Photo

Photo

Friday, 4 September 2026

Perintah Kaisar Naga : 6986 - 6990

 Perintah Kaisar Naga. Bab 6986-6990






* Klan Naga di Surga Ke-24 *

 


"Dave, ke mana kita akan pergi sekarang? Apakah kita akan langsung mencari para kultivator Klan Dewa dan menghadapi mereka?" 


Agnes menatap Dave dan bertanya setelah mendengar pernyataan berani pria itu.


Dia senang mendengar Dave berbicara dengan begitu berani.


Bagi orang lain, itu mungkin terdengar seperti bualan kosong, tetapi Agnes tahu bahwa meskipun Dave kadang-kadang membual, dia biasanya benar-benar melakukan apa yang dikatakannya.


"Tidak perlu terburu-buru bertindak."


Dave menatap hamparan lautan awan dan gunung-gunung abadi yang membentang luas di hadapannya. Dia berbicara dengan suara rendah, mantap, dan tenang, "Kita belum memahami Surga ke-24. Terlebih lagi, Klan Dewa telah bercokol di sini selama ribuan tahun; pengaruh mereka mengakar kuat dan rumit, serta fondasi mereka sangat dalam dan tak terduga.”


 “Kita adalah pendatang baru di sini dan sama sekali buta akan situasi; bertindak gegabah hanya akan memperingatkan musuh dan menempatkan kita dalam posisi yang tidak menguntungkan."


Meskipun Sang Penjaga Tatanan Dunia telah memindahkan mereka langsung ke tempat ini, dia tidak mengungkapkan satu pun detail mengenai pembagian kekuasaan, konflik antar-faksi, ataupun kelemahan Klan Dewa.


Menuntaskan dosa-dosa kuno dan memurnikan Hukuman Ilahi untuk memulihkan Alam Surgawi tidak bisa dicapai hanya dengan semangat dan gairah semata. 


Seseorang harus mengenal diri sendiri maupun musuh untuk memastikan kemenangan dalam setiap pertempuran.


Agnes mengangguk pelan dan menjawab dengan lembut, "Aku serahkan padamu. Mari kita amati situasinya terlebih dahulu, lalu rencanakan langkah kita selanjutnya."


"Ayo jalan..."

Dave menunjuk ke arah lautan awan luas tak berujung yang membentang ke timur. "Kita akan menjelajah sembari berjalan untuk melihat sifat asli dari alam ini. Hal itu akan membantu kita memahami wilayah kekuasaan dan penyebaran suku-suku Klan Dewa, serta kondisi terkini Klan Naga." 


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, kedua sosok itu berkelebat dan berubah menjadi kilatan cahaya, melangkah dengan mantap melintasi lautan awan.


Mereka tidak memacu kecepatan secara ekstrem, melainkan mempertahankan laju layaknya pembudidaya biasa yang sedang dalam perjalanan -- tidak terburu-buru namun stabil -- saat mereka melintasi ribuan mil pegunungan dan sungai. 


Apa yang disaksikan Dave di sepanjang perjalanan benar-benar meruntuhkan pemahamannya sebelumnya tentang Surga ke-24, menyingkap selubung kemunafikan yang menutupi alam suci ini.


Pegunungan abadi di sini memang lebih megah, energi spiritualnya lebih melimpah, dan pancaran cahaya sucinya lebih menyilaukan.


Namun, anugerah luar biasa yang diberikan oleh langit dan bumi ini sepenuhnya dimonopoli oleh Ras Dewa.


Kultivator Ras Dewa yang mengenakan jubah megah terlihat melayang di udara.


Meskipun berwajah rupawan dan diselimuti cahaya suci, mata mereka hanya memancarkan kesombongan dan sikap dingin.


Memancarkan rasa superioritas bawaan, mereka memandang semua makhluk hidup lainnya -- baik dari berbagai ras maupun spesies asing -- hanya sebagai semut atau sehelai rumput, tanpa sedikit pun rasa hormat atau belas kasih.


Di sepanjang perjalanan, Dave melihat Pembudidaya dari Ras Binatang Iblis yang dipaksa menjadi pekerja paksa, membanting tulang siang dan malam untuk menggali urat nadi spiritual dan memoles batu suci bagi Ras Dewa;


Dia melihat sisa-sisa Ras Iblis, dengan fondasi kultivasi yang telah disegel, dipaksa memikul beban besi suci yang sangat berat sembari menjaga celah-celah berbahaya -- nasib mereka tak lebih dari sekadar buruh tanpa bayaran.


Di alam ini, berbagai ras tidak memiliki martabat, kebebasan, ataupun hak untuk berkultivasi; yang ada hanyalah ketundukan dan kerja keras. 


Sedikit saja kelalaian dalam usaha mereka akan mendatangkan penindasan yang dahsyat, membuat nyawa mereka sepenuhnya bergantung pada belas kasihan tuan mereka.


Namun, pemandangan yang paling mengerikan -- yang benar-benar mengguncang batin Dave hingga ke dasarnya -- adalah pemandangan yang menyangkut Ras Naga.


Saat mencapai tepi lautan awan yang luas, pemandangan di depan tiba-tiba terbuka, dan sebuah pemandangan kekejaman yang mengejutkan menghantam pandangan mereka.


Tinggi di cakrawala yang tak bertepi, pemandangan itu tidak lagi menampilkan kemegahan yang anggun dan diselimuti kabut.


Sebaliknya, tempat itu dipenuhi oleh hamparan padat siluet naga raksasa yang membentang hingga ribuan mil. 


Makhluk-makhluk raksasa yang membentang hingga ratusan atau bahkan ribuan kaki -- naga-naga yang seharusnya menebarkan rasa takjub di angkasa -- kini tak lagi memiliki sisa-sisa keagungan mereka sebagai penguasa.


Sisik mereka rusak dan penuh bekas luka, sementara tubuh mereka bersimbah darah. 


Rantai-rantai raksasa dari besi hitam menembus sisik dan tulang, tertanam dalam hingga ke daging.


Setiap kepakan sayap mereka merobek luka-luka tersebut, menyebabkan darah naga yang panas membara merembes keluar dan menetes jatuh ke lautan awan di bawahnya. 


Reptil bersayap purba ini memiliki garis keturunan kuno berdarah murni.


Di masa lampau, mereka adalah makhluk tangguh yang menguasai langit dan menuntut ketundukan dari berbagai ras.


Namun kini, mereka semua telah direndahkan menjadi hewan pengangkut beban dan pekerja bagi Ras Dewa.


Terikat pada punggung makhluk-makhluk raksasa ini adalah kereta perang masif yang dipahat dari giok suci, muatan berat perbekalan dari gunung abadi, atau tumpukan harta karun langka yang menggunung.


Beban yang sangat berat itu membuat tubuh mereka melengkung dan membungkuk.


Sayap mereka yang dulunya tangkas kini gemetar tanpa henti, dan penerbangan mereka menjadi perjuangan yang melelahkan serta menyiksa.


Mereka seharusnya melesat menembus angkasa tertinggi dan menjelajahi lautan bintang, menguasai angin serta awan di empat penjuru samudra, dan menebar rasa gentar di hati berbagai ras di jagat raya.


Namun kini, mereka hanya bisa menyeret beban seberat ribuan kati, dipaksa bekerja hingga kelelahan oleh Ras Dewa.


Yang lebih mengerikan lagi adalah para pembudidaya Ras Dewa yang berpatroli di angkasa.


Puluhan prajurit Ras Dewa berbaju zirah melayang di udara, mengenakan zirah suci perak yang berkilauan dan memegang cambuk suci berlapis emas. 


Tatapan mata mereka yang dingin dan haus darah tertuju tanpa berkedip pada barisan naga yang sedang bersusah payah di bawah sana.


Setiap kali tenaga seekor naga melemah, langkahnya melambat, atau kepakan sayapnya goyah sedikit saja, cambuk suci yang menyengat akan melesat membelah udara dan menghantam sebelum makhluk itu sempat menarik napas!


Celetar...

Celetar...

Celetar...

Jebreeet...


Suara cambuk yang memekakkan telinga bergema di cakrawala, merambat menembus lautan awan hingga sejauh sepuluh ribu mil.


Cambuk suci berlapis emas itu mengandung kekuatan ilahi bawaan Ras Dewa.


Setiap hantaman mampu merobek sisik dan daging naga, meninggalkan luka menganga yang mengerikan hingga menembus tulang pada tubuh mereka yang masif.


Darah naga yang panas membara menetes bagai hujan, mengubah warna awan putih bersih menjadi merah pekat yang mencolok.


"Percepat langkah kalian! Bermalas-malasan seperti itu -- apa kalian ingin mati?"


Seorang komandan Ras Dewa membentak dengan suara dingin, kejam, dan tanpa belas kasihan. "Kalian, makhluk naga rendahan tolol, terlahir untuk menjadi budak bagi Ras Dewa kami! Melayani dan bekerja untuk kami adalah anugerah tertinggi bagi kalian!” 


“Jika berani bermalas-malasan sedikit saja, hari ini aku akan menghancurkan tulang-tulang naga kalian dan merebus kalian menjadi sup naga!"


Bayangan cambuk berseliweran di udara, sarat dengan kekuatan suci yang dahsyat.


Naga-naga yang dicambuk itu tidak berani mengaum, tidak berani melawan, bahkan tidak berani melambatkan langkah.


Mereka hanya bisa mengertakkan gigi dan mengepakkan sayap menahan rasa sakit yang membakar, membiarkan darah mengalir deras sembari terus berjuang maju menyeret beban berat mereka.


Di mata naga mereka, tak ada lagi sisa keganasan liar -- hanya kehampaan rasa, penghinaan, dan duka yang mendalam. 


Ras Naga yang agung -- yang dahulu merupakan penguasa langit dan memandang rendah semua ras lain -- kini telah jatuh ke dalam kondisi perbudakan yang hina dan menyedihkan. 


Dave berdiri di tengah awan yang jauh, sosoknya tersembunyi, diam-diam mengamati pemandangan di hadapannya sementara suhu di sekitarnya merosot tajam hingga titik beku.


Alisnya berkerut dalam; kilatan dingin melintas di matanya, dan kobaran amarah yang hebat membara di dalam dirinya.


Dia telah menyaksikan pembantaian di berbagai alam, mengarungi bahaya kehampaan, dan melihat bencana dahsyat yang mengancam langit.


Namun, belum pernah ia menjumpai tindakan sekeji ini -- penginjakan terhadap makhluk hidup dan penghinaan terhadap ras yang agung.


Klan Naga -- salah satu ras agung dari zaman purbakala -- memiliki garis keturunan yang tangguh, kekuatan yang tak terkalahkan, dan bakat bawaan yang luar biasa. 


Mereka pernah menjaga langit dan lautan, menstabilkan tatanan kosmis sebagai pilar kekuatan bagi alam semesta.


Namun kini, mereka digiring, dicambuk, dan dipermalukan layaknya hewan ternak oleh ‘Klan Dewa’ ini -- para perampas kekuasaan yang mengkhianati warisan leluhur dan mencuri otoritas Dao Surgawi.


" Bangsat... Ini sudah keterlaluan."


Suara Agnes yang tenang dan jernih menyiratkan nada dingin yang samar. 


Di kedalaman matanya yang biasanya tenang, muncul rasa pedih dan kemarahan yang mendalam. "Klan Dewa telah merampas dunia dan memonopoli esensi primalnya. Alih-alih melindungi Alam Surgawi, mereka justru memperbudak berbagai ras dan membantai makhluk hidup; kejahatan mereka sungguh tak termaafkan."


Dave tidak menjawab; ia hanya mengepalkan tangannya erat-erat.


Niat membunuh, yang sebelumnya ditekan hingga batas maksimal, mulai bergejolak di dalam hatinya dan menyebar dengan liar.


Dia bisa saja menyerang kapan saja -- menggunakan kekuatan Segel Nuklir Kosmik, kedahsyatan Dao Kekacauan, dan perlindungan ‘Kitab Suci Surgawi Luo Agung’ untuk seketika menghancurkan prajurit Klan Dewa rendahan itu serta menyelamatkan para naga yang menderita.


Namun, ia memaksakan diri untuk menahan dorongan bertindak itu.


Itu sia-sia.


Membunuh beberapa lusin prajurit Klan Dewa rendahan dan menyelamatkan beberapa ratus naga hanyalah ibarat setetes air di tengah samudra -- hal itu tidak akan menyelesaikan satu pun masalah mendasar.

 

Klan Dewa dari Surga ke-24 memiliki akar kekuasaan yang sangat kuat dan dipenuhi oleh para Master yang tangguh.


Kekuatan mereka jauh melampaui sekadar puluhan prajurit lapis baja tingkat rendah.


Jika dia bertindak gegabah sekarang, dia hanya akan mengungkap keberadaannya dan memperingatkan para petinggi Klan Dewa. 


Langkah semacam itu akan mengejutkan musuh dan -- yang lebih buruk lagi -- membahayakan banyak anggota Klan Naga lainnya yang saat ini sedang bersembunyi, serta memicu pembersihan dan pembantaian yang jauh lebih kejam.


Untuk menyelamatkan mereka, penyelamatan harus dilakukan secara tuntas.


Untuk membalikkan keadaan, fondasi kekuasaan lawan harus dicabut hingga ke akarnya.


Dave menatap tajam ke arah iring-iringan Klan Naga yang sedang dipermalukan dan disiksa di bawah sana; tekad yang kejam dan teguh mengeras di dalam dirinya.


Karena Klan Dewa memperlakukan Klan Naga sebagai budak dan ras-ras lain hanyalah sebagai ternak, hari ini dia akan secara pribadi menghancurkan tatanan korup ini, menggulingkan hegemoni Klan Dewa, dan membuat para pengkhianat itu membayar lunas utang darah mereka!


Tepat saat Dave menahan diri sembari diam-diam menimbang berbagai pilihan, lima gelombang Aura Naga yang sangat dahsyat tiba-tiba meledak dari angkasa!


Nguuung....


Lima aliran energi naga berwarna Cyan yang perkasa, agung, dan bertenaga tiba-tiba melesat naik dari hamparan lautan awan di sisi kiri, merobek lapisan-lapisan awan dan mencerai-beraikan cahaya ilahi yang memenuhi langit!


Lima sosok tinggi dan ramping melangkah keluar ke udara. 


Sikap mereka tegas dan berwibawa, dengan aura yang membumbung tinggi bagaikan pelangi. 


Sisik naga tampak berkilauan samar di tubuh mereka, dan pola naga berwarna Cyan melilit anggota tubuh mereka. 


Tatapan mata mereka tajam bagaikan bilah pedang, penuh dengan tekad pantang menyerah dari mereka yang siap menghadapi kematian!


Kelima sosok itu adalah anggota Klan Naga yang telah mengubah wujud mereka menjadi manusia. 


Aura mereka sangat luas dan kuat, dengan jelas memperlihatkan tingkat kultivasi mereka: Abadi Emas Agung tingkat Ketujuh! 


Di Surga ke-24, seorang Abadi Emas Luo Agung tingkat Ketujuh mewakili kekuatan tempur kelas atas -- jauh melampaui prajurit biasa dari Klan Dewa -- dan cukup kuat untuk menguasai suatu wilayah serta memimpin pasukan yang terdiri dari ribuan orang. 


Sang pemimpin, seorang anggota inti dari Klan Naga Bersayap (Pterodactyl), memiliki wajah yang keras dan tegas; alisnya memancarkan aura perlawanan yang angkuh dan pantang menyerah, sementara kristal naga berwarna Cyan di tengah dahinya berkilau cemerlang.


Pandangannya terkunci pada prajurit ras Dewa berbaju zirah yang sedang mengamuk menggunakan cambuk di udara. 


Menyaksikan kaumnya dicambuk semena-mena dan dipermalukan habis-habisan, ia tak lagi mampu menahan kesedihan dan kemarahan yang membara di matanya.


"Bajingan... Anjing anjing ras Dewa itu! Mereka sudah bertindak terlalu jauh dalam menindas kaum kita!"


Sang pemimpin meraung, suaranya menggema bagaikan guntur di tengah lautan awan. "Kita lebih baik mati daripada menanggung penghinaan seperti ini! Saudara-saudara, serang! Selamatkan kaum kita!"


"Bunuh!"


Empat pembudidaya ras Naga lainnya berteriak serempak.


Suara mereka meluap bagaikan gelombang pasang, dan kekuatan naga mereka meledak dengan dahsyat.


Tanpa ragu sedikit pun, mereka berlima melesat maju secara bersamaan, berubah menjadi lima kilatan cahaya Cyan saat mereka menerjang langsung ke arah pasukan ras Dewa yang melayang di udara.


Wuuzzzz...

Jebreeet...

Jebreeet...

Duaaaarrrr...


Pertempuran pun meletus seketika.


Sang pemimpin melancarkan serangan telapak tangan.


Kekuatan naga Cyan yang meluap-luap menderu keluar, dan pola berbentuk naga di telapak tangannya meledak ke arah luar.


Kekuatan itu memadat menjadi bayangan raksasa cakar naga yang -- diliputi kekuatan mendominasi yang mampu merobek langit -- menghantam dengan ganas ke arah komandan ras Dewa yang tadi mengayunkan cambuk.


Komandan itu hanya memiliki ranah kultivasi Abadi Emas Luo Agung tingkat Kelima. 


Terbiasa menindas ras lain dan memamerkan kekuasaannya, ia tak pernah menyangka ada anggota ras Naga yang berani melawan secara terbuka dan melancarkan serangan balik.


Karena lengah, ekspresinya berubah drastis. 


Ia buru-buru menyalurkan kekuatan sucinya untuk bertahan dan mengayunkan cambuk panjang berlapis emas miliknya, berusaha menangkis serangan mematikan tersebut. 


Namun, bagaimana mungkin seorang prajurit Ras Dewa di Alam Abadi Emas Luo Agung tingkat Kelima bisa menandingi kehebatan tempur seorang pembudidaya Ras Naga di ranah Abadi Emas Luo Agung tingkat Ketujuh?


Kraaak...


Suara retakan yang tajam dan nyaring terdengar.


Cambuk suci berlapis emas itu seketika hancur lebur dihantam oleh bayangan cakar naga. 


Kekuatan naga yang luar biasa dahsyat -- tak terbendung layaknya sebuah alat pendobrak -- menghantam keras zirah suci sang komandan.


Zirah suci yang kokoh itu langsung retak dan meledak hebat dengan suara dentuman yang memekakkan telinga. 


Sang komandan menjerit pilu saat tubuhnya terlempar mundur bagaikan anak panah yang talinya putus.


Ia memuntahkan darah suci dalam jumlah besar, menderita luka parah, lalu menghantam keras lautan awan dalam keadaan tak berdaya sama sekali. 


Empat kultivator Klan Naga lainnya melancarkan serangan serentak, masing-masing mengerahkan kekuatan naga bawaan mereka!


Salah satunya mengendalikan kekuatan angin naga.


Embusan angin kencang menderu, merobek cakrawala dan menyapu beberapa prajurit Klan Dewa yang mengenakan zirah, mencabik-cabik tubuh mereka hingga hancur seketika.


Salah satu dari mereka melepaskan Teknik Naga petir.


Sambaran petir berwarna ungu-cyan yang berderak menghantam dengan suara gemuruh yang memekakkan telinga, mengacaukan kekuatan suci para prajurit Ras Dewa dan menghancurkan aura pelindung mereka.


Dua lainnya terlibat dalam pertarungan jarak dekat.


Tinju naga mereka begitu mendominasi dan tubuh naga mereka memiliki kekuatan yang luar biasa. 


Setiap pukulan memanfaatkan keunggulan fisik alami Ras Naga -- serangan berat dan padat yang mendarat dengan kekuatan penghancur -- yang seketika melumpuhkan dan memukul mundur beberapa prajurit Ras Dewa.


Hanya dalam beberapa tarikan napas, patroli Ras Dewa -- yang sebelumnya angkuh dan bertindak kejam semena-mena -- hancur berantakan dan menderita korban jiwa yang besar.


Di bawah sana, naga-naga yang diperbudak mendongak.,


Secercah cahaya samar tiba-tiba menyala di mata mereka yang sebelumnya redup, dan tubuh raksasa mereka sedikit gemetar. 


Aura kerabat mereka yang telah lama hilang serta kekuatan semangat naga yang penuh perlawanan kembali menyalakan percikan harapan di hati mereka yang gersang.


"Itu kerabat kita! Seseorang datang untuk menyelamatkan kita!" 


"Bertahanlah! Kita selamat!"


Suara auman naga yang samar terdengar pelan, sarat dengan penantian yang telah lama terpendam.


Namun, harapan ini hanya bertahan sesaat sebelum dihancurkan sepenuhnya oleh kegelapan tak bertepi yang datang mendekat.


Duaaaarrrr....


Sebuah raungan yang memekakkan telinga dan mengguncang bumi tiba-tiba meledak dari kedalaman cakrawala.


Lautan awan di ketinggian bergolak hebat saat pasukan besar prajurit Ras Dewa -- yang mengenakan zirah suci -- melesat di udara dari pegunungan surgawi dan istana-istana langit dari segala arah, berjumlah hingga ratusan orang.


Cahaya terang memenuhi langit, dan kilau suci menutupi cahaya matahari.


Tak terhitung banyaknya pembudidaya Ras Dewa maju melintasi udara sembari mengacungkan senjata suci, aura mereka terasa tajam dan kekuatan mereka begitu mendominasi.


Tiga komandan pemimpin memiliki tingkat kultivasi di puncak Alam Abadi Emas Luo Agung tingkat Ketujuh.


Aura mereka begitu mendalam, kekuatan ilahi mereka telah dimurnikan, dan rune-rune ilahi berputar di sekeliling mereka -- menjadi bukti kehebatan tempur mereka yang luar biasa.


Ratusan prajurit Ras Dewa yang menyertai mereka semuanya memiliki tingkat kultivasi setidaknya di Alam Abadi Emas Agung tingkat Keempat. 


Kekuatan besar yang luar biasa ini seketika menutup segala jalan mundur bagi kelima pembudidaya naga tersebut. 


Hanya lima anggota ras Naga di Alam Abadi Emas Luo Agung tingkat Ketujuh menghadapi ratusan prajurit elit ras Dewa -- termasuk tiga sosok tangguh di puncak peringkat yang sama -- yang seketika membalikkan keadaan dan menempatkan mereka dalam bahaya besar.


"Segelintir makhluk naga rendahan, berani memberontak secara terang-terangan dan menyergap prajurit ras Dewa?"


Seorang komandan ras Dewa melangkah di udara, tatapannya dingin dan haus darah. 


Sambil memandang rendah kelima pembudidaya ras Naga itu dari atas, ia berucap dengan nada mengejek yang kejam, "Kalian benar-benar mencari kematian! Hari ini, aku akan mencabik-cabik tubuh kalian, mencabut urat-urat kalian, mengelupas sisik kalian, dan menggantungnya tinggi di angkasa sebagai peringatan bagi semua ras asing!" 


"Bentuk Formasi Dewa Pengunci Surga dan Pengikat Abadi! Jebak dan bantai mereka!" 


Komandan lainnya berteriak dengan tegas.


Dalam sekejap, ratusan pembudidaya ras Dewa mengambil posisi mereka. 


Sambil menyalurkan dan memadukan kekuatan suci mereka, mereka dengan cepat membangun formasi besar nan megah yang dirancang untuk mengunci langit.


Jaring energi suci memenuhi angkasa, menyegel cakrawala lapis demi lapis dan mengurung kehampaan di sekitarnya, memutus segala jalan untuk melarikan diri.


Saat formasi itu aktif, tekanan dahsyat menghantam turun, memaku kelima pembudidaya ras Naga itu di tempat.


Gerakan mereka menjadi lamban, dan aliran energi naga mereka terhambat parah.


Kelima pembudidaya dari garis keturunan Naga Bersayap itu mendapati diri mereka seketika terkepung dan terjebak dalam situasi tanpa harapan.


Pemimpin kelompok Naga Bersayap itu memasang ekspresi yang sangat serius.


Aura naga di sekelilingnya melonjak hebat, dan butiran keringat dingin membasahi dahinya.


Mereka berlima telah pergi dengan harapan dapat menyelamatkan kerabat yang diperbudak dan mengumpulkan informasi.


Mereka tidak pernah berniat untuk berbenturan langsung dengan pasukan utama ras Dewa.


Namun, ras Dewa bereaksi dengan kecepatan yang mengejutkan -- pasukan bantuan tiba dalam sekejap mata, mengepung mereka sepenuhnya. 


"Saudara-saudara, sepertinya tidak ada jalan keluar."


Sang pemimpin menarik napas dalam-dalam, sorot tekad yang teguh memancar dari matanya, lalu ia berucap dengan suara rendah dan berat: "Sejak zaman dahulu, garis keturunan Naga Bersayap kita telah berdiri tegak dengan kebanggaan yang tak tergoyahkan. Kita lebih memilih mati daripada tunduk; kita tidak akan pernah menjadi antek Kaum Dewa, ataupun berlutut memohon belas kasihan!" 


 "Sekalipun kita gugur dalam pertempuran hari ini, kita akan menyeret beberapa anggota Kaum Dewa untuk ikut binasa bersama kita! Bahkan jika kita musnah sepenuhnya, kita tidak akan pernah membiarkan kehormatan Klan Naga ternoda!"


"Lebih baik mati daripada menyerah! Bertarunglah hingga titik darah penghabisan!" Empat kultivator Klan Naga lainnya meraung serempak.


Suara mereka menggema, memancarkan tekad yang begitu kuat namun sarat akan nuansa kepedihan yang mendalam.


Tak seorang pun gentar; tak ada yang menunjukkan rasa takut.


Mereka telah lama menyaksikan terlalu banyak kerabat mereka mati dalam kehinaan dan melihat garis keturunan Naga diinjak-injak sesuka hati. 


Sejak mereka menapaki jalan pemberontakan, mereka telah mengesampingkan segala urusan hidup dan mati.


Seketika itu juga, mereka berlima melancarkan serangan ganas lainnya!


Tanpa menahan diri sedikit pun, mereka membakar darah Naga mereka dan memacu kultivasi dasar mereka hingga melampaui batas. 


Simbol Naga yang cemerlang memancar di sekujur tubuh mereka, dan Qi sejati Naga berwarna biru kehijauan membumbung tinggi ke langit dan bumi, membuat kekuatan tempur mereka melonjak drastis!


Kekuatan Naga yang dahsyat menyapu ke segala arah, berbenturan sengit dengan aura suci yang luar biasa dari Ras Dewa dan meledak dengan suara gemuruh yang menggelegar!


Wuuzzzz...

Jebreeet...

Jebreeet...

Jegeerrrrrr...

Duaaaarrrr...


Pertempuran yang mengguncang bumi pun pecah sepenuhnya.


Seorang kultivator Naga bertarung langsung melawan dua prajurit Ras Dewa di Alam Abadi Emas Luo Agung tingkat Enam.


Tinju Naganya menghancurkan senjata suci dan tubuh Naganya menahan serangan teknik suci, memungkinkannya membunuh satu lawan, meskipun ia menderita luka parah saat beberapa serangan suci menembus bahunya, menyebabkan darah Naga menyembur keluar.


Kultivator Naga lainnya melepaskan teknik rahasia yang melibatkan sayap Naga bawaannya.


Embusan angin kencang yang dihasilkannya merobek cahaya suci dan menjebol pertahanan formasi, namun ia terdesak oleh kekuatan gabungan tiga Master Ras Dewa, membuat punggungnya dipenuhi luka dan sisik-sisiknya hancur lebur.


Sang pemimpin adalah yang paling tangguh di antara semuanya.


Bertarung satu lawan dua, ia mampu bertahan menghadapi sepasang komandan Ras Dewa di Alam Abadi Emas Luo Agung tingkat Tujuh puncak. 


Cakar Naganya merobek cahaya suci, dan aumannya memecahkan lantunan mantra suci.


Pertempuran itu membuat langit dan bumi bergetar serta mencerai-beraikan lautan awan. 


Namun, karena kalah jumlah dan menghadapi gelombang musuh Ras Dewa yang tak ada habisnya, luka-luka mereka bertambah dengan cepat.


Senjata suci menebas tanpa henti, teknik suci menghujani mereka tanpa jeda, dan formasi menekan dengan kekuatan yang menghancurkan.


Luka-luka terus bertambah di tubuh kelima prajurit Naga tersebut.


Darah naga membasahi pakaian mereka dan melumuri tubuh mereka hingga memerah pekat. 


Aura mereka kian melemah, dan gerakan mereka menjadi lamban. 


Namun, tatapan mata mereka tetap menyala garang bagaikan api, tanpa sedikit pun niat untuk mundur.


Setiap serangan merupakan pertaruhan hidup-mati yang nekat -- tanpa rasa takut dan pantang menyerah di tengah pertempuran berdarah itu.


" Oh... Dasar naga naga goblok yang keras kepala! Jika kalian mencari kematian, akan ku kabulkan keinginan kalian!"


Komandan Ras Dewa yang berada di tengah memancarkan niat membunuh yang meluap-luap. 


Ia mengangkat tangannya untuk membentuk Segel Ilahi Agung.


Kekuatan suci yang sangat besar berkumpul di telapak tangannya, memadat menjadi segel emas yang mampu menundukkan langit. 


Dengan kekuatan mengerikan yang seolah sanggup menghancurkan segala sesuatu di jalurnya, segel itu menghantam keras ke arah mereka berlima!


Ini adalah serangan mematikan dari seorang prajurit Ras Dewa di Alam Abadi Emas Luo Agung tingkat Ketujuh puncak -- serangan dengan kekuatan tak terbatas. 


Jika serangan itu mengenai sasaran, kelima pembudidaya Ras Naga -- yang sudah terluka parah dan kehabisan tenaga -- pasti akan musnah seketika, bahkan tanpa menyisakan serpihan tulang sedikit pun!


Saat menatap segel mengerikan yang meluncur turun ke arah mereka dan merasakan hawa kematian yang kian mendekat, sorot tekad yang tragis namun teguh terpancar dari mata kelima pembudidaya Ras Naga tersebut.


Namun, mereka tidak merasa takut. 


Sebaliknya, mereka mendongakkan kepala dan meraung serempak, bersiap membakar esensi Naga mereka demi satu perlawanan terakhir yang nekat!


Di kejauhan, di tengah awan, Dave, yang sejak tadi diam-diam mengamati situasi, merasakan tatapannya berubah dingin seketika.


"Cukup sudah."


Ia mengucapkan kata itu dengan lembut; nadanya tenang, namun memancarkan wibawa yang tak terbantahkan.


Melihat kelima pembudidaya Ras Naga ini -- yang memiliki harga diri teguh dan semangat pantang menyerah -- berada di ambang kematian tragis di tangan Ras Dewa, Dave tidak bisa lagi tinggal diam.


Ia perlu memahami kondisi Ras Naga dan menjalin kontak dengan pasukan perlawanan, dan kelima orang ini merupakan pintu masuk yang sempurna.


Lebih penting lagi, ia menghormati sosok-sosok yang menolak untuk menyerah atau menanggung penghinaan bahkan saat menghadapi kematian.


Ia tidak akan pernah membiarkan Ras Dewa membantai orang-orang setia secara semena-mena dan menginjak-injak harga diri yang begitu mulia.


Inilah saatnya untuk menyelamatkan mereka!


Dave tetap berada di tengah lautan awan, tanpa melangkah maju sedikit pun.


Sosoknya tetap tak bergerak, membuatnya sama sekali tak terdeteksi oleh pihak luar.


Dia hanya menyalurkan energi Nuklir Kekacauan yang telah dimurnikan sepenuhnya di dalam dirinya, mengangkat ujung jarinya sedikit, lalu --tanpa suara -- menyentilnya.


Nguuung.....


Seberkas energi Nuklir berwarna abu-abu -- yang ukurannya sangat kecil hingga tak terbayangkan dan sama sekali tak terlihat oleh mata telanjang -- melesat senyap menembus udara. 


Berkas kekuatan Nuklir ini sangat halus dan terkendali.


Ia tidak memancarkan sedikit pun aura kekuatan yang dahsyat, bergerak tanpa suara, dan tidak meninggalkan jejak apa pun.


Kekuatan itu melampaui spektrum kekuatan konvensional di semesta -- bukanlah kekuatan suci ataupun energi spiritual -- sehingga keberadaannya sama sekali berada di luar pengetahuan atau persepsi makhluk mana pun.


Namun, kekuatannya sungguh mengerikan.


Seketika itu juga, seberkas energi kekacauan primordial melesat dengan akurasi luar biasa, menghantam tepat di pusat segel suci emas yang sedang menghujam ke arahnya!


Kraaak...


Tidak ada ledakan dahsyat yang mengguncang bumi -- hanya terdengar suara retakan yang tajam namun samar.


Segel suci yang mematikan itu -- yang terbentuk dari kekuatan suci penuh seorang komandan Klan Dewa di Alam Abadi Emas Luo Agung tingkat Ketujuh puncak dan tampak begitu perkasa serta tak dapat dihancurkan -- seketika runtuh dari intinya dan hancur lapis demi lapis akibat terkikis oleh energi kekacauan primordial tersebut!


Cahaya ilahi keemasan yang memenuhi langit tiba-tiba lenyap.


Serangan mematikan yang sesaat lalu cukup kuat untuk menghancurkan seorang Master di Alam Abadi Emas Luo Agung tingkat Ketujuh itu pun sirna tanpa bekas dalam sekejap mata.


"Hah..? Bangke..."


Ekspresi komandan Klan Dewa itu berubah drastis.


Pupil matanya mengecil, dan wajahnya dipenuhi rasa tidak percaya.


Ia bisa merasakan dengan jelas bahwa segel suci-nya tidak hancur akibat benturan kekuatan kasar.


Sebaliknya, suatu kekuatan misterius yang tak terbayangkan telah melarutkan esensinya, menyebabkannya hancur total dari dalam -- sebuah fenomena yang sungguh aneh!

 

Sebelum ia sempat bereaksi, serangan kedua dan ketiga Dave telah meluncur diam-diam.


Dua berkas energi nuklir kekacauan primordial lainnya membelah udara tanpa suara, menghantam tepat pada aura pelindung suci milik dua komandan Klan Dewa lainnya.


Jebreeet...

Jebreeet...


Terdengar dua suara sedikit pelan.


Aura pelindung suci yang tebal -- yang menjadi andalan pertahanan kedua komandan Klan Dewa di Alam Abadi Emas Agung tingkat Ketujuh puncak itu -- hancur tanpa suara dan lenyap seketika.


Segera setelah itu, dua kekuatan tak terlihat -- yang terasa lembut namun mendominasi -- menghantam tepat di dada mereka.


Jegeerrrrrr...

Jegeerrrrrr...


Kedua komandan Klan Dewa yang tangguh itu bahkan tidak sempat melihat siapa lawan mereka atau dari mana serangan itu berasal.


Tubuh mereka bergetar hebat, dan mereka memuntahkan darah suci keemasan. 


Sambil terhuyung mundur -- dengan energi internal yang kacau-balau dan kekuatan suci yang tak terkendali -- mereka seketika tumbang dengan luka parah!


Perubahan situasi yang mendadak ini seketika mengacaukan ritme formasi Klan Dewa secara keseluruhan. 


Dengan tewasnya salah satu dari tiga komandan utama dan dua lainnya terluka parah, inti dari formasi besar itu pun seketika runtuh; Formasi Pengunci Abadi’ -- yang sebelumnya mencengkeram erat kehampaan -- mengalami penurunan kekuatan yang drastis dan goyah, menyebabkan energi suci di sekitarnya melonjak hebat dan tercerai-berai dalam kekacauan.


" Hah... Apa yang terjadi?!" 


" Hei...Siapa yang menyerang dari balik bayang-bayang?!"


Kepanikan seketika melanda para pembudidaya Klan Dewa.


Karena takut akan nyawa mereka sendiri, mereka memindai lautan awan di sekitar dengan kewaspadaan tinggi, namun tidak menemukan jejak musuh sama sekali.


Musuh yang tak terlihat adalah jenis musuh yang paling menakutkan.


Kelima pembudidaya Klan Naga, yang sebelumnya terjebak dalam situasi tanpa harapan, juga sempat terpana sejenak dengan wajah penuh kebingungan.


Mereka telah bersiap sepenuhnya untuk bertarung sampai mati, namun tiba-tiba ancaman maut itu lenyap begitu saja.


Tiga komandan terkuat musuh seketika dilumpuhkan dan dipaksa mundur, sementara formasi yang mengepung mereka telah hancur.


Situasi berbalik begitu mendadak hingga mereka sempat kesulitan mencerna apa yang terjadi.


"Itu membantu kita! Seseorang sedang membantu kita dari balik bayang-bayang!"


Salah satu kultivator Klan Naga segera menyadari situasi tersebut dan berseru dengan nada mendesak namun tertahan.


Mata pemimpin naga bersayap itu berbinar.


Memanfaatkan kesempatan langka untuk meloloskan diri ini, ia meraung, "Formasi itu telah hancur! Barisan musuh berantakan! Ayo kita pergi!"


Kelima orang itu berhenti bertarung -- mengabaikan rasa sakit luar biasa yang menyiksa tubuh mereka -- mengerahkan sisa-sisa terakhir kekuatan naga mereka.


Wuuzzzz...

Wuuzzzz...

Wuuzzzz...


Berubah menjadi lima kilatan cahaya biru, mereka menerobos celah formasi dan melesat secepat mungkin menuju lautan awan yang luas dan tak bertepi di kejauhan, tanpa sekalipun menoleh ke belakang.

 


"Hentikan mereka! Jangan biarkan mereka lolos!"


Komandan Klan Dewa yang terluka itu, yang merasa terkejut sekaligus murka, memaksakan diri untuk meneriakkan perintah pengejaran meski tubuhnya terluka parah.


Namun, Dave telah memperhitungkan segalanya.


Ia tidak akan memberi mereka kesempatan sedikit pun untuk melakukan pengejaran.


Dengan sentakan ujung jarinya, ia melepaskan beberapa pancaran energi nuklir kekacauan purba ke arah lautan awan di bawah. 


Seketika itu juga, lapisan badai kehampaan yang kacau meledak tepat di belakang kelima orang itu.


Angin menderu, ruang yang terdistorsi, dan awan yang menutupi langit -- kekuatan-kekuatan ini secara paksa memutus setiap jalur pengejaran dan menghalangi segala bentuk sihir pelacakan suci.


Ratusan kultivator Klan Dewa tertahan oleh kekacauan kehampaan tersebut.


Mereka hanya bisa menyaksikan tanpa daya saat sosok kelima pembudidaya Klan Naga itu menghilang ke dalam kedalaman lautan awan yang luas, tanpa meninggalkan jejak apa pun.


Setelah beberapa upaya pengejaran yang sia-sia, pasukan Klan Dewa terpaksa tetap di tempat dengan amarah yang meluap-luap. 


Mereka menata ulang formasi dan memindai keberadaan musuh yang mungkin bersembunyi, sementara langit terus dipenuhi oleh makian penuh amarah dan teriakan peringatan mereka.


..... 


Sementara itu, jauh di tengah lautan awan yang sunyi, ribuan mil jauhnya...


Lima kilatan cahaya biru kehijauan tiba-tiba turun dan mendarat dengan mantap di sebuah pulau awan yang terpencil.


Begitu mendarat, kelima orang itu tak lagi mampu bertahan.


Tubuh mereka bergoyang dan mereka terhuyung mundur sembari memuntahkan darah. 


Aura naga mereka meredup drastis seiring dengan memuncaknya rasa sakit akibat luka-luka mereka.


Pertarungan hidup-mati itu, ditambah dengan pelarian paksa yang mereka lakukan, telah menguras hampir seluruh energi purba mereka.


Setiap orang dari mereka terluka parah dan berada dalam kondisi kritis. 


"Uhuk...Uhuk....Nyaris saja... Kita hampir kehilangan nyawa di sana tadi."


Seorang kultivator muda Klan Naga menyeka darah dari sudut mulutnya dan berbicara dengan suara pelan, matanya masih menyiratkan keterkejutan akibat pengalaman nyaris mati yang baru saja mereka alami. "Siapa sebenarnya yang turun tangan menyelamatkan kita? Metodenya sungguh aneh -- kita sama sekali tidak bisa merasakan aura mereka!"


" Yo ndak tau kok nanya saya..."


"Aku juga tidak tahu..."

Sang pemimpin menggelengkan kepala perlahan; alisnya berkerut dan matanya menyorot tajam penuh kewaspadaan. "Dia menyembunyikan diri dengan sangat sempurna; tidak ada sedikit pun aura yang bocor dari awal hingga akhir. Tingkat kultivasinya tak terduga -- dia pastilah sosok ahli tingkat tinggi.” 


“Aku hanya bertanya-tanya apakah dia kawan atau lawan, dan mengapa dia memilih untuk membantu kelompok Naga yang sedang terpuruk seperti kita."


Baru saja ia berucap, kristal naga di tengah dahinya terasa sedikit hangat.


Indranya yang tajam seketika menangkap dua aura samar yang perlahan mendekat dari jarak seribu mil.


" Hei... Ada seseorang yang datang..."


Terlebih lagi, aura-aura itu terasa tenang dan tanpa niat jahat, bergerak mendekat ke arah mereka.


Sang pemimpin seketika menegang, mengangkat tangan untuk memberi isyarat agar keempat rekannya bersiaga. 


Ia memusatkan pandangan tajam ke arah datangnya aura tersebut dan bersuara berat serta lantang hingga terdengar jelas di udara: "Karena kau sudah tiba, tidak perlu lagi bersembunyi. Rekan Taois, silakan maju dan tunjukkan diri Anda!"


Lautan awan bergulung lembut saat dua sosok melangkah keluar, menampakkan diri di hadapan mereka berlima.



Mereka tak lain adalah Dave dan Agnes.


Dave menekan auranya sepenuhnya.


Ia tampak sangat biasa, dengan tingkat kultivasi yang terlihat rata-rata dan tanpa jejak kekuatan yang dahsyat -- persis seperti pembudidaya pengembara pada umumnya.


Agnes berdiri tenang di sampingnya -- dingin, anggun, dan setenang air yang diam -- tanpa sikap mencolok ataupun menarik perhatian berlebih.


Kelima pembudidaya dari Klan Naga itu seketika mengunci pandangan pada pasangan tersebut, mengamati mereka dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan penuh kewaspadaan, penilaian, dan kecurigaan.


Mereka sungguh tidak habis pikir bagaimana dua anak muda yang tampak biasa saja ini bisa memiliki kekuatan mengerikan dan tak terduga seperti yang ditunjukkan sebelumnya -- kemampuan untuk melukai tiga Master di Alam Abadi Emas Luo Agung tingkat tujuh dari Klan Dewa dalam sekejap.


"Apakah kalian berdua yang menyelamatkan kami?"


Sang pemimpin -- seekor naga bersayap -- berbicara lebih dulu, nadanya sarat dengan kewaspadaan yang menyelidik; dia sama sekali tidak lengah. 


Dave mengangguk santai; nada bicaranya tenang -- tidak sombong ataupun tidak sabaran -- serta sangat bersahaja. "Ya, itu aku. Kebetulan aku sedang lewat dan melihat Ras Dewa mengepung serta menyerangmu, jadi aku hanya mengulurkan tangan."


" What... Hanya mengulurkan tangan?"


Kelima orang itu saling berpandangan, mata mereka menyiratkan kebingungan yang kian mendalam.


Menghancurkan formasi agung Klan Dewa seketika dan melukai tiga komandan puncak Klan Dewa diranah Dewa Emas Luo Agung tingkat Ketujuh dalam sekejap mata -- kemampuan yang begitu mengguncang dunia, namun dilakukan dengan begitu santai?


Pemuda ini memiliki kekuatan yang menakutkan, namun bersikap sangat rendah hati.


Sembari menekan rasa terkejut di hatinya, sang pemimpin bertanya, "Karena kau turun tangan menyelamatkan kami, pastilah ini bukan tindakan sembarangan. Bolehkah aku bertanya mengapa kau memilih untuk menyelamatkan kami?” 


“Kami adalah pemberontak Klan Naga yang diburu oleh Klan Dewa; menyelamatkan kami sama saja dengan secara terbuka memusuhi seluruh Klan Dewa di Surga ke-24 -- sebuah langkah yang sangat berisiko. Tidakkah kau takut akan masalah yang mungkin ditimbulkannya bagi dirimu sendiri?"


Dia harus memastikan motif orang asing itu.


Klan Naga saat ini berada dalam situasi yang sangat sulit -- melarat, tak berdaya, dan terus-menerus diserang; mereka tidak memiliki apa pun yang layak diperebutkan.


Kebaikan yang datang tanpa sebab sering kali menyembunyikan motif tersembunyi, dan dia tidak berani memercayainya begitu saja.


Mendengar ini, Dave tersenyum tipis; nadanya terbuka dan tulus, tanpa kepura-puraan. "Tidak ada alasan yang rumit. Aku hanya tidak tahan melihat apa yang terjadi di depan mataku." 


"Klan Dewa bertahta tinggi di Seluruh Alam Surgawi ini, memonopoli esensi purba dunia melalui warisan dari luar alam semesta dan menimbun keberuntungan langit untuk diri mereka sendiri. Seharusnya mereka melindungi berbagai ras dan menjaga keseimbangan dunia." 


"Sebaliknya, mereka mengandalkan kekuatan luar biasa untuk menindas ras lain dan memperbudak Klan Naga kuno -- menggiring dan mencambuk kalian layaknya ternak, membantai makhluk hidup sesuka hati, dan memamerkan kekuasaan mereka di hadapan semua orang." 


"Aku mungkin tidak memiliki banyak hal, tetapi aku sama sekali tidak bisa mentoleransi tindakan tercela seperti itu -- menindas yang lemah, memutarbalikkan keadilan, dan menginjak-injak rakyat jelata."


"Kebetulan aku memiliki kemampuan untuk turun tangan, jadi aku menyelamatkan kalian sekalian. Hanya itu saja."


Kata-katanya lugas dan terus terang -- tanpa retorika kosong atau upaya pamer diri. 


Sikapnya yang membumi dan tulus seketika melenyapkan sebagian besar kecurigaan kelima orang itu. 


Mendengar hal tersebut, raut wajah sang pemimpin yang tadinya tegang sedikit melunak. 


Kilasan emosi melintas di matanya saat ia memberikan salam hormat yang santun. "Aku berterima kasih kepadamu, Rekan Taois, atas kebaikan hati yang luar biasa ini. Aku Curtois Ling dari Klan Naga Bersayap. Keempat orang ini adalah kerabatku: Francois Ling, Leonis Ling, Francia Ling, dan Felice Ling."


Dave mengangguk kecil sebagai tanda hormat. "Aku Dave Chen, dan di samping saya adalah pasangan Dao-ku, Agnes Jiang. Kami baru saja tiba di Surga ke-24 dan belum begitu memahami situasi terkini di sini."


Saat mendengar penyebutan mengenai keadaan di Surga ke-24, mata berkaca-kaca Curtois seketika dipenuhi oleh kesedihan dan rasa hina yang mendalam. 


Ia menghela napas panjang, suaranya menyiratkan kepahitan. "Rekan Taois Chen dan Jiang, karena kalian baru di sini, ada banyak hal yang belum kalian ketahui.”


“Surga ke-24 saat ini bukan lagi tanah suci tempat berbagai ras kuno pernah hidup berdampingan dalam harmoni; tempat ini telah berubah total menjadi neraka pribadi bagi mereka yang menyebut diri sebagai 'Ras Dewa'." 


"Klan Naga kami dulunya adalah ras yang agung di antara berbagai Alam Surgawi. Di zaman kuno, kami menjaga empat lautan dan menstabilkan kosmos, serta memberikan jasa yang luar biasa bagi alam semesta. Namun, ketika para pembudidaya dari Alam Ilahi menginvasi Alam Surgawi dan klan kami bangkit melawan, kami menderita korban jiwa yang tak terhitung jumlahnya, dan kekuatan kami pun merosot tajam.” 


“Banyak kultivator Alam Surgawi, yang ingin meningkatkan kultivasi mereka dengan cepat, mulai mempraktikkan teknik-teknik dari luar alam ini. Kekuatan mereka melonjak, dan mereka menobatkan diri sebagai 'Ras Dewa'. Setelah merebut kendali atas Dao Surgawi, mereka menjadikan klan Naga kami sebagai target utama penindasan."


Ia menunjuk ke arah kedalaman lautan awan di kejauhan, tempat naga-naga raksasa masih dipaksa melakukan kerja paksa; suaranya bergetar menahan emosi. "Naga-naga raksasa yang kalian lihat tadi -- yang dipaksa bekerja keras dan dipermalukan sedemikian rupa -- semuanya adalah anggota klan kami."


"Klan Naga di seluruh Surga ke-24 kini terbagi menjadi tiga faksi." 


Curtois menenangkan dirinya dan perlahan menceritakan nasib mengerikan yang menimpa Klan Naga, kata-katanya sarat dengan kepedihan mendalam: "Kelompok pertama -- yang jumlahnya jauh paling besar -- telah sepenuhnya ditundukkan oleh Klan Dewa. Dasar kultivasi mereka dihancurkan, dan mereka dipaksa menjadi budak naga abadi, bekerja keras siang dan malam mengangkut perbekalan serta menambang urat spiritual demi tuan mereka. Mereka terus-menerus menanggung cambukan dan penghinaan, terjebak dalam neraka duniawi di mana kematian pun tak memberikan jalan keluar." 


"Kelompok kedua terdiri dari kami yang menolak untuk tunduk atau menerima perbudakan. Kami membawa kerabat yang selamat dan bersembunyi di wilayah terpencil yang berbahaya serta di celah-celah kehampaan, berjuang mempertahankan hidup di tengah kondisi yang sangat genting. Kami menghabiskan hari-hari dengan mengumpulkan informasi dan mencari peluang untuk menyelamatkan saudara-saudara kami, berupaya keras menjaga garis keturunan Klan Naga agar tidak punah sembari diam-diam melawan kekuasaan Klan Dewa." 


"Adapun kelompok ketiga -- kelompok yang membawa aib dan kehinaan terbesar bagi kami -- adalah garis keturunan Naga bumi Melingkar (Panlong)!"


Saat menyebut garis keturunan Naga Bumi, amarah yang meluap-luap berkobar di mata Curtois, suaranya penuh dengan cemoohan dan kebencian: "Sekelompok pengkhianat itu! Karena pengecut dan serakah akan harta, mereka dengan sukarela menjadi antek dan kaki tangan Klan Dewa hanya demi menyelamatkan nyawa sendiri dan mendapatkan sisa-sisa sumber daya yang dengan angkuh dilimpahkan oleh para dewa!" 


"Mereka tidak hanya membuang harga diri Klan Naga demi tunduk kepada para dewa, tetapi juga secara aktif membantu Klan Dewa memburu dan membantai kami yang melakukan perlawanan!" 


"Tak terhitung banyaknya anggota klan kami yang sedang bersembunyi dikhianati dan ditangkap oleh mereka; pada akhirnya, mereka dipaksa menjadi budak naga atau menemui ajal secara tragis di negeri asing!" 


"Tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa kondisi menyedihkan Klan Naga saat ini bukan hanya disebabkan oleh penindasan brutal Klan Dewa, melainkan -- sebagian besar -- akibat pengkhianatan faksi Naga bumi Melingkar itu!"


Mendengar penuturan tersebut, amarah di hati Dave berkobar semakin hebat.


Ditindas dari luar oleh hegemoni Klan Dewa dan dikhianati dari dalam oleh kaum sendiri -- tidak mengherankan jika Klan Naga Agung Kuno yang dulunya megah telah jatuh ke dalam kondisi yang begitu menyedihkan, tak berdaya di bawah belas kasihan pihak lain.


" Oh.. Jadi begitu."


Dave mengangguk pelan, menatap Curtois dan keempat orang lainnya dengan tatapan tulus. "Sejujurnya, tujuanku datang ke Surga ke-24 adalah untuk menggulingkan hegemoni Klan Dewa, membalas kejahatan mereka, membebaskan makhluk-makhluk dari berbagai ras yang diperbudak, serta memulihkan keretakan di seluruh penjuru Alam Surgawi.” 


"Aku mendengar bahwa kalian masih memiliki anggota klan yang selamat dan bersembunyi. Aku ingin mengunjungi tempat persembunyian kalian, bertemu dengan sisa kaum kalian, dan memahami situasi dengan lebih baik. Mungkin aku bisa membantu kalian -- membantu Klan Naga di seluruh Surga ke-24  -- untuk membalikkan keadaan."


Begitu kata-kata itu terucap, ekspresi wajah kelima pembudidaya Klan Naga itu seketika berubah menjadi serius dan penuh kewaspadaan.


Tatapan Curtois meredup.


Ia segera kembali memasang sikap bertahan dan berkata dengan nada berat: "Rekan Taois, kami menghargai niat baikmu dan berterima kasih karena telah menyelamatkan kami hari ini.”


 "Namun, tempat persembunyian kami sangatlah rahasia -- itu adalah tempat perlindungan terakhir bagi kerabat kami yang selamat -- dan sama sekali tidak boleh sampai terungkap dengan mudah.” 


"Bukan berarti kami tidak memercayaimu, tetapi situasi saat ini terlalu berbahaya. Kami tidak boleh kalah, dan anggota klan kami yang tersisa tidak bisa mengambil risiko.” 


"Kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat pada pemusnahan seluruh klan kami. Kami sungguh tidak berani memercayakan keselamatan kaum kami kepada seseorang yang baru saja kami kenal. Kami harap kau mengerti."


Keempat pembudidaya Klan Naga lainnya mengangguk setuju, mata mereka menunjukkan ketegasan dan kewaspadaan penuh. 


Mereka telah mengalami terlalu banyak kemalangan dan berkali-kali tertipu.


Setelah menyaksikan tak terhitung banyaknya konspirasi yang tersembunyi di balik kedok niat baik, mereka tidak lagi berani memercayai orang luar dengan mudah. 


Meskipun Dave telah menyelamatkan mereka, mereka tidak berani mempertaruhkan nyawa seluruh klan mereka.


Kewaspadaan adalah satu-satunya jalan bagi mereka untuk bertahan hidup saat ini.


Melihat hal ini, Dave tidak merasa marah; sebaliknya, ia sepenuhnya memahami sikap mereka.


Seandainya ia berada di posisi mereka -- terjebak dalam situasi yang begitu putus asa dan berbahaya sembari memikul beban kelangsungan hidup klannya -- ia pun tidak akan pernah dengan mudah memercayai orang asing yang datang dari luar.


"Aku mengerti kekhawatiran kalian."


Dave tersenyum tipis dan berkata dengan lembut. "Kata-kata semata tidaklah berarti; wajar saja jika kalian tidak memercayaiku. Karena itu, aku akan menunjukkan sesuatu yang membuktikan identitasku."


Saat berbicara, Dave tidak lagi menahan diri.


Tubuhnya sedikit bergetar, dan dari lubuk terdalam dirinya, kekuatan garis keturunan yang agung -- kuno, melampaui segala naga, dan mampu menundukkan langit -- tiba-tiba bangkit dan meledak dengan raungan yang menggelegar!


Nguuung....

Aauuummm...


Sebuah raungan naga yang agung -- tak berwujud dan tak kasat mata, namun cukup kuat untuk mengguncang esensi dasar setiap naga -- diam-diam bergema di seluruh langit dan bumi!


Tidak ada suara gemuruh yang mengguncang bumi, ataupun tekanan yang ganas dan mendominasi.


Sebaliknya, terpancar aura kemuliaan mutlak, kekuasaan mutlak, dan otoritas primordial mutlak -- sebuah kehadiran agung yang berasal dari sumber garis keturunan itu sendiri, menjulang tinggi di atas seluruh kaum naga!


Sesaat kemudian, lapisan pola naga emas yang cemerlang dan sempurna berkilauan di sekeliling Dave. 


Tanda naga emas berpendar samar di antara kedua alisnya, dan aura naga yang agung menyebar perlahan ke luar, menyelimuti seluruh Pulau Awan.


Pada saat itu, segala energi naga di dunia tunduk patuh.


Kekuatan naga primordial dalam radius sepuluh ribu mil membungkuk dan memberikan penghormatan secara serentak ke arah Dave!


Inilah -- Garis Keturunan Naga Emas!


Di antara semua klan naga di Alam Surgawi, inilah garis keturunan yang paling agung, paling mulia, paling ortodoks, dan paling utama!


Naga Emas: Asal-muasal dari segala naga, leluhur ras naga, Sang Penguasa Naga Surgawi! 


Dibandingkan dengan garis keturunan Naga Emas yang agung, semua cabang naga lainnya -- baik itu Naga Bersayap, Naga bumi Melingkar, Naga Bertanduk, maupun Naga Petir-- hanyalah cabang sampingan dan garis keturunan yang lebih rendah!


Di hadapan esensi Naga Emas sejati, setiap anggota Klan Naga harus tunduk dan berserah diri -- garis keturunan mereka sendiri pun takluk dalam kepatuhan mutlak!


Pada saat ini, tubuh Curtois dan keempat rekannya bergetar hebat!


Garis keturunan naga di dalam diri mereka bergejolak tak terkendali dan beresonansi dengan kuat.


Tanda-tanda menyerupai sisik naga berpendar di sekujur tubuh mereka saat dorongan tak tertahankan untuk berlutut dan menyembah sang penguasa tertinggi mencengkeram jiwa mereka!


Gedebuk..


Gedebuk..


Gedebuk..


Tak mampu melawan sedikit pun, kelima pembudidaya Klan Naga itu -- para Master berwibawa di Alam Abadi Emas Luo Agung tingkat Ketujuh -- merasakan tubuh mereka melemas. 


Mereka semua jatuh berlutut, menunduk dalam penuh takzim, sementara mata mereka dipenuhi campuran antara keterkejutan luar biasa, pengabdian fanatik, dan sukacita yang meluap-luap!


Tubuh mereka gemetar, pikiran mereka berkecamuk, dan garis keturunan mereka bersorak kegirangan!


"Naga Emas... garis keturunan Naga Emas!!"


Suara Curtois bergetar hebat karena emosi yang meluap, membuatnya hampir tak mampu berbicara jelas sementara matanya seketika memerah. "Itu adalah garis keturunan legendaris Naga Emas Agung -- garis keturunan leluhur tertinggi dari Klan Naga kita!!" 


"Sudah ribuan tahun berlalu! Sejak Bencana Besar, garis keturunan Naga Emas klan kita telah lenyap sepenuhnya, tak pernah muncul lagi! Kami mengira garis keturunan Naga Emas telah punah selamanya, namun... namun hari ini, kami benar-benar menyaksikan Naga Emas Agung muncul di hadapan mata kepala kami sendiri!" 


"Klan Naga kita... ada harapan bagi Klan Naga kita!!"


Mereka berlima gemetar karena kegembiraan, air mata hangat menggenang di pelupuk mata mereka.


Keputusasaan, penghinaan, dan penindasan yang diderita selama berabad-abad -- semuanya berubah seketika menjadi harapan dan sukacita yang tak terbatas!


Naga Emas telah muncul; segala naga kembali ke tempat yang semestinya!


Ini adalah ramalan kuno Klan Naga -- satu-satunya kesempatan bagi kebangkitan mereka!


Pemuda Taois Chen di hadapan mereka inilah pembawa garis keturunan Naga Emas, garis keturunan yang sempat dianggap hilang selama berzaman-zaman!


Dengan hadirnya Naga Emas Agung yang hidup nyata, klan mereka takkan lagi diperbudak selamanya, takkan lagi dipaksa menjalani kehidupan yang begitu sengsara, dan tak perlu lagi takut pada Klan Dewa! 


Klan Naga di Surga ke-24 akhirnya memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan! 


Kelima orang itu tetap berlutut dengan teguh di tanah sembari menundukkan kepala.


Nada bicara mereka penuh dengan rasa hormat dan pengabdian yang mendalam: "Kami, dari garis keturunan Naga Bersayap, memberikan penghormatan kepada Yang Mulia!" 


"Kami bersumpah untuk mengikutimu hingga ajal menjemput! Kami akan membangkitkan kembali Klan Naga dan menggulingkan Klan Dewa -- kami rela menghadapi kematian berkali-kali demi tujuan ini!"


Dave perlahan menarik kembali aura garis keturunan Naga Emas dan berbicara dengan tenang; suaranya lembut namun memancarkan wibawa seorang penguasa tertinggi: "Bangkitlah."


"Terima kasih, Yang Mulia!"


Barulah kelima orang itu bangkit dengan hati-hati, tak mampu menyembunyikan kegembiraan dan rasa takjub di hati mereka. 


Pandangan mereka terhadap Dave telah berubah total -- dari rasa asing dan kewaspadaan di awal, menjadi keyakinan mutlak, semangat membara, dan rasa hormat yang mendalam.


Curtois menarik napas dalam-dalam dan menangkupkan kedua tangannya dengan penuh hormat untuk menyampaikan permohonan: "Karena Yang Mulia memiliki garis keturunan Naga Emas yang agung, Anda adalah penguasa yang ditakdirkan bagi Klan Naga kami!"


"Bawahan akan segera mengantarmu ke tempat perlindungan rahasia klan kami untuk bertemu dengan anggota yang selamat dari berbagai garis keturunan! Biarlah semua orang tahu bahwa Naga Emas telah kembali ke dunia, dan kebangkitan klan kami sudah di depan mata!"


Dave mengangguk pelan, tatapannya penuh keteguhan: "Baiklah. Tunjukkan jalannya. Mulai hari ini dan seterusnya, seluruh Klan Naga berada di bawah perlindunganku."


Bersambung.....


Ucapan Terima Kasih 



Buat rekan sultan Taois " Ihsan Basir " yang selalu mendukung & mentraktir mimin, mimin mau ngucapin terimakasih buat traktiran nya...πŸ™☺️πŸ™


Alhamdulillah bisa beli paket internet dan kopi lagi 😁


Semoga semakin panjang, kokoh dan besar segalanya dan berkah selalu 


Lanjut icikiwir.. πŸ˜πŸƒ


#Salam_kultivasi_ganda πŸ™πŸ™






No comments:

Post a Comment

Perintah Kaisar Naga : 6986 - 6990

 Perintah Kaisar Naga. Bab 6986-6990 * Klan Naga di Surga Ke-24 *   "Dave, ke mana kita akan pergi sekarang? Apakah kita akan langsung ...