Di atas,
silinder raksasa warna kuning.
Diangkut truk militer.
Dikawal.
Difoto dari sudut paling gagah.
Judulnya:
“Sinyal Perang Nuklir.”
Analis berdasi mulai membuka peta.
Netizen buka kolom komentar.
Semua serius.
Semua tegang.
—
Di bawah,
silinder juga.
Tapi dari hutan.
Masih ada bekas kapur tulis di ujungnya.
Sopirnya pakai sandal.
Pengawalnya cuma cone oranye yang miring sedikit.
Judulnya:
“Negara yang mau mediasi.”
—
Yang atas punya kode rahasia.
Yang bawah punya kode kayu: “jati super.”
Yang atas bicara daya ledak.
Yang bawah bicara daya tahan rayap.
Yang atas kalau jatuh, dunia panik.
Yang bawah kalau jatuh, paling dimarahin mandor.
—
Bentuknya hampir sama.
Sama-sama bulat.
Sama-sama panjang.
Sama-sama bikin orang nengok di jalan.
Bedanya cuma satu.
Yang satu ditakuti dunia.
Yang satu mau dijadikan meja makan.
Yang bawah itu yang ngerudal akhir tahun lalu hingga banyak korban.
Kadang geopolitik memang sesederhana itu.
Ada yang bikin headline.
Ada yang bikin lemari.
_


No comments:
Post a Comment