Masih yakin Kayu Gung Susuhing Angin itu cuma… nafas?
Coba pahami ulang sebentar sebelum buru² ambil kesimpulan.
Karna kalau hanya nafas, berarti ilmu Jawa Kuno selama ratusan tahun cuma ngomongin udara masuk–keluar.
Masa iya sesederhana itu? 🤔
Sekarang kita uji pakai logika paling dasar:
Bayi di dalam rahim belum bernafas melalui hidung.
Tidak menghirup oksigen dari udara, tidak menggerakkan paru².
Tapi apakah bayi itu “belum hidup”?
Tentu saja wes urip.
Geraknya ada.
Kesadarannya tumbuh.
Jantungnya berdetak.
Jiwanya terhubung. 🌱
Kalau hidup = nafas,
maka bayi dalam kandungan harusnya dianggap belum hidup dong?
Tapi kenyataannya tidak.
Berarti ada sesuatu yang lebih halus dari sekedar udara yang keluar-masuk paru².
Nah… di sinilah falsafah Jawa lama berbicara. 🌿
“Kayu Gung Susuhing Angin”
itu bukan membahas pernafasan biologi.
Bukan bahas teknik nafas.
Bukan bahas oksigen.
Ini bahas angin kesadaran...
gerak lembut yang menghidupkan seluruh sistem ragawi bahkan sebelum nafas ada. ✨
Kalau yang diurusi cuma nafas:
kenapa orang pingsan bisa tetap hidup?
Kenapa jantung tetap berdetak saat kamu tidur dan gak ngatur apa²...?
Kenapa bayi dalam kandungan tumbuh tanpa pernah menarik udara? 🤱
Karena tubuh hidup bukan karena nafas.
Tubuh bernapas karena ada yang lebih dulu menghidupkan.
Dan falsafah ini menunjuk pada wilayah “penggerak”, bukan “gerakan”.
...
Kayu Gung = Pohon agung = inti urip = kayoon (sukma, ruh, nyawa, terserah istilahnya).
Susuhing Angin = tempat angin berdiam.
Angin = gerak kesadaran, bukan udara.
Jadi yang dibahas bukan proses biologis,
tapi kehadiran halus yang bikin organ bekerja,
pikiran muncul,
perasaan terasa,
bahkan mata bisa melihat dan telinga bisa mendengar.
Kalau cuma nafas, kenapa saat kamu stres, marah, takut, bingung...
tanpa sadar nafas ikut berubah?
Karena nafas itu efek, bukan sumber.
Efek dari apa yang terjadi di pusat gerak kesadaran kamu
...
Ini yang sering dilewatkan orang ketika baca falsafah:
mereka berhenti di kulit bahasa,
padahal inti kawruh Jawa selalu bicara tentang rasa jero.
Sekarang ku lempar balik ke kamu :
Menurut kamu, apa yang menghidupkan bayi sebelum ia bernapas?
Kalau bukan nafas, berarti ada “angin lain” yang bekerja, kan?
Dan ilmu Jawa itu sedang bahas angin yang itu.
Tulis pendapat kamu di kolom komentar,
bukan buat debat, tapi buat nyawang bareng. 🌿
Pada akhirnya, Kayu Gung Susuhing Angin itu ngajak kita mengenali penggerak urip, bukan sekedar gerakan ragawi.
Rahayu ing panjenengan sedoyo ✨


No comments:
Post a Comment