Stop Salah Paham! Mengajar Bukan Soal Menghibur Murid
Ada pendapat yang sering terdengar:
" mengajar itu harus selalu menyenangkan "
Terus terang, saya tidak sepenuhnya setuju.
Sekolah itu lembaga pendidikan bukan taman hiburan. Sekolah adalah ruang perjuangan.
Sekolah Bukan Panggung, Tapi Tempat Menemukan Makna
Ajari murid bahwa datang ke sekolah itu untuk belajar...
“Belajar Itu Perjuangan, Bukan Sekadar Keseruan”
Namanya perjuangan ya melelahkan.
Dan belajar, sejatinya, memang tidak selalu ringan.
Kadang melelahkan, kadang membingungkan, bahkan kadang membuat ingin menyerah.
Tapi justru di situlah nilai besarnya.
Karena nanti setelah selesai sekolah, akan memasuki dunia baru, yakni dunia kerja, yang pasti keras, dan penuh perjuangan
Tugas guru bukan mengubah kelas menjadi panggung hiburan, melainkan menumbuhkan antusiasme.
Antusias untuk belajar, antusias untuk datang ke sekolah, dan antusias untuk bersaing secara sehat dalam proses pembelajaran.
Menyenangkan bukan berarti harus selalu ada ice breaking atau tawa di setiap menit.
Itu pilihan, bukan kewajiban.
Yang jauh lebih penting adalah pendampingan:
Membantu murid memahami makna dari apa yang mereka pelajari dan bagaimana ilmu itu hidup dalam keseharian mereka.
Ketidaktahuan ibarat berdiri di ruangan gelap.
Semua terasa asing, penuh dugaan, dan membingungkan.
Guru hadir bukan untuk menggendong murid keluar, tapi menyalakan setitik cahaya agar mereka berani melangkah sendiri.
Membuka pikiran memang tidak mudah.
Namun sekali terbuka, proses itu bisa membuat ketagihan.
Setiap guru punya gaya, kreativitas, dan caranya sendiri.
Tak perlu diseragamkan.
Yang penting, tetap berkreasi, menginspirasi, dan menyalakan semangat.
Karena ketika antusiasme belajar tumbuh,
sekolah akan terasa menyenangkan dengan sendirinya.
Sekolah itu harus belajar segala nya bukan hiburan untuk menyenangkan.


No comments:
Post a Comment