Photo

Photo

Thursday, 6 February 2020

Amalan Agar Memiliki Anak Soleh / Wali


Berkata Abah Guru Sekumpul

" Kalau kita ingin punya anak wali, setidaknya anak kita jadi orang sholeh dan berilmu serta berakhlaq mulia, maka yang harus kita (suami) lakukan adalah:

1. Sebelum istri kita hamil, hendaknya kita menjaga istri kita untuk memakan makanan yang halal agar terhindar dari makanan yang haram dan yang syubhat. Karena ini adalah modal yang paling utama dalam mendapatkan anak yang sholeh. Karena ini termasuk menjaga perut dari segala yang haram dan yang syubhat. Riba itu termasuk haram. Jadi duit yang kita belikan makanan untuk istri dan anak kita adalah duit yang halal tidak ada mengandung unsur riba sedikitpun. Dan yang syubhat itu maksudnya yang tidak tahu asal usulnya apakah ini halal atau haram. Maka dari itu kita harus menjaga makanan yang masuk ke perut istri kita cukup makanan yang halal. Jangan memberi makanan yang syubhat sekalipun apalagi yang haram.

2. Dikala istri kita hamil 2 bulan yang kita lakukan adalah membacakan sholawat sebelum tidur setiap malam sambil memegang perut istri. Hal ini kita lakukan mulai istri kita hamil 2 bulan sampai melahirkan. Sholawat apa saja dan setelah membaca sholawat diakhiri dengan tawasshul wali-wali.

3. Sering-seringlah membaca al-Qur'an di hadapan istri kita yang sedang hamil. Karena kalau kita sering membaca al-Qur'an, insya Allah anak kita sejak kecil sampai tua dia suka membaca al-Qur'an bahkan bisa hafal al-Qur'an karena berkah dari al-Qur'an.

4. Banyak-banyak meihat gambar/foto wali-wali. Foto wali-wali harus ada di rumah kita. Bila kita hendak tidur, kita lihati gambar/foto tadi, bacakan fatihah hadiahkan untuk wali yang di foto tadi namanya si anu bin si anu. Lakukanlah selama kita hidup. Fadhilahnya anak akan menjadi wali, bila anak tidak maka cucu yang menjadi wali, bila cucu tidak maka ke bawah terus yang jelas keturunan pasti ada yang jadi wali berkat kita cinta dengan wali.

5. Saat anak kita lahir, kita buka mulutnya sambil membaca,"Allahumma faqqihhu fiddin wa allimhu ta'wil" lalu adzankan di telinga kanan dan iqomahkan di telinga kiri. Setelah itu kita bacakan surah al-Qodar sebanyak 7x dan tawasshul kepada Rasulullah saw, "Ummat engkau lahir,jadikanlah anak ini mendapatkan Nuur dari engkau wahai Rasulullah saw." 

6. Kita do'akan terus menerus anak kita yang baik-baik mudahan jadi anak yang sholeh sambil bertawasshul kepada wali-wali dengan berkat wali mudahan anakku jadi wali.

Beliau juga berkata
"Namailah anak kita yang bagus-bagus yang menuruti nama-nama orang sholeh,dan apabila anak itu laki-laki namailah di permulaannya dengan awalan Muhammad atau Ahmad. karena nama Muhammad adalah nama Rasulullah di bumi dan Ahmad adalah nama Rasulullah di langit. Orang yang di dalam rumahnya ada yang bernama Muhammad atau Ahmad maka rumahnya tidak akan faqir, tidak akan kelaparan. Keberkahan akan selalu mengalir ke dalam rumah tersebut berkat Rasulullah saw".

Mudah-mudahan anak-anak kita menjadi alim, sholeh dan sholehah berkat cinta kepada Rasulullah saw, waliyullah dan alim ulama.
ﺍﻣﻴﻦ ﺍﻣﻴﻦ ﺍﻣﻴﻦ ﻳﺎ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ
ﺍَﻟﻠﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ

Ulama Terdahulu Lebih Memilih Untuk Menjadi Samudra Dalam Keilmuannya


Para ulama terdahulu lebih memilih untuk menjadi samudra dalam keilmuannya. Mereka dibesarkan oleh ilmunya, bukan dengan serangannya atas pemahaman orang lain. Lautan ilmunya menampung semua kotoran dari daratan, lalu memuntahkannya kembali menjadi makanan dan mutiara. Mereka menghindari hujatan, makian dan mengazab orang lain. Ulama-ulama saleh lebih memilih pohonnya bercabang, daripada membiarkan badannya membesar.

Belakangan, banyak orang memaknai kata "Ulama" dengan konversi populisme, bukan lagi daya cipta. Terkadang kita terlalu dangkal dalam soal-soal kebesaran, dan kita menggemari penampilan dengan simbol keagungan.

Kita mengagumi sorban, dan jubah sumpah serapah-selayaknya manusia yang gemar sekali membeli pertunjukan. Sebagian dari kita, membuka telinga dari manusia lain yang diagungkan; mengutip raungannya dalam anjuran perang, membenci kelompok lain dalam sengat yang sejatinya kerdil.

Manusia berilmu tak akan pernah menghujat siapapun _ bahkan kepada setan sekalipun, karena Tuhan telah mengutuknya. Setan adalah titik perlawanan yang membuatnya menjadi lurus, menunduk, mengikat kepalanya kepada keimanan. Mereka hanya senantiasa berdoa, agar selalu dijauhkan dari godaan setan yang terkutuk.

Dalam sehat, ketika mulut masih bisa berteriak, manusia bisa menentang siapa saja, dan bahkan menantang takdirnya. Dalam sakit, manusia akan mencari petilan sepotong kata bijak dan kearifan yang telah lama hilang. Bersusah payah untuk menunduk setelah sejak lama mendongakkan kepalanya.

Itulah mengapa, ulama saleh terdahulu lebih memilih sunyi, tawaddluk dan tafakkur dalam keluasan ilmunya.

Kepada kita semua, semoga dalam sakit menjadikan teguran. Termasuk mereka yang pernah menapaki jalan kepongahan, memaki ulama lain dalam sumpah serapah "Sambaran Petir" dan "Tua Bangka". Mereka yang membenci perbedaan. Mereka yang terlalu sibuk mencapai langit dan lupa menginjak bumi; karena bagaimanapun, hidup adalah persiapan menuju kematian yang pasti.

( Diadaptasi dari kitab " Ihya' Ulumuddin" ,  Imam Ghazali ).

Cara Menjawab Titipan Salam Yang Diajarkan Dalam Islam


Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Nabi pernah berkata kepadanya :

Wahai Aisyah, ini Jibril menyampaikan salam (melaluiku) untuk mu” .

Maka Aku ( Aisyah ) katakan :

وَعَلَيْهِ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga atasnya salam rahmat dan berkah Allah ” ( HR. Al-Bukhari 3768 )


Dari hadits diatas, jika seorang dititipi salam, maka orang yang disampaikan kepadanya salam mengucapkan :

وَعَلَيْهِ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

atau boleh juga

وَعَلَيْهِ السَّلاَمُ

dan semoga atasnya salam ( keselamatan ) ”.


Jadi itulah makna ‘alaihissalam,

Dan apakah tepat, kita jawab : tepat, karena sesuai dengan hadist.


Wallahu a’lam, wabillahittaufiq.

Perintah Kaisar Naga : 7039 - 7041

 Perintah Kaisar Naga. Bab 7039-7041 * Adu Domba * Agnes: " Ish..... Yakin nih..." Dia tidak pernah menyangka bahwa seseorang bena...