Photo

Photo

Monday, 14 September 2026

Perintah Kaisar Naga : 7020 - 7023

 Perintah Kaisar Naga. Bab 7020-7023






* Ke Surga Ke-25 *


 

Terbaring di genangan darah, Dewa Chenyao -- yang sebelumnya memiliki tatapan mata yang mati dan tak bernyawa -- tiba-tiba memperlihatkan secercah angan-angan jahat.


Itu sulit! Benar-benar  sangat sulit!


Jalan ini -- sebuah tindakan menentang kehendak surga yang belum pernah berhasil dilakukan siapa pun sepanjang zaman -- bagaimana mungkin sosok seperti Dave, seorang Penguasa Klan Naga yang baru saja naik takhta, bisa merintisnya dari ketiadaan hingga mencapai kesempurnaan?


Dia hampir bisa melihat hasilnya.


Jika Dave memaksakan diri untuk memurnikan Hukuman Ilahi secara terbalik, jalan Dao-nya pasti akan runtuh, jiwanya akan musnah sepenuhnya, dan dia akan menemui ajalnya dalam kehampaan total.


Saat hal itu terjadi, tidak akan ada lagi yang bisa menahan laju Klan Dewa atau memperbaiki retakan di langit dan bumi.


Sisa-sisa Klan Dewa bisa terus mengukuhkan posisi mereka di Surga ke-24, diam-diam menunggu saat yang tepat untuk bangkit kembali.


Namun, tepat pada detik berikutnya, Dave menghancurkan semua angan-angannya itu.


Dave mengangkat pandangannya.


Tidak ada sedikit pun rasa takut atau keraguan di sana, hanya tekad yang mutlak serta keteguhan hati yang dingin dan tajam.


Setelah melewati ujian Nirvana di tanah leluhur, selamat dari pertempuran berdarah, dan lolos dari situasi hidup-mati yang genting, dia telah lama menanggalkan segala pikiran tentang hidup dan mati. 


Satu-satunya keinginannya adalah kelangsungan hidup klannya, kedamaian bagi dunia, dan keadilan bagi semua ras.


" Okey... Aku akan melakukannya."


Kata-kata itu terlontar dengan kekuatan yang menggema ke seluruh penjuru ruang -- diucapkan tanpa keraguan sedikit pun.


Sang Penjaga Tatanan Dunia mengangguk pelan. "Karena kau bersedia, Dao Surgawi memberimu kesempatan untuk menjalani ujian ini.” 


“Penjara Surgawi ini adalah sumber tatanan kosmik; hukum-hukumnya stabil dan terisolasi dari segala gangguan luar. Ini adalah satu-satunya tempat kultivasi di mana seseorang bisa mencoba memurnikan membalikkan Hukuman Ilahi.." 


"Kau diberi wewenang penuh untuk menangani semua pendosa Klan Dewa yang ditahan di sini. Berhasil atau gagal, hidup atau mati -- segala konsekuensinya menjadi tanggung jawabmu seorang."


Saat suara itu memudar, sosok tanpa wujud di ketinggian perlahan menghilang ke dalam kehampaan, menyisakan pusaran arus ‘Tatanan Surgawi’ berwarna kelabu-putih yang menyelimuti seluruh area -- saksi bisu atas tindakan menentang langit yang belum pernah terjadi sebelumnya demi merintis jalan baru. 


Dave perlahan berbalik, pandangannya menyapu hamparan tanah yang berlumuran darah -- tertuju pada puluhan juta mayat anggota Klan Dewa yang masih utuh serta tak terhitung banyaknya pembudidaya Klan Dewa yang terluka parah dan tak berdaya.


Ia tidak memiliki landasan, warisan leluhur, ataupun preseden dari pendahulu yang bisa menjadi panduan baginya.


Untuk merintis jalan ‘Pemurnian-Terbalik Hukuman Ilahi’ -- yakni meluruhkan energi nuklir luar angkasa dan memadukannya dengan esensi penebusan dosa -- satu-satunya cara adalah melalui metode coba-coba.


Dengan memanfaatkan nyawa para pendosa Klan Dewa sebagai bahan eksperimen dan dosa-dosa mereka yang tak terhitung jumlahnya sebagai landasan analisis, ia akan terus mencoba, gagal, dan melakukan penyesuaian berulang kali, demi menciptakan secara paksa lintasan utuh dari jalan yang menentang kehendak langit ini dari ketiadaan.


Ini adalah satu-satunya jalan -- namun juga jalan yang paling kejam, berdarah, dan tanpa ampun.


"Seluruh pasukan, mundur. Jaga perimeter; jangan biarkan siapa pun mendekat."


Dave memberikan perintah itu dengan suara berat dan tenang yang memancarkan wibawa mutlak. "Di sini, aku akan melakukan pemurnian-terbalik atas Hukuman Ilahi dan menambal surga menggunakan dosa."


"Baik!"


Mendengar ini, dua puluh ribu prajurit Klan Naga membungkuk serentak sebagai tanda kepatuhan. 


Mereka segera mundur untuk membentuk kepungan rapat, menjaga wilayah udara maupun daratan dengan ketat. 


Dengan tatapan tajam penuh tekad, mereka terus mengawasi para pendosa Klan Dewa di bawah sana, senantiasa waspada terhadap segala gangguan.


Setelah mengatur segalanya, Dave melangkah maju, memijakkan kakinya di tengah hamparan mayat Klan Dewa dan para pembudidaya yang terluka parah.


Ia menyipitkan mata, menepis segala pikiran yang mengganggu, dan membenamkan kesadarannya ke dalam keheningan yang mendalam.


Jauh di dalam dantian-nya yang senyap, Nuklir Kekacauan -- yang ditempa melalui sepuluh ribu pertempuran dan diasah oleh esensi Naga -- perlahan mulai bangkit. 


Benda itu berdenyut lembut, memancarkan aura Kekacauan yang sekaligus meliputi segalanya, mendominasi, dan bersifat primordial.


Inilah aset terbesarnya sekaligus satu-satunya percikan yang dibutuhkan untuk memurnikan balik Hukuman Ilahi tersebut.


Pada saat yang sama, sisa esensi Naga Leluhur Primordial di dalam dirinya mulai bersirkulasi.


Tulang-belulang, meridian, dan fondasi Dao-nya terbuka sepenuhnya, mengubah tubuhnya menjadi tungku alami nan abadi yang siap menahan proses penyatuan yang menentang kehendak langit itu.


Langkah pertama: Menelusuri sumbernya.


Dave mengangkat tangannya, memadatkan aliran tipis energi Kekacauan di ujung jarinya, lalu menyentuhkannya dengan lembut ke arah anggota Klan Dewa yang berada paling dekat.


Aliran udara kacau berwarna putih keabu-abuan merembes masuk ke dalam tubuh utuh anggota Klan Dewa, seketika menembus kulit, daging, urat, dan tulang hingga jauh ke dalam pembuluh darah serta jaringan otot.


Sesaat kemudian, gelombang energi hitam pekat -- yang ganas, sangat dingin, dan sangat korosif -- meledak dari dalam sistem peredaran darah mayat tersebut.


Itu adalah kekuatan dengan niat jahat yang mengerikan dan kedengkian yang membuat tulang terasa ngilu.


Inilah ‘Energi Nuklir dari Luar Alam Semesta.’


Energi itu mendominasi, tak dapat dijinakkan, tidak murni, dan mematikan, serta memiliki sifat dasar dari alam luar tersebut -- mampu menghancurkan langit dan mengikis segala sesuatu. 


Energi ini adalah akar dosa Klan Dewa dan penyebab utama retaknya kosmos.


Upaya awal itu gagal, seperti yang sudah diduga.


Aliran udara kacau tersebut tidak mampu menekan energi nuklir yang ganas itu.


Sebaliknya, aliran udara itu justru terkikis balik, bermutasi, dan dilahap oleh energi jahat dari luar tersebut, lalu memudar dan lenyap dalam sekejap mata.


Mayat Klan Dewa itu seketika meledak akibat amukan energi nuklir.


Tubuhnya hancur berkeping-keping, berubah menjadi kabut darah dan serpihan daging. 


Tubuh itu musnah total, membuatnya tak lagi berguna untuk eksperimen pemurnian melalui fusi.


Percobaan pertama itu tidak membuahkan hasil dan membuatnya kehilangan satu spesimen.


Ekspresi Dave tetap datar.


Tidak ada sedikit pun gejolak emosi yang terpancar dari matanya.


Tanpa adanya preseden yang bisa diikuti, kegagalan adalah hal yang lumrah.


Untuk menciptakan Dao Surgawi yang benar-benar baru, seseorang harus terlebih dahulu melalui kegagalan dan upaya ulang yang tak terhitung jumlahnya.


Langkah kedua: mengunci energi tersebut 


Dia mengubah tekniknya, menyalurkan aura samar Dao ‘Tatanan Surgawi’ dari tubuhnya dan memadukannya dengan kekuatan nuklir yang kacau. 


Energi-energi ini berubah menjadi untaian cahaya halus berwarna putih keabu-abuan yang melilit mayat Klan Dewa kedua layaknya jaring laba-laba.


Dia mencoba menggunakan kekuatan ‘Tatanan Surgawi’ untuk mengurung energi nuklir luar angkasa itu, menghentikan lonjakan ganasnya ke arah luar, sebelum perlahan memurnikan dan menyempurnakannya dengan api kekacauan.


Namun, sifat dominan energi nuklir luar angkasa itu jauh melampaui perkiraannya.


Begitu untaian kekuatan ‘Tatanan Surgawi’ itu memasuki tubuh, untaian tersebut dihantam dengan ganas, dicabik-cabik, dan dihancurkan oleh energi nuklir itu. 


Upaya penahanan gagal, dan energi nuklir itu mengamuk tak terkendali. 


Seluruh jasad itu seketika membengkak lalu meledak, melontarkan energi ganas dan jahat ke segala arah. 


Seandainya penghalang ‘Tatanan Surgawi’ di dalam Penjara Surgawi tidak segera meredamnya, seluruh wilayah udara di sana pasti sudah tercemar oleh energi mengerikan itu.


Eksperimen kedua pun gagal. 


Dave tetap tenang, diam-diam mencatat lintasan, sifat, interaksi saling menekan, serta konflik dari energi-energi yang saling berbenturan itu. 


Ia merekam setiap detail ke dalam kesadarannya, menyempurnakan pemahamannya tentang teknik ‘Pemurnian Terbalik - Hukuman Ilahi’.


Langkah ketiga: membedah urat dan meridian, mengupasnya bagian demi bagian.


Ia menghentikan upaya untuk menyatukan rantai-rantai itu secara utuh, lalu beralih pada analisis yang cermat dan bertahap. 


Menggunakan kekuatan Nuklir Kekacauan sebagai bilah pisau, ia membedah struktur internal Ras Dewa dengan hati-hati.


Ia mengupas meridian, urat, tulang, dan organ dalam, memeriksanya bagian demi bagian untuk memetakan sebaran, pola aliran, serta kedalaman tempat energi inti makhluk luar angkasa itu bersemayam.


Satu, dua, tiga...


Tak terhitung banyaknya makhluk Ras Dewa yang utuh berubah menjadi bahan eksperimen di tangan Dave.


Ia melangkah maju dengan kesabaran, ketepatan, dan ketelitian luar biasa -- membongkar, memeriksa, dan menarik kesimpulan sedikit demi sedikit. 


Mulai dari meridian permukaan hingga organ dalam yang terdalam, dari struktur urat dan tulang hingga sisa-sisa jiwa yang masih tertinggal, ia mengupas tuntas setiap karakteristik energi Nuklir makhluk luar angkasa tersebut.


Gagal, lalu memulai lagi; gagal lagi, lalu mencoba kembali.


Tak terhitung banyaknya makhluk Ras Dewa yang hancur, musnah, dan menjadi abu satu demi satu.


Namun, dengan setiap kegagalan, ia semakin mendekati metode pemurnian terbalik yang tepat.


Tak jauh dari sana, di tengah kubangan lumpur, Penguasa Klan Dewa -- Dewa Chenyao -- menatap dengan mata terbelalak, terpaksa menyaksikan pemandangan kejam ini. 


Hatinya terasa seolah diremas oleh tangan raksasa yang tak terlihat -- sebuah penderitaan yang menusuk hingga ke jiwanya, disertai rasa putus asa yang membuat tulang terasa ngilu.


Ia tak bisa berbuat apa-apa -- sama sekali tak berdaya.


Dengan lengan yang hancur, tubuh yang babak belur, dan energi vital yang telah terkuras habis, ia hanya bisa terbaring kaku menyamping di dalam lumpur yang dingin dan menjijikkan.


Ia hanya bisa menyaksikan tanpa daya saat puluhan ribu elit Ras Dewa di bawah komandonya -- kaum kerabatnya, para jenderal dewa, tetua, dan sosok-sosok yang dihormati -- semuanya dijadikan bahan yang bisa dikorbankan demi penciptaan Dao Surgawi yang baru oleh Dave.


Satu demi satu tubuh elit Ras Dewa yang utuh dibongkar, dilebur, dan dimusnahkan.


Nyawa kaum kerabatnya yang penuh vitalitas dipadamkan satu per satu dalam proses uji coba yang tiada henti itu. 


Dia menyaksikan tubuh seorang Dewa Agung di Alam Abadi Emas Luo Agung tingkat Sembilan dibedah dengan sangat teliti.


Dia menyaksikan seorang jenderal veteran dari Ras Dewa -- sosok yang telah mengikutinya selama sepuluh ribu tahun -- berubah menjadi sekadar bahan eksperimen.


Dia menyaksikan tak terhitung banyaknya pembudidaya muda Ras Dewa -- para jenius dengan bakat luar biasa -- menunggu dalam diam di tengah keputusasaan akibat luka parah yang tak berdaya, menanti akhir yang tak terelakkan.


Mereka dilebur, sari pati mereka dilucuti, dan mereka dimusnahkan sepenuhnya.


Penyesalan yang tak bertepi, penderitaan hebat, kemarahan, dan keputusasaan benar-benar menguasai pikiran serta jiwa Dewa Chenyao.


Dia telah mendominasi Surga ke-24 selama separuh masa hidupnya, memegang kekuasaan tertinggi atas alam ini, memandang rendah berbagai ras, dan menebar kematian sesuka hatinya.


Namun, tak sekalipun dia membayangkan nasib akhirnya sendiri.


Nasib itu adalah berdiri tanpa daya -- bertahan dalam eksistensi yang menyedihkan dan sekarat -- sambil menyaksikan seluruh rasnya dikorbankan dan dimusnahkan dengan cara yang begitu kejam dan menghinakan.


Dia bahkan tidak memiliki hak untuk mengakhiri hidupnya sendiri demi kehormatan klannya.


Dia dipaksa menanggung siksaan puncak ini, menyaksikan kaumnya binasa, garis keturunan mereka terputus, dan dosa-dosa mereka dihapuskan hingga bersih.


"Dave...!!"


Geraman parau dan tercekat lolos dari tenggorokan Dewa Chenao. 


Kebencian meluap bagaikan gelombang pasang dan air mata darah seolah hendak tumpah, namun dia bahkan tak memiliki kekuatan untuk meneriakkan sumpah serapahnya.


Dia hanya bisa membiarkan keputusasaan tiada akhir menelannya bulat-bulat.


Dave tetap sama sekali tidak peduli pada kebencian maupun perjuangannya.


Dao Agung membentang di hadapannya; langit dan bumi, berbagai ras, dan semua makhluk hiduplah yang sesungguhnya penting. 


Dosa-dosa Ras Dewa sungguh mengerikan.


Hari ini, menggunakan kesalahan mereka untuk memulihkan langit adalah tindakan keadilan oleh Dao Surgawi -- tidak ada kesalahan di dalamnya, pun tidak ada ruang bagi secuil pun rasa iba.


Waktu berlalu perlahan.


Di dalam Penjara Surgawi, tidak ada pergantian siang dan malam, tidak ada hitungan waktu yang berlalu -- hanya siklus tanpa akhir berupa percobaan dan kegagalan, perhitungan, serta upaya untuk memulai kembali. 


Pikiran Dave menjadi semakin tenang, dan pemahamannya mengenai ‘Pemurnian Terbalik - Hukuman Ilahi’ semakin mendalam.


Sebuah lintasan Dao Surgawi yang benar-benar baru -- yang belum pernah ada sebelumnya -- sedang dirancang, disempurnakan, dan dimantapkan sedikit demi sedikit di dalam lautan kesadarannya.


Ia perlahan memahami logika inti dari keseluruhan teknik pemurnian terbalik tersebut:


Menggunakan hukum Penjara Surgawi sebagai kunci untuk mengekang sifat ganas dan korosif dari energi nuklir luar angkasa;


Menggunakan fondasi Dao Naga miliknya sendiri sebagai tungku untuk menampung berbagai esensi dosa;


Menggunakan kekuatan nuklir kekacauan sebagai api surgawi untuk membakar, memurnikan, dan meluruhkan kotoran selapis demi selapis;


Menggunakan garis keturunan Naga leluhur sebagai katalis untuk menetralkan niat jahat, melarutkan dosa, dan membentuk ulang esensi tersebut;


Dan akhirnya, membuang ampas untuk mempertahankan esensinya -- mengubah dosa menjadi kebajikan dan energi jahat menjadi kekuatan spiritual -- sehingga sepenuhnya melebur energi nuklir luar angkasa yang ganas menjadi sumber penebusan dosa yang lembut dan murni bagi langit.


Setelah melalui percobaan dan kegagalan yang tak terhitung jumlahnya, kehancuran berbagai material ras Dewa, serta keberhasilan bertahan melewati saat-saat genting di mana jalur Dao-nya hampir runtuh, Dave akhirnya menstabilkan teknik tersebut dan menguasai seluruh proses ‘Pemurnian Terbalik - Membalikkan Hukuman Ilahi’.


"Aku mengerti.... Sudah selesai.."


Dave perlahan membuka matanya; kilatan cahaya keemasan yang cemerlang memancar dari kedalaman matanya. 


Di dalam lautan kesadarannya, sebuah rune Dao yang benar-benar baru -- yang melambangkan hukuman Dao Surgawi yang unik hanya baginya -- perlahan terbentuk dan berakar dengan kokoh.


Ia telah berhasil merintis -- dari ketiadaan -- sebuah jalan hukuman ilahi yang menentang kehendak langit, sebuah jalan yang belum pernah ada sepanjang sejarah.


Tidak ada fenomena alam yang mengguncang bumi ataupun gemuruh dari Dao Agung.


Namun, pada saat ini, arus tatanan di seluruh Penjara Surgawi serentak menunduk dan sedikit bergetar.


Seolah-olah mereka sedang menyambut kelahiran Dao Surgawi yang baru dan mengakui Sang Penguasa Naga yang telah menentang langit demi menciptakan jalan baru ini.


Seketika itu juga, Dave tidak membuang waktu. 


Kedua tangannya dengan cepat membentuk segel-segel rumit dan penuh misteri, menyalurkan seluruh kekuatan nuklir kekacauan serta esensi Dao Naga miliknya untuk mengendalikan kekuatan tatanan surgawi di seluruh penjara tersebut.


Nguuung....


Suara Dao yang dalam dan bergema keras memenuhi Penjara Surgawi. 


Kabut tatanan surgawi berwarna kelabu keputihan berputar-putar di angkasa, seketika menyelimuti setiap pembudidaya Ras Dewa yang tersisa di arena -- baik yang terluka maupun yang tidak. 


Untaian tak terhitung banyaknya yang mewujudkan ‘Tatanan Surgawi‘ berwarna kelabu keputihan -- bagaikan tangan-tangan Dao Surgawi -- menembus kehampaan dan kabut, lalu dengan presisi melilit tubuh setiap anggota Klan Dewa serta setiap tahanan yang terluka parah.


Entah itu sisa-sisa jasad utuh dari mereka yang telah lama gugur ataupun pembudidaya Klan Dewa yang sedang berjuang mempertahankan embusan napas terakhir --


Semuanya dibelenggu dengan erat dan diangkat ke udara oleh kekuatan Tatanan Surgawi ini, menggantung dalam gumpalan padat berlapis-lapis di tengah hamparan suram penjara surgawi tersebut.


Tak terhitung banyaknya pembudidaya Ras Dewa yang terluka parah meronta dalam ketakutan, tubuh mereka gemetar hebat sementara rintihan lirih dan permohonan belas kasih lolos dari bibir mereka.


Namun, di hadapan kekuatan mutlak tatanan Dao Surgawi, segala upaya perlawanan menjadi sia-sia, dan setiap permohonan belas kasih terdengar lemah serta hampa.


Pupil mata Dewa Chenyao menyusut tajam, dan rasa dingin yang menusuk tulang mencengkeram seluruh tubuhnya.


Ia merasakan dengan jelas bahwa setiap sisa pasukannya -- mulai dari jenderal dewa hingga yang mulia pelindung dewa -- telah terkunci dalam cengkeraman tatanan itu, siap untuk dilebur menjadi satu dan dikorbankan sepenuhnya.


Dominasi Ras Dewa, yang dibangun melalui kerja keras selama separuh masa hidup, serta fondasi klan yang telah ditegakkan melintasi Surga ke-24 sepanjang zaman, kini ditakdirkan untuk musnah total di tempat ini -- dicabut hingga ke akarnya dan lenyap menjadi ketiadaan.


"Lebur..."


Dave melontarkan seruan rendah; suaranya bergema di kehampaan layaknya suara Dao itu sendiri.


Energi kekacauan primordial di dalam tubuhnya meledak sepenuhnya, berubah menjadi hamparan api surgawi tak kasat mata yang memenuhi langit.


Api itu mengalir deras mengikuti untaian tatanan, merasuk ke dalam tubuh tak terhitung banyaknya makhluk Ras Dewa.


‘Pemurnian Terbalik - Membalikkan Hukuman Ilahi’ yang begitu megah dan mencengangkan pun resmi dimulai!


Tubuh-tubuh anggota Ras Dewa yang melayang itu gemetar serentak.


Setiap jengkal daging, darah, dan meridian mereka berdenyut hebat.


Energi nuklir luar angkasa yang bersemayam jauh di dalam sumsum tulang, garis keturunan, dan jiwa mereka dicabut serta diekstraksi secara paksa oleh kekuatan tatanan surgawi tersebut. 


Energi itu berubah menjadi titik-titik hitam pekat menyerupai kunang-kunang, yang terlepas dari cangkang fisik mereka lalu berkumpul di udara.


Energi nuklir hitam pekat yang ganas itu bergolak, menderu, dan meluap di angkasa. 


Memancarkan aura kehancuran total yang buas, energi itu berusaha menghancurkan kungkungan yang mengikatnya dan berbalik menyerang Dao Surgawi.


Namun, jalan ‘Hukuman Terbalik’ yang dirintis oleh Dave memang dirancang khusus untuk menaklukkan sumber dosa dan energi luar angkasa yang jahat semacam itu.


Lapisan pola tatanan surgawi yang bercahaya mengunci energi itu dengan rapat.


Lapisan api surgawi yang kacau membakarnya; dan lapisan Qi Naga Leluhur Primordial menetralkannya.


Aura ganas dan jahat itu perlahan terkikis; dan polusi energi luar angkasa itu perlahan dimurnikan; 


Energi dosa yang mencelakakan itu perlahan-lahan terurai.


Energi nuklir yang tadinya hitam pekat perlahan melepaskan kegelapan, keganasan, serta sifat korosifnya, sembari warnanya berangsur berubah. 


Hitam pekat menjadi Abu-abu lalu Kelabu keputihan menjadi Putih murni hingga akhirnya menjadi Kilau keemasan yang hangat dan indah.


Proses perubahan warna ini menjadi bukti nyata pembersihan dosa, transmutasi energi jahat yang mencelakakan menjadi kekuatan pemberi kehidupan, serta tindakan menentang Dao Surgawi itu sendiri.


Energi yang tadinya ganas dan bergejolak itu kini menjadi jinak, stabil, murni, dan lembut.


Setelah kehilangan segala daya rusak atau korosif, energi tersebut kini dipenuhi vitalitas yang mendalam, tatanan yang luhur, serta esensi penebusan dosa.


Segudang bintik emas yang tersebar perlahan berkumpul, menyatu, berlapis, dan memadat.


Dari sekadar bintik menjadi hamparan, lalu gugusan, dan akhirnya, menjadi sebuah kolam cahaya.


Pada akhirnya, di atas hamparan luas Penjara Surgawi, energi nuklir dari segudang makhluk ras Dewa itu dilebur dan ditempa menjadi satu -- berubah menjadi bola esensi purba emas yang bulat sempurna, berkilau, dan cemerlang.


Bola itu melayang di kehampaan, memancarkan cahaya keemasan yang jernih dan hangat. 


Tidak ada lagi jejak niat membunuh ataupun aura jahat.


Sebaliknya, bola itu memancarkan vitalitas langit dan bumi yang luar biasa serta resonansi mendalam dari Dao Tatanan Surgawi.


Esensi Kuno Penebusan Dosa bagi Surga telah terbentuk sepenuhnya.


Pada saat yang sama, ketika energi nuklir mereka telah sepenuhnya dilucuti, tubuh puluhan ribu makhluk ras Dewa itu kehilangan seluruh vitalitasnya.


Mereka hancur menjadi debu, dan dosa-dosa mereka terhapus tuntas.


Mereka berubah menjadi awan abu halus, terbawa angin dan lenyap sepenuhnya ke dalam kehampaan Penjara Surgawi, tanpa meninggalkan satu pun jejak.


Faksi Ras Dewa pribumi, yang telah mendominasi Surga ke-24 selama berabad-abad, pun hancur lebur, terhapus dari sejarah, dan musnah sepenuhnya.


Wilayah Penjara Surgawi akhirnya melepaskan lapisan kotoran dosa, kembali ke keadaan esensi yang murni dan tertata -- kembali berwarna kelabu keputihan dan jernih.


Di tengah reruntuhan itu, Dewa Chenyao diam mematung; tatapan matanya kosong dan tak bernyawa; 


Dua aliran air mata tanpa suara jatuh, menetes ke tanah yang kering dan ternoda.


Ras-nya telah dimusnahkan, garis keturunannya terputus, dan warisan yang membentang selama sepuluh ribu tahun hancur dalam sekejap mata. 


Sebagai Penguasa Dewa terakhir, ia dibiarkan bertahan hidup dalam nestapa -- sebatang kara, memikul aib sepanjang zaman dan penyesalan tiada akhir, tanpa secercah harapan untuk membalikkan keadaan.


Itu adalah Keputusasaan mutlak. 


Kekalahan total yang menghancurkan jiwa. 


Sebuah Pemusnahan total.

 

Dave menatap dengan tenang ke arah bola bercahaya ‘Asal-muasal Penebusan Dosa’ yang melayang di udara; hatinya tidak diliputi suka maupun duka -- hanya rasa lega.


Segala dosa yang telah terakumulasi oleh Klan Dewa selama puluhan ribu tahun kini telah sepenuhnya dimurnikan dan disatukan;


Ancaman tersembunyi yang membayangi surga selama berabad-abad akhirnya dapat diselesaikan hari ini.


Ia mengangkat tangannya dengan gerakan menuntun yang lembut.


Asal-muasal Dao Naga yang lembut menyelimuti seluruh bola Asal-muasal Penebusan Dosa saat tubuhnya membumbung ke udara.


Di langit yang jauh di atas sana, sebuah pusaran raksasa terlihat dengan jelas.


Di tepi pusaran itu, penghalang langit sedang meluruh dan hancur.


Cahaya spiritualnya meredup sementara aliran energi hitam tanpa akhir dari alam luar merembes masuk.


Ancaman kiamat yang selama ini menghantui setiap makhluk hidup di Surga ke-24 kini terpampang nyata di depan matanya.


"Memperbaiki Surga."


Dave mengucapkan kata-kata itu dengan lembut sembari perlahan mendorong tangannya ke depan.


Bola Asal-muasal Penebusan Dosa itu -- yang telah memadatkan dosa-dosa Klan Dewa, memurnikan energi alam luar dalam jumlah besar, dan mewujudkan tatanan Dao Surgawi -- berubah menjadi pelangi emas yang cemerlang. 


Ia menembus udara, melesat lurus menuju langit.


Asal-muasal yang berkilau keemasan itu menghantam celah langit yang retak dan bergerigi dengan suara dentuman yang menggelegar!


Nguuung....

Duaaaarrrr...


Sebuah suara agung yang bergema -- menggetarkan fondasi Surga ke-24 -- meledak ke segala arah. 


Seluruh dunia bergetar hebat.


Gunung-gunung meraung, lautan awan bergolak, dan bumi itu sendiri seolah menjadi lebih jernih dan bersih.


Asal-muasal Penebusan Dosa yang lembut dan murni itu seketika menyebar ke seluruh permukaan celah.


Aliran cahaya keemasan meluas dengan cepat, mengisi celah-celah, memperbaiki kerusakan, dan memulihkan kehampaan tersebut. 


Energi hitam dari alam luar -- yang sebelumnya mengamuk dan bersifat korosif -- bertemu dengan Asal-muasal Penebusan Dosa dan lenyap seketika. 


Seperti salju yang bertemu terik matahari, energi itu dengan cepat larut, hancur, dan musnah sepenuhnya.


Penghalang langit yang retak dan lapuk perlahan dipulihkan, diperbaiki, dan distabilkan. 


Pusaran raksasa itu perlahan menyusut, menutup, dan merata dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata telanjang.


Suasana dunia yang suram perlahan menjadi jernih, dan kabut kuno yang menyelimuti langit perlahan menyingkir.


Kondisi alam di Surga ke-24  ini melepaskan diri dari belenggu pengikisan luar angkasa, sedikit demi sedikit, kembali ke keadaan yang jernih dan damai.


Jauh di atas penjara, Sang Penjaga Tatanan Dunia yang tak terlihat menatap diam-diam ke arah dunia yang terlahir kembali ini. 


Sebuah suara yang tenang dan tanpa emosi bergema lembut, menyampaikan keputusan akhir dari Dao Surgawi:


Melalui ‘Pemurnian Terbalik - Membalikkan Hukuman Ilahi’, surga dipulihkan dengan menggunakan dosa; karya Dao telah rampung."


Dia berkata, "Dosa-dosa surga telah dihapuskan, celah dunia telah ditutup, dan penderitaan lama yang menimpa Surga ke-24  telah teratasi untuk saat ini."


"Namun, kau harus terus melangkah maju; masih banyak Alam Surgawi lain yang menantimu, hingga mencapai Surga ke-36."


Alis Dave berkerut mendengar kata-kata Sang Penjaga Tatanan Dunia.


" Hah.... Apa kau melimpahkan seluruh tugas memperbaiki celah dunia ini kepadaku?" Dave merasa agak tidak senang.


"Tentu saja. Hanya dengan menyelesaikan perbaikan surga dan memurnikan seluruh pembudidaya Klan Dewa, kau bisa bertemu kembali dengan kedua temanmu -- yang terseret oleh pusaran itu," ujar Sang Penjaga Tatanan Dunia.


" Hah... Apa katamu?" 


Dave tertegun. "Di mana Yuki dan Zeke?"


Dia merasa bingung.


Dia tidak pernah menyebut nama Yuki atau Zeke kepada Sang Penjaga Tatanan Dunia, jadi bagaimana entitas itu bisa mengetahui tentang mereka?


"Mereka berada di dalam kekacauan celah itu, tidak termasuk dalam alam mana pun. Jika kau ingin mereka kembali ke Alam Surgawi, kau harus memperbaiki celah tersebut," jelas Sang Penjaga Tatanan Dunia.


" Ndas mu... Aku tidak percaya. Jangan coba-coba membodohi ku..." 


Dave merasa skeptis terhadap Sang Penjaga Tatanan Dunia. 


Tanpa sepatah kata pun, Sang Penjaga Tatanan Dunia melambaikan tangannya dengan lembut, dan seketika itu juga, sebuah aura yang familier memancar keluar dari pusaran tersebut.


Itu adalah aura Yuki -- aura yang sangat dikenali oleh Dave.


"Yuki..."


Dave tiba-tiba melompat, berniat menerjang masuk ke dalam pusaran itu.


Namun, begitu ia melayang ke udara, kekuatannya lenyap seketika, dan ia pun jatuh menghantam tanah dengan keras.


"Sudah kubilang, mereka berada di dalam kekacauan itu. Hanya setelah kau selesai memperbaiki celah tersebut, barulah mereka bisa kembali." Sang Penjaga Tatanan Dunia berbicara perlahan.


"Baiklah." 


Dave mengangguk, memercayai kata-katanya.


Dave berbalik menghadap dua puluh ribu prajurit Klan Naga yang selamat.


Setelah melalui pertempuran berdarah, mengalami kelahiran kembali, dan menentang langit demi memulihkan cakrawala, anggota Klan Naga ini telah lama menganggap Dave sebagai satu-satunya sosok yang mereka agungkan dan satu-satunya keyakinan mereka.


Mereka berdiri tegak dan bangga.


Meski luka-luka mereka belum pulih, mata mereka memancarkan ketulusan yang teguh saat menatap ‘Sang Penguasa’ itu dalam diam.


Pandangan Dave menyapu wajah-wajah mereka yang tangguh dan menyerupai naga; suaranya tenang namun memiliki bobot seberat gunung:


Dia berkata, "Bencana Surga ke-24 telah berakhir; Klan Dewa telah musnah sepenuhnya, dan kedamaian telah kembali ke dunia." 


"Mulai hari ini, Klan Naga kita akan berakar di sini -- bebas dari penindasan ras asing, bebas dari ancaman kepunahan." 


" Semoga Tanah leluhur kita akan aman; kaum kita akan berkembang biak dan makmur, berkultivasi dengan bebas, dan bertahan selamanya."


Mendengar ini, mata setiap prajurit Naga dipenuhi rasa lega dan emosi yang membara.


Jutaan tahun pelarian yang memalukan dan perlawanan berdarah akhirnya membuahkan tanah air yang damai.


"Namun, surga belum sepenuhnya tenang, dan celah-celah itu masih ada."


Nada bicara Dave berubah saat ia menatap hamparan awan yang luas dan menjulang tinggi di atas: "Aku harus pergi untuk mendaki ke Alam Surgawi yang lebih tinggi, memperbaiki cacat pada Dao Surgawi, dan mengatasi bahaya kuno yang mengancam kosmos."


Tetua Xolomon Ling melangkah maju, membungkukkan tubuh tuanya sedikit.


Ekspresinya menunjukkan rasa hormat yang mendalam bercampur dengan keengganan untuk melepas kepergiannya: "Yang Mulia, ke mana kau akan pergi? Kapan kau akan kembali?"


"Jalan di depan tidak memiliki kepastian untuk kembali; pendakian menuju Alam Surgawi tidak mengenal akhir."


Dave berkata terus terang: "Aku akan mendaki dari Surga ke-25 hingga ke puncak Alam Surgawi tertinggi. Hari di mana kosmos kembali utuh adalah hari aku akan kembali." 


"Sampai saat itu tiba, Klan Naga kuserahkan dalam penjagaan mu. Jagalah tanah leluhur, lindungi kaum kita, dan tunggu kepulanganku."


"Kami akan mematuhi titah mu, Yang Mulia! Kami bersumpah untuk mempertahankan wilayah Klan Naga dengan nyawa kami!" 


"Kami bersumpah!"


Dua puluh ribu prajurit Naga berlutut serentak


Raungan mereka mengguncang dunia yang baru saja terlahir kembali, sebuah suara dahsyat yang bergema tanpa henti.


Dave mengangguk pelan dan tidak berkata apa-apa lagi. 


Betapapun beratnya rasa enggan untuk berpisah, keterikatan semacam itu hanyalah belenggu.


Jalan di depan telah ditetapkan, dan seseorang harus terus melangkah maju.


Sesosok wanita berbusana putih elegan mendekat perlahan -- penuh wibawa namun tampak menyendiri -- tak lain adalah Agnes.


Ia mengangkat pandangannya menatap Dave; tatapannya teguh dan tenang. "Aku akan pergi bersamamu."


Memiliki takdir yang unik dan hati yang selaras dengan Dave, ia telah lama menjalin ikatan tak terputuskan dengan pria itu melalui berbagai pertempuran sengit. 


Ia tidak gentar menghadapi bahaya langit maupun ketidakpastian jalan di hadapan mereka.


Dave meliriknya lalu mengangguk pelan. "Ya."


Keduanya berdiri berdampingan, menghadapi kekuatan tersembunyi Sang Penjaga Tatanan Dunia yang bertahta tinggi di atas sana.


"Kirim kami ke Surga ke-25," ucap Dave dengan suara berat dan bergema.


Ruang hampa bergetar tipis, dan suara dingin tanpa emosi milik Sang Penjaga Tatanan Dunia menggema ke seluruh penjuru langit dan bumi: "Pemindahan antar-alam diizinkan. Kalian telah merintis Jalan Penebusan Dosa dan meraih jasa Memulihkan Alam Surgawi; kalian diperbolehkan untuk menaiki tingkat menengah menuju Alam Surgawi tingkat Atas.” 


“Ingatlah hal ini: aturan di Surga ke-25 sangat ketat dan tatanannya kaku -- jauh berbeda dari dunia-dunia di bawah sana. Melangkah dan bertindaklah dengan sangat hati-hati."


Saat suara itu memudar, kabut kelabu-putih milik Sang Penjaga Tatanan Dunia yang menyelimuti segalanya tiba-tiba memusat, memadat di bawah kaki mereka membentuk formasi pemindahan agung yang membentang di tengah kehampaan.


Kilatan cahaya perak membumbung naik, menyelimuti kedua sosok itu dan memisahkan mereka dari pemandangan di bawah -- pegunungan dan sungai, klan Naga, serta era Surgawi ke-24 yang telah hancur dan berlalu.


Cahaya berputar; ruang dan waktu pun bergeser.


Tidak ada guncangan hebat, tidak ada rasa sakit yang menyayat-- hanya sensasi ringan dan jernih saat mereka membumbung tinggi, meninggalkan alam-alam bawah jauh di belakang.


Rasanya seolah-olah mereka baru saja melangkah keluar dari rawa-rawa kehancuran yang kejam menuju puncak ketinggian langit yang sesungguhnya dan mulia. 


Gedebuk...

Gebebuk...

 Gedebuk...


Saat menyaksikan sosok Dave dan Agnes menghilang, Curtois beserta dua puluh ribu anggota Klan Naga berlutut secara serentak.


Sementara itu, sudut bibir Sang Penjaga Tatanan Duni terangkat membentuk ekspresi yang penuh teka-teki dan sulit ditebak.


Tak seorang pun mampu membaca apa yang tersirat di balik tatapan itu.


 

…………



Dalam sekejap mata, cahaya yang mengalir itu memudar, dan kaki mereka menapak di tanah yang kokoh.


Dave dan Agnes sama-sama membuka mata, mendapati diri mereka berdiri di dunia yang benar-benar baru.


Saat mereka memandang ke kejauhan, keduanya merasakan keterkejutan yang mendalam.


Alam ini benar-benar mengubah anggapan mereka sebelumnya tentang Surga.


Dibandingkan dengan kesunyian yang kelam, tanah yang berlumuran darah, dan peperangan tiada henti di Surga ke-24, Surga ke-25 bagaikan tempat suci kultivasi yang murni, tak tercemar oleh debu dan hiruk-pikuk dunia fana.


Langit yang luas tampak sangat jernih.


Hamparan awan membentang datar sementara cahaya kemerahan memancar turun. 


Energi spiritual langit dan bumi terasa pekat dan melimpah.


Setiap embusan udara membawa resonansi Dao yang murni -- menghirupnya dapat menutrisi meridian dan memperkokoh fondasi Dao seseorang.


Pemandangannya tertata rapi dan indah.


Aliran energi spiritual melintasi dataran luas, sementara puncak-puncak unik dan gunung-gunung kuno tersebar dengan artistik. 


Sekte dan gunung abadi dibangun mengikuti kontur alam, dengan paviliun serta menara yang berderet panjang, diselimuti kabut tipis yang anggun dan diiringi gema suara lonceng dari kejauhan.


Para kultivator yang berlalu-lalang mengenakan jubah elegan namun bersahaja dan melangkah dengan tenang -- bebas dari permusuhan, niat membunuh, ataupun kepanikan. 


Setiap orang menjaga tata krama dan membawa diri dengan penuh wibawa.


Ketenangan, keteraturan, harmoni, dan ketenteraman.


Inilah suasana stabilitas yang menjadi ciri khas Alam Surgawi yang lebih tinggi -- pemandangan bak surga yang tak mungkin dicapai oleh makhluk dari alam bawah, bahkan setelah berjuang selama masa yang tak terhitung lamanya. 


Hal ini sangat kontras dengan peperangan brutal yang terjadi di Surga ke-24.


"Jadi... seperti inilah wujud Alam Surgawi yang sesungguhnya."


Agnes menghela napas pelan, pandangannya menyapu sekeliling dengan sorot mata yang menyiratkan kewaspadaan dan keseriusan.


Dave mengangguk dalam diam.


Tidak ada tanda-tanda ketenangan di matanya meski sedang menikmati pemandangan indah -- yang ada hanyalah kewaspadaan yang kian mengeras.


Masa penuh gejolak menyimpan bahaya; masa kejayaan menyimpan tipu daya. 


Tatanan Surgawi yang terlalu sempurna sering kali menyembunyikan kegelapan yang membuat bulu kuduk meremang.


Keduanya sengaja meredam aura mereka, menyembunyikan esensi Primordial Dao Naga serta resonansi Hukuman Ilahi, lalu menyamar sebagai pembudidaya pengembara biasa. 


... 


Sembari bergerak tanpa menarik perhatian di jalanan kota, mereka bertanya kepada orang-orang yang lewat, diam-diam mengumpulkan informasi mengenai aturan dan rahasia dunia ini.


Seiring mereka bertanya, gambaran situasinya perlahan menjadi jelas.


Di Surga ke-25 ini, tata krama dijunjung tinggi, para kultivator mematuhi hukum dengan ketat, dan tatanan alami dunia tetap terjaga tanpa gangguan.


Selama jutaan tahun, dunia ini tidak pernah mengalami pergolakan besar, peperangan, ataupun bencana berskala besar akibat entitas jahat -- semua itu berkat tujuh keluarga besar yang menegakkan ketertiban dan berjaga dari generasi ke generasi.


Dengan mandat dari Alam Surgawi Tingkat Atas untuk menjaga ketertiban, ketujuh keluarga ini menjalankan hukum dan penegakan sanksi, melenyapkan energi jahat dari luar perbatasan, serta mengatur prinsip-prinsip dasar dunia. 


Selama berabad-abad lamanya, mereka telah melindungi semua makhluk hidup dan menjaga stabilitas wilayah tersebut.


Bagi para pembudidaya setempat, ketujuh keluarga ini adalah penyelamat, penjaga ketertiban, dan sosok yang sangat dihormati oleh semua kalangan.


Berkat jasa-jasa yang telah mereka kumpulkan dan kebajikan yang tersebar luas, mereka dipuja dan dihormati oleh setiap sekte serta tak terhitung banyaknya makhluk hidup lintas generasi.


Tak ada seorang pun yang berani bersikap tidak hormat atau lalai dalam memuji mereka.


Sekilas, dunia ini tampak penuh harmoni dan kebenaran.


Namun, setelah berkelana selama setengah hari, Dave merasakan kekakuan yang menyesakkan serta tekanan tersembunyi di balik tampilan luar yang sempurna itu.


Para kultivator di sini terlalu patuh pada aturan, terlalu mudah mengikuti arus tanpa berpikir kritis.


Rasa hormat terhadap aturan, otoritas, dan ketujuh keluarga besar itu telah mendarah daging hingga ke tulang dan jiwa mereka.


Tak ada yang berani mempertanyakan hukum, menentang titah keluarga-keluarga tersebut, ataupun melanggar batasan yang telah ditetapkan.


Jalan kultivasi mereka sangat kaku, mengikuti pola baku yang tak pernah berubah.


Penduduknya hidup dalam stabilitas, namun juga dalam keadaan puas diri yang mematikan kepekaan.


Aturan-aturan yang lebih halus perlahan mulai terungkap.


Percakapan para pembudidaya setempat menyingkap adanya batasan hierarki yang ketat. 


Para kultivator ‘ortodoks’ -- mereka yang berasal dari sekte mapan, memiliki garis keturunan yang diakui, serta memegang registrasi resmi dan otoritas Dao Surgawi -- mendapatkan penghormatan, kebebasan bergerak tanpa hambatan, dan perjalanan kultivasi yang mulus.


Sebaliknya, pihak luar, pembudidaya liar tanpa afiliasi, serta praktisi dengan garis keturunan unik atau sifat yang tidak lazim, semuanya dicap sebagai elemen ‘pengacau’ dan ‘pendestabil’. 


Mereka tidak diizinkan menetap di wilayah inti kota utama, tidak bisa berpartisipasi dalam pembagian jasa surgawi, ataupun menerima asupan energi dari Dao Surgawi setempat.


Mereka justru terus-menerus dikucilkan, diawasi, dan ditindas -- bahkan tanda penyimpangan sekecil apa pun akan dianggap sebagai tindakan pemberontakan yang memicu sanksi dari tatanan yang mapan.


Di permukaan, tampak ada kesetaraan dan stabilitas.


Namun kenyataannya, struktur kelas begitu kaku dan aturan-aturan yang berlaku sangat mengekang.


Rasa waspada yang kian membesar pun tumbuh dalam diri Dave.


Dia terus mengamati perubahan di sekitarnya dengan cermat, hingga tak lama kemudian menangkap sebuah detail yang sangat ganjil.

 

Surga ke-25 ini konon berbatasan dengan Alam Surgawi tingkat menengah.


Meskipun energi jahat dari luar wilayah itu sesekali merembes masuk, peristiwa bencana jarang terjadi selama ribuan tahun, dan polusi semacam itu biasanya lenyap dengan cepat.


Namun, jejak yang ditinggalkan oleh energi jahat yang memudar itu terasa terlalu teratur, terlalu seragam, dan terlalu bersih.


Bencana alam dan polusi eksternal pada dasarnya bersifat kacau, ganas, dan tidak beraturan -- menyebar tanpa pola dan menghilang tanpa bentuk yang pasti.


Sebaliknya, lenyapnya energi jahat di sini tampak diperhitungkan dengan presisi, seolah sengaja dilenyapkan dan dihapus secara seragam.


Setiap sisa jejak yang tertinggal tampak identik, mengisyaratkan kekakuan buatan dan manipulasi yang disengaja.


" Ada yang aneh… Segalanya terasa tidak beres.."


Ketenangan itu nyata, dan stabilitasnya pun asli, namun tatanan sempurna yang tak berubah ini jelas bukan terbentuk secara alami.


Tepat saat Dave diam-diam menganalisis situasi dan mulai merasa curiga...


Nguuung...


Jauh di bawah kota, sebuah formasi pemantau Dao Surgawi yang tak terlihat sedikit bergetar. 


Cahaya putih samar menyapu jalanan, mengunci posisi Dave dan Agnes dengan presisi.


Aura asing, resonansi Dao yang tidak terdaftar, serta ketiadaan tanda otorisasi lokal apa pun.


Kombinasi ketiga faktor ini seketika memicu peringatan penegakan ketertiban di Surga ke-25.


Sesaat kemudian, empat pembudidaya melangkah di udara.


Mereka mengenakan jubah ketertiban berwarna putih perak dan menyandang lencana penegak hukum dari giok di pinggang. 


Mereka membawa diri dengan wibawa yang tegak dan ekspresi tegas, tubuh mereka diselimuti tekanan otoritatif tatanan surgawi yang samar, sebuah anugerah dari Dao Surgawi setempat.


Mereka adalah anggota Penjaga Tatanan Dunia tingkat rendah dari Surga ke-25, yang bertugas melakukan patroli kota, mendeteksi anomali, dan menjaga ketertiban.


Begitu mendarat, keempatnya segera menutup semua jalur pelarian.


Tatapan mereka tajam menusuk dan nada bicara mereka dingin, tanpa sedikit pun kesopanan. 


"Kalian berdua memiliki aura yang asing dan resonansi Dao dari luar wilayah; kalian tidak memiliki asal-usul kultivasi lokal, tidak memiliki otorisasi terdaftar dari Dao Surgawi, serta tidak berafiliasi dengan sekte ortodoks mana pun." 


"Kalian diklasifikasikan sebagai pemberontak, pihak luar yang tidak terdaftar, yang berisiko mengacaukan tatanan alami." 


"Berdasarkan ‘Hukum Tatanan Surgawi’ dari Surga ke-25, dengan ini kalian diusir dari wilayah kota utama dan zona inti setempat; dilarang keras untuk berlama-lama tanpa izin atau memperoleh jasa Dao Surgawi setempat."


Pemimpin Penjaga Tatanan Dunia mengacungkan jarinya, mengunci posisi keduanya dengan kekuatan spiritual yang membawa tekanan tak terbantahkan dari aturan hukum: "Segera pergi. Pelanggar akan didakwa melakukan kejahatan Mengganggu Tatanan Alam Dunia ini dan ditindak tegas di tempat!"


Belenggu aturan dan hukum.


Dave merasakan dengan jelas tekanan nuklir yang dipancarkan oleh alam surgawi ini.


Itu bukanlah masalah kekuatan kultivasi yang luar biasa, melainkan otoritas Dao Surgawi yang mengekang segala makhluk hidup.


Di sini, aturan adalah kekuatan, registrasi adalah identitas, dan tatanan adalah Dao Surgawi itu sendiri.


Pelanggaran sekecil apa pun dianggap sebagai kejahatan.


Tatapan Agnes berubah dingin.


Ia hendak angkat bicara ketika Dave diam-diam mengangkat tangan untuk menghentikannya.


Di kedalaman mata Dave, tersimpan gejolak perlawanan dan ingatan akan pembantaian tiada akhir.


Namun, ia tidak memancarkan aura kultivasi, tidak memicu hukuman ilahi, ataupun terlibat dalam perselisihan.


Mereka baru saja tiba di dunia baru, ia tidak ingin memancing masalah sebelum memahami situasi sepenuhnya.


Ia telah memahami sepenuhnya hierarki yang dingin, belenggu aturan, dan tatanan hegemonik yang mendasari ‘Tanah Suci’ ini.


"Ayo pergi."


Dave berucap dengan tenang. 


Ia melangkah ke samping bersama Agnes, mematuhi perintah pengusiran dari Para Penjaga Tatanan Dunia, dan perlahan mundur dari zona utama kota.


Sikap menahan diri dan mundurnya ia bukanlah karena ketidakmampuan untuk bertarung, melainkan karena waktunya belum tepat.


Kini, ia memahami situasinya dengan jelas.


Musuh di Surga ke-24 adalah kekuatan yang menunjukkan kekuasaan tirani secara terang-terangan.


Namun, musuh di Surga ke-25 ini adalah sesuatu yang tersembunyi di balik tampilan kemakmuran dan kedamaian, yaitu tatanan yang munafik, hierarki yang kaku, serta ketenangan semu yang diciptakan secara artifisial.


Bersambung....


Buat para rekan Sultan Tao pengunjung blog yg mau nyawer, mendukung, atau traktir Mimin kopi atau quota ☺️☺️


Bisa kirim ke aplikasi DANA di link berikut :

https://link.dana.id/qr/4e1wsaok


Atau ke akun 

SeaBank : 901043071732

Kode Bank Seabank untuk transfer (535)


Terima Gajih...☺️













No comments:

Post a Comment

Perintah Kaisar Naga : 7020 - 7023

 Perintah Kaisar Naga. Bab 7020-7023 * Ke Surga Ke-25 *   Terbaring di genangan darah, Dewa Chenyao -- yang sebelumnya memiliki tatapan mata...