Photo

Photo

Friday, 10 April 2026

Kapitalisme Ilahiyyah: Ringsek Sekalian Berbelief, " Miskin Sudah Catatan Kitab Lauhul Mahfuzh "

KAPITALISME ILAHIYYAH: RINGSEK SEKALIAN BERBELIEF,

 "MISKIN SUDAH CATATAN KITAB LAUHUL MAHFUZH"




"Rejeki itu kapitalis: yang punya, ditambah. yang gak punya, diambil." ​Coba renungkan ayat ini:


​وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ


​"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat'." (QS. Ibrahim: 7)


​Bukankah itu ayat bahwa alam semesta telah didesain kapitalis? 

Di mana yang syukur digandakan energi nikmatnya, yang kufur sekalian ditimpakan azab pedih dan minimalis terima energi nikmat. 

Kalau mau rata, ya, yang adil antara syukur dan kufur seharusnya setara.


​Dengan sistem begitu, efeknya yang gelap makin gulita, yang terang makin kelimpahan cahaya.


​Renungkan lagi ayat ini tentang pembelahan ekstrem distribusi energi yang tidak merata:


​نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَرَفَعْنَا bَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَتَّخِذَ بَعْضُهُم بَعْضًا سُخْرِيًّا ۗ


​"...Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mendayagunakan sebagian yang lain..." (QS. Az-Zukhruf: 32)


​Itu ayat capitalism energy, kan? 

Di situ jelas disebutkan bahwa Dialah yang membelah derajat tersebut secara sepihak (capitalism by design).


​Alam semesta ini menggunakan capitalism systemic, di mana suatu benda yang telah memperoleh energi full, ia makin terasupi energi. 

Sebaliknya yang telah miskin energi, ia makin kesulitan peroleh energi. 

Alam semesta tidak mengenali berbagi energi dengan adil, yang ada justru capitalism energy.


​Coba perhatikan fenomena di medsos. 

Akun yang sudah populer dan punya banyak follower/subscriber justru makin diburu follower. 

Akun yang sunyi follow, makin tidak peroleh energi follow apa pun.


​Sebab itu semua, yang kadung kaya akan makin kaya, yang kadung stuck ekonominya, makin terperangkap kekurangan, atau fenomena The Matthew Effect.


​Tidak adil, dong? 

Karena kalau adil justru rotasi kehidupan tidak stabil. 

Malam hanya sedikit peroleh energi cahaya, sebaliknya siang terlalu intens terima energi cahaya. 

Kalau malam dan siang dibuat adil memperoleh cahaya, dibuat merata, justru malam dan siang tidak bisa dikenali.


​Energi memang sengaja dibelah ekstrem oleh-Nya dengan tidak adil, atau capitalism energy, agar dikenali dualitas yang saling ber tolakan. 

Masih mau melawan kapitalisme dan mendemonstrasikan kesetaraan? 

Hahaha...

kapitalisme itu by design-Nya, melawannya adalah "katrok" yang disengaja.


​Kesetaraan gender, pemerataan sosial, keadilan sosial, itu tidak ada di Kamus-Nya, karena memperjuangkan itu semua sama halnya memperjuangkan agar siang dan malam supaya setara. 

Kalau sudah setara, justru alam semesta tidak berimbang.


​Sana Anda protes dengan mendengungkan keadilan sosial, kesetaraan gender, pemerataan sosial, itu Anda hanya akan cari konyol. 

Karena kalau sudah "setara" dan "merata", yang terjadi malah "kerusakan".


​Anda sadar tidak? 

Kelompok yang konsisten memperjuangkan keadilan sosial itu adalah kelompok sosialis.


​Anda tahu ideologi mereka? 

Ideologinya adalah komunisme yang cenderung destruktif terhadap ideologi ketuhanan (religius dan spiritualisme), itu karena anti-kapitalisme sama artinya anti-Tuhan, sebab kapitalisme itu by design-Nya.


​Ketika kesetaraan sosial diperjuangkan sama saja menguliti sistem Tuhan. 

Siang dan malam, syukur dan kufur, pahala dan dosa hendak disetarakan, katrok, kan?


​Maka itu Uni Soviet sebagai master sosialisme dalam sekejap runtuh, karena hakikatnya ideologi sosialis itu kekatrokan nyata; melawan sistem alam yang memang capitalism systemic murni.


​Korea Utara tidak secepat Uni Soviet runtuhnya, tetapi tampak sangat kaku dan katrok. 

RRC terlihat maju dan dinamis, tapi RRC sendiri menerapkan kapitalisme dan liberalisasi ekonomi. RRC menerapkan sosialis hanya pada politik dan sistem partai.


​Sekarang ketahuilah, AS itu negara kapitalisme murni. 

Yang terjadi AS menjadi negara Barat yang paling religius walaupun sekuler.

Itu karena religi tentu dekat dengan ideologi ketuhanan, dan Tuhan bersifat membelah energi dengan diskriminatif alias kapital.


​Dan nyatanya AS lebih eksis bertahan daripada Uni Soviet, kan? Hahaha. 

Itu karena kapitalis itu memang by design-Nya di alam semesta ini.


​Bukanlah kiamat terjadi setelah "keadilan sosial" terwujud? 

Yaitu setelah kekayaan merata, di mana energi kekayaan bumi melimpah dan terdistribusi merata, hingga orang mau sedekah saja bingung mau dikasihkan ke siapa. 

Saat dunia setara dan merata, justru dunia rusak (kiamat).


​Namun bukan berarti memperjuangkan "kesetaraan dan keadilan energi" itu tidak boleh, justru capitalism energy disistemkan oleh-Nya itu agar Anda memperjuangkannya. 

Sebab itu kemudian Anda diperintahkan berjuang mengubah nasib.


​وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ


​"Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya." (QS. An-Najm: 39)


​Ya, Tuhan tidak pernah sepihak. Ketika kapitalisme itu sistem-Nya, bukan berarti sosialisme itu bukan sistem-Nya. 

Anda bikin tembok rumah agar rata dan rapi, maka bata merah yang tidak presisi panjangnya dengan kerataan dan kerapian tembok harus Anda "sosialiskan" dengan memotongnya agar sama rata. Pangkas.


​Jadi, sosialisme pun diizinkan Tuhan sebagai by design-Nya. 

Jadi, Karl Marx dan Lenin itu sah memperjuangkan sosialisme.


​Dalam agama pun ada zakat, itu agar distribusi energi kekayaan merata. Dalam gelap malam pun ada cahaya lampu, itu simbol sosialis adalah by design-Nya.


​Sekarang kita selami konsep "The Matthew Effect" (yang kaya makin kaya, yang kuat makin kuat. Yang berpenyakit makin penyakitan, yang sehat makin prima).


​The Matthew Effect itu adalah efek nyata diskriminasi energi yang dibelah ekstrem, alias efek nyata capitalism systemic di alam semesta.


​Anda ketika terima sebuah "tekanan hidup", di sana justru Anda berpotensi "terima tekanan serupa" yang lebih mengerikan karena Anda terima capitalism systemic. 

Kecuali kemudian Anda melakukan rekayasa energi.


​Melakukan rekayasa energi tentu dengan melakukan perjuangan atau perlawanan.


Misal Anda miskin, itu Anda akan makin ditimpa kemiskinan jika tidak melakukan perlawanan. 

Setelah konsisten "man jadda" untuk berjuang melawan energi miskin, baru "wajada" berupa kekayaan harta terwujud.


​Setelah kekayaan terwujud, capitalism energy kaya akan terus mengganda-ganda. Sekali kaya, makin tambah kaya.


​Ketika Anda hidup dalam sebuah tekanan kemiskinan, itu ibarat luka, Anda sudah masuk daftar rilis keracunan.


​Jika tubuh Anda terkena racun berupa "imun tubuh lemah", maka kemungkinan potensi yang terjadi pada diri Anda itu Anda akan mudah sehat apa mudah sakit? Imun tubuh lemah justru penyakit lain mudah menempel.


​Kemiskinan itu energi racun, lalu Anda prinsipi: "Miskin itu kan sudah ditulis di Kitab Lauhul Mahfuzh. Miskin, kan, jatah nasib dan tulisan takdir," 

artinya Anda bersikap pasif terhadap upaya mengubah keadaan itu akan berefek sangat fatal, sebab potensi ke depan Anda akan semakin dimiskinkan tanpa ampun, paparan energi kapitalisme alam akan makin mengoyak dan menekan Anda ke dalam siksa miskin yang makin mencekam. Mau? Hahahaha....


​Terjebak miskin kok Anda bermain belief: "Miskin itu catatan Kitab Lauhul Mahfuzh", 

ya sudah, jika imun tubuh sudah lemah, siap-siap saja masuk IGD.


​Tidak lama kok berjuang melawan kemiskinan, paling sekitar 3-5 tahun sudah gol, asalkan gunakan cara ini:

1. ​Minat besar/cita-cita besar untuk kaya.

2. ​Temukan potensi/skill yang bisa dikembangkan.

3. ​Lakukan dengan konsisten, segagal apa pun jangan mau kalah.

4. ​Fokus untuk kaya.

5. ​Berbuat baik dan berdoa.



- ​Gus Banan

- ​Spiritual Prosperity Class

- ​Kelas Terdekat: TDE Class





No comments:

Post a Comment

Perintah Kaisar Naga : 6361 - 6365

Perintah Kaisar Naga. Bab 6361-6365 *Ke Surga Ke-16* "Oke... Aku akan bicara! Aku akan bicara!" Suaranya bergetar, "Aku sendi...