Photo

Photo

Friday, 3 April 2020

Ayat Al-Quran yang Bikin Janggal Orang Jawa


Ngaji Gus Baha'

Ayat Alquran jumlahnya ribuan. Ayat sebanyak itu punya keterkaitan satu sama lain. Ada munasabahnya. Jadi, tak bisa kita modal hanya satu ayat lalu dipakai untuk menyikapi segala situasi. Ngotot kesana kemari
.
“ Ada ayat Al quran itu yang bisa bikin janggal orang Jawa. Tentu saja orang Jawa yang agak alim dan mau mikir. Kalau tak mau mikir, ya mana pernah “ protes ” isi Al quran. Kalau orang Jawa yang sudah alim, ya gak akan protes atau janggal.” kata Gus Baha.

Ayat pertama ada dalam surah An-Nisa ayat 22 terkait larangan menikahi istri bapak ( ibu tirinya )

وَلَا تَنكِحُوا۟ مَا نَكَحَ ءَابَاۤؤُكُم مِّنَ ٱلنِّسَاۤءِ إِلَّا مَا قَدۡ سَلَفَۚ إِنَّهُۥ كَانَ فَـٰحِشَة وَمَقۡتا وَسَاۤءَ سَبِیلًا

“ Gendeng ta piye. Kok sampai menikahi ibunya sendiri. Betapa ndak pentingnya Al quran, hal begitu kok dilarang segala. Tanpa dilarang pun, orang Jawa pasti akan menghindarinya.”

Kenapa janggal…? Karena kebanyakan orang Jawa istrinya cuma satu.

“ Perlu diketahui bahwa ayat ini turun di Arab. Di mana seorang lelaki Arab, biasa punya istri banyak. Rata-rata empat lah, tiap orang. Bahkan, ada seorang lelaki itu yang istri tetapnya cuma satu. Sementara tiga istri lainnya berganti-ganti.”

Di sini muncul kemungkinan usia istri bapak sebaya dengan anaknya. Bahkan, lebih muda. Sehingga ada kemungkinan timbul rasa suka dari si anak. Nah, Quran mewanti-wanti. Haram hukumnya, meski sudah dicerai ayah

Kedua, Surah An-Nisa’ ayat 20, berkaitan dengan larangan meminta kembali mahar yang diberikan

وَإِنۡ أَرَدتُّمُ ٱسۡتِبۡدَالَ زَوۡج مَّكَانَ زَوۡج وَءَاتَیۡتُمۡ إِحۡدَىٰهُنَّ قِنطَارا فَلَا تَأۡخُذُوا۟ مِنۡهُ شَیۡـًٔاۚ أَتَأۡخُذُونَهُۥ بُهۡتَـٰنا وَإِثۡما مُّبِینا

“ Kok ya kebangetan orang itu. Sudah nikah, sudah dapat rasanya. Begitu cerai, kok diminta lagi maharnya….? Keterlaluan…! ”

Kenapa janggal…? Karena rata-rata mahar di Jawa murah

“ Untuk memahaminya, supaya tak janggal dan tak protes, kita perlu melihat latar belakang budaya budaya di Arab. Bahwa rata-rata mahar di Arab itu mahal sekali. Al quran menyebutnya dengan istilah قنطارا “ harta yang amat banyak ”. Saking banyaknya, tidak bisa dihitung. Itulah qinthar.”

Makanan Bisa Menginstal Do'a


Kenapa bulan maulid selalu identik dengan makanan yang super lezat...!

Kita harus tau tentang sejarah, ketika tepat nya di hari senin Nabi menjalan kan ibadah puasa, ada salah satu sahabat bertanya " kenapa puasa di hari senin ya rosul "

Beliau berkata “ karna hari senin adalah hari kelahiran ku "

Maka dengan penuh semangat para sohabat menyuruh para istrinya untu k memasak masakan yang paling lezat dan enak untuk menghidang Nabi nanti di waktu buka puasa..!

Maka dari itulah di hari isnin kota madinah berbau sedap aroma roti masakan daging segala masakan untuk di bawa ke rumah Nabi sehingga malam itu rumah nabi penuh dengan makanan.

Sahabat bertanya " makanan siapakah yang paling duluan nabi makan “, tapi ternyata nabi memanggil seluruh para sohabat di sekitar kota madinah untuk mengamini do’a sebelum nabi memulai memakan dengan doa " Allahuma bariklana fima rozaktana…. dst, dengan doa nabi tersebut berubahlah makanan tersebut menjadi makanan BAROKAH.  Sehingga semua hidangan di makan bersama sama..

Nabi bersabda " siapa yang memakan MAKANAN BAROKAH DIA TIDAK  AKAN TERBAKAR OLEH API NERAKA, FIMA ROZAKTANAN WAQINA ADZABANAR "


Makanan yang masuk dalam perut manusia akan menjadi berkah bila memakan makanan barokah.

Masih ada yang bilang bid'ah..!!
Berarti  dia pekok dan bodoh yang di borong sendiri..

Kesalahan Kaum Ekstrimis


Ngaji Gus Baha'

Menurut Gus Baha, realitas sosial yang terjadi di Indonesia, kondisi “ kubu sebelah ” itu suka sekali mencatut status Allah sebagai Dzat yang yu’adzdzib dan tidak pernah distatuskan yaghfir. Bagaimana Allah tidak tersinggung jika status yaghfir-nya dihilangkan. Gus Baha menyindirnya sebagai berikut :

“ Fenomena ini, disikapi oleh Allah kira-kira seperti ini, “ Saya ini bisa yu’adzdzib dan bisa yaghfir, lalu kenapa statusku hanya tersisa yu’adzdzib. Mereka ini ngaji dimana, khatam apa tidak…? Kebanyakan orang ekstrim mensifati Allah hanya dengan status yu’adzdzib, sehingga ruang untuk menghujat dan bertindak jahat selalu terbuka lebar ”.

Gus Baha melanjutkan, bahwa Rasulullah itu, sebagai manusia, tentu juga punya rasa benci, sebagaimana rasa benci pada Wahsyi karena telah membunuh Hamzah pada agresi Uhud. Akan tetapi, Allah merespon fenomena kebencian ini dengan menurunkan QS. Ali Imran : 128 yang terdapat dua pilihan redaksi, yaitu mengampuni ( yatuba ) dan menyiksa ( yu’adzdziba ). Ajaibnya, kasus Wahsyi tersebut akhirnya diampuni dosanya oleh Allah.

Karena itu, demi mengurangi gerakan ekstrimis, Gus Baha menawarkan agar para ulama tidak boleh selalu menggunakan fiqih yang berorientasi al-tafriq bain al-haq wa al-batil. Tugas para ulama, semestinya juga harus mengintegrasikan ilmu fiqih dengan tasawuf, terutama dalam bab tawadlu’. Sebab, paradigma integrasi fiqih dan tasawuf akan melahirkan pemahaman yang humanis, sehingga dapat mengurangi ekstrimisme.

Model pemahaman integrasi dengan menggunakan ajaran introspeksi dan tawadlu’ konsep tasawuf, menurut Gus Baha, penting dilanjutkan dalam rangka menghalau ego ekstrimisme agama, sehingga kehadiran agama tidak berwajah menyeramkan. Gus Baha mengakhiri ceramahnya, sebagai berikut :

“ Ini penting saya kemukakan. Mbok yo, orang-orang esktrim ya mikir, keinginan Rasulullah itu agar ummatnya mati dalam keadan muslim, bukan mati kafir. ”
  

Perintah Kaisar Naga : 7039 - 7041

 Perintah Kaisar Naga. Bab 7039-7041 * Adu Domba * Agnes: " Ish..... Yakin nih..." Dia tidak pernah menyangka bahwa seseorang bena...