Photo

Photo

Thursday, 24 September 2026

Perintah Kaisar Naga : 7073 - 7076

 Perintah Kaisar Naga. Bab 7073-7076





* Terbukanya Gerbang Surgawi *


Begitu melangkah masuk ke dalam Reruntuhan Roh, energi vital yang melimpah, lembut, dan tak terbatas seketika menyelimuti mereka. 


Kelelahan akibat pertempuran sengit dan upaya mencari pencerahan selama berhari-hari pun sirna.


Pikiran mereka menjadi rileks, kekuatan spiritual mereka terasa tenang, dan fondasi Dao mereka ternutrisi. 


Tanpa disadari, tingkat kultivasi mereka terus meningkat dan mengalami kemajuan secara diam-diam.


Ke mana pun mata memandang, tanah di sana dipenuhi oleh tanaman obat suci kuno dan akar spiritual bawaan -- harta karun yang telah lama punah di seluruh penjuru alam surgawi dan memiliki khasiat yang menentang kehendak langit.


Rumput Panjang Umur Primordial berusia sepuluh ribu tahun, Bunga Pengumpul Umur Asal Surgawi Berdaun Sembilan, Teratai Roh Air Biru Sembilan Putaran, Jamur Ganoderma Lanxin Primordial, Buah Pemadat Roh Bintang-Bulan, Rumput Irama Dao Surga Biru, Akar Pil Pemadat Roh Surga...


Tak terhitung banyaknya harta karun alkimia tingkat tinggi -- yang sebelumnya hanya diketahui melalui teks kuno dan legenda -- tumbuh subur di hamparan luas ini, mekar dengan bebas di tengah pancaran cahaya spiritual yang memukau serta aroma yang harum dan pekat.


Setiap tanaman menyimpan sumber esensi kehidupan yang tak terbatas dan irama Dao yang murni -- harta karun yang begitu berharga hingga klan-klan besar di seluruh penjuru alam surgawi rela bertarung mati-matian, bahkan berperang, demi memilikinya.


"Begitu banyak akar spiritual dan tanaman obat suci kuno yang telah punah!"


Mata Yasmeen dipenuhi rasa takjub dan hatinya diliputi kegembiraan luar biasa; suaranya bergetar karena antusiasme. "Dengan terkumpulnya begitu banyak sumber daya alkimia tingkat atas, warisan alkimia keluarga Lingxi-ku akan melesat ke puncak Surga ke-25, mengungguli semua klan dan sekte lain -- tak tertandingi dan tak tergoyahkan!” 


“Ini cukup untuk menjamin kemakmuran keluarga selama seratus ribu tahun dan melahirkan tak terhitung banyaknya jenius alkimia tingkat atas!"


Agnes menatap Dave dengan tatapan lembut yang penuh kekaguman. "Sebuah tanah berkah kuno yang dianugerahi keunggulan alamiah yang unik -- tak tersentuh, tak terusik, dan tak tereksploitasi selama ratusan juta tahun -- tempat ini menyimpan akumulasi sumber daya yang sungguh mencengangkan.” 


“Berkat perolehan ini, kamu kini menguasai sumber daya alkimia yang paling lengkap, kuno, dan agung di seluruh alam surgawi tingkat bawah; masa depan alkimia di wilayah ini sepenuhnya berada di tanganmu!"


Dave mengibaskan tangannya ke udara, melepaskan gelombang cahaya alkimia keemasan yang menyelimuti seluruh reruntuhan spiritual tersebut. 


Energi ini berubah menjadi kekuatan penghimpun yang tak terbatas, mencabut dan mengumpulkan setiap akar spiritual bawaan, tanaman obat dewa kuno, material spiritual langka, dan flora yang mengandung esensi Dao di lokasi itu.


Ia memindahkan semuanya ke dalam alam rahasia mandiri di dalam cincin penyimpanannya, menetapkan zona spiritual khusus untuk budidaya yang cermat, pelestarian permanen, dan regenerasi berkelanjutan.


Sejak saat ini, Klan Lingxi memegang kendali mutlak atas sistem sumber daya alkimia yang paling lengkap, agung, dan kuno di seluruh Surga ke-25 dan Alam-alam Surga yang lebih rendah. 


Fondasi alkimia mereka menjadi yang tertinggi, menciptakan monopoli yang tak terpatahkan dan tak tergoyahkan.


Setelah menyapu bersih seluruh sumber daya di permukaan dan menguras harta karun dari tanah berkah bagian atas, pandangan Dave tiba-tiba beralih ke bawah. 


Menembus lapisan tanah dan batuan, tatapannya yang tajam dan dalam mengunci inti yang terletak sepuluh ribu Zhang di bawah permukaan.


"Harta karun inti yang sesungguhnya dari alam rahasia ini -- sebuah misteri kuno yang melintasi berbagai zaman -- terkubur jauh di dalam tanah."


Sambil berucap, Dave menekan tangannya ke arah kehampaan; kekuatan spiritual menderu, dan aura Dao melonjak serta bergetar hebat.


Duaaaarrrr....


Seluruh Reruntuhan Roh Perairan Biru sedikit berguncang. 


Jalur energi bumi melonjak, energi spiritual meletus, dan lapisan batuan permukaan retak serta terbuka lapis demi lapis. 


Segel pembatas bawah tanah lenyap sepenuhnya, dan lapisan tanah kuno perlahan tersingkap.


Esensi keemasan yang cemerlang dan tak terbatas menyembur keluar dari kedalaman, menerangi seluruh alam rahasia. 


Aura primordial yang luas -- berat dengan bobot langit -- perlahan bangkit menyelimuti sekelilingnya.


Sebuah pecahan kristal -- seukuran telapak tangan, tembus pandang, dan berkilauan dengan cahaya warna-warni -- perlahan melayang keluar dari kehampaan di kedalaman tanah, lalu berhenti dan mengapung tepat di hadapan Dave. 


Permukaannya dihiasi pola-pola kuno dan terukir dengan rahasia langit yang mendalam. 


Di seluruh permukaan pecahan itu, jalinan pola yang padat -- yang melambangkan lapisan-lapisan langit, koordinat alam, hukum spasial, dan segel antar-lapisan -- berkilauan dan mengalir tanpa henti.


Benda itu samar-samar memperlihatkan panorama megah sebuah Alam Surgawi -- yang berlapis, saling terhubung, dan tersusun secara hierarkis -- mencerminkan sistem spasial paling lengkap, misteri hierarkis, serta aturan keterhubungan dari Alam Surgawi kuno.


Itu adalah harta inti yang tertinggal setelah hancurnya Alam Surgawi kuno, yaitu sebuah pecahan Poros Surgawi!


Pecahan ini merupakan sumber utama yang menentukan hierarki Alam Surgawi kuno, menghubungkan berbagai lapisan surgawi, menyambungkan jalur antar-alam, dan menstabilkan tatanan kosmis.


Pecahan Poros Surgawi itu melayang di hadapan Dave.


Di dalam tubuhnya yang bening bagaikan kristal, berbagai pola surgawi tampak hidup, mengalir luwes dan berdenyut dengan pergantian cahaya serta bayangan.


Jejak-jejak Dao primordial yang kuno itu bukanlah hukum dangkal dari Surga ke-25 saat ini.


Melainkan berasal dari urat nadi fundamental sistem surgawi kuno yang utuh -- mencakup pembagian alam, jangkar spasial, aturan lintas ruang, dan fondasi tatanan itu sendiri -- sesuatu yang luas, tak terbatas, dan mencakup segalanya.


Dave dengan lembut mengulurkan ujung jarinya dan menyentuh permukaan pecahan Poros tersebut.


Nguuung....


Sebuah suara Dao -- yang menggema melintasi zaman dan menggetarkan seluruh Reruntuhan Roh Perairan Biru  -- meledak keluar. 


Itu bukanlah raungan kekuatan spiritual biasa, melainkan resonansi primordial dari sumber surgawi itu sendiri.


Suara itu menembus lapisan batuan, membelah kabut, dan melesat langsung menuju kehampaan di luar alam tersebut.


Seluruh pecahan Poros itu tiba-tiba memancarkan miliaran sinar cahaya keemasan primordial yang menyilaukan. 


Pancaran cahaya ini menembus kubah Reruntuhan Roh, merobek lapisan penghalang spasial, dan melonjak ke atas -- melintasi Laut Biru yang luas, menerobos kehampaan antar-lapisan, dan terhubung langsung ke zona terlarang rahasia jauh di dalam Jurang Kuno Cangming -- sebuah tempat yang telah disegel selama berabad-abad.


Pada saat itu, setiap urat nadi spasial di wilayah Laut Biru yang luas di Surga ke-25 bergetar hebat.


Irama Dao langit dan bumi bergolak berbalik arah, energi spiritual berputar mundur, dan gelombang air mengamuk dalam kekacauan. 


Jauh di dalam zona terlarang di jantung Jurang Kuno Cangming -- tempat yang disegel oleh Dao Surgawi dan diselimuti debu zaman -- berdirilah ‘Gerbang Surgawi’.


Portal kuno itu -- yang tadinya merupakan peninggalan suram, berkarat, dan sunyi senyap -- tiba-tiba memancarkan lapisan demi lapisan rune suci purba yang berkilauan.


Karakter kuno yang telah usang dan bertuliskan ‘Gerbang Surgawi’ terlepas dari kungkungan yang telah berlangsung selama milyaran tahun, memancarkan cahaya suci luar biasa yang membentang melintasi kosmos.


Portal masif yang dipahat dari batu ilahi purba itu pun mulai bergetar hebat.


Belenggu ruang, batasan Dao Surgawi, dan segel antar-alam -- yang telah terkunci selama ratusan juta tahun -- meluruh dan hancur lapis demi lapis, tertarik oleh resonansi purba dari pecahan ‘Poros Spiritual’.


Jalur-jalur rahasia di dalam kedua alam tersebut beresonansi melintasi kehampaan, bergetar serempak dan saling terhubung dari ujung ke ujung.


Di satu sisi berdiri gerbang di dalam Jurang Cangming, yang menyimpan rahasia para dewa dan iblis yang telah gugur.


Di sisi lain terletak inti Poros Spiritual di dalam Reruntuhan (Alam) Roh Perairan Biru, wadah bagi esensi purba kosmos itu sendiri.


Dua kutub dari satu sumber yang sama saling terhubung melintasi kehampaan, secara paksa membuka jalan kuno yang membentang melintasi lautan sejauh sepuluh ribu mil dan menjembatani kedua alam purba tersebut.


Energi spiritual dari seluruh Alam Roh Perairan Biru  melonjak dahsyat, mengalir tanpa henti menuju pecahan Poros Spiritual sebelum mengalir melalui saluran kehampaan untuk membanjiri Gerbang Surgawi.


Portal kuno itu bergetar dan perlahan terbuka dengan suara derit.


Dari dalamnya memancar aura keagungan tertinggi -- sebuah kehadiran yang melampaui Surga ke-25 dan melampaui setiap tingkatan kosmos saat ini.


Aura itu begitu luas, kuno, tak acuh, dan meliputi segalanya. 


Aura itu mengandung vitalitas tak terbatas saat kelahiran kosmos sekaligus kesunyian kelam dari runtuhnya berbagai dunia. 


Itu adalah kekuatan yang jauh melampaui kedahsyatan Penguasa Abadi maupun Raja Abadi -- itu adalah kekuatan sejati dan purba dari tatanan kosmos itu sendiri.


Ruang di sekitarnya seketika membeku.


Kabut yang melayang, pusaran energi spiritual, tanaman obat abadi yang bergoyang, dan aliran sungai yang bergemericik di Alam Roh semuanya terhenti total, seolah-olah seluruh dunia dipaksa berhenti secara mendadak dan mutlak. 


Agnes, Yasmeen, Frendy, dan Pengkor seketika mematung.


Energi spiritual mereka terkunci rapat, dan kesadaran spiritual mereka tertindas sepenuhnya.


Bahkan napas dan detak jantung mereka pun nyaris terhenti. 


Pupil mata mereka menyusut tajam saat rasa takjub yang mendalam -- yang bersumber dari hakikat kehidupan itu sendiri -- serta ketakutan yang tak dapat dijelaskan membuncah di dalam diri mereka, membuat tubuh mereka gemetar tanpa sadar.


Ini adalah penindasan hierarkis yang mutlak -- ketundukan naluriah makhluk berdimensi lebih rendah di hadapan tatanan dimensi yang lebih tinggi. 


Hal ini sama sekali tidak berkaitan dengan tingkat kultivasi, fondasi Dao, ataupun kondisi batin seseorang.


Ini adalah kekuatan penekan mutlak yang bekerja pada tataran hukum kosmis itu sendiri.


Hanya Dave yang tidak terpengaruh.


Dengan energi spiritual yang mengalir bebas, hati Dao yang teguh, serta pikiran yang jernih, ia tetap berdiri kokoh, sama sekali tidak terkekang oleh kekuatan tatanan yang maha tinggi ini.


Membawa Kuali Shennong -- artefak kuno yang agung -- serta memiliki hati Dao yang telah ditempa oleh berbagai pertempuran dan ujian ilusi yang tak terhitung jumlahnya, ia telah lama melampaui belenggu yang mengikat makhluk biasa di langit. 


Ia mampu berdiri -- meski dalam posisi yang genting -- di pusat badai Tatanan Surgawi, sembari mempertahankan kejernihan persepsi dan kemampuan untuk bertindak sesuai kehendaknya sendiri.


Tatapan Dave terasa berat dan tajam saat ia memusatkan pandangan pada celah ‘Gerbang Surgawi’ yang kian melebar di kedalaman kehampaan.


Matanya berkilat memancarkan rasa takjub yang tiada tara sekaligus hasrat untuk menyingkap rahasia.


Rahasia langit -- yang telah disegel selama berabad-abad dan tak tersentuh oleh siapa pun sepanjang zaman -- akhirnya terungkap melalui tangannya, dimunculkan ke permukaan oleh kekuatan Pecahan Poros Surgawi.


Di balik celah itu, tidak terhampar alam keabadian yang memukau ataupun wilayah luas sebagaimana yang mungkin dibayangkan orang, melainkan hamparan kehampaan kelabu-putih yang kacau dan tak bertepi.


Tidak ada langit ataupun bumi, tidak ada matahari ataupun bulan, tidak ada bintang ataupun gunung.


Tidak ada jejak kehidupan maupun fluktuasi resonansi Dao -- yang ada hanyalah keheningan, keluasan, dan kesunyian yang abadi serta tak berubah.


Pecahan ruang yang tak terhitung jumlahnya, rantai hukum Dao yang telah putus, sisa-sisa Tatanan Surgawi yang hancur lebur, serta penghalang langit yang telah runtuh, semuanya melayang tanpa arah di tengah kekacauan kelabu-putih itu.


Setiap pecahan menyimpan bekas luka mengerikan akibat runtuhnya Alam Surgawi di masa lampau.


Setiap pola sisa yang tertinggal memuat rahasia pamungkas di balik kehancuran berbagai dunia dari era lama.


Sebuah kekuatan yang luar biasa dahsyat -- cukup besar untuk menghancurkan berbagai dunia dan melampaui setiap tingkatan Alam Surgawi -- menyembur keluar melalui celah Gerbang tersebut. 


Kekuatan itu menyapu seluruh Reruntuhan Roh Perairan Biru, membasuh tubuh fisik, energi spiritual, jiwa, dan hati Dao milik Dave.


Kekuatan ini terasa lembut namun mendominasi, berat namun dingin. 


Ia tidak melukai orang maupun benda, juga tidak merusak fondasi Dao seseorang.


Namun, ia mampu menembus segala ilusi dengan mudah dan menyingkap esensi dasar dari segala sesuatu.


Kekuatan itu seolah mampu menembus masa lalu dan masa depan, melihat tingkat kultivasi dan hati Dao, bahkan membaca obsesi serta rahasia terdalam dari setiap makhluk hidup di seluruh penjuru Alam Surgawi. 


Jubah Dave berkibar hebat di sekelilingnya meski tak ada angin, dan rambut hitamnya terhempas liar.


Cahaya terang yang tajam memancar dari matanya saat rasa ingin tahu dan hasrat untuk menjelajah dalam dirinya berkobar sepenuhnya.


Gerbang Surgawi!


Sebuah jalan sejati menuju sebuah Alam Surgawi!


Sebuah portal agung yang melampaui belenggu Surga ke-25, menerobos batasan hierarkis 36 Alam Surgawi, dan membebaskan diri dari kekangan hukum kosmis -- mengarah langsung ke sistem surgawi kuno yang utuh.


Sebelumnya, ia hanya sempat melihat sekilas keberadaan Alam Surgawi tingkat atas melalui indra ilahiahnya, menyadari bahwa alam surgawi saat ini hanyalah dunia buatan yang retak, lahir dari kehancuran dan pembangunan kembali -- sebuah tempat di mana segel hierarkis, kekangan hukum, dan penghalang buatan manusia menjebak jalan tak terhitung banyaknya pembudidaya yang mencari kenaikan tingkat.


Namun kini, Gerbang Surgawi benar-benar telah terbuka, dan jalan di hadapannya terbentang jelas.


Di balik gerbang itu terhampar luasnya surga sejati dan cakrawala abadi yang tak bertepi.


Dengan satu langkah, ia bisa meninggalkan Surga ke-25 yang cacat ini -- alam yang telah mengurungnya selama masa yang tak terhitung lamanya -- dan melangkah masuk ke wilayah sejati surga kuno. 


Di sana, ia bisa mengungkap kebenaran di balik kehancuran dunia, rahasia segel hierarkis, serta intrik tersembunyi di balik penataan ulang tatanan kosmis.


"Jadi begitu rupanya... Alam Surgawi kuno benar-benar tidak memiliki belenggu hierarkis ataupun jalan yang tertutup."


Dave bergumam pada dirinya sendiri.


Suaranya menyiratkan kelegaan karena memahami kebenaran, namun juga mengandung nada ejekan dingin terhadap kondisi Alam Surgawi itu saat ini. "Generasi penerus membuat batasan semu untuk memenjarakan diri mereka sendiri, memecah Alam Surgawi yang utuh menjadi tiga puluh enam wilayah yang terfragmentasi. Mereka memaksakan belenggu hukum dan penghalang hierarki, menjebak tak terhitung banyaknya pembudidaya dan mematikan vitalitas kosmos. Apakah itu benar-benar demi perlindungan, atau sekadar untuk memonopoli kekuasaan?"


Keraguan berkecamuk, dan emosinya meluap-luap.


Ia mengangkat kakinya sedikit, tubuhnya bersiap untuk melangkah melewati Gerbang Surgawi dan menjelajah jauh ke dalam ketidakpastian yang kacau demi menemukan jawabannya. 


Meskipun jalan di hadapannya diselimuti ketidakpastian dan bahaya, meskipun jurang tanpa dasar atau jebakan maut abadi menantinya di sisi lain, ia bertekad untuk terus melangkah maju.


Jalan kultivasi pada hakikatnya adalah tindakan menentang langit dan mendobrak segala batasan.


Alih-alih berpegang pada keamanan, ia mengejar kebenaran, terobosan, dan pembebasan dari belenggu dunia yang retak ini. 


Namun, tepat saat ujung kakinya hendak melangkah keluar -- bersiap menyeberang ke alam kacau di balik Gerbang Surgawi….


Duaaaarrrr...


Sebuah suara Dao yang dingin, tanpa emosi, dan memiliki aura kuno yang tak tergoyahkan tiba-tiba bergema ke seluruh penjuru dunia. 


Suara itu tidak sekadar terdengar di telinga; melainkan bergetar langsung menembus setiap jengkal ruang, setiap helai energi spiritual, hingga ke inti jiwa setiap makhluk hidup.


Gelombang membumbung tanpa embusan angin; kekacauan di sana bergolak hebat.


Sebuah celah lurus tiba-tiba membelah kekacauan berwarna kelabu-putih di pusat Gerbang Surgawi. 



Sesosok tubuh melangkah keluar perlahan, turun tanpa suara di hadapan portal tersebut.


Dia berdiri di antara Dave dan alam kekacauan, sepenuhnya menghalangi jalan majunya.


Pria itu mengenakan jubah sederhana berwarna kelabu-putih tanpa hiasan; kainnya bersih dan rapi, tanpa pola, ornamen, aliran cahaya spiritual, ataupun aura Dao.


Sosoknya tinggi dan ramping, namun wajahnya tampak samar, seolah terselubung kabut tak kasat mata dari Dao Surgawi. 


Betapapun tajamnya seseorang memandang, mata dan alisnya tak terlihat, ekspresinya tak terbaca, dan auranya tetap tak terduga.


Dia tidak memancarkan tanda-tanda kultivasi ataupun kekuatan yang menindas; dia tampak sangat biasa, layaknya manusia fana pada umumnya.


Namun, dia memancarkan aura otoritas tertinggi -- seolah-olah dia berdiri di atas langit, memegang kendali atas tatanan, dan memandang rendah perjalanan zaman.


Dia bukan berasal dari Surga ke-25 ataupun Alam Surgawi tingkat ke-36, ataupun wilayah mana pun dalam hamparan surga saat ini.


Dia adalah Sang Penjaga Tatanan Surgawi.


Dia adalah juru bicara Dao Surgawi, yang memegang aturan dan tatanan Alam Surgawi yang kini terpecah-belah, menjaga batas antar-alam, mempertahankan status quo kosmos, serta mengawasi semua makhluk hidup dari tindakan yang menentang langit atau melanggar batasan dunia.


Para Penjaga Tatanan Surgawi yang pernah ditemui Dave di penjara hanyalah perwujudan dirinya.


Sang Penjaga Tatanan Surgawi berdiri diam di kehampaan, menatap Dave tanpa jejak niat membunuh, kemarahan, ataupun permusuhan -- hanya tatapan dingin dan tak acuh layaknya hukum itu sendiri.


Itu adalah tatapan yang ditujukan pada variabel tak berarti yang mencoba melampaui aturan dan menyentuh hal-hal tabu.


"Berhenti."


Saat kata itu terucap, langit pun menjadi sunyi.


Sebuah perintah sederhana, namun mengandung bobot hukum Tatanan Surgawi -- mutlak tak terbantahkan, tak tertolak, dan mencakup seluruh alam.


Getaran yang mengguncang Reruntuhan Roh Perairan Biru seketika mereda, dan cahaya ilahi Gerbang Surgawi tiba-tiba meredup. 


Gerbang kuno yang tadinya sedikit terbuka mulai menutup perlahan namun nyata, tertutup rapat lapis demi lapis. 


Dave menghentikan langkahnya dan mengangkat pandangan untuk menatap langsung sosok misterius di hadapannya.


Tidak ada sedikit pun rasa takut di matanya -- hanya sorot mata yang penuh ketelitian dan kewaspadaan.


"Siapa kau?"


Suaranya terdengar tenang dan mantap, tidak menunjukkan sikap rendah diri maupun arogansi.


Bahkan saat berhadapan dengan entitas yang melampaui cakrawala, tekadnya tetap teguh dan hati Dao-nya tak tergoyahkan.


Meski wajah sosok itu tak terlihat jelas, Dave merasakan keakraban yang aneh, namun ia tidak berani mengakuinya secara pasti.


Sang Penjaga Tatanan Surgawi berbicara dengan nada datar tanpa emosi, seolah sedang menyatakan hukum kosmos yang tak tergoyahkan: "Penjaga Tatanan Surgawi. Aku menjaga stabilitas dunia saat ini, mengawasi batas antar-alam, serta mencegah kekacauan lintas alam atau gangguan terhadap tatanan alami."


"Mundurlah..."


Satu kata itu, yang membawa otoritas mutlak hukum kosmos, secara paksa memerintahkan Dave untuk mundur, menghentikan penyelidikannya, dan membatalkan niatnya menembus batas alam tersebut.


Dave tidak mundur; sebaliknya, ia berdiri teguh di tempatnya. 


Tatapannya semakin tajam dan dalam saat ia terus memandang sosok itu: "Aku menggunakan pecahan Poros Surgawi untuk mengaktifkan Gerbang Kuno menuju Alam Surgawi demi mencari kebenaran di balik asal-usul kosmos -- apa salahnya hal itu?” 


“Di masa lampau, Alam Surgawi menghubungkan seluruh alam tanpa batasan; mengapa kini semuanya disegel lapis demi lapis dan dikekang di setiap sisinya?” 


“Kau mendirikan penjara dan menambal celah-celah itu -- apakah alam surgawi ini merupakan rancanganmu sendiri?"


Wajah samar Sang Penjaga Tatanan Surgawi sedikit berpaling ke arah Dave; tatapan tak kasatmata tertuju padanya saat ia berbicara dengan tenang: "Zaman telah berganti, dan langit serta bumi pun berubah. Sistem kuno dari berbagai alam semesta telah runtuh; tatanan lama telah musnah, dan tatanan baru telah terbentuk.” 


“Saat ini, penghalang antar-alam retak, aliran energi bumi tidak stabil, dan celah-celah dimensi tersebar luas; bahkan daya hidup kosmos berada di ujung tanduk. Melintasi batas secara gegabah atau memaksakan diri naik ke alam yang lebih tinggi hanya akan memicu guncangan di seluruh jagat raya dan menyebabkan runtuhnya Dao Surgawi. Mengingat tingkat kultivasimu saat ini, melangkah melewati Gerbang ‘Kenaikan’ Surgawi sama saja dengan menjemput ajal."


" Hmm... Menjemput ajal?"

Dave mengulangi kata-kata itu dengan suara rendah. 


Kilatan dingin dan penuh cemoohan melintas di matanya, dan kecurigaan di hatinya semakin menguat. "Aku melihat bahwa di dalam Gerbang Surgawi, hanya terdapat serpihan kekacauan, reruntuhan kuno, dan hukum Dao yang hancur -- tidak ada bahaya mematikan ataupun musuh kuat dari luar alam ini.” 


“Mengapa melangkah masuk berarti kematian yang pasti..? Apakah Dao Surgawi benar-benar begitu licik, ataukah kau hanya tidak ingin dunia melihat kebenaran tentang berbagai alam semesta ini?"


Sang Penjaga Tatanan Surgawi tidak menjawab secara langsung.


Nadanya tetap dingin dan kata-katanya terasa formalitas belaka, berpegang teguh pada retorika kaku yang sudah baku: "Berbagai alam semesta telah retak dan dipenuhi celah; fondasi langit dan bumi belum lagi stabil.” 


“Tugas utama saat ini adalah memperbaiki celah-celah tersebut, menstabilkan fondasi alam, dan menjaga kedamaian kosmos -- bukan melintasi batas demi mencari jawaban atau mencoba naik ke tingkat yang lebih tinggi dengan sia-sia." 


"Simpanlah serpihan Poros Roh Surgawi, segel rahasia Gerbang Surgawi, dan fokuslah pada kultivasi, perbaikan aliran energi bumi, serta penstabilan dunia ini.” 


“Waktunya belum tiba; menentang kehendak langit saat ini sama saja dengan mendatangkan bencana bagi kosmos dan menjerumuskan dirimu sendiri menuju kehancuran."


Kata-kata itu terasa hampa, kaku, dan tanpa ketulusan -- tak lebih dari sekadar klise samar mengenai Dao Surgawi.


Tidak ada sedikit pun penjelasan substantif atau kebenaran yang terungkap.


Itu benar-benar sebuah penolakan yang meremehkan dan dilakukan sekadar formalitas belaka.


Kecurigaan Dave memuncak; dugaan serta keraguan yang ia miliki sebelumnya kini terbukti sepenuhnya.


Sosok yang disebut sebagai Penjaga Tatanan Surgawi ini sama sekali tidak melindungi berbagai alam semesta ataupun menjaga keselamatan makhluk hidup.


Sebaliknya, ia justru sedang menjaga sebuah rahasia -- sebuah misteri kuno yang sengaja disembunyikan demi mempertahankan tatanan semu dari alam semesta yang kini terpecah-belah, sembari mencegah para pembudidaya masa depan untuk melacak asal-usul, memutus belenggu mereka, dan memulihkan Dao Agung kosmos yang utuh.


Pandangannya tiba-tiba menajam, menembus hingga ke inti permasalahan, saat ia bertanya dengan suara berat dan tegas: "Kau terus-menerus mengaku menjaga tatanan kosmis serta stabilitas langit dan bumi -- maka aku bertanya padamu." 


"Tujuh Keluarga Besar di Surga ke-25 telah membagi-bagi wilayah, memonopoli sumber daya, menetapkan aturan mereka sendiri secara sewenang-wenang, dan mengubah peta geopolitik secara sepihak. Mereka secara paksa membangun tatanan pribadi dan hegemoni berbasis klan di dalam kosmos." 


"Mereka mengeksploitasi rakyat jelata, membelenggu para pembudidaya, dan memonopoli berbagai peluang, sehingga menjerumuskan alam Surgawi ini ke dalam perselisihan tiada henti dan peperangan yang kerap terjadi, sembari memperlebar perpecahan di dunia itu sendiri." 


"Tindakan semacam itu mengganggu keseimbangan kosmis, mengacaukan hukum langit, memperparah keretakan antar-alam, dan mematikan vitalitas dari berbagai dunia yang ada." 


"Itu adalah tindakan yang benar-benar merusak tatanan dan menentang kehendak alami Alam Surgawi. Namun, sebagai Penjaga Tatanan ini, mengapa kau justru menutup mata, mengabaikan situasi tersebut, dan tidak pernah turun tangan?"


Kata-katanya bergema kuat dan penuh penekanan, menghantam tepat pada inti permasalahan.


Ini adalah keraguan terdalam di hati Dave, sekaligus kebenaran paling absurd dari kosmos saat ini.


Dave selama ini beranggapan bahwa para Penjaga Tatanan Surgawi mengelola penjara di setiap lapisan Alam Surgawi. 


Dalam situasi seperti di Surga ke-25, di mana Tujuh Keluarga Besar mengaku sebagai penjaga tatanan, tampaknya tujuan mereka yang sebenarnya hanyalah untuk menindas para pembudidaya lain.


Mengapa para Penjaga Tatanan Surgawi tidak melakukan apa pun terhadap penindasan yang begitu terang-terangan itu?


Apakah mereka benar-benar tidak peduli bahkan ketika pihak lain memalsukan identitas mereka?


Apakah ini masalah ketidakpedulian?


Atau kurangnya keberanian?


Menghadapi pertanyaan tajam Dave, aura tak kasatmata yang menyelimuti Sang Penjaga Tatanan Surgawi sempat goyah sesaat.


Riak yang nyaris tak terlihat tampak melintasi wujudnya yang samar.


Namun, dalam sekejap mata, ia kembali ke sikap acuh tak acuh yang dingin. 


Masih menolak memberikan jawaban langsung, ia berbicara dengan nada datar dan formalitas semata: "Fragmentasi wilayah, konflik geopolitik, dan pertikaian antar-klan -- semua itu adalah bagian dari siklus internal alam ini dan beban karma yang diciptakan oleh makhluk hidup itu sendiri. Hal-hal tersebut berada dalam batas toleransi Ketertiban; tidak diperlukan intervensi."


"Sebaliknya, menyelidiki lintas alam, membuka Gerbang Surgawi, atau menelusuri tatanan kuno masa lampau -- itu semua adalah tindakan terlarang yang mengguncang fondasi Alam Surgawi dan merusak aturan yang telah mapan. Hal-hal tersebut melampaui batas toleransi dan harus dilarang."


Hanya dalam dua kalimat singkat, kemunafikan dan standar ganda dari apa yang disebut ‘Tatanan Surgawi’ itu tersingkap jelas.


Makhluk hidup saling membantai, memecah belah wilayah, mengacaukan gunung dan sungai, serta merusak jalur energi bumi -- semua itu dianggap sebagai siklus internal yang diperbolehkan;


Namun, ketika para pembudidaya mencari kebenaran, memutus belenggu, mengejar sumber asal-usul, atau membentuk ulang Dao Agung, hal itu dicap sebagai tindakan pembangkangan terlarang terhadap Surga -- sesuatu yang harus ditindas.


Absurd… 


Konyol…. 


Sungguh munafik!


Dave mencemooh dalam hati. 


Ia tidak lagi memiliki sedikit pun rasa hormat terhadap sosok yang disebut Penjaga Tatanan Surgawi ini.


Yang tersisa hanyalah keraguan mendalam dan rasa muak.


Ia menjadi sangat yakin: entitas di hadapannya bukanlah penjaga tatanan kosmis yang adil dan tanpa pamrih. 


Ia hanyalah boneka yang terikat belenggu -- berpegang teguh pada aturan usang, menyembunyikan kebenaran, dan memenjarakan khalayak ramai. 


Ia menggunakan tatanan palsu yang dibangun di atas keberpihakan dan standar ganda untuk memperdaya makhluk-makhluk Alam Surgawi dan membelenggu para pembudidaya lintas zaman. 


" Oh.. Jadi begitu rupanya."


Dave mengangguk perlahan; 


Kilatan dingin di matanya mereda, berganti menjadi ketenangan mendalam yang tak terbaca, sementara nada suaranya menyiratkan hawa dingin yang menusuk tulang serta pandangan tajam yang seolah mampu menembus segalanya: "Pembantaian makhluk hidup, kekacauan di langit dan bumi, runtuhnya tatanan -- semua itu masih bisa ditoleransi.” 


“Namun, upaya mencari kebenaran demi mendobrak status quo, pembangkangan terhadap langit, dan penelusuran asal-usul -- hal-hal itu tidak akan pernah dibiarkan.”


“Apa yang kalian jaga selama ini bukanlah langit dan berbagai dunia, ataupun makhluk hidup di dalamnya; melainkan semata-mata tatanan yang telah kalian tetapkan dan hegemoni abadi kalian sendiri, bukan?"


Sang Penjaga Tatanan Surgawi tidak memberikan komentar apa pun.


Ia tidak berminat memperdebatkan benar atau salah ataupun menjelaskan alasannya. 


Sebaliknya, entitas itu melontarkan pernyataan aturan yang dingin dan kaku: "Cukup. Segera segel pecahan Poros Surgawi, lupakan rahasia Gerbang Surgawi, dan curahkan diri kalian untuk memperbaiki retakan di Alam Surgawi serta menstabilkan fondasi dunia. Jika kau berani membuka Gerbang Surgawi atau kembali menyentuh hal-hal terlarang, tidak perlu menunggu bencana kosmis turun; Akulah yang akan melenyapkan kalian secara pribadi."


Kata-kata itu terlontar -- tanpa emosi, sebuah peringatan murni yang didasarkan pada hukum Tatanan Surgawi -- dingin dan penuh wibawa.


Kemudian, Sang Penjaga Tatanan Surgawi mengangkat tangan dan melambaikannya dengan lembut.


Nguuung...


Sebuah kekuatan tatanan Surgawi yang tak terlihat, tak berwujud, dan tak tertahankan tiba-tiba menyelimuti seluruh hamparan langit, menekan secara paksa esensi purba dari pecahan Poros Surgawi.


Pecahan-pecahan itu -- yang sebelumnya bersinar terang dan dikelilingi pola-pola surgawi -- seketika meredup.


Energi spiritualnya terkunci dan resonansi Dao-nya dibungkam, semuanya ditundukkan dan disegel secara paksa oleh kekuatan hukum yang maha tinggi.


Di kejauhan, jauh di dalam Jurang Kuno Cangming, rune ilahi Gerbang Surgawi padam sepenuhnya, pintu raksasa itu terbanting menutup, dan segel pembatas kembali mengeras. 


Wilayah yang telah terkubur debu selama jutaan tahun itu kembali sunyi senyap, memutus total segala peluang hubungan antaralam.


Aliran energi bumi di Reruntuhan Roh Perairan Biru yang sebelumnya bergetar hebat kini menjadi tenang sepenuhnya, energi spiritual yang sempat berbalik arah kembali ke jalurnya yang semestinya, dan segala kehidupan -- yang sebelumnya membeku -- kembali mendapatkan vitalitasnya. 


Segala anomali lenyap, seolah-olah fenomena kuno itu -- yang sempat mengguncang langit dan membuka Gerbang Surgawi -- tidak pernah terjadi sama sekali. 


Setelah melakukan semua itu, Sang Penjaga Tatanan Surgawi melayangkan satu tatapan terakhir yang acuh tak acuh ke arah Dave. 


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, sosoknya perlahan memudar dan melebur ke dalam kekacauan kelabu keputihan.


Ia mundur tanpa suara, kembali ke kedalaman tak dikenal di antara berbagai alam, lalu menghilang tanpa jejak.


Keheningan kembali menyelimuti dunia.


Energi spiritual mengalir lembut, diiringi kicauan burung, desau angin, dan gemericik aliran sungai. 


Alam rahasia itu kembali pada ketenangan dan kedamaiannya semula.


Namun, batin Dave tak lagi bisa menemukan ketenangan.


Dia melayang di kehampaan, tatapannya berat saat memandang kejauhan; badai keraguan dan berbagai macam pikiran berkecamuk di dalam dirinya.


Sosok ‘Penjaga Tatanan Surgawi itu -- kata-kata dan tindakannya hampa, logikanya munafik, penjelasannya asal-asalan, dan sikapnya penuh tipu daya.


Dari awal hingga akhir, dia sengaja menghindari pokok permasalahan, hanya melontarkan retorika samar tentang ‘keselamatan Dao Surgawi’ dan ‘bencana yang melanda Alam Surgawi untuk mengulur waktu dan mengalihkan pembicaraan, sembari menggunakan ancaman eksekusi untuk menghalangi upaya Dave mencari tahu kebenaran.


Dia tampak adil dan berkomitmen pada tatanan, namun kenyataannya, dia menyimpan niat busuk, sengaja menyembunyikan fakta, dan menutupi kebenaran.


Sosok yang terus-menerus berbicara tentang kebenaran Dao Surgawi dan kesejahteraan semua makhluk hidup, namun tindakannya semata-mata berisi penindasan dan pembatasan -- jika bukan penipu, lantas apa dia?


"Retakan di langit... memperbaiki dunia..."


Dave bergumam, kilatan dingin terpancar dari matanya. "Memperbaiki apanya, daannccookk sialan. Alam Surgawi saat ini bukan lagi Alam Surgawi yang dulu."


"Lupakan soal retakan di langit; bahkan jika seluruh alam ini runtuh, aku takkan peduli lagi."


Dave melihat watak asli sang Penjaga Tatanan Surgawi -- pria itu tak lebih dari seorang munafik.


Bisa jadi, seluruh urusan memperbaiki retakan itu hanyalah kebohongan sejak awal.


Mendengar umpatan marah Dave, ekspresi sang Penjaga Tatanan Surgawi berubah dingin. 


" Bangke... Bocah ini... dia tajam sekali dan sungguh licik.."


Seketika itu, sang Penjaga Tatanan Surgawi perlahan membuka telapak tangannya; aliran energi nuklir berkumpul di sana, ditarik langsung dari retakan di langit. 


Dia berniat menipu Dave agar membantu memperbaiki celah-celah itu dengan dalih palsu, hanya untuk kemudian membantai para pembudidaya dari ‘Klan Dewa Semu’ dan menggunakan kekuatan mereka guna menyegel retakan tersebut.


Kenyataannya, energi itu justru jatuh ke tangan sang Penjaga Tatanan Surgawi sendiri.


Tidak ada sedikit pun yang digunakan untuk benar-benar memperbaiki celah-celah itu.


Dia tidak menyangka Dave akan bisa melihat menembus tipu muslihatnya dalam waktu sesingkat itu.


"Bocah, karena kau menolak untuk mendengarkan, tidak ada gunanya kau tetap hidup."


Energi nuklir yang terkumpul di telapak tangan sang Penjaga Tatanan Surgawi menjadi semakin dahsyat, hingga akhirnya bersinar menyilaukan layaknya sebuah bintang.


Saat sang Penjaga Tatanan Surgawi melontarkan energi itu ke arah Dave, seolah-olah ajalnya telah tiba.


Meskipun Dave seorang Abadi Emas Luo Agung tingkat Kelima, mustahil bisa menahan serangan semacam itu.


Namun, tepat saat ledakan energi itu melesat ke arah Dave, sesosok tubuh tiba-tiba muncul dan seketika menghadang serangan tersebut.


Kekuatan yang mengerikan itu lenyap dalam sekejap, seolah-olah tidak pernah ada sama sekali.


Sosok yang baru muncul itu adalah seorang pria tua berjanggut putih yang tampak sangat lanjut usia.


"Wuji Tua, apa yang sebenarnya kau lakukan di sini?"


 Penjaga Tatanan Surgawi mengernyitkan dahinya begitu melihat pria itu.


"Dasar bodoh -- kau melarikan diri dari Sekte wuji Janji Suci-ku dan sekarang malah bermain-main menjadi 'Penjaga Tatanan' di sini? Tentu saja aku datang untuk menyeretmu kembali." Wuji Tua angkat bicara.


"Kau boleh menangkap ku, tapi jangan menghalangi urusan pentingku. Setelah aku membunuh anak itu, aku akan ikut denganmu." 


"Anak itu bisa membuka Gerbang Surgawi. Apakah kau sadar apa artinya hal itu bagi seluruh Alam Surgawi jika gerbang tersebut terungkap?" Sang Penjaga Tatanan Surgawi bertanya.


"Aku tidak peduli apa artinya. Aku tidak akan membiarkanmu membunuhnya; dia pernah berjasa padaku, dan dia membawa Token Wuji milik Sekte wuji Janji Suci kita.."


"Kau juga seharusnya berterima kasih padanya. Jika bukan karenanya, bagaimana mungkin kau bisa lolos dari gulungan itu?" Wuji Tua berkata dengan dingin.


" Oh... Jadi, itu dia?" 


Mata Sang Penjaga Tatanan Surgawi menyipit, lalu tubuhnya seketika menghilang.


"Jangan mencoba kabur..." 


Wuji Tua segera mengejar.


Saat ini, Dave sama sekali tidak menyadari semua itu -- apalagi fakta bahwa Ketua Sekte Janji Suci, yang pernah ia selamatkan di Alam Surga dan Manusia, baru saja muncul.


Alam Surga dan Manusia itu sebenarnya diciptakan oleh Sekte Janji Suci -- tampaknya untuk bersembunyi dari sesuatu.


"Dave, apa itu tadi...?"


Agnes melangkah maju perlahan; raut wajahnya masih menyiratkan keterkejutan dan keseriusan saat ia berbicara dengan lembut.


Tekanan hebat dari tatanan tertinggi yang baru saja ia rasakan membuatnya benar-benar menyadari betapa kecilnya semua makhluk hidup di seluruh penjuru Alam Surgawi serta betapa mengerikannya hukum-hukum yang mengatur alam semesta.


Yasmeen, Frendy, dan Pengkor juga kembali tersadar.


Dengan wajah serius dan hati yang dipenuhi rasa takjub, mereka menunggu dengan tenang penjelasan dari Dave.


Dave mengendalikan pikiran mendalam yang berkecamuk di matanya serta meredam keraguan dan aura tajamnya. 


Tatapannya kembali tenang dan terkendali saat ia berkata dengan santai: "Itu adalah Penjaga Tatanan Surgawi -- sosok yang telah memasang belenggu pada dunia ini selama berabad-abad."


"Apakah itu Penjaga Tatanan Surgawi yang kita lihat di penjara?" tanya Agnes. 


"Ya, dialah si idiot brengsek itu. Meskipun aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, aura dan cara bicaranya mengungkap jati dirinya." Dave mengangguk.


"Lalu, mengapa dia mencegah mu membuka Gerbang Surgawi?" tanya Agnes dengan bingung. 


"Dia juga tidak bisa menjelaskannya dengan jelas; dia hanya melontarkan kata-kata kosong dan bualan besar, sembari bersikap seolah-olah dirinya sangat penting."


"Kurasa itu semua hanya sandiwara belaka. Namun, karena aku bukan tandingannya saat ini, aku tidak punya pilihan selain menuruti perkataannya." Ujar Dave.


Setelah berkata demikian, ia mengangkat tangannya untuk mengambil pecahan Poros Roh Surgawi yang sedang tidak aktif, lalu menyegelnya dengan hati-hati di dalam ruang purba Kuali Shennong.


Ia akan menyimpan ‘Kunci Surga’ ini -- inti dari alam surgawi -- dengan aman untuk masa depan.


Ketika saatnya tiba, ia akan menggunakannya untuk kembali membuka Gerbang Surgawi dan meruntuhkan tatanan lama Alam Surgawi.


Setelah sepenuhnya menyerap keberuntungan yang terkumpul di Reruntuhan Roh Perairan Biru -- memperoleh berbagai peluang, sumber daya, warisan, dan rahasia tersembunyi dari ketiga alam mistis kuno tersebut  


Dave terbang ke angkasa bersama keempat rekannya. 


Meninggalkan tanah berkah yang tenang itu, mereka melesat kembali menuju kota utama Lingxi.


Bersambung....


Buat para rekan Sultan Tao pengunjung blog yg mau nyawer, mendukung, atau traktir Mimin kopi atau quota ☺️☺️


Bisa kirim ke aplikasi DANA di link berikut :

https://link.dana.id/qr/4e1wsaok


Atau ke akun 

SeaBank : 901043071732

Kode Bank Seabank untuk transfer (535)


Terima Gajih...☺️






No comments:

Post a Comment

Perintah Kaisar Naga : 7073 - 7076

 Perintah Kaisar Naga. Bab 7073-7076 * Terbukanya Gerbang Surgawi * Begitu melangkah masuk ke dalam Reruntuhan Roh, energi vital yang melimp...