Pernah merasa insecure karena merasa kurang pintar atau kurang beruntung?
Tenang, mari kita belajar dari idola baru kita: Ubur-ubur.
Makhluk satu ini benar-benar definisi "hidup segan, mati tak mau," tapi versi sukses.
Bayangkan saja, mereka hidup tanpa otak, tanpa jantung, dan bahkan tanpa darah.
Isinya cuma air (95%) dan sisanya mungkin cuma harapan kosong.
Mereka tidak punya beban pikiran karena, yah, memang tidak punya alat buat berpikir.
Kenapa Mereka Menyebalkan (tapi Keren)?
Sistem Saraf Seadanya: Mereka cuma pakai nerve net.
Intinya, kalau tersentuh sesuatu, mereka gerak.
Mirip-mirip lah sama orang yang kalau ditanya "Mau makan di mana?" jawabannya cuma "Terserah."π
Senioritas di Lautan: Meski hidup tanpa rencana (dan tanpa otak), mereka sudah ada sejak ratusan juta tahun lalu.
Jauh sebelum dinosaurus repot-repot berevolusi jadi raksasa lalu punah, ubur-ubur sudah santai mengapung sambil menyengat sana-sini.
Definisi Minimalis: Mereka membuktikan bahwa untuk bertahan hidup selama jutaan tahun, kamu tidak butuh kecerdasan intelektual atau perasaan yang mendalam.
Cukup jadi transparan dan ikuti arus.
Pesan Moral
Alam seolah ingin pamer melalui ubur-ubur: "Lihat nih, gak punya otak aja bisa bertahan ratusan juta tahun, masa kamu yang punya otak malah sering stres?"
Jadi, kalau hari ini kamu merasa tidak punya apa-apa untuk ditunjukkan pada dunia, ingatlah ubur-ubur.
Hidup tanpa jantung dan tanpa pikiran pun ternyata tetap bisa eksis, asalkan kamu tahu cara "menyengat" di saat yang tepat.


No comments:
Post a Comment