan segala sesuatu yang dilaluinya.
Kekuatan kekacauan ini menekan segala hukum tatanan, melenyapkan pancaran cahaya ilahi yang ortodoks, serta menghancurkan segala batasan buatan manusia—sifatnya begitu mendominasi, murni, dan tak terbendung.
Tiga menara pengawas Patroli Perbatasan yang berdiri di tepian Sekte Tianshu merupakan benteng yang tangguh—dibangun dari batu ilahi luar angkasa, diperkuat dengan batasan tatanan, dan diukir dengan rune pelindung.
Itu adalah kubu pertahanan yang tak tertembus; bahkan seorang Penguasa Abadi biasa pun, meski menyerang dengan kekuatan penuh, hampir tidak mungkin bisa menggoyahkannya.
Namun, di hadapan aliran esensi kekacauan ini, segala pertahanan menjadi sia-sia belaka.
Jebreeet...
Duaaaarrrr...
Ketiga menara pengawas itu seketika ditelan oleh aliran kekacauan; struktur kokohnya retak dan runtuh dalam sekejap mata, sementara rune pelindung tatanan yang padat menyelimuti permukaannya pun luruh dan musnah total.
Batu bata, bongkahan batu, dan ubin ilahi meledak dan berhamburan di udara.
Para penjaga patroli yang bertugas di sana bergegas keluar dari reruntuhan dengan panik; wajah mereka pucat pasi dan pikiran mereka terguncang hebat akibat peristiwa itu.
Tanpa keberanian sedikit pun untuk berbalik dan menghadapi ancaman tersebut, mereka melarikan diri dalam kekacauan, berlari sekuat tenaga menuju puncak utama Sekte Tianshu.
Dave berdiri di kehampaan, tatapannya datar saat mengamati para prajurit patroli yang melarikan diri itu. Suaranya menggema, lantang dan berwibawa.
Membawa kekuatan dahsyat kekacauan purba, kata-katanya meledak bagaikan guntur yang menembus langit dan bergema di seluruh wilayah Sekte Tianshu yang membentang sejauh seratus mil—membuat lautan awan di atasnya bergolak hebat dan hancur lapis demi lapis:
"Dustin Heng! Kakekmu telah datang untuk menagih uang sewa! Sudah terlalu lama kau menunggak pembayaran sewa untuk surga ini—keluarlah sekarang juga, bersujudlah, dan lunasi utangmu!"
Suaranya begitu agung dan penuh kekuatan dahsyat; suara itu merobek lapisan awan, melesat lurus menuju puncak tertinggi Sekte Tianshu. Dengan sikap penuh ejekan, arogansi yang mendominasi, dan kekuatan dahsyat yang tak terbendung, ia menghancurkan sepenuhnya kewibawaan ortodoks Sekte Tianshu yang telah berdiri sejak zaman dahulu kala.
Dalam sekejap, di puncak utama Sekte Tianshu, cahaya ilahi berwarna putih keperakan dari Istana Surgawi Penjaga Alam—yang biasanya melayang di udara dengan kilauan cemerlang—tiba-tiba melonjak intensitasnya hingga berlipat ganda.
Cahaya yang menyilaukan menelan seluruh puncak utama, sementara tekanan dingin dan tegas dari tatanan kosmis menghantam turun bagaikan longsoran salju; dalam radius seratus mil, suhu anjlok drastis, aliran energi spiritual membeku, dan keheningan yang mencekam menyelimuti segala makhluk.
Sesosok tubuh tinggi dan gagah melangkah perlahan keluar dari aula utama yang terletak di bagian terdalam Istana Surgawi.
Dustin Heng mengenakan jubah putih keperakan yang bersih dan suci layaknya Dewa Penjaga Alam; wajahnya tampak muram dan penuh amarah, sementara sorot mata serta alisnya memancarkan akumulasi kemarahan, kewaspadaan, dan niat membunuh yang telah memendam selama berbulan-bulan hingga ke sumsum tulang.
Dalam pertempuran di Alam Rahasia Ujian Surgawi beberapa bulan lalu, ia kehilangan klon jiwanya dan menanggung malu yang luar biasa.
Setelah itu, Dave berulang kali menjarah sumber dayanya, menghancurkan benteng pertahanannya, menghasut bawahannya, dan menggagalkan rencana-rencana jangka panjangnya—serangkaian peristiwa yang masing-masing berakibat fatal dan menyakitkan, memicu kebencian begitu mendalam hingga ia berhasrat melenyapkan Dave untuk selamanya.
Di belakangnya, ratusan Inspektur Penjaga perbatasan Alam bersenjata lengkap berdiri dalam formasi—baju zirah mereka berkilauan, senjata mereka diselimuti hawa dingin, dan aura mereka memancarkan ketegasan serta wibawa yang mengintimidasi.
Puluhan komandan Pengawal Penjaga perbatasan Alam, yang memiliki tingkat kultivasi tinggi, memancarkan aura yang berat dan tenang, siap untuk menyerang kapan saja.
Di sisi mereka berdiri tujuh atau delapan tetua sekte senior; masing-masing memiliki dasar kultivasi yang kokoh di puncak Surga ke-26, dengan fondasi yang kuat dan kemampuan mematikan yang terasah oleh pengalaman.
Di sekeliling Dustin Heng, "Kekuatan Ilahi Tatanan" yang murni milik seorang Penguasa Dewa Abadi Tingkat Enam menyebar keluar bagaikan kekuatan fisik yang nyata; Pola-pola Dao berwarna perak melilit tubuhnya dalam aliran tiada henti; setiap untaiannya mengandung otoritas ortodoks tatanan kosmis—yang mampu menekan segala hukum dan bahkan membelenggu langit itu sendiri.
Ia mengendalikan energi spiritual dari urat nadi bumi serta hukum langit dan bumi di seluruh puncak utama; tekanan yang mengerikan menghantam turun, membuat cakrawala melengkung, meliuk, dan terdistorsi.
Pandangannya tetap tertuju tajam pada Dave yang berada di kehampaan, dengan niat membunuh yang berkecamuk hebat di matanya—seolah ia ingin mencabik-cabik pria itu dan melahapnya bulat-bulat—sembari melontarkan kata-kata yang dinginnya menusuk hingga ke tulang:
"Dave Chen... Kau benar-benar berani menginjakkan kaki di wilayah Sekte Tianshu-ku?"
"Oh.... Jadi, Tuan Pengawas ternyata sudah belajar cara memaki...? Tua bangke omon omon.."
Dave menyeringai—ekspresinya memancarkan aura nakal dan tanpa beban. Ia sama sekali tidak menunjukkan rasa takut menghadapi tekanan luar biasa dan niat membunuh yang mengerikan dari sang Penguasa Abadi; nada bicaranya sarat dengan nada mengejek. "Sepertinya kau mengalami kemajuan pesat setelah sekian lama berurusan denganku."
"Tapi kemampuan memaki mu sungguh menyedihkan—terasa hambar dan sama sekali tidak menggigit. Lain kali, aku harus mengajarimu beberapa kalimat makian yang benar-benar kejam."
Mendengar kata-kata itu, ekspresi para inspektur dan tetua yang berdiri di belakang Dustin Heng langsung membeku.
Banyak dari mereka merasa bibir mereka berkedut tak terkendali; mereka ingin tertawa namun takut memancing kemarahan Dustin Heng, sehingga terpaksa menahannya, berdiri kaku dalam dilema yang menyiksa.
Wajah Dustin Heng menjadi hitam pekat seperti dasar panci dan kelam bagaikan langit saat badai, sementara cahaya ilahi Tatanan yang berputar di sekelilingnya bergolak hebat dan meluap dengan amarah yang meledak-ledak.
Energi spiritual langit dan bumi yang sebelumnya tenang seketika meledak; tekanan mengerikan kembali melonjak, menyebabkan kehampaan di sekitarnya berdengung dan bergetar hebat:
"Kau menghancurkan Alam Rahasia Ujian Surgawi-ku, memutus klon jiwa asalku, menjarah perbekalan patroli wilayahku, membakar pos terdepan di luar wilayahku, dan menghasut para kultivator di bawah pengawasanku untuk membelot! Atas setiap tindakan ini, kejahatanmu tak termaafkan!"
Ia mengucapkan setiap kata dengan sengaja diperlambat—setiap suku kata sarat dengan niat membunuh, setiap kalimat menyembunyikan ketajaman yang mematikan—sementara tekanan luar biasa dari kultivasinya yang telah ditempa selama ribuan masa terpancar sepenuhnya: "Jika hari ini kau bisa melangkah keluar dari wilayah Sekte Tianshu bahkan hanya sejauh setengah kaki dalam keadaan hidup, maka seluruh kultivasi yang telah aku, Dustin Heng, kumpulkan selama puluhan ribu tahun akan menjadi sia-sia belaka!"
" Oh ya... Kultivasi puluhan ribu tahun...? Hahaha..."
Dave mengangkat alisnya dan terkekeh dengan nada meremehkan. Dia menepuk dadanya sendiri, nadanya lantang dan mendominasi: "Apa sebenarnya yang kau kultivasikan selama puluhan ribu tahun itu?"
"Kau mengultivasi seni mempertahankan kekuasaan dan menjadi kaki tangan tirani! Kau mengultivasi praktik memenjarakan para kultivator dan memangsa rakyat jelata!"
"Kau mengultivasi kebiasaan bertindak sewenang-wenang di Surga ke-26 dan berbuat sesuka hati, semua itu karena kau mendapat dukungan dari ordo 'Penjaga Tatanan'!"
"Kau mengubah kultivasi Jalan Kebenaran menjadi skema untuk menumpuk kekayaan dan memperlakukan para kultivator di seluruh penjuru surga layaknya babi dan anjing di dalam kandang; segala ilmu kultivasi kunomu itu benar-benar sia-sia belaka!"
"Wakakaka..."
" Hahaha..."
" Anjaaayy... Tua bangke omon omon kena mental..."
Lebih dari tiga ratus kultivator yang menyertainya serentak tertawa terbahak-bahak; suara itu mengguncang langit dan bergema di seluruh hamparan alam liar.
Travis menepuk perutnya, tertawa tak terkendali sembari berseru lantang bahwa itu adalah pidato yang sungguh memuaskan;
Chamakh menyunggingkan senyum sinis yang kejam dan bengis, sementara niat membunuh di matanya kian menguat;
Mata Robert berbinar penuh semangat; dengan rasa kagum, ia mengacungkan jempolnya, wajahnya memancarkan rasa hormat yang mendalam.
Merasa dipermalukan dan dihina di depan umum, Dustin Heng begitu murka hingga energi spiritualnya bergejolak kacau dan hati Dao-nya terguncang; ia nyaris meledak dalam serangan dahsyat untuk menghancurkan semua orang yang hadir di sana.
Tepat pada saat ini, seorang pria tua berjubah putih—dengan tubuh kurus dan wajah yang dimakan usia—melangkah keluar dari belakangnya.
Orang tua itu mengenakan jubah ilahi berwarna putih keperakan yang disulam dengan pola-pola rumit tatanan kosmis; auranya terasa mendalam dan agung. Saat ia melepaskan kekuatan kultivasi Tingkat Kelima sebagai Penguasa Dewa Abadi, riak energi bergolak di kehampaan sekitarnya, menciptakan suasana yang terasa menusuk sekaligus megah.
Dia adalah Esteban Xuan, Tetua Penegak Disiplin Sekte Tianshu. Bertugas menegakkan aturan hukum sekte serta menumpas ajaran sesat dan pemberontakan, ia dikenal sebagai sosok yang sangat keras, tanpa ampun, dan memegang teguh prinsip ketidakberpihakan.
Reputasinya di seluruh Surga ke-26 begitu besar hingga sekadar menyebut namanya saja sudah menebar ketakutan di hati para kultivator biasa.
Tatapan Esteban Xuan dingin dan tajam saat ia mengunci pandangan pada Dave; nadanya angkuh, dingin, dan merendahkan: "Mengapa Ketua membuang-buang napas untuk bocah bau yang bodoh dan bermulut tajam seperti dia?"
"Seorang penganut ajaran sesat tingkat rendah berani bertindak semena-mena di tanah suci Sekte Tianshu?"
"Aku sendiri yang akan menangkapnya, mencabut lidahnya, dan menghancurkan fondasi Dao-nya. Mari kita lihat bagaimana dia masih bisa bersikap kurang ajar dengan lidah tajamnya itu, atau menghina keagungan aliran ortodoks kita!"
Dave mengangkat pandangannya dan melirik pria itu dengan sikap santai dan acuh tak acuh; pembawaannya tampak malas namun terselip nada ejekan yang meremehkan: "Siapa kau? Sedang mengantre untuk audisi drama?"
Wajah Esteban Xuan menjadi gelap saat ia berkata dengan dingin: " Ndas mu... Aku Esteban Xuan, Tetua Aula Disiplin Sekte Tianshu!"
"Tugasku adalah menghukum para pemberontak dan melenyapkan penganut ajaran sesat! Sepanjang hidupku, aku telah melihat tak terhitung banyaknya pembangkang angkuh sepertimu, dan tanpa kecuali, mereka semua—"
"Baiklah, baiklah, cukup dengan omong kosong mu itu."
Dave melambaikan tangan untuk memotong pembicaraan, tampak sangat tidak sabar; nadanya meremehkan namun berani. "Bisakah kau, fosil tua, menghilangkan kebiasaan itu..? "
" Tidak bisakah kalian para orang tua kolot mengubah cara berpikir kalian?""
"Kalau mau bertarung, ya bertarung saja; kalau mau menyerang, serang saja. Mengapa harus mengumumkan gelar, menyebutkan nama, dan mengoceh omong kosong—mengulur-ulur waktu seperti aktor di panggung sandiwara?"
"Kalau kita mau bertarung, mari kita selesaikan dengan cepat. Jangan menghambatku menagih uang sewa."
Dipermalukan dan dibungkam di depan umum, wajah Esteban Xuan memerah padam; darahnya mendidih dan amarah menguasai dirinya. Selama puluhan ribu tahun hidupnya, ia belum pernah diremehkan atau dihina sedemikian rupa oleh seorang junior.
Dia tertawa di tengah amarahnya, niat membunuh berkobar di matanya: " Hahaha... Hebat! Bocah laknat yang benar-benar sombong!
"Hari ini, aku akan membiarkanmu menyaksikan secara langsung kekuatan seorang Penguasa Dewa Abadi ortodoks! Keagungan kekuatan penghukuman Sekte Tianshu!"
Bahkan sebelum kata-katanya usai, cahaya ilahi Tatanan meledak di sekelilingnya; energi spiritual berwarna putih keperakan menderu bagaikan guntur, dan tak terhitung banyaknya rune Dao Tatanan yang rumit serta setajam silet memadat dan saling menjalin di hadapannya.
Dia mengerahkan seluruh kekuatan tempur puncak Penguasa Dewa Abadi Tingkat Kelima tanpa menahan diri, mengubah energinya menjadi lapisan-lapisan batasan mematikan sembari mengangkat tangan untuk mengaktifkan teknik pembunuh yang ditujukan untuk menundukkan Dave.
Namun, tepat saat energi spiritualnya mencapai puncak dan teknik pembunuh itu hendak terwujud—
Wuuzzzz....
Sosok Dave tiba-tiba menjadi samar dan lenyap dalam sekejap mata!
Tidak ada tanda-tanda teleportasi, tidak ada riak energi spiritual, tidak ada gangguan pada kehampaan, bahkan tidak ada jejak aliran hukum spasial yang terlihat.
Di mata semua orang yang menyaksikan, sosok Dave seolah lenyap begitu saja ke udara kosong tanpa meninggalkan jejak; kecepatannya melampaui dimensi dan di luar nalar—benar-benar seperti hantu dan tak terbendung.
Sesaat kemudian, sosok Dave tiba-tiba muncul kembali di udara kosong, hanya berjarak tiga kaki darinya.
Dia berada dalam jangkauan tangan Esteban Xuan—cukup dekat untuk mendengar napasnya—dengan senyum santai yang masih tersungging di bibirnya.
Namun, di telapak tangannya, sebuah bola cahaya berwarna kelabu kehitaman—yang tampak biasa saja namun menyimpan energi yang dipadatkan hingga batas maksimal—telah terbentuk secara diam-diam.
Ini adalah inti murni dari Esensi Kekacauan, yang menyatu dengan esensi Dao pamungkas dari kekuatan melahap.
Bola itu tidak memicu fenomena yang mengguncang bumi ataupun memancarkan tekanan yang menindas, namun menyimpan kekuatan mengerikan yang mampu mengurai segala teknik, melahap tatanan itu sendiri, dan menghancurkan fondasi Dao; semakin padat dan terkendali energinya, semakin dahsyat dan tak terbendung pula daya mematikannya.
Pupil mata Esteban Xuan menyusut hingga seukuran ujung jarum, jantungnya mencelos hebat, dan hawa dingin yang mencekam serta mematikan seketika menjalar ke seluruh tubuhnya!
Sepanjang hidup yang dihabiskan dalam berbagai pertempuran dan pembantaian yang tak terhitung jumlahnya, ia belum pernah menghadapi ancaman mematikan yang begitu aneh, begitu menyesakkan, dan begitu mustahil untuk ditangkis.
Tidak ada waktu untuk merasa terkejut, berpikir, ataupun menghindar, ia mengerahkan segenap energi spiritual dan fondasi Dao-nya, memusatkan seluruh kekuatan "Kekuatan Ilahi Tatanan" miliknya—yang berada di puncak tingkat Penguasa Dewa Abadi Peringkat Kelima—di hadapannya.
Nguuung ....
Sebuah perisai Kekuatan Ilahi Tatanan yang tebal dan kokoh, berkilau dengan cahaya putih keperakan, seketika terbentuk; permukaannya dipenuhi oleh rune Dao kuno tentang tatanan yang berlapis-lapis, menciptakan pertahanan yang luar biasa tangguh.
Perisai itu memiliki kekuatan pertahanan puncak seorang Penguasa Abadi Peringkat Kelima, mampu menahan serangan penuh dari kultivator setingkat serta membalikkan serangan mematikan dari kemampuan ilahi tingkat tinggi.
"Hanya seorang junior yang mencoba menghancurkan perisai ilahi ortodoks milikku? Sungguh angan-angan kosong!"
Esteban Xuan berteriak dengan tegas, matanya memancarkan keyakinan mutlak dan nada meremehkan.
Namun, tepat pada saat berikutnya, sebuah pemandangan yang melampaui nalar pun terjadi.
Dave mendorong bola kekacauan yang berada di telapak tangannya secara perlahan—tanpa terburu-buru dan tanpa kesan mencolok, jauh dari aura yang mengguncang bumi ataupun gelombang kejut yang dahsyat.
Wuuzzzz....
Rasanya seperti setetes air mendidih yang mengenai lapisan es tipis; Perisai Ilahi Tatanan yang tebal dan kokoh itu seketika kewalahan menghadapi Esensi Kekacauan Primordial. Rune-rune Dao yang terukir di permukaannya meluruh, retak, dan musnah dalam sekejap mata.
Perisai tangguh itu hancur lapis demi lapis dan remuk sedikit demi sedikit tepat di depan mata—tanpa memberikan perlawanan berarti, tanpa memberi celah bagi kebuntuan pertarungan.
Bola kekacauan itu melesat dengan momentum yang tak terbendung, merobek jubah pelindung, menembus meridian, serta menghantam tulang dan organ dalam, sebelum akhirnya menghujam dengan presisi sempurna tepat ke inti fondasi Dao Dantian milik Esteban Xuan.
Dalam sekejap, waktu seolah berhenti berputar.
Segala gerakan Esteban Xuan, kekuatan spiritualnya, dan raungannya membeku di tempat.
Matanya terbelalak lebar, dipenuhi rasa terkejut yang luar biasa, kebingungan, dan ketidakpercayaan; bibirnya gemetar hebat, namun tak ada suara yang keluar darinya.
Dia bisa merasakan dengan jelas bahwa kekuatan spiritual tatanan yang telah ia kultivasikan selama puluhan ribu tahun—beserta fondasi Dao yang mengakar kuat, esensi jiwanya, dan hasil kultivasi seumur hidupnya—sedang dilahap dengan rakus, dilucuti lapis demi lapis, dan dilarutkan sepenuhnya oleh Esensi Kekacauan Primordial.
Mulai dari dantian hingga meridiannya, dari daging dan darah hingga jiwanya, serta dari esensi dasarnya hingga kekuatan yang telah ia kumpulkan—semuanya runtuh dan musnah total, tanpa ada bagian yang tersisa.
Kraaak...
Creezz...
Creezz....
Tubuhnya yang gagah, bagaikan patung pasir yang terkikis oleh zaman, mulai hancur lapis demi lapis dan meluruh inci demi inci dimulai dari dadanya, berubah menjadi jutaan bintik kecil berkilauan yang terbawa angin, lalu lenyap tak berbekas.
Tidak ada cipratan darah yang mengerikan, tidak ada ledakan dahsyat yang mengguncang bumi, bahkan tidak ada sisa aura yang tertinggal.
Tetua Disiplin Sekte Tianshu yang berwibawa—seorang ahli tingkat puncak di ranah Penguasa Dewa Abadi Peringkat Kelima sekaligus ahli veteran yang telah mendominasi Surga Kedua Puluh Enam selama puluhan ribu tahun—telah tewas dan musnah sepenuhnya dalam sekejap mata!
Dave menarik kembali telapak tangannya; ujung jarinya bersih, tanpa noda debu sedikit pun.
Dia meniup ujung jarinya dengan santai—seolah menepis debu yang sebenarnya tidak ada—lalu berbalik menatap lebih dari tiga ratus kultivator yang berdiri terpaku di belakangnya. Dia menyeringai, nadanya terdengar santai dan acuh tak acuh:
"Apa kalian melihatnya? Dengan tingkat kekuatan seperti itu, dia berani-beraninya menjadi Tetua Kedisiplinan? Dia bahkan tidak sanggup menahan satu serangan santai dariku; dia hanyalah seorang penipu, orang tak berguna yang hanya menunggu ajalnya tiba."
"Yeaaah..."
" Tuan muda jago..."
" Luar binasa... Eh luar biasa..."
Setelah keheningan yang mencekam sesaat, sorak-sorai gemuruh meledak, mengguncang langit dan bumi!
Lebih dari tiga ratus kultivator diliputi adrenalin yang meluap-luap dan kegembiraan luar biasa; raungan dan teriakan mereka menggema ke seluruh penjuru dunia.
Travis berteriak sekuat tenaga, "Tuan Muda Chen adalah legenda!"—suaranya begitu menggelegar hingga memekakkan telinga;
Ekspresi kepuasan yang buas akhirnya muncul di wajah jahat Chamakh, meluapkan niat jahat yang selama ini ia pendam;
Robert melompat kegirangan, matanya memerah dan tangannya mengepal erat; hatinya berkobar dengan hasrat membara untuk mengikuti sosok yang kuat dan meruntuhkan tatanan lama.
Di puncak utama, ekspresi Dustin Heng berubah drastis!
Dia menatap tajam ke arah sosok tenang Dave yang berdiri melayang di udara; kemarahan di matanya kini sepenuhnya berganti dengan kewaspadaan yang kelam dan mendalam.
Esteban Xuan adalah orang kepercayaan dan tangan kanannya; sebagai Penguasa Abadi Tingkat Kelima, dia mewakili kekuatan tempur papan atas di seluruh Surga ke-26, melampaui para leluhur dari berbagai sekte yang tak terhitung jumlahnya.
Namun kini, dia tewas seketika hanya oleh satu serangan santai dari Dave—lenyap dalam sekejap mata tanpa kesempatan sedikit pun untuk melawan atau membalas.
Kemampuan tempur bocah ini telah melonjak drastis—jauh melampaui peningkatan beberapa kali lipat saja—sejak pertempuran di Alam Rahasia Ujian Surgawi beberapa bulan yang lalu!
" Ayo... Siapa lagi...?"
Dave berdiri tegak dengan tangan bertolak pinggang, jubah abu-abunya berkibar hebat ditiup angin kencang di ketinggian; dia memancarkan aura angkuh layaknya seorang petarung jalanan yang sedang mencari lawan untuk berkelahi.
Suaranya menggelegar bagaikan guntur, bergema ke seluruh wilayah Sekte Tianshu: "Kalian para tetua bangka kolot... bukankah pamer kekuasaan dan menindas orang lain dengan mengandalkan senioritas adalah kegemaran kalian?"
"Siapa lagi yang ingin keluar dan menceramahi, atau mencoba menghancurkan diriku ini? Berbarislah dan majulah—biar kuhadapi kalian semua, satu per satu!"
Sombong, mendominasi, dan sama sekali tak terkendali!
Setiap kata bagaikan tamparan keras di wajah Sekte Tianshu; setiap suku kata sarat akan penghinaan terhadap tatanan yang telah mapan!
"Bocah kurang ajar... Bangsat..."
Sebuah raungan kuno yang menggema—penuh dengan bobot usia yang tak terhitung lamanya—meledak dari kedalaman Istana Surgawi, memecah awan di langit.
Seorang pria tua berambut dan berjanggut putih salju, mengenakan jubah agung berhias perak dan emas, melangkah maju perlahan. Ia memiliki aura yang menjulang tinggi dan mengesankan; ekspresinya tegas dan khidmat, matanya tajam bagaikan kilat, dan ia memancarkan aura penuh wibawa layaknya penguasa tertinggi yang telah bertahta selama ribuan masa.
Kekuatan mengerikan dari kultivasi Penguasa Dewa Abadi Tingkat Keenam miliknya meledak sepenuhnya; gelombang kekuatan "Tatanan" membanjiri langit, menyebabkan kehampaan cakrawala melintir, runtuh, dan bergetar hebat diiringi dengungan dalam akibat intensitas kekuatannya yang luar biasa.
Pria ini tak lain adalah Domingo Xuan, Tetua Agung Sekte Tianshu!
Tingkat kultivasinya hanya terpaut sangat tipis di bawah Dustin Heng; setelah mengasah kultivasi Penguasa Dewa Abadi Tingkat Keenam selama puluhan ribu tahun, ia memiliki fondasi yang mendalam, pengalaman tempur yang matang, serta wibawa yang luar biasa—berdiri sebagai pilar kekuatan dan penopang stabilitas bagi Sekte Tianshu.
Cahaya ilahi yang melambangkan hukum Tatanan memadat di sekelilingnya membentuk zirah tebal dan nyata, menyelimuti tubuhnya lapis demi lapis. Setiap keping pelindung diukir dengan pola kuno Tatanan Dao Surgawi, memberinya pertahanan tak tertandingi dan aura yang benar-benar menekan.
Tatapan Domingo Xuan sedingin embun beku, terkunci rapat pada sosok Dave. Setiap kata yang terucap terasa seberat guntur, dan setiap kalimat memancarkan wibawa agung layaknya sebuah penghakiman: "Dasar bocil pendatang baru yang dungu... Kau telah membunuh seorang tetua sekteku, menghina martabat Penjaga Alam Semesta, dan menggoyahkan fondasi ortodoksi surga!"
"Hari ini, aku sendiri yang akan melenyapkanmu—si pembangkang sesat ini—demi menegakkan Jalan Surgawi dan memulihkan ketertiban di seluruh alam semesta!"
" Hadeeeh... Satu lagi orang yang sibuk memamerkan riwayat hidupnya."
Dave menghela napas pasrah lalu menoleh ke arah orang-orang di belakangnya seraya berkata, "Kalian sadar tidak? Fosil-fosil tua bangke seperti kalian punya kebiasaan buruk yang sama saat bertarung: kalian harus menyebutkan gelar resmi dan senioritas kalian sebelum bergerak, karena takut tidak ada yang tahu siapa kalian."
"Aku curiga kalian takut jika kalian mati, tidak ada yang akan mengenali atau mendirikan batu nisan bagi kalian—yang pastinya akan sangat memalukan."
"Benar sekali..."
Travis segera menimpali dengan suara menggelegar, "Mereka hanya takut dilupakan setelah mati! Itu semua cuma aksi pamer belaka!"
Dave mengangguk tanda setuju sepenuhnya, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Domingo Xuan yang sedang murka. Sorot matanya seketika berubah dari kesan santai dan mengejek menjadi tatapan tajam yang mengiris layaknya silet: "Hei tua bangka, sudah selesai omong kosongnya? Apa kau sudah siap?"
" Hahaha... bocah dungu..." Domingo Xuan tertawa dalam kemarahan yang memuncak, matanya berkilat memancarkan niat membunuh yang mengerikan. Tanpa sepatah kata pun lagi, tangannya bergerak cepat merangkai segel!
Nguuung....
Dia mengerahkan, mengumpulkan, dan memadatkan kekuatan tatanan alam semesta dari seluruh cakrawala. Energi spiritual langit dan bumi dalam radius seratus mil melonjak dahsyat, mengalir deras langsung ke kedua telapak tangannya.
Cahaya putih keperakan yang tak terbatas melesat ke angkasa, lalu memadat menjadi pedang tatanan raksasa—membentang sepanjang seratus zhang dan membelah langit!
Bilah raksasa itu berkilauan dengan ribuan rune tatanan kuno; cahayanya terasa menusuk, niat membunuhnya begitu mencekam, dan kehadirannya terasa sangat berat dan menekan.
Dengan mengerahkan kekuatan tempur puncak seorang Penguasa Dewa Abadi Tingkat Enam dan otoritas ortodoksi surgawi, satu serangan saja mampu membelah gunung dan sungai, memutus aliran energi bumi, menghancurkan kehampaan, dan meluluhlantakkan pasukan pemberontak!
Dibandingkan dengan "Pedang Besar Tatanan" yang pernah dimunculkan Dustin Heng di Alam Rahasia Ujian Surgawi, serangan ini memiliki kekuatan lebih besar, fondasi yang lebih dalam, dan niat membunuh yang jauh lebih ganas—cukup untuk membunuh seketika kultivator mana pun yang berada di bawah tingkat Penguasa Dewa Abadi Tingkat Enam.
Bahkan seorang ahli yang setara pun, jika lengah sedikit saja, bisa terluka parah dan fondasi Dao-nya hancur lebur akibat satu serangan ini!
"Pedang Tatanan Penakluk Surga—basmi semua kaum sesat!"
Domingo Xuan berteriak tegas sembari mengangkat tangannya dan menghempaskan pedang itu ke bawah!
Pedang raksasa sepanjang seratus zhang itu menghujam turun dengan momentum mengerikan yang mampu menghancurkan segala sesuatu di jalurnya; pedang itu merobek langit dan membelah lautan awan, memancarkan aura otoritas ortodoks yang tiada tanding.
Pedang itu menebas ganas ke arah Dave!
Di mana pun mata pedang itu melintas, kehampaan retak berlapis-lapis, angin kencang musnah seketika, dan langit serta bumi pun bergetar hebat!
Menghadapi serangan mematikan ini—yang mampu meluluhlantakkan wilayah seluas sepuluh ribu li—Dave tidak menghindar ataupun mundur. Ia tetap berdiri teguh dengan ekspresi tenang dan terkendali, tanpa sedikit pun rasa takut atau keraguan.
" What... Tatanan ortodoks? Di hadapan Irama Dao Kekacauan milikku, itu hanyalah ilusi belaka."
Saat kata-kata itu terucap lembut, Dave mengangkat tangannya dan mengepalkan tinju ke arah langit!
Duaaaarrrr....
Kekacauan Primordial dan Irama Dao Pelahap seketika melonjak liar, meledak dengan kekuatan penuh!
Arus besar energi spiritual berwarna kelabu kehitaman menyembur keluar, berputar cepat, memadat, dan terkompresi di dalam telapak tangannya, lalu seketika berubah menjadi pusaran pelahap hitam pekat berdiameter puluhan *zhang*.
Pusaran itu berputar dengan kecepatan tinggi, sedalam dan semengerikan lubang hitam; kekuatan pelahap yang ekstrem menyebar luas, menelan seluruh langit.
Ia mampu melahap segalanya, mengonsumsi segala teknik, melarutkan segala tatanan, dan menyerap segala energi spiritual!
Bersambung...
Ucapan Terima Kasih
Buat rekan sultan Taois " Dikwan Septiawan " yang selalu mendukung & mentraktir mimin, mimin mau ngucapin terimakasih buat traktiran nya...🙏☺️🙏
Alhamdulillah bisa beli paket internet dan kopi lagi 😁
Semoga semakin panjang, kokoh dan besar segalanya dan berkah selalu
Lanjut icikiwir.. 😁🏃
#Salam_kultivasi_ganda 🙏🙏









