Ini kayaknya tradisi turun-temurun di banyak rumah π€£
“Ketika ibu bikin kue Lebaran” itu biasanya ada dua kategori:
1. Kue cantik, mulus, wangi → khusus buat tamu.
2. Kue hangus, retak, bentuk abstrak → khusus buat anak sendiri.
Pas anak minta:
“Ibu, minta kue.”
“Iya nak, ambil yang hangus itu… jangan yang bagus, itu buat tamu.” ππ
Padahal anaknya mikir:
"Loh Bu… aku ini anak kandung apa tim quality control?"
Tapi kalau dipikir-pikir, itu juga tanda sayang versi ibu.
Yang gagal produksi dikasih ke anak, karena ibu yakin anaknya tetap makan tanpa komplain.
Jadi kesimpulannya:
Sebenarnya itu sebuah pesan yang tersirat bahwa didalam kehidupan ini pasti yang diperlihatkan atau yang diberikan sama orang lain biar yang bagus² nya saja...
Tapi yang buruk² atau yang jelek cukup orang dalam atau kluarga yang tau π.
Tapi kalo soal kue hangus itu tetap berlaku di emak gue πππ
π
Anak di rumah sering jadi tester resmi kue Lebaran sebelum lolos tampil di meja tamu.π€£πͺ
Tapi menurutku siih memang lebih enak kue yang gosong dan retak-retak itu π€£


No comments:
Post a Comment