Photo

Photo

Friday, 10 December 2021

Makna Kalimat " Rahayu Sagunging Dumadi "


Mungkin lantaran tidak paham, kemudian dampaknya susah menghargai. Jika sudah mengerti tentu lain cerita.

Jika sudah mengerti..! Bisa jadi akan semakin bangga dan bersyukur lahir sebagai Trah Jawa. Bukan tidak mungkin tanpa ragu serta lantang berikrar Saya Jawa, kita Indonesia.

Jawa dengan segala kekayaan serta keagungan kearifan lokalnya, sebagai anugerah dari Gusti Allah Kang Murbengrat, salah satunya yakni di wilayah kesastraaan. Saya meyakini, dari abad ke abad akan tetap lestari atas restu pendahulu.

Membahas sastra Jawa…! Jika dipelajari secara mendalam bersama ahlinya, sesungguhnya memiliki banyak sekali daftar kata ataupun kalimat yang makna serta nilai-nilai filosofinya terbilang berkategorikan sastra tingkat tinggi.

Sebagaimana pernah saya jelaskan definisi kata " Mantra " hingga tafsirnya. Kemudian membuat saudara saya sebagai sesama Trah Jawa kaget. Untuk detailnya, silahkan cari diberanda tentang uraian " Mantra. "

Perlahan membuka kesadaran bahwa kita ini keturunannya " Wong Agung. " Yang secara genetik kualitasnya teramat cerdas, cerdik, beradat, beradab, berintegritas, spiritualis dan super intelektual. Lahir maupun batin !

Termasuk daftar pustaka Jawa kuno yang termaktub pada kalimat " Rahayu Sagunging Dumadi " yang bermakna: " Semoga Kesejahteraan Meliputi Segala Sesuatu, Baik Sesuatu Yang Tampak Ataupun Tidak. "

Catat…! Ini adalah kalimat yang bermuatan doa, bernilaikan harapan dan berderajat sabda. Dimana hal itu tertuju dan mencakup untuk semua makhluk yang berwujud ataupun tak kasat mata.

Kecuali untuk Tuhan…! Bagi Leluhur dalam memohonkan keberkahan, kemuliaan, kebaikan, kejayaan, keselamatan, kedamaian, kebahagiaan dan suka cita untuk seluruh isi semesta dipandang sebagai amanah, kewajiban, tugas pokok dan kelaziman dalam berkehidupan.

Saya pertegas…! Rahayu Sagunging Dumadi, peruntukannya bukan hanya berlaku bagi yang tengah berhadapan saja. Namun juga teruntuk seluruh ciptaan tanpa terkecuali, ini selevel Mantra agung nan sakti. Dahsyat ya…?

Terpujilah orang-orang terpuji. Saya Jawa…!

 

Bahagia itu sederhana…

Mari kita tertawa..

http://yt3.piee.pw/3wcfdw

http://yt3.piee.pw/3yl5ud

Jangan Pernah Meng-Cancel Doa

Dalam Doa, saya punya ke inginan agar terbeli mobil yang sesuai keinginan pada akhir taun ini.

Saya ber Doa. " Ya Allah, saya minta agar bisa terbeli mobil tahun ini ", ucap lidah saya.

Tapi meskipun lidah saya berucap seperti itu, hati kecil saya berkata lain.

Apakah mungkin…?

Dari mana uangnya…?

Bagaimana caranya…?

Nah rupanya keraguan-keraguan batin seperti itu bisa dikatakan seolah meng CANCEL Doa.

Jadi,Dalam membuat sebuah permohonan/Doa, tidak boleh di cancel.

Tidak boleh ada keraguan sedikitpun

Kita harus percaya utuh dan Yakin dalam benak kita

Untuk setiap keraguan yang timbul dibenak kita, artinya doa kita sudah terbatalkan dengan sendirinya.

Untuk itu kita perlu panjatkan lag-lagi dan lagi permohonannya, diulang lagi. Begitu seterusnya dengan penuh keyakinan...

Saya Doa kan Mudah²an semua Cita² kita,dan Sahabat² ITB dalam tahun ini bisa tercapai..Aamiin


Resep awet muda

http://yt3.piee.pw/3wcfdw

http://yt3.piee.pw/3yl5ud

Adat Nyekar, Adat Nusantara


Dulu banyak orang mengira, saya dianggap berlebihan menegakkan adat istiadat, melestarikan seni dan budaya, menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi, merawat segala macam kearifan lokal warisan leluhur. dianggapnya muspra !

Bahkan tidak sedikit yang meneriaki saya sesat, tukang klenik, dukun, ahli nujum, musyrik, bahkan ada yang tegas memberi pernyataan sebagai ahli neraka. Saya tidak perduli dan tetap tegak lurus berdaulat.

Ini sudah menjadi prinsip dan pedoman mutlak ! Lahir dan hidup di jawa, sedosa itukah bila saya jawani, serendah itukah bila berkata: saya jawa !

Toh saya tidak merasa mencari massa, tidak ingin di unggulkan, tidak sekedar pencitraan belaka, tidak cuma menuruti kesenangan, ini bukan tentang penokohan, saya tidak pimpinan bagi siapapun, saya tidak butuh pengikut, sebagai rakyat jelata hanya berpikir ini adalah tentang kiblat hidup dan kedaulatan jati diri.

Pun kalo sudah jawani, saya merasa malah semakin setia pada negara, segenap hati tidak gemar mempersoalkan perbedaan, dengan jiwa raga menerima keragaman serta kian mantap ber-pancasila.

Seiring berjalannya waktu, secara bertahap ! Justru kini banyak yang sadar bahwa selama ini begitu banyak diantara sedulur kita telah kehilangan kiblat, lupa pada sangkan paraning dumadi, ingkar pada kodrat semesta, terlalu fasih memuja keunggulan bangsa asing, sampai lupa pada keagungan serta keluhuran bangsanya sendiri.

Setelah semua dipahami ! Akhirnya sekarang berduyun-duyun orang mendukung pergerakan yang saya gaungkan

Ora ana kamulyan tanpa paseduluran, ora ana mukti tanpa jati diri. Nek ora awake dewe, sapa meneh..? Nek ora sak iki, kapan meneh…? Saya jawa, kita Indonesia 

Terpujilah orang-orang terpuji.


Bahagia itu sederhana, tertawalah...

http://yt3.piee.pw/3wcfdw

http://yt3.piee.pw/3yl5ud

Perintah Kaisar Naga : 7045 - 7049

 Perintah Kaisar Naga. Bab 7045-7049 * Menyadari Tipu Muslihat * Dua puluh ribu kultivator penegak hukum telah menarik kembali formasi merek...