Photo

Photo

Tuesday, 25 July 2017

MAKAN TUH GENGSI

Tadi pagi saya habis makan disini. Jadi kalo gak sempet masak pasti makannya ke warteg sini, enak dan murah meriah. Harganya mulai dari 10.000an. biasanya saya makan dua macam sayur + lauk ( misalnya capcay + jamur + telur = 12.000)

Nah… coba lihat mobil dan motor itu, cakep kan..??? tapi sayang itu bukan kendaraan saya ataupun pelanggan lainnya melainkan kendaraan pemilik warteg, widih… aje gile…

Itu bukan mobil dan motor murah loh.... itu mobil Toyota sport trd dan motor Yamaha NmaX keren.. kan…

Nah teman-teman semuanya ternyata profesi yang kita anggap sepele, gak bergengsi seperti warteg ini misalnya, kalo dikelola dengan tekun dan pantang menyerah bisa menghasilkan loh… bahkan bisa lebih dari pegawai dan PNS. Kalaupun kita melihat mereka membawa mobil belum tentu itu mobil mereka bisa jadi mobil kantor, mobil dinas dan mobil leasing.

Yang mau saya garis bawahi disini adalah turunkanlah GENGSI-mu, karena orang-orang yang kamu lihat rapi berdasi dan pegawai kantoran itu TIDAK SEMUANYA seindah dan sehebat yang kamu bayangkan. Kita tidak tahu apakah ketika malam tiba mereka bisa tidur dengan nyenyak karena memikirkan utang atau kreditan???

Yuk kita syukuri dengan terus berikhtiar dan berdoa dengan pekerjaan dan bisnis yang sekarang kita punya karena usaha tidak akan menyalahi hasil. Tak apa untung recehan karena kalo terus diusahakan tak akan mustahil jadi milyaran. Tak apa baju bau masakan yang penting gak punya utang.

Yang sekarang jual gorengan, nasi uduk, warung sembako, bensin eceran, konter pulsa, pedagang kaki lima, honorer, karyawan dibawah UMR dll yuk semangat lagi….!!!

Maksimalkan ikhtiar dan juga berdoa…

Jangan suka ngelihat keatas karena gak akan ada habisnya malah ngedumel iri dan dengki terhadap orang lain yang ujung-ujungnya tidak bersyukur dan parahnya nyalah-nyalahin Allah…

“ya Allah.. kenapa hidup saya ko begini???”
“Kenapa nasib saya sial amat ya???”
“Kenapa saya gak seberuntung mereka???”
“Kapan saya akan kaya raya ya Allah???”
STOP…!!!!

Jangan berbicara seperti itu lagi, bukannya jadi kaya malah yang ada tambah miskin plus diberi adzab yang pedih na’udzubillah…
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِیدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِیدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Tuh kan....

Ayo SE-MA-NGAT dan bersyukur ......!!!

Telur Asin

Telur asin buatan saya dalamnya berpasir dan ada minyaknya.

Bahan
10 butir telur bebek
500g  garam kasar
1 liter air

Caranya
1. Rebus garam dengan air sampai larut kemudian dinginkan
2. Cuci bersih telur bebek dan lap kering
3. Tata di dalam toples kemudian tuang air garam.
4. Tutup rapat diamkan selama 2 minggu pada suhu ruang.
5. Telur siap direbus dan bisa dikonsumsi.


Untuk penyimpanan bisa di simpan dalam kulkas tahan 1 bulan dalam keadaan mentah atau setelah direbus. Yang atas diberi pemberat untuk pemberat supaya telur tidak mengapung. Selamat mencoba

MALAIKAT KIROMUL KAATIBUUN

Diriwayatkan bahwa setiap manusia disertai dua Malaikat yang berada di sebelah kanan sebagai pencatat amal amal baik tanpa disaksikan yang lain, sedangkan yang di sebelah kiri sebagai pencatat amal-amal tercela, dan tidak dicatat amal-amal jelek tersebut sebelum disaksikan Malaikat di sebelah kanan. Bila seorang manusia sedang duduk, maka Malaikat yang satu berada di sebelah kanan, sedang yang lain di sebelah kiri. Bila manusia tersebut sedang berjalan, maka Malaikat yang satu berada di mukanya sedang yang lain berada di belakangnya. Bila manusia tersebut sedang tidur, maka Malaikat yang satu berada di sebelah kepalanya, sedang yang lain berada di sebelah kakinya.

Dalam hadits lain disebutkan bahwa ada lima Malaikat yang serupa dengan dua Malaikat tersebut. Dua Malaikat di malam hari, dua Malaikat di siang hari dan satu malaikat yang tidak pernah pisah dari seorang manusia.

Firman Allah Swt. :
.مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَیْنِ یَدَیْھِ وَمِنْ خَلْفِھِ
Beberapa Malaikat yang berganti di muka dan di belakang manusia.”

Yang dimaksud dengan kalimat MU’AQQIBAAT di sini ialah Malaikat malam dan siang yang sama-sama menjaga manusia, jin dan syaitan. Sedangkan dua Malaikat yang menjaga amal jahat dan amal baik berada di antara dua bahu manusia. Lidah sebagai pena bagi kedua Malaikat itu, mulut sebagai tempat tinda, air ludahnya sebagai tinta. Mereka itu mencatat amal-amal manusia hingga hari kematiannya.

Diriwayatkan dari Nabi Saw., sesungguhnya pencatat amal sebelah kanan dipercayai oleh pencatat sebelah kiri.

Apabila seorang hamba melakukan amal kejahatan, sedangkan pencatat sebelah kiri hendak mencatatnya, maka berkatalah yang sebelah kanan, “Tahanlah.” Lalu ditahan pencatatan amal jahat itu hingga sampai tujuh jam. Apabila hamba tersebut mohon ampun kepada Allah Swt., maka tidaklah kejahatan tersebut dicatat dan apabila tidak maka dtulislah dengan satu kejahatan.

Apabila seorang hamba ruhnya telah dicabut, lalu diletakkan di dalam kubur maka berkatalah dua Malaikat,
Wahai tuhan kami, telah Tuhan serahkan hamba-MU pada kami, kami tulis amal-amalnya dan Engkau cabut ruhnya, maka ijinkanlah kami naik ke langit.” Allah Sat. menjawab, “Langit itu telah dipenuhi oleh Malaikat - Malaikat yang bertasbih. Maka kembalilah kalian, bertasbihlah untuk-KU di atas kubur hamba-KU bertakbirlah , bertahlillah dan tulislah semua itu untuk hamba-KU hingga AKU bangunkan dia dari kubur-kuburnya.” Allah Swt. namakan kedua Malaikat itu Kiraman Katibin, karena apabila telah mereka tulis suatu kebaikan mereka bawa kebaikan itu naik ke langit dan mereka tunjukkan kehadirat Allah Swt. dan mereka bersaksi atas kebaikan kebaikan itu seraya berakta, “Sesungguhnya hamba-MU yang bernama Fulan telah melakukan suatu kebaikan ini dan itu.” Dan apabila telah mereka tulis kesalahan seorang hamba, maka mereka bawa kesalahan itu ke langit dan mereka tunjukkan kepada Allah Swt. dengan penuh kesusahan dan penyesalan. Lalu Allah Swt. berfirman , “Wahai Malaikat Kiraman Katibin, apa yang telah dilakukan hamba-KU?” Maka tidak seorang Malaikatpun yang menjawab pertanyaan tersebut hingga pertanyaan tersebut diulang dua tiga kali. Mereka sama mengadu, “Wahai Tuhan kami, Engkaulah Maha menutupi cela mereka, sesungguhnya mereka itu membaca kitab-MU setiap hari dan mengharap cela itu tertutup oleh kami, “Lalu hamba-hamba tersebut berkata, “Mereka itulah Kiraman Katibin yang mengetahuia apa yang kalian kerjakan.”

Maka sesungguhnya kami ini menutupi cela-cela mereka dan Engkau wahai Tuhanku Yang Maha Mengetahui atas segala cela. Dengan demikian mereka disebut Malaikat Kiraman Katibin.

Perintah Kaisar Naga : 7045 - 7049

 Perintah Kaisar Naga. Bab 7045-7049 * Menyadari Tipu Muslihat * Dua puluh ribu kultivator penegak hukum telah menarik kembali formasi merek...