Photo

Photo

Wednesday, 2 August 2017

MASA DEPAN INDONESIA DI TANGAN ORANG - ORANG MUDA

"Oke, saya ikut berperan untuk ekonomi Ansor & Banser. Bagaimana kalau satu pabrik saya dijaga oleh Banser…?"

Seorang pengusaha kakap gurikap memberikan alternatif model untuk membantu ekonomi Ansor dan Banser.

Kami berbicara dalam sebuah diskusi yang menarik dengan beberapa pengusaha. Sambil ngopi tentunya..

Geraham saya terkatup keras. Hati saya mendidih. Tetapi saya berusaha tenang dalam menyampaikan apa yang ada dalam pikiran selama ini..

"Dengan segala hormat, bapak.. terimakasih atas bantuannya. Tetapi sungguh itu bukan solusi. Dan itu tidak menghibur sama sekali.. "

Saya seruput kopi di depan saya dan kulihat para pengusaha itu tertarik untuk mendengarkan lebih lanjut..

"Musuh kita selama ini dibiayai dengan ekonomi yang kuat sekali. Jaringan ekonomi mereka dimana-mana, mulai migas sampai retail. Dan ketika mereka ingin menggerakkan "pasukan" mereka, tinggal mengalirkan dana saja, maka goyahlah kita..

Dan Ansor sama Banser tetap tidak bisa mengerahkan pasukannya untuk melawan mereka. Kenapa ? Karena sumber ekonomi mereka kalau gak dari pendapatan umroh, ya dari jaga pabrik bapak itu.."

Tidak mudah berbicara dengan mereka, para pengusaha itu. Sekat tebal masih kuat karena ini menyangkut ekonomi, bidang yang selama ini mereka kuasai. Mereka terbiasa diperah oleh kepentingan politik sehingga ketika ada yang berbicara tentang ekonomi, mereka sudah membuat benteng tebal terlebih dahulu..

Saya lanjutkan, "Tolong jangan lihat Ansor dan Banser sebagai pekerja bapak, tapi lihat mereka sebagai partner.

Jangan lihat Ansor dan Banser sebagai organisasi, tetapi lihat sebagai potensi. Kita sepakati cara pandang ini dulu. Kalau pandangan kita sudah sama, saya lanjutkan perbincangan ini.."

Semua terdiam. Seorang yang terlihat lebih berpengaruh dan bijak dan diam sedari tadi, akhirnya mulai angkat bicara, "Kami mendengarkan.."

Saya harus masuk pada poin ini, meluruskan cara pandang mereka yang salah selama ini.

"Oke, kalau begitu. Tadi sudah saya jelaskan bahwa Ansor dan Banser mempunyai potensi 1,7 juta anggota mereka di seluruh Indonesia. Mereka juga punya cabang lebih dari 300 di seluruh Indonesia.

Bukankah ini potensi ?

Belum lagi potensi para nahdliyin - warga NU - dibelakang mereka yang berjumlah sekitar 40-50 juta orang. Dan inilah potensi yang mereka miliki, potensi sumber daya manusia dan jaringan.."

Saya ajak mereka melihat Ansor dan Banser sebagai sebuah potensi ekonomi, bukan lagi sebatas organisasi.

Mudah-mudahan mereka paham..

"Bapak punya Bank, salurkan kredit lunak kepada organisasi Ansor dan Banser untuk membeli properti di wilayah2 strategis di setiap daerah. Jadikan properti itu sebagai jaminan atas kredit..

Diatas properti itu, dibangun unit2 usaha untuk bisa membayar cicilan lunak Bank bapak. Misalnya, Ansor-Mart. Kemudian bangun distribusi online untuk mereka.. Dengan begitu, Ansor dan Banser meskipun punya hutang di Bank tetapi mereka juga punya asset. Buatkan mereka grup usaha, PT Ansor & Banser misalnya. Grup itu membawahi unit2 usaha Ansor dan Banser. Tarik para profesional ke dalam unit2 usaha itu dan kembangkan menjadi unit2 usaha yang kompetitif dan besar.

Kalau bisa, dalam waktu 10-20 tahun lagi, jadikan grup itu sebagai PT Ansor & Banser Tbk..

Dengan adanya kekuatan ekonomi Ansor dan Banser di daerah-daerah, maka mereka tidak perlu lagi minta dana kepada pengusaha untuk sekedar membela negeri ini dari para radikal..

Ansor dan Banser akan menjadi kekuatan ekonomi Islam baru yang bergengsi. Dengan begitu, Ansor dan Banser akan diminati para muslim awam yang ingin bergabung dalam organisasi dan mereka terhindar dari paham radikal yang menyuburkan benih-benih kebodohan.

Suka tidak suka, bapak2 pengusaha hidup di lingkungan mayoritas muslim. Kenyangkan mereka dengan membantu ekonomi mereka. Kalau mereka lapar, mereka cenderung anarkis dan bapak2 juga yang susah nantinya...

Itulah yang dinamakan jadikan mereka partner bukan pekerja. Bapak tetap untung dalam berusaha karena konsepnya business to business. Semua senang, semua kenyang dan negara aman.."

Mereka manggut-manggut setuju dan mulai mengerti. Hanya satu orang yang masih tetap waspada dan kembali bertanya hal yang terpenting..
"Bagaimana anda bisa meyakinkan kami bahwa Ansor dan Banser bisa seperti itu ?"
Kuhabiskan kopi dicangkirku dan melanjutkan..
"Tentu tidak bisa. Ansor dan Banser mentah dalam masalah ekonomi. Mereka tidak mungkin bisa seperti apa yang saya bicarakan tadi.."
Aku diam sejenak sebelum melanjutkan..
"Tapi bapak2 bisa. Bapak2 yang hadir disini matang dalam masalah ekonomi. Bapak pilih CEO yang handal dari lingkungan bapak dalam masalah ini. Gaji yang besar jika perlu..
CEO itulah yang menjamin bapak bahwa organisasi Ansor dan Banser bisa melakukan itu semua.

Pimpin Ansor dan Banser melakukan transformasi dalam waktu 5-10 tahun. Kaderisasi mereka, ajari mereka cara bisnis yang baik dan benar.

Jika mereka sudah matang, lepaskan dan jadikan mereka partner yang sama-sama menguntungkan.."

Seisi ruangan seperti berdengung. Mereka sibuk kasak kusuk dengan orang sebelahnya. Terserah apa jadinya, yang penting saya sudah menyampaikan apa yang ada dalam pikiran saya..

"Ayo kita duduk dan petakan bersama. Sepertinya itu ide yang bagus dan logis untuk dibicarakan secara teknis.." Orang yang bijak itu angkat bicara sambil tersenyum.
Ah, saya butuh secangkir kopi lagi. Semoga ini bisa menjadi awal yang baik dan bukan hanya mimpi.

Saya melihat Islam Indonesia di masa depan bukan lagi hanya sebatas sarungan apalagi gamisan. Tetapi sudah memenuhi meja-meja lobbi dengan pakaian khas pengusaha mapan, membicarakan proyek-proyek milyaran dan membangun ekonomi bersama.

Betapa indahnya ketika dua kekuatan bersatu, bukan lagi saling curiga akan perbedaan.

"Kejahatan yang teroganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir.." Imam Ali as.

MATA BATIN

Mata batin merupakan indera non-fisik atau indera keenam yang digunakan untuk menghubungkan jiwa seseorang dengan alam astral. Orang awam sering menganggap bahwa mata batin bisa digunakan untuk melihat masa depan, padahal sebenarnya tidak seperti itu. Mata batin hanya dapat melihat pertanda-pertanda yang ada di sekitarnya, yang kemudian ditafsirkan sendiri oleh orang yang melihatnya. Jadi bukan masa depan yang terlihat oleh mata batin.

Di zaman serba modern ini, mata batin menjadi sesuatu yang dianggap sakti, sehingga banyak orang yang ingin mempelajarinya. Tujuannya pun bermacam-macam, salah satunya yang paling sering adalah melihat masa depan melihat jin, dimensi lain dll. Tidak sedikit orang pula yang menginginkan hal tersebut untuk tujuan yang tidak benar, misalnya judi dan togel.

Mata batin dapat terbuka jika hijab atau pembatas antara tubuh fisik dan jiwa dapat dibuka. Jiwa akan terhubung dengan akal agar dapat menyalurkan segala informasi ke dalamnya. Sistem ini bekerja seperti komputer yang terhubung ke internet. Internet berperan sebagai sumber informasi dan komputer sebanyak penyimpan dan pemroses informasi.

Bahaya Membuka Mata Batin
Tidak semua orang dapat dibuka mata batinnya. Hal ini disebabkan oleh kapasitas akal manusia yang berbeda beda.

Untuk dapat terhubung dengan jiwa, akal harus memiliki kapasitas yang memadai. Kapasitas di sini berarti kemampuan akal untuk dapat menerima jiwa. Orang dengan kapasitas akal yang kecil tidak boleh dibuka mata batinnya. Jika dibuka, akal atau otak akan mengalami overload atau kelebihan beban yang dapat mengarah ke gangguan jiwa. Pada beberapa kasus pembukaan mata batin pada orang yang memiliki kapasitas akal yang kurang memadai, klien (orang yang meminta dibukakan mata batinnya) mengalami perubahan sikap yang aneh seperti menggigil, kesakitan, atau berteriak histeris. Sesaat setelah terhubung dengan jiwa, klien menderita depresi akut akibat tekanan yang berlebihan pada akal. Kondisi ini dapat disembuhkan dengan menutup kembali pembatas jiwa. Namun hal tersebut tidak menjamin klien kembali normal.

Mata batin dapat berguna bagi manusia untuk dapat memahami rahasia-rahasia alam semesta. Namun perlu diingat bahwa di mana ada kekuatan di situ ada tanggung jawab. Dengan memiliki mata batin berarti ada tanggung jawab yang harus dipenuhi.


Sebelum membuka mata batin pastikan kembali bahwa niat anda tulus untuk jalan kebenaran. Setelah itu konsultasikan dengan ahli apakah kapasitas akal anda cukup. Pastikan anda meminta kepada orang yang benar-benar ahli untuk berjaga-jaga jika anda mengalami overload dapat dikembalikan ke keadaan normal.

Ahlak Mulia Al-Habib Ali al-Habsyi Kwitang

Dahulu di masa al-Habib Ali al-Habsyi Kwitang masih hidup, ada seseorang yang sangat membencinya dan orang itu tinggal di Kwitang. Kelakuan orang itu terhadap al-Habib Ali al-Habsyi sunggah tidak terpuji. Bila lewat di hadapannya dengan sengaja meludah di depan al-Habib Ali al-Habsyi, sampai-sampai membuat marah para murid al-Habib Ali al-Habsyi. Hingga suatu saat, al-Habib Ali al-Habsyi memberikan jatah sembako berupa beras kepada orang itu.

Dengan memanggil muridnya, al-Habib Ali al-Habsyi memerintahkan agar beras itu diberikan kepada orang itu. Hal ini membuat bertanya-tanya sang murid. Namun belum sempat ditanyakan, al-Habib Ali al-Habsyi berkata: “Berikan ini, tapi jangan bilang dari saya. Bilang saja dari kamu.” Lebih dari 2 tahun orang itu menikmati jatah sembako yang diberikan al-Habib Ali al-Habsyi kepadanya melalui perantaraan sang murid.

Sampai pada saatnya al-Habib Ali al-Habsyi berpulang ke rahmatullah, maka berhentilah kiriman jatah sembako kepada orang itu. Orang itu pun bertanya kepada murid al-Habib Ali al-Habsyi yang biasa mengirimkan sembako kepadanya: “Engkau yang biasa mengirimiku beras kenapa berhenti? Apa masih ada?”

Murid al-Habib Ali al-Habsyi itu menjawab: “Perlu kamu ketahui, semua yang aku kirimkan kepadamu itu sesungguhnya bukan dariku melainkan dari guruku al-Habib Ali al-Habsyi yang dulu sering kau ludahi. Andai saja guruku tidak menahanku mungkin kamu sudah kubikin babak belur!”


Mendengar jawaban murid al-Habib Ali al-Habsyi membuat orang tersebut menangis menyesali perbuatannya selama ini. Dan atas kejadian itu, orang tersebut jadi rajin menghadiri majelisnya al-Habib Ali al-Habsyi di Kwitang. Pada waktu sang cucu yang menggantikan kakeknya di dalam memimpin majelis taklim al-Maghfurlah al-Habib Ali al-Habsyi, beliau didatangi oleh seseorang yang sudah lanjut usianya dengan badan yang tergopoh-gopoh. Orang itu mendekati cucu al-Habib Ali al-Habsyi itu sambil menangis seraya berkata: “Ya Habib, saya ini bila melihat engkau jadi teringat dengan kakekmu. Yang dulunya sering saya ludahi, ya Habib.” Orang itu menuntaskan ceritanya sambil menangis menyesali diri atas perbuatannya kala itu.

Perintah Kaisar Naga : 7053 - 7055

 Perintah Kaisar Naga. Bab 7053-7055 * Kuali Shennong * Puluhan murid alkimia dan pengurus berhenti dan menatap, dan proses alkimia yang sem...