Perintah Kaisar Naga. Bab 7097-7100
* Rencana Cadangan *
"Tuan muda..."
Suara Robert begitu parau hingga nyaris tak terdengar. "Apakah orang-orang ini... masih bisa diselamatkan?"
Dave tidak segera menjawab.
Kesadaran ilahinya telah menembus bagian dalam tungku, merasakan esensi para kultivator di dalamnya yang sedang bergolak hebat.
Sesaat kemudian, ia berkata: "Sebagian besar esensi mereka telah dimurnikan; memulihkan kesadaran mereka secara utuh hampir mustahil dilakukan."
"Namun, jika mereka dikeluarkan dari tungku tepat waktu dan dipelihara dengan kekuatan Esensi Kekacauan milikku, mungkin saja jiwa mereka yang terpecah-belah dapat diselamatkan dan tubuh fisik mereka dibangun kembali melalui cara lain di masa depan."
Ia berhenti sejenak, nadanya berubah lebih dingin: "Tapi syarat utamanya adalah tungku ini harus dibongkar terlebih dahulu."
Begitu ia selesai bicara, tekanan yang mengerikan meledak dari kedalaman tungku.
Tekanan itu berwarna putih keperakan dan sedingin es, kuno serta murni, memancarkan aura ketidakpedulian mutlak yang seolah memandang rendah segala sesuatu.
Seluruh ruang itu berguncang hebat, dan rune ilahi tatanan di langit-langit berkubah menyala secara bersamaan, mengencang layaknya jaring raksasa.
Api putih keperakan di dasar tungku berkobar hebat, dan sesosok bayangan raksasa yang samar muncul dari tengahnya.
Sosok itu mengenakan jubah ilahi berwarna gelap; ekspresinya tegas, dan matanya bagaikan bintang-bintang yang dingin.
Itu adalah pecahan jiwa Dustin Heng—jauh lebih padat, kuat, dan mendekati wujud asli Sang Penjaga Tatanan dibandingkan pecahan jiwa yang pernah ditemui di Surga ke-25.
"Dave Chen.... Bocil keparat..."
Bayangan itu berbicara, suaranya terdengar seolah berasal dari gletser abadi, membawa hawa dingin yang menusuk tulang. "Kau benar-benar datang. Tuan ordo Penjaga Tatanan sudah lama meramalkan bahwa kau akan memasuki Alam Rahasia Ujian Surgawi."
"Tungku ini adalah jebakan yang disiapkan khusus untukmu."
Dave berdiri di hadapan tungku, Esensi Kekacauan berwarna kelabu-ungu bergolak di sekelilingnya, menangkis tekanan Tatanan luar biasa yang menghujam turun dari langit. Dia mengangkat pandangannya ke arah sosok bayangan itu, nadanya tenang: "Entah itu jebakan atau kuburan—tidak ada bedanya. Kau tidak bisa menghentikanku."
Sosok bayangan pecahan jiwa Dustin mencibir dan melambaikan tangannya. Seluruh tungku bergetar hebat saat miliaran Api Ilahi Tatanan berwarna putih keperakan menyembur keluar dari mulutnya, berubah menjadi ular piton api raksasa yang menerjang ke bawah untuk melahap Dave.
Di dalam kobaran api itu terkandung esensi dari puluhan ribu kultivator; setiap jilatan api membawa dendam dan ratapan terakhir para korban, serta ditenagai oleh kekuatan destruktif yang bersifat korosif.
Dave mengangkat tangannya, dan bayangan semu Kuali Shennong muncul melayang di atas kepalanya.
Inti Emasnya mengembang, mewujud menjadi tirai emas yang terasa lembut namun sekaligus mendominasi, sepenuhnya menahan laju api putih keperakan tersebut.
Saat Api Ilahi Tatanan menghantam tirai emas itu, terdengar suara desis nyaring; dua kekuatan yang sangat berbeda berbenturan hebat di udara, saling memusnahkan dan melenyapkan satu sama lain.
"Robert!"
Dave berseru dengan suara rendah dan penuh wibawa, "Bawa semua orang kembali ke pintu masuk lorong dan jaga jalur mundur."
"Aku akan menghadapi apa pun yang ada di dalam tungku itu."
Robert mengertakkan gigi; tanpa banyak tanya, dia berbalik dan memimpin belasan kultivator kembali ke pintu masuk, lalu membentuk formasi pertahanan di sana.
Dave melangkah mantap menuju tungku itu, seorang diri.
Sosok bayangan pecahan jiwa Dustin melangkah keluar dari kobaran api, mengerahkan kekuatan penuh seorang Penguasa Abadi Tingkat Enam tahap puncak. Simbol-simbol Tatanan di seluruh ruangan bawah tanah itu menyala serentak, melilit ke arah Dave bagaikan rantai yang tak terhitung jumlahnya.
Dave menggunakan pecahan Poros Roh Surgawi untuk memanipulasi Hukum Ruang, membekukan, melucuti, dan menghancurkan rantai-rantai Tatanan itu lapis demi lapis.
Kedua kekuatan itu berbenturan dengan suara gemuruh yang menggelegar di dalam gua bawah tanah tersebut.
Esensi Kekacauan milik Dave melonjak bagaikan gelombang pasang yang dahsyat, melahap, memurnikan, dan menyerap kekuatan berbasis Tatanan milik pecahan jiwa Dustin untuk memperkuat dirinya sendiri.
Di tengah pertarungan sengit itu, aura pecahan jiwa Dustin perlahan meredup; kekuatannya merosot tajam dari puncak ranah Penguasa Abadi Tingkat Keenam turun ke Tingkat Kelima, lalu ke Tingkat Keempat.
Namun, Dave juga harus menanggung akibatnya; Esensi Kekacauan miliknya terkuras dengan cepat, rasa sakit yang menyengat dan membakar mulai menjalar di sepanjang meridiannya, sementara energi internalnya bergejolak hebat.
Tepat saat ia hendak menghancurkan pecahan jiwa Dustin, sebuah cahaya putih keperakan yang menyilaukan tiba-tiba memancar dari dalam tungku.
Cahaya itu terasa jauh lebih kuno dan murni dibandingkan pecahan jiwa Dustin, menyimpan kekuatan mengerikan yang melampaui ranah Penguasa Abadi.
Itu adalah tindakan pencegahan yang ditinggalkan oleh Sang Penjaga Tatanan di dalam tungku tersebut.
Sebuah pilar cahaya putih keperakan melesat keluar dari inti tungku, menghantam tepat di dada Dave.
Berkas cahaya itu seketika menembus, mencabik, dan melenyapkan esensi kacau yang menyelimuti Dave; rasanya seolah-olah ia dihantam langsung oleh palu raksasa kuno, membuatnya terlempar ke belakang dan menghantam keras dinding batu di mulut lorong.
Benturan itu menciptakan cekungan sedalam beberapa zhang pada permukaan batu, serta membuat serpihan batu berhamburan ke segala arah.
"Tuan muda..."
Robert berseru panik.
Dave bangkit dari reruntuhan, dengan sedikit darah berwarna kelabu keunguan mengalir dari sudut mulutnya.
Jubahnya robek di bagian dada, memperlihatkan bekas luka bakar berwarna putih keperakan yang tercetak jelas di kulitnya. Luka bakar itu cukup dalam, menghanguskan daging dan meridiannya, disertai sisa-sisa energi Tatanan yang merembes menuju tepian dantiannya.
Auranya tampak kacau, dan aliran esensi kacaunya menjadi lambat.
Kekuatan berkas cahaya putih keperakan itu jauh melampaui perkiraannya.
Tindakan antisipasi yang ditinggalkan oleh Sang Penjaga di dalam tungku itu memiliki kekuatan tempur setara dengan setidaknya Tingkat Ketujuh Alam Penguasa Abadi; meskipun hanya berupa satu serangan mendadak, kekuatannya cukup dahsyat untuk melukai parah kultivator mana pun yang berada di bawah Tingkat Keenam Alam Penguasa Abadi.
Dave telah menahan serangan itu menggunakan esensi kacaunya; meski berhasil selamat, meridiannya rusak, esensinya terluka, dan dantiannya terguncang, yang menyebabkan kemampuan tempurnya merosot tajam hingga hampir tiga puluh persen untuk sementara waktu.
Bayangan jiwa terpisah milik Dustin melangkah perlahan keluar dari kobaran api, dengan senyum dingin tersungging di wajahnya: "Tuan Penjaga Tatanan berkata bahwa kau menyimpan terlalu banyak rahasia dan terlalu banyak kartu as tersembunyi."
"Itulah sebabnya beliau secara khusus meninggalkan satu serangan di dalam tungku ini. Serangan ini dipersiapkan khusus untukmu."
Dave menstabilkan dirinya dan mengangkat tangan untuk menyeka darah dari mulutnya.
Ia menunduk menatap luka bakar di dadanya, sementara tatapan dingin berkilat tajam di kedalaman matanya yang berwarna ungu.
Luka bakar itu memulih dengan kecepatan yang sangat lambat dan menyakitkan, sementara sisa energi Tatanan terus mengalir di dalam meridiannya, mengacaukan aliran normal esensi kacaunya.
Berbagai strategi melintas cepat di benaknya. Berkas cahaya putih keperakan itu adalah tindakan pengamanan yang ditinggalkan oleh Penjaga Tatanan di inti tungku; jika tidak dihancurkan, ia akan menghadapi serangan kedua saat memasuki tungku tersebut.
Dalam kondisinya saat ini, menahan serangan serupa lainnya kemungkinan besar akan membuatnya terluka parah.
Ia membutuhkan cara untuk melewati mekanisme pertahanan itu.
Tepat pada saat ini, ia merasakan Irama Dao Melahap milik Robert.
Robert berdiri di pintu masuk lorong, kekuatan melahap bergolak di sekelilingnya; meskipun selama bertahun-tahun ditekan oleh belenggu ortodoksi, esensi dari Irama Dao itu tetap sangat murni dan kuno.
Itu adalah salah satu Dao Agung dari zaman purba, yang secara alami memiliki atribut melahap, mengubah, dan menyatukan.
Dave tiba-tiba memikirkan sebuah solusi.
Ia menoleh ke arah Robert dan berkata dengan suara berat, "Robert, bolehkah aku pinjam Irama Dao Melahap milikmu."
Robert sedikit terkejut namun mengangguk tanpa ragu.
Dave mengangkat tangannya dan melakukan gerakan mencengkeram dari kejauhan; Irama Dao Melahap milik Robert tertarik keluar, mengalir bagaikan aliran hitam menuju telapak tangan Dave.
Dave memadukan Irama Da itu dengan Asal-usul Kekacauan miliknya sendiri, membentuk kekuatan yang benar-benar baru—sebuah pusaran berwarna hitam keabu-abuan yang berputar perlahan di telapak tangannya.
Kekuatan ini menggabungkan kemampuan Asal-usul Kekacauan untuk melahap segala teknik dengan esensi transformasi dan penyatuan dari Irama Dao tersebut. Kekuatan ini mampu melahap mekanisme pertahanan Penjaga Tatanan, mengubahnya, dan menyalurkan energinya kembali ke dalam dirinya sendiri.
Dave berbalik menghadap tungku.
Bayangan jiwa terpecah milik Dustin telah menyatu ke dalam tungku; nyala api putih keperakan di dalamnya melonjak hingga beberapa kali lipat intensitas aslinya, dan api ilahi Tatanan yang bergolak di mulut tungku tumpah deras bagaikan tsunami.
Dave melangkah maju untuk menghadapi lautan api yang menghancurkan itu. Pancaran cahaya putih keperakan kembali menyembur dari inti tungku—kali ini jauh lebih dahsyat dan mengerikan dibandingkan sebelumnya.
Dave tidak menghindar ataupun mundur; sebaliknya, ia menghentakkan pusaran berwarna kelabu kehitaman di telapak tangannya ke arah luar dengan tajam.
Pusaran itu berbenturan dengan pilar cahaya putih keperakan diiringi suara dentuman yang menggelegar; seluruh gua bawah tanah berguncang hebat, dan rune ilahi Tatanan yang menghiasi langit-langit melengkung itu pun hancur, terkelupas, lalu musnah.
Namun kali ini, pilar cahaya putih keperakan itu tidak mampu menembus pusaran tersebut.
Pusaran kelabu gelap itu bertindak layaknya jurang tanpa dasar, melahap kekuatan pilar tersebut lapis demi lapis—mengubah, mengasimilasi, dan menyalurkannya kembali untuk memperkuat sang pengguna.
Cadangan kekuatan yang ditinggalkan oleh Sang Penjaga Tatanan terserap sepenuhnya oleh pusaran itu, diubah menjadi esensi murni Dao Surgawi, lalu mengalir kembali melalui meridian Dave menuju dantiannya.
Luka-lukanya pulih dengan kecepatan yang kasatmata; bekas hangus di dadanya sembuh dengan cepat, dan auranya yang sempat kacau kembali stabil.
Esensi Kekacauan Primordial yang bersirkulasi di dalam tubuhnya kini telah menyerap atribut Dao Pelahap, menjadikannya lebih lincah, tangguh, dan tak terbendung.
Bayangan proyeksi jiwa terpecah milik Dustin meronta hebat di dalam pusaran itu sembari melengkingkan raungan penuh penderitaan: "Mustahil... kekuatan Tuan Penjaga Tatanan... beraninya kau melahapnya..."
"Dao Sejati Zaman Kuno mencakup segala sesuatu."
Dave berucap dengan dingin; pusaran di telapak tangannya menyusut hebat, melahap, mencabik-cabik, dan memurnikan pecahan jiwa Dustin sepenuhnya.
Bayangan semu berwarna putih keperakan itu hancur menjadi jutaan kepingan, yang semuanya ditelan oleh pusaran berwarna hitam keabu-abuan, tanpa menyisakan apa pun.
Tanpa dukungan dari pecahan jiwa Dustin, nyala api putih keperakan pada tungku itu tiba-tiba meredup.
Dave melangkah maju dan menghantam dinding tungku dengan telapak tangannya.
Jegeerrrrrr...
Sebuah kekuatan hitam keabu-abuan—perpaduan antara esensi Kekacauan Purba dan Dao Pelahap—merambat mengikuti pola pada dinding tungku, menyebabkannya hancur dan retak; tungku raksasa yang menjulang setinggi sepuluh ribu zhang itu mulai pecah, runtuh, dan ambruk lapis demi lapis dari dalam.
Esensi dari puluhan ribu kultivator yang tersegel di dalamnya menyembur keluar bagaikan air bah, memenuhi seluruh ruang bawah tanah dengan cahaya putih keperakan.
Dave mengerahkan kekuatan purba Kuali Shennong untuk mengumpulkan, memurnikan, dan menenangkan esensi-esensi tersebut.
Sisa-sisa kesadaran di dalam esensi itu dipulihkan oleh cahaya alkimia keemasan Kuali Shennong; meskipun tidak dapat pulih sepenuhnya, jiwa mereka yang rapuh setidaknya terselamatkan dari kehancuran total.
Saat tungku itu runtuh sepenuhnya, seluruh Alam Rahasia Ujian Surgawi berguncang hebat.
Formasi Tatanan di atas altar kehilangan penopang utamanya dan mulai hancur lapis demi lapis.
Retakan-retakan padat muncul di langit di atas alam rahasia itu, membuatnya tampak seperti cermin yang pecah.
Dave melangkah keluar dari reruntuhan tungku yang ambruk; gelombang cahaya hitam keabu-abuan berkecamuk di sekelilingnya, dan auranya jauh lebih dahsyat daripada sebelumnya.
Di dalam tungku itu, ia telah melahap seluruh esensi pecahan jiwa Dustin, kekuatan yang ditinggalkan oleh Penegak Tatanan, serta esensi Dao yang tersisa di dalam esensi puluhan ribu kultivator tersebut.
Basis kultivasinya telah melonjak dari tahap awal Alam Abadi Emas Luo Agung Tingkat Ketujuh hingga ke puncaknya, berhenti tepat sebelum mencapai Tingkat Kedelapan. Namun, ia tidak memiliki waktu untuk menstabilkan napasnya.
Guncangan hebat meletus dari arah lorong; jeda waktu sepuluh tarikan napas yang diberikan Lizzy telah lama berlalu, dan kekuatan penuh Istana Surgawi kini menyerbu masuk ke dalam alam rahasia tersebut.
Ia bisa merasakan ruang di alam itu sendiri sedang dipelintir, disegel, dan ditekan oleh kekuatan yang luar biasa dahsyat.
Itu adalah Dustin—seorang Penguasa Dewa Abadi Tingkat Keenam—yang sedang menerobos masuk dari Istana Surgawi Patroli.
"Pergi."
Dave berseru pelan lalu melesat menuju lorong tersebut.
Robert dan lebih dari belasan kultivator lainnya mengikuti tepat di belakangnya, berlari kencang menuju jalan keluar alam itu.
Di sepanjang jalan, semakin banyak kultivator—mereka yang sedang menunggu pemeriksaan—melihat sosok Dave, kilatan cahaya kelabu-hitam, altar-altar yang hancur, serta langit yang sedang runtuh.
Ada yang berdiri terpaku dalam kebingungan, ada yang melarikan diri karena ketakutan, sementara yang lain secara naluriah berlari mengikuti arah tujuan Dave.
Saat mereka berhasil menerobos keluar dari lorong dan kembali ke pelataran altar, seluruh Alam Ujian telah jatuh ke dalam kekacauan total.
Altar-altar hancur berserakan dalam reruntuhan, Cermin Ilahi telah hancur berkeping-keping, dan sang Penjaga—yang terluka parah—telah lenyap tanpa jejak. Tanpa dukungan formasi, barisan lebih dari seratus Utusan Patroli telah tercerai-berai oleh serbuan kerumunan kultivator.
Lebih dari dua ratus kultivator berlarian ke segala arah, bagaikan kawanan burung yang terbang panik karena terkejut.
Namun, jauh di angkasa alam rahasia tersebut, sebuah penghalang tebal berwarna putih keperakan sedang menutup dengan cepat.
Itu adalah Formasi Tatanan Agung—yang dikendalikan oleh Dustin menggunakan kekuatan Istana Surgawi—yang dirancang untuk menyegel alam tersebut; begitu tertutup rapat, semua orang di dalamnya akan terjebak dan menemui ajal.
Dave mendongak menatap penghalang yang kian menutup itu, sementara kilatan dingin yang tajam berputar di dalam mata ungunya. Dia mengangkat tangannya, dan serpihan Poros Roh Surga melesat keluar dari kedalaman jiwanya, berubah menjadi pilar cahaya kelabu-ungu yang membumbung tinggi menembus angkasa.
Begitu pilar itu menghantam penghalang berwarna putih keperakan, seluruh langit berguncang hebat, dan sebuah celah besar terkoyak pada tirai cahaya yang berkilauan itu.
"Semuanya, keluarlah melalui celah itu!"
Suara Dave menggelegar, bergema ke seluruh penjuru alam rahasia tersebut. Lebih dari dua ratus kultivator menyerbu ke arah celah itu bagaikan gelombang pasang yang deras.
Robert memimpin belasan kultivator di barisan depan, menuntun kelompok yang sempat kebingungan—yang sebelumnya sedang menunggu pemeriksaan—untuk menerobos keluar melalui jalan tersebut.
Dave berdiri di atas reruntuhan altar, menggunakan Sumber Kekacauan untuk menahan celah agar tetap terbuka, sembari memancarkan cahaya keemasan dari Kuali Shennong ke seluruh penjuru alam rahasia; penghalang ini secara efektif menghalangi Penjaga Patroli perbatasan Alam yang berusaha menindak para kultivator yang sedang melarikan diri.
Dengan hancurnya Lonceng Pola Naga, Kuali Shennong kini dapat berfungsi sebagai perisai pelindung sementara.
Namun, tepat saat kelompok kultivator terakhir hendak menerobos celah tersebut, sebuah aura mengerikan memancar dari luar alam rahasia.
Aura itu berkali-kali lipat lebih dahsyat dibandingkan pecahan jiwa Dustin; itu adalah manifestasi kekuatan penuh dari seorang Penguasa Abadi Tingkat Enam. Seluruh cakrawala seolah dicengkeram oleh tangan raksasa tak kasat mata, dan celah itu mulai menyusut dengan cepat.
Wujud asli Dustin telah tiba.
Merasakan tekanan luar biasa yang menyapu masuk bagaikan gelombang pasang, Dave membiarkan senyum tipis tersungging di bibirnya.
Alih-alih menoleh ke arah sosok yang mendekat, ia mengangkat tangannya dan mengerahkan kekuatan Fragmen Poros Spiritual Surgawi hingga batas maksimal, memperlebar celah itu seluas mungkin agar kultivator terakhir yang sedang diperiksa bisa segera keluar dari alam rahasia tersebut.
Barulah kemudian ia berbalik menghadapi sosok yang melangkah masuk ke dalam alam itu dari balik tirai cahaya putih keperakan.
Sosok itu adalah seorang pria paruh baya yang wajahnya persis sama dengan avatar Dustin—hanya saja, ia tampak jauh lebih nyata, padat, dan tangguh.
Dibalut jubah ilahi berwarna gelap dan diselimuti gelombang cahaya ilahi yang melambangkan hukum ketertiban, ia memancarkan tekanan mengerikan—khas seorang Penguasa Dewa Abadi Tingkat Enam—yang begitu kuat hingga menyebabkan ruang di alam rahasia itu sedikit melengkung.
"Dave."
Wujud asli Dustin angkat bicara, suaranya sedingin embun beku. "Kau menghancurkan tungku pembakaranku, membunuh avatarku, dan membiarkan semua kultivator yang sedang diperiksa melarikan diri. Hari ini, kau tidak akan bisa meninggalkan alam rahasia ini dalam keadaan hidup."
Dave berdiri di atas reruntuhan altar, diselimuti cahaya kelabu kehitaman yang bergejolak, sementara mata ungunya menatap dengan tenang ke arah sosok yang baru saja memasuki alam tersebut.
Meskipun sisa darah masih membekas di sudut bibirnya dan napasnya belum sepenuhnya stabil, tidak ada sedikit pun rasa takut di matanya.
"Hei... Siapa bilang aku berniat untuk pergi?" ujar Dave dengan nada dingin.
Sembari berbicara, ia menarik kembali Fragmen Poros Spiritual Surga jauh ke dalam jiwanya, dan pada saat yang sama melepaskan aura dari tiga harta karun agung: Kuali Shennong, Segel Hati Sepuluh Ribu Ombak, dan Mutiara Ilahi Cangming.
Kekuatan dari keempat harta karun agung ini menyatu, berpadu, dan beresonansi di dalam tubuh Dave, menghasilkan kekuatan dahsyat yang jauh melampaui tingkat kultivasinya saat ini.
Basis kultivasinya melonjak naik dari puncak tahap Abadi Emas Luo Agung Tingkat Ketujuh, menerobos penghalang Tingkat Kedelapan dan meningkat pesat—mencapai tahap awal, lalu menengah, dan akhirnya puncak dari Tingkat Kedelapan.
Pupil mata Dustin menyusut tajam.
Dave mengangkat pandangannya ke arah Dustin; cahaya kelabu kehitaman bergolak bagaikan pasang surut di kedalaman tatapannya. Suaranya tenang namun memancarkan keyakinan mutlak yang mampu menghancurkan rentang waktu yang tak terhingga: "Jika aku ingin pergi, kau tak bisa menghentikanku. Jika aku ingin bertarung, kau tak bisa menghalangiku."
"Hari ini, lapisan kedua penjara Surga ke-26 ditakdirkan untuk hancur."
"Hmph, Tuan ordo Penjaga Tatanan sudah meramalkan hal ini sejak lama; tidak peduli seberapa besar kekuatanmu meningkat, itu sia-sia," cemooh Dustin.
"Penjaga Tatanan itu hanyalah penipu sialan, namun kau masih memperlakukannya layaknya seorang penguasa. Jika dia benar-benar mampu..."
Tepat saat Dave hendak memaki Penjaga Tatanan gadungan itu ketika tekanan yang mengerikan tiba-tiba menghantamnya.
"Bocah keparat... apakah aku orang yang bisa kau maki sesuka hatimu?"
Tiba-tiba, sosok Penjaga Tatanan—yang wajahnya tersamar—muncul di tengah kehampaan.
"Tuan ordo Penjaga Tatanan..."
Melihat ini, Dustin segera memimpin anak buahnya untuk berlutut memberi hormat.
Dave, yang berjuang melawan tekanan hebat itu, menggertakkan gigi dan berteriak, "Kau penipu! Kau bilang ingin aku memperbaiki retakan di Alam Surgawi dan menjaga tatanannya, tapi kau sebenarnya hanya..."
Jebreeet...
Sebelum Dave sempat menyelesaikan kalimatnya, gelombang energi yang dahsyat menghantamnya hingga terpental mundur sejauh ratusan mil.
" Puufftt..."
Dia memuntahkan darah, dan auranya meredup dengan cepat.
Tepat saat Dave mengira ajalnya telah tiba, cahaya lembut menyelimutinya, memulihkan energinya yang kian memudar.
Seorang pria tua kemudian muncul di hadapannya. " Bocah, apa kau baik-baik saja? Sudah begitu lama berlalu, tapi kau masih saja payah seperti pecundang..."
Pendatang baru itu tak lain adalah Ketua Sekte Janji Suci, Taois Wuji.
Dave melirik pria tua itu dan langsung mengenalinya; wajahnya dipenuhi rasa gembira. "Senior, itu Anda... Anda..."
"Cukup, aku tidak akan membuang-buang kata denganmu. Aku akan berurusan dengan si bodoh itu."
Setelah berkata demikian, ia melangkah menghampiri Sang Penjaga Tatanan.
Sang Penjaga Tatanan mengumpat dengan geram, "Wuji tua, apa kau tidak akan pernah menyerah? Kau terus mengejarku melintasi ratusan alam."
"Jangan bicara omong kosong; hari ini aku bertekad untuk menangkap mu."
Ketua Sekte Taois Wuji pun mulai bergerak.
Melihat ini, Sang Penjaga ordo Tatanan lenyap dalam sekejap.
Menyaksikan Sang Penjaga Tatanan melarikan diri dalam keadaan yang begitu menyedihkan, Dustin tiba-tiba merasa dirinya benar-benar bodoh.
Dustin menatap ke arah hilangnya Sang Penjaga Tatanan, mematung di tempat seolah tersambar petir.
Ratusan Inspektur dan Penjaga Patroli Alam di belakangnya sama-sama terpana; mereka masih berlutut di tanah, terlalu syok untuk bangkit, dengan pikiran yang kacau balau.
Pemandangan yang baru saja terjadi sungguh di luar nalar—Sang Penegak Ketertiban, sosok yang mereka puja selama sepuluh ribu tahun, dikejar-kejar ke seluruh penjuru surga oleh seorang lelaki tua berpenampilan lusuh, melarikan diri tanpa berani mengucapkan sepatah kata ancaman pun.
"Ket...Ketua, apakah kita masih akan bertarung?"
Seorang Inspektur di dekatnya bertanya dengan suara pelan.
Bibir Dustin berkedut; raut wajahnya berubah dari pucat menjadi merah padam, lalu berubah lagi menjadi warna kehijauan karena murka.
Dia berbalik, tatapannya menyapu sosok kelabu kehitaman yang berdiri di tengah reruntuhan altar; niat membunuh dan rasa malu di matanya begitu pekat hingga seolah bisa dirasakan secara nyata.
Sang Penegak Ketertiban mungkin telah melarikan diri, tetapi Dustin tidak bisa.
Sebagai Ketua Divisi Patroli Alam untuk Surga ke-26, dia adalah wajah publik dari tatanan surgawi yang ortodoks; jika dia membiarkan Dave pergi begitu saja hari ini, masa jabatannya sebagai Ketua praktis akan berakhir.
"Bertarung."
Dustin melontarkan kata itu dengan gigi terkatup rapat. "Tuan Penegak Ketertiban hanya melakukan penarikan mundur secara taktis; begitu beliau kembali, Dave akan mati."
"Sampai saat itu tiba, aku sendiri yang akan bertindak dan menghabisinya tepat di alam rahasia ini."
Dave tetap berdiri teguh, meskipun rasa nyeri yang tumpul masih tertinggal di dadanya.
Serangan Sang Penegak Ketertiban sebelumnya hampir menghancurkan organ-organ dalamnya; seandainya Ketua Sekte Taois Wuji tidak tiba tepat pada waktunya, dia pasti sudah menjadi mayat.
Meski demikian, Esensi Kekacauan di dalam tubuhnya masih sangat kacau; kekuatan Ketertiban telah menghanguskan setidaknya tujuh atau delapan titik di sepanjang meridiannya, dan dantiannya bergejolak hebat.
Meskipun tingkat kultivasinya sempat melonjak hingga puncak Alam Abadi Emas Luo Agung Tingkat Kedelapan, peningkatan itu ditopang oleh resonansi paksa dari empat harta karun agung; fondasinya tidak stabil dan auranya tidak menentu—ia tidak mungkin bertahan dalam pertarungan yang berkepanjangan.
"Robert!"
Dave tidak menoleh; ia hanya berteriak, "Bawa yang lain dan larilah! Pergilah sejauh mungkin!"
Robert mengertakkan gigi; tanpa membuang kata-kata, ia berbalik dan berlari kencang menuju celah di alam rahasia itu, memimpin lebih dari belasan kultivator bersamanya.
Meskipun para kultivator ini telah ditawan selama bertahun-tahun, di saat-saat kritis antara hidup dan mati ini, potensi terpendam mereka bangkit sepenuhnya.
Ada yang melapisi kaki mereka dengan energi spiritual untuk berlari sekuat tenaga; ada yang membakar esensi kehidupan mereka demi kecepatan; ada pula yang menangis sembari berlari, namun tak satu pun dari mereka melambatkan langkah.
"Lizzy!"
Dave berseru lagi.
Dari lapisan ruang di atas alam rahasia itu, sesosok bayangan perak melesat turun.
Lizzy melangkah keluar dari kehampaan, ekspresinya dingin dan angkuh, sementara aura kultivasi Penguasa Abadi Tingkat Kelima miliknya melonjak bagaikan air pasang.
Begitu mendarat di samping Dave, ia menyapu pandangannya ke arah Dustin yang sedang mendekat beserta ratusan Inspektur di belakangnya. Ia berkata dengan suara rendah namun mantap, "Aku akan menangani sisi kiri; kau tangani sisi kanan. Berapa lama kau bisa bertahan?"
"Tidak lama."
Dave berterus terang. "Aku terluka, dan esensi asalku sudah terlalu banyak terkuras. Paling lama dua puluh tarikan napas."
"Dua puluh tarikan napas sudah cukup."
Lizzy mengangkat tangannya, dan rantai ketertiban ilahi berwarna putih keperakan memadat di telapak tangannya menjadi sebilah pedang ramping.
Bentuk pedang itu sangat berbeda dari teknik Daois ortodoks Surga ke-26, memancarkan aura pembantaian yang kuno dan ganas. "Aku telah bersembunyi selama tiga ribu tahun—bukan untuk mati di sini bersamamu hari ini."
"Setelah dua puluh tarikan napas, entah pertarungan sudah usai atau belum, kita akan mundur."
Dustin telah melesat maju bersama anak buahnya.
Saat ia mengerahkan kekuatan penuh dari kultivasi Tingkat Keenam Penguasa Abadi miliknya, ruang di dalam alam rahasia itu mulai melengkung hebat.
Ratusan Inspektur membentuk Formasi Agung Pengunci Langit yang ortodoks. Cahaya ilahi Ketertiban berwarna putih keperakan terjalin membentuk jaring raksasa yang menutupi langit, menyusut dari segala arah dan menutup setiap kemungkinan jalan keluar bagi Dave dan Lizzy.
"Dave! Lizzy!"
Suara Dustin terasa sedingin es purba yang menusuk; setiap suku katanya sarat dengan niat membunuh yang merasuk hingga ke tulang. "Salah satu dari kalian adalah penyusup dan pemberontak; yang lainnya adalah pengkhianat yang telah bersembunyi dan menunggu selama tiga ribu tahun!"
"Hari ini, tak ada jalan keluar bagi kalian! Aku akan menghancurkan tubuh fisik kalian hingga menjadi debu, menguras habis jiwa kalian, memurnikan fondasi Dao kalian, dan menggantung sisa-sisa tubuh kalian di depan gerbang Istana Surgawi Penjaga Alam sebagai tontonan publik selama sepuluh ribu tahun!"
Dave menyeka darah dari sudut mulutnya; kilauan kelabu-kehitaman yang berputar-putar tampak berkecamuk di dalam mata ungunya.
Ia menoleh ke arah Lizzy dan berkata, "Si bodoh itu terlalu banyak bicara. Kau hadapi sisi kiri, aku akan menghadapi sisi kanan—tidak perlu membuang napas untuk meladeninya."
Sudut bibir Lizzy sedikit berkedut, hampir tak terlihat. Tanpa sepatah kata pun, ia berubah menjadi kilatan cahaya perak dan melesat ke arah formasi Inspektur di sisi kiri.
Dave menarik napas dalam-dalam dan mengerahkan setiap sisa Esensi Kekacauan yang ada di dalam tubuhnya.
Cahaya kelabu-kehitaman meluap di sekelilingnya, membawa sifat melahap resonansi Dao; cahaya itu melahap, mengubah, dan melemahkan tekanan hebat dari kekuatan Ketertiban Dustin lapis demi lapis.
Ia melangkah maju, menerjang langsung ke dalam Formasi Agung Pengunci Surga yang dibentuk oleh ratusan Inspektur di sisi kanan.
Gelombang pertama cahaya ilahi Ketertiban berbenturan dengan Esensi Kekacauan, mendesis keras layaknya air mendidih yang disiramkan ke atas salju. Meskipun Esensi Kekacauan milik Dave telah terkuras parah, kemampuan alaminya untuk melahap resonansi Dao memberinya keunggulan alami saat menghadapi kekuatan Tatanan.
Cahaya ilahi Tatanan yang dilepaskan oleh para Inspektur dilahap, dihancurkan, dan diasimilasi oleh Esensi Kekacauan, yang pada akhirnya menjadi santapan bagi Dave.
Ia menerjang ke barisan depan formasi dan melancarkan serangan telapak tangan; sebuah pusaran berwarna kelabu kehitaman meledak dari telapak tangannya, menghempaskan puluhan utusan patroli yang berdiri di hadapannya.
" Aneh... Anak ini benar-benar mengerikan!"
Salah satu utusan patroli berteriak saat tubuhnya terlempar mundur, "Dia melahap kekuatan ilahi kita!"
Ekspresi Dustin menjadi gelap melihat pemandangan itu. Sosoknya melesat seketika, dan ia menghantam punggung Dave dengan kekuatan penuh seorang Penguasa Dewa Abadi Tingkat Enam.
Serangan itu membawa otoritas Dao Surgawi dari seluruh alam rahasia; energi tatanan ilahi berwarna putih keperakan memadat menjadi bilah raksasa, memiliki momentum mengerikan yang mampu merobek kehampaan.
Merasakan niat membunuh di belakangnya, Dave menggunakan pecahan Poros Roh Surga untuk memicu teleportasi spasial, nyaris menghindari serangan mematikan tersebut.
Namun, gelombang kejut dari bilah itu tetap menyerempet bahu kirinya, menyayat sebagian besar daging dan menyebabkan darah berwarna kelabu keunguan memuncrat keluar.
"Dave!"
Lizzy berteriak dari arah kiri, suaranya menyiratkan kecemasan yang tertahan. "Apa kau baik-baik saja?"
"Aku belum mati!"
Dave menjawab sambil menggertakkan gigi, menekan tangan kanannya pada luka di bahu kiri sementara Sumber Kekacauan melonjak deras untuk menutup luka itu sementara waktu.
Wajahnya tampak agak pucat, namun niat membunuh di matanya justru berkobar semakin hebat. "Dustin, hanya segitu kemampuanmu? Mengeroyokku dengan jumlah orang sebanyak ini—apa kau tidak punya rasa malu?"
Wajah Dustin memerah padam karena hinaan itu. Aura kultivasi Penguasa Abadi Tingkat Enam miliknya melonjak dahsyat, dan langit di seluruh alam rahasia diselimuti warna putih menyilaukan yang mengerikan akibat energi tatanan ilahi tersebut.
Tanpa membuang kata-kata lagi, dia membentuk segel tangan untuk mengaktifkan kekuatan sumber Istana Surgawi Penjaga Alam. Dia menyalurkan energi dari titik-titik simpul yang tersisa pada setiap formasi hukum di dalam alam rahasia itu, memusatkan seluruh kekuatan tersebut menjadi satu serangan tunggal.
Dahsyatnya serangan itu jauh melampaui perkiraan Dave.
Berkas-berkas cahaya putih keperakan memusat dari segala arah, akhirnya menyatu membentuk pedang hukum raksasa—dengan panjang lebih dari seratus zhang—yang menghantam ke arah Dave dengan kekuatan mengerikan yang mampu menghancurkan segalanya hingga menjadi debu.
Satu serangan pedang itu merupakan perwujudan dari seluruh hasil kultivasi seumur hidup Dustin, esensi purba Istana Surgawi Penjaga Alam, serta hukum yang mengatur seluruh alam rahasia tersebut—sebuah kekuatan yang cukup untuk seketika membunuh kultivator mana pun yang berada di bawah tingkat Penguasa Dewa Abadi Peringkat Keenam.
Pupil mata Dave menyusut tajam saat ia mengerahkan kekuatan keempat harta karun agung itu hingga ke batas maksimalnya secara bersamaan.
Cahaya alkimia keemasan dari Kuali Shennong memancar keluar; aura Dao bintang dan bulan dari Segel Hati Sepuluh Ribu Ombak menyelimuti jiwanya; hukum elemen air dari Mutiara Ilahi Cangming memadat menjadi sebuah perisai; dan prinsip Dao spasial dari pecahan Poros Spiritual Surga mendistorsi ruang hampa.
Lapisan demi lapisan pertahanan telah dibangun, namun semuanya tampak sangat rapuh di hadapan pedang tatanan yang sangat besar itu.
Lapisan pertama—cahaya alkimia keemasan—hancur seketika saat bersentuhan dengan pedang raksasa tersebut.
Lapisan kedua—aura Dao bintang dan bulan—buyar akibat benturan itu.
Lapisan ketiga—hukum elemen air—diurai secara sistematis dan dilenyapkan oleh kekuatan tatanan pedang tersebut.
Lapisan keempat—prinsip Dao spasial—hanya mampu memperlambat laju pedang raksasa itu sejenak, namun setelah itu, hukum spasial tersebut terkoyak dengan hebat.
Pedang tatanan raksasa itu, yang masih menyimpan sisa kekuatan dahsyat, menghantam dada Dave.
Jebreeet...
Rasanya seolah-olah ia dihantam langsung oleh palu raksasa kuno; tulang-tulang di seluruh tubuhnya retak bertubi-tubi, dan organ-organ dalamnya terguncang hebat.
" Puufftt...!"
Ia memuntahkan darah berwarna ungu keabu-abuan dan terlempar mundur sejauh ratusan zhang, lalu menghantam keras tepi altar yang telah hancur itu.
"Dave!" Lizzy memukul mundur Inspektur yang menghadapinya dengan satu tebasan pedang, lalu berbalik dan bergegas menghampiri Dave.
Dave terkapar di tengah reruntuhan, auranya meredup bagaikan nyala lilin yang tertiup angin.
Asal-usul Kekacauannya hampir habis, meridiannya putus satu demi satu, dan cahaya dari keempat harta karun agung di dalam dantiannya telah meredup drastis.
Basis kultivasinya merosot tajam dari puncak Peringkat Kedelapan, jatuh kembali ke tahap akhir Peringkat Ketujuh—dan terus merosot turun.
"Pergilah..."
Dave bersusah payah mengangkat kepalanya, memaksakan senyum yang tampak lebih buruk daripada seringai kesakitan. "Pergilah... Aku... sialan... aku tak bisa berpura-pura lagi..."
Wuuzzzz...
Tanpa ragu, Lizzy mencengkeram lengan Dave dan memanggul tubuh pria itu ke bahunya. Ia menebaskan kilatan pedang perak ke arah celah di alam rahasia itu, memukul mundur belasan utusan patroli yang menghalangi jalannya, sebelum berubah menjadi aliran cahaya perak dan melesat cepat menuju celah tersebut.
Melihat ini, Dustin berteriak dengan marah, "Hentikan dia! Jangan biarkan dia lolos!"
" Wuuzzzz..."
Ratusan utusan patroli mengejar secara serentak, melepaskan hujan deras energi ilahi Ketertiban yang berwarna perak.
Lizzy berjuang mati-matian menahan mereka dengan kultivasi Tingkat Kelima Penguasa Abadi miliknya, namun energinya terus ditekan lapis demi lapis oleh kekuatan Ketertiban milik Dustin; setiap serangan yang berhasil ia tangkis menuntut harga yang sangat mahal.
Tiga bilah energi Ketertiban menghantam punggungnya bertubi-tubi, menodai jubah brokatnya dengan darah perak, namun ia mengertakkan gigi dan terus melaju tanpa henti.
Tepat saat Lizzy hendak menembus celah tersebut, pancaran cahaya kelabu kehitaman tiba-tiba meledak dari bahunya.
Dengan mengerahkan sisa-sisa kekuatan terakhirnya, Dave melepaskan sisa Esensi Kekacauan miliknya, membentuk pusaran raksasa berwarna kelabu kehitaman yang berdiri sebagai penghalang di depan celah itu.
Pusaran itu berputar dengan liar, menelan, mencabik-cabik, dan melenyapkan setiap sambaran energi ilahi Ketertiban yang mengejar mereka.
"Pergilah! Cepat!"
Suara Dave terdengar begitu parau hingga nyaris tak terdengar. "Benda ini... tak akan bertahan lebih dari tiga tarikan napas..."
Sambil mendekap Dave, Lizzy menerobos celah itu; tiba-tiba tak merasakan pijakan di bawah kakinya, keduanya jatuh meluncur dari robekan ruang yang berada jauh di atas alam rahasia tersebut.
Di luar alam rahasia itu, langit di atas Sekte Luar Sekte Tianshu tetap berwarna putih perak yang murni, namun tepat di bawah lintasan jatuh mereka terbentang hutan lebat yang dipenuhi pepohonan kayu roh.
Dengan mengerahkan sisa-sisa kekuatannya, Lizzy memperbaiki posisinya dan melindungi tubuh Dave menggunakan energi spiritualnya.
Mereka menghantam hutan dengan keras, mematahkan belasan pohon tinggi sebelum akhirnya mendarat di atas hamparan tebal dedaunan gugur yang telah membusuk.
Jebreeet...
Lizzy bersusah payah bangkit dari tumpukan dedaunan itu; sekujur tubuhnya terasa nyeri luar biasa, dan darah mengalir dari sudut bibirnya.
Saat menunduk memandang Dave, ia melihat pria itu telah kehilangan kesadaran sepenuhnya; wajahnya pucat pasi, darah masih merembes dari luka di dadanya, dan napasnya begitu lemah hingga nyaris tak terasa.
Sambil menggertakkan gigi, dia menggendong Dave di punggungnya dan berjalan tertatih-tatih menuju bagian dalam Hutan Kayu Roh.
Di belakangnya, Sekte Luar dari Sekte Tianshu sedang dalam kekacauan.
Meskipun Dustin tidak mengejar mereka keluar dari alam rahasia, dia telah memerintahkan penutupan total di seluruh wilayah tersebut. Setiap pos penjagaan Divisi Patroli Alam telah disiagakan pada tingkat tertinggi, dan puluhan ribu penjaga patroli bergerak dari segala arah untuk memburu jejak Dave dan Lizzy.
Namun, Lizzy telah melakukan persiapan matang.
Setelah menyusup ke dalam Sekte Tianshu selama tiga ribu tahun, dia sangat memahami medan di sekitarnya, jalur aliran energi roh, serta titik-titik buta dalam jaringan pengawasan layaknya memahami telapak tangannya sendiri.
Dia membawa Dave melintasi Hutan Kayu Roh selama sekitar dua jam sebelum akhirnya menyelinap masuk ke pintu masuk sungai bawah tanah yang tersembunyi rapat.
...
Pintu masuk itu tertutup oleh tanaman merambat yang lebat dan lumut, mengarah ke sebuah lorong gua yang sempit. Arus sungai, yang kaya akan energi roh yang kuat, mengalir membasahi mereka, secara efektif menyamarkan dan melenyapkan aura mereka.
Lizzy membaringkan Dave di atas batu kering di tepi sungai lalu terduduk lemas di sampingnya sambil terengah-engah.
Luka di punggungnya masih terus mengeluarkan darah, namun dia mengabaikannya; dia terlebih dahulu mengambil beberapa pil penyembuh dari balik lengan bajunya dan memasukkannya ke dalam mulut Dave.
Setelah menyuapkan beberapa teguk air sungai yang kaya energi roh dan memastikan napas Dave telah stabil, dia akhirnya menyandarkan punggungnya ke dinding batu, memejamkan mata, dan mulai mengatur aliran energinya.
Mereka terus bersembunyi selama tujuh hari.
Pada hari ketujuh, Dave akhirnya sadar dari komanya.
Hal pertama yang dilakukannya saat membuka mata adalah memeriksa tingkat kultivasinya—dia berada di tahap akhir Alam Abadi Emas Agung Tingkat Ketujuh.
Meskipun kekuatannya telah menurun drastis dari puncaknya, fondasi kultivasinya tetap utuh; Asal-usul Kekacauan miliknya perlahan pulih, dan luka bakar di dalam meridiannya berangsur-angsur sembuh. Dia mencoba untuk duduk, tetapi bunyi gemeretak tulang yang bergeser membuatnya meringis kesakitan.
"Sialan!"
Dave mengumpat pelan. "Bajingan itu benar-benar bermain curang."
Lizzy duduk di tepi seberang sungai bawah tanah, membasuh luka-lukanya dengan air mata air spiritual.
Mendengar suara Dave, dia menoleh. Meskipun wajahnya masih pucat, sorot matanya tampak sedikit lebih hidup dibandingkan sebelumnya. "Kau sudah sadar?"
"Ya."
Dave menyandarkan punggungnya pada dinding batu dan mengamati sekeliling. "Tempat apa ini?"
"Sungai bawah tanah di bawah Sekte Luar Sekte Tianshu. Jaringan pengawasan Biro Patroli Batas mencakup permukaan dan langit, tetapi sungai bawah tanah ini terlindungi oleh aliran energi spiritual alami; formasi deteksi ilahi mereka tidak bisa menjangkau tempat ini."
Lizzy melemparkan pil penyembuh ke arah Dave. "Pulihkan dirimu dulu. Dalam kondisimu saat ini, keluar dari sini sama saja dengan bunuh diri."
Dave menangkap pil itu, menelannya, lalu memejamkan mata sejenak untuk merasakan kondisinya sebelum tiba-tiba membukanya kembali. "Bagaimana dengan Agnes dan yang lainnya?"
Lizzy terdiam sejenak. "Aku menyuruh mereka berpencar dan mundur ke luar celah alam rahasia. Yasmeen dan kedua pengawal itu membawa sebagian kelompok menuju ke timur, sementara wanita bernama Agnes itu... berkata bahwa dia punya caranya sendiri untuk menemukanmu."
Dave menghela napas lega.
Dia memiliki ikatan jiwa spiritual dengan Agnes; selama jaraknya tidak terlalu jauh, wanita itu bisa merasakan lokasi kasarnya.
Dia memejamkan mata, mengaktifkan ikatan mendalam di dalam jiwanya, dan merasakan arah kedatangan Agnes.
Sesaat kemudian, dia membuka mata dengan senyum tipis tersungging di bibirnya. "Dia sedang menuju ke sini. Paling lambat, dia akan tiba dalam tiga hari."
...
Tiga hari kemudian, Agnes benar-benar menemukan jalan masuk ke sungai bawah tanah tersebut.
Dia tiba bersama Yasmeen, Frendy, dan Pengkor. Semua orang mengalami luka dengan tingkat keparahan yang beragam, namun tak seorang pun yang tertinggal.
Saat Agnes melihat Dave bersandar pada dinding batu—wajahnya pucat namun auranya masih tampak penuh semangat—matanya sedikit memerah. Namun, ia segera menenangkan diri dan hanya berkata, "Syukurlah kau masih hidup."
Bersambung...
Buat para rekan Sultan Tao pengunjung blog yg mau nyawer, mendukung, atau traktir Mimin kopi atau quota ☺️☺️
Bisa kirim ke aplikasi DANA di link berikut :
https://link.dana.id/qr/4e1wsaok
Atau ke akun
SeaBank : 901043071732
Kode Bank Seabank untuk transfer (535)
Terima Gajih...☺️