Photo

Photo

Thursday, 15 December 2016

MENIKAH Karena ''Klik'' Atau Karena Allah ‘Azza wa Jalla...?

Secara asalnya, Islam tidak mengajarkan menikah karena “CINTA”, melainkan menikah karena “MAU”.
Tidaklah dipersyaratkan menikah dengan landasan cinta.
Cinta berarti mau, tapi mau belum tentu cinta.

Prinsip ini, secara tidak langsung, mengajarkan kepada kita bahwa cinta itu bisa ditumbuhkan seiring perjalanan biduk rumahtangga.

Yakni cinta yang tulus, yang dibangun dan ditumbuhkan dalam perjalanan pernikahan di atas pengertian akan kelebihan dan kekurangan pasangan hidup,
bukan cinta yang mengenal dulu sampai yg sedetail-detailnya sebelum halal mengetahuinya.

Maka, sungguh mengherankan kondisi para “PEMUJA CINTA”. Dimana, mereka tidak mau menikah kecuali dengan orang yang dicintai.

Mereka berprinsip, tatkala proses ta’arruf, bila tidak ada “KLIK” di awal pandang saat NADZOR pertama, maka mereka tidak mau melanjutkan ke tahap berikutnya.

Tidak perduli meskipun sebenarnya pihak yang dinazhor memiliki syarat keshalihan/keshalihahan, tidak pula ada cacat yang signifikan pada fisiknya.

Pokoknya kalau tidak “klik” di pandang pertama, tidak akan berlanjut pada jenjang berikutnya. Apapun kondisinya.

Inilah para pemuja cinta yang semu. Yakni cinta yang tumbuh dalam sekian detik/menit dalam proses nazhor.
Cinta seperti ini tidak akan bertahan lama bagi pemiliknya.
Ia akan segera sirna seiring munculnya kebosanan terhadap pasangan.
Inilah cinta “MATA”.

Berbeda halnya dengan cinta “HATI”.
Yakni cinta yang benar-benar tumbuh di hati.
Melalui proses pendewasaan diri dalam ikatan rumahtangga. Saling menghargai dan melengkapi apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan pasangan rumahtangga.
Maka jadilah seseorang yang lebih memilih untuk dicintai dengan cinta “hati”, bukan cinta “mata”.

Bagi para pemuja “Klik” alias pemuja cinta pada pandang pertama, bisa jadi mereka akan melewati puluhan sosok dengan puluhan proses ta’arruf.
Berpindah dari satu sosok ke sosok lainnya, hanya demi mengejar “klik”.
Jadilah dia sang pengelana cinta yang galau pada siang dan malamnya karena sang “klik” yang dirindukan tak kunjung ditemukannya.

Tak terasa, habislah waktu, bertambahlah usia. Sementara pernikahan yang didamba tak jua terlaksana karena belum menemukan “klik” pada setiap pribadi yang dita’arrufinya.

Sobat, pilih-lah cinta karena Allah,
hanya Dia yang mampu memilihkan yg terbaik buat kamu,
meskipun kamu memilih sendiri yang serba ''klik'' menurut kamu.

So... Tetep yakin, cinta karena Allah itu indahnya Ruaarrrr biasa di dunia...
Dan langgeng indah sampai ke surga.

Aamiin insyaAllah...

☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

Semoga Bisa Bermanfaat
Salam Jaya… Satu Nusa Satu Bangsa, Indonesia Raya
From Martapura OKU Timur Sumatera Selatan
☆☆☆☆☆

No comments:

Post a Comment

Perintah Kaisar Naga : 7246 - 7248

 Perintah Kaisar Naga. Bab 7246-7248 Kepala Besi Tua menceritakan semua ini kepada Dave dengan harapan bisa membujuknya untuk bergabung deng...