Dulu, kalau guru bawa HP ke kelas, biasanya cuma buat naruh alarm biar nggak kelewatan jam istirahat.
Sekarang? HP guru hampir selalu stand-by di tripod mini samping meja guru.
Inilah era perkontenan FB Pro, sebuah dunia ajaib di mana Pahlawan Tanpa Tanda Jasa sedang mencoba peruntungan menjadi Pahlawan Banyak Dollar.
Fenomena guru jadi konten kreator ini meledak lebih cepat daripada berita gosip. Dikit-dikit bikin konten. Dikit-dikit posting. Ternyata Sekarang, tugas guru bukan cuma bikin RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), tapi juga memikirkan RPK (Rencana Postingan Konten).
Jika kita kategorikan, sebenarnya ada dua jenis guru yang saat ini aktif di FB Pro.
🔥 Kategori pertama, Guru Pejuang Monetisasi.
Ini adalah golongan yang sedang semangat-semangatnya ngonten. Isi kontennya biasanya random.
Lagi ngajar? Posting.
Lagi makan bakso? Posting.
Lagi rapat? Posting lagi.
Pokoknya posting. Mereka yakin makin sering posting, makin cepat monetisasi. Entah petuah siapa itu.
Ciri khasnya mereka adalah, penggunaan hashtag yang pasaran, misalnya hastag fyp, sorotan, semua orang, dan lain-lain.
Tak lupa, mereka sibuk melakukan ritual "salam interaksi" di kolom komentar orang lain: "Hadir menyapa, ditunggu mampir baliknya ya Bun!" atau "sukses selalu bun."
Padahal dollarnya? Masih di awang-awang. Saldo di dashboard masih nol koma sekian, tapi semangatnya sudah setara CEO Meta.
😱 Kategori kedua, yaitu Para Pakar Dadakan
Mereka adalah para guru yang sudah pecah telur di FB Pro. Follower sudah puluhan ribu bahkan ratusan ribu, akun sudah centang biru atau minimal sudah sering FYP.
Di dunia FB Pro, guru ini sudah dianggap sebagai Suhu. Bahkan dianggap pakar atau ahli. Apapun konteks masalah, mulai dari soal Matematika kelas 6 sampai urusan birokrasi tunjangan yang ribet, tanya saja di kolom komentar, si Ibu atau Bapak Guru ini akan menjawab bak pakar sejati. Padahal aslinya dia cuma guru biasa.
Tapi Para pengikutnya percaya penuh, seolah-olah guru ini adalah juru bicara resmi kementerian.
Namun, di balik kegemerlapan bintang-bintang FB Pro guru, selalu saja ada oknum yang bikin geleng-geleng kepala.
Yaitu para guru kreator FB Pro yang Karena tuntutan konten, kreativitasnya sering mentok. Sehingga memilih Jalan pintas.
Misalnya dengan Copy-paste konten orang. Ide orang dicomot, cuma ganti caption. Lalu diposting seolah itu konten karya sendiri.
Atau menyebar Berita Hoax. Asalkan judulnya bombastis dan bikin orang emosi.
Yang penting ada potensi FYP, sikat saja!
Masa bodoh kalau itu info sesat, yang penting grafis di dashboard berwarna hijau, dan view meningkat tajam.
Tapi pertanyaannya adalah, kenapa para guru begitu antusias bermain FB Pro?
Bahkan hampir semua guru melakukannya. Kenapa fenomena ini terjadi? Apakah guru-guru kita kurang kerjaan? Jawabannya jelas: Tidak.
Fenomena FB Pro ini sebenarnya adalah sebuah sindiran keras bagi kita semua. Ini adalah bukti sahih bahwa gaji dan tunjangan guru ternyata belum cukup untuk membayar tagihan listrik, cicilan motor, dan susu anak secara bersamaan.
Jadi Guru-guru kita sedang berikhtiar di ladang digital karena ladang di sekolah belum memberikan hasil yang menjanjikan kemapanan.
Mereka jadi konten kreator bukan semata-mata ingin tenar, tapi ingin agar dapur tetap mengepul tanpa harus menunggu pencairan tunjangan yang sering kali datangnya tak menentu


No comments:
Post a Comment