Photo

Photo

Thursday, 19 March 2026

Yang Disedekahi Tetap Miskin, Yang Bersedekah Makin Kaya

 SPIRITUAL CAPITAL: YANG DISEDEKAHI TETAP MISKIN, YANG BERSEDEKAH MAKIN KAYA







Ternyata zakat dan sedekah itu sistem Kapitalis di dunia. Ia mengayakan yang sudah kaya, dan men-stagnan-kan yang sudah miskin. Ini alasannya:


​Banyak orang alergi dengan ekonomi kapitalisme. Dianggap menindas kelompok miskin dan fokus mengakumulasi kekayaan kepada kelompok kaya, menciptakan jurang pemisah yang sangat dalam antara kelompok kaya dan kelompok miskin.

 

Dampaknya adalah penurunan mobilitas sosial, di mana mereka yang lahir di keluarga kurang mampu sulit untuk naik ke kelas ekonomi yang lebih tinggi.

​Padahal, dalam spiritual pun membentuk sistem kapitalisme yang sama.


​Sistem zakat dan sedekah itu sangat kapitalis; ia mengayakan yang sudah kaya untuk makin kaya, dan memiskinkan yang sudah miskin untuk stuck miskin. Kecuali yang produktif.


​Energi kaya itu diperoleh dari mana? Dari "membayar". 

Kalau Anda sudah bayar rokok, ya, Anda berhak punya kekayaan materi berupa rokok. 

Kalau Anda membayar tanah dan mobil, ya, Anda punya kekayaan materi berupa tanah dan mobil.


​Miskin itu karena tidak pernah bayar apa-apa. 

Bayar tanah, tidak mampu. Bayar mobil, tidak mampu. Bahkan bayar nafkah keluarga yang itu merupakan kebutuhan primer, tidak mampu.


​Lalu energi miskin itu diperoleh dari mana? Dari "terima bayaran". 

Kalau Anda terima bayaran, mau tidak mau Anda harus "kehilangan". 

Contoh: Anda terima bayaran gaji, ya, Anda harus kehilangan waktu dan tenaga Anda untuk bekerja. 

Anda terima bayaran cuan dagang, ya, Anda harus kehilangan barang dagangannya dan kehilangan tenaga untuk melayani pembeli.


​Membayar itu sumber energi kaya, dibayar itu sumber energi miskin.


​Orang sedekah itu orang yang membayar, energinya adalah kaya. Kapan membayar, dia jadi punya kekayaan.


​Karena itu amati saja, yang makin kaya itu mereka yang membayar zakat dan sedekah, apa mereka yang menerima zakat dan sedekah?


​Dari dulu, para orang kaya (crazy rich) yang buka open house Lebaran, sebar-sebar uang, yang menyembelih sapi tergede saat Idul qurban, merekalah yang makin kaya. 

Sementara kaum dhuafa yang terima jasa sedekah, mana ada yang keluar dari kemiskinan? Mereka tetap utuh di lokasi statusnya "fakir miskin".


​Itu disebabkan para orang kaya yang dermawan adalah orang yang membayar. 

Risiko membayar, dia menjadi punya aset kekayaan. 

Yang terima sedekah dan zakat, mereka sebagai orang yang terima bayaran. 

Risikonya, dia tidak punya energi kaya; hasilnya pun stuck ekonomi, kecuali hasil berupa kotoran perut yang keluar dari dubur saat di WC.


​Bahkan risiko paling berat, orang terima bayaran itu bisa kehilangan. 

Seperti saya jelaskan di atas, Anda terima gaji ya kemudian harus kehilangan tenaga dan waktu untuk bekerja. 

Anda terima sedekahan dan gratisan terus-menerus, ya, bisa kehilangan kesehatan, wibawa, ketenangan hati, musibah, ujian, dan lainnya sebagai "cara paksa" dari alam agar Anda kehilangan.


​Sudah jelas, kan, bahwa spiritual itu juga menganut kapitalisme?


​Sebenarnya tidak usah dijelaskan logis seperti di atas, cukup Anda pahami dari dalil tentang fadilah sedekah. 

Sedekah satu kembali 10 sampai 100 kali lipat, atau bahkan kembali tak terbatas; itu kan petunjuk kalau Anda dermawan dengan gemar sedekah, ya, kekayaan Anda diganda-gandakan.


​Sementara apa ada petunjuk dalil (ayat atau hadis) yang mengatakan "terima sedekah akan digandakan kekayaannya?" Tidak ada.


​Makin jelas, spiritual menganut kapitalisme?


Jangankan spiritual, itu batang tanaman dan pertumbuhan hewan juga tumbuh dengan sistem kapitalisme.


​Amati saja, batang tanaman yang kadung tumbuh gede, dia makin gede dan subur, sementara yang tumbuhnya kecil (kurang subur), ya, stuck saja. 

Bibit lele yang Anda sebar di kolam, nanti ketika dipanen ada yang gede banget, ada yang buncit. 

Padahal ketika disebar, ukurannya sama. 

Itu artinya kapitalisme (yang gede makin gede, yang kecil ya segitu saja) terjadi di dunia hewan dan tumbuhan.


​Sebab itu semua, yang disedekahi stuck miskin, yang bersedekah makin kaya (the capital mechanism).


Catatan akhir: "Kalau hobi Anda masih menengadahkan tangan demi gratisan dan bantuan, jangan heran kalau hidup Anda cuma jalan di tempat. 

Alam tidak memberi kekayaan pada tangan yang terbuka untuk meminta, tapi pada tangan yang mengepal untuk membayar."




.

No comments:

Post a Comment

Perintah Kaisar Naga : 6422 - 6425

Perintah Kaisar Naga. Bab 6422-6425 *Menyerbu Penjara Dunia Bawah Utara Angin dingin yang menusuk dari dataran es utara belum sepenuhnya hil...