Photo

Photo

Monday, 4 April 2022

Benarkah Pemerintah Anti Islam

Kata Ustaz Das'ad Latif :

Coba kau pergi ke Mekkah, Turki atau Malaysia lah yang dekat, ada ga’ kau dengar Toa Mesjid seperti di Indonesia…? Ga’ akan ada, disana diatur kapan boleh menggunakan Toa Mesjid. Hanya untuk Adzan dan Iqomah doang, nanti bacaan sholatnya pake speaker dalam.

Di Malaysia, walaupun kau kaya raya, kau tidak bisa bikin mesjid seenaknya, kau tak bisa bikin pesantren seenaknya, kalau tidak ada izin dan tanda tangan dari Pemerintah Malaysia.

Kalau di sini di Indonesia, ada uang, ada lahan langsung bangun mesjid. Soal izin urusan belakangan.

Ada uang bikin pesantren, jadilah tuh pesantren walau pun tak ada izinnya.

Di Arab Saudi, walaupun kau sudah doktor, belajar agama sampai Mesir, jangan harap kau bisa kasih ceramah kalau tak ada izin dari pemerintah Arab Saudi.

Disini, modal sorban doang tahu-tahu sudah kasi ceramah, dan dipanggil Ustaz pula...

Udah gitu kau bilang Pemerintah anti Islam…?

Kau bereskan dulu tuh otakmu...!!!

Thursday, 3 March 2022

Saya Jawa


Saya Jawa….! Di ajari oleh Leluhur menjunjung tinggi adat, melestarikan budaya, merawat nilai-nilai kearifan lokal, tanpa perlu menghina, merendahkan ataupun menghujat adat, budaya, agama, suku dan bangsa lain.

Saya Jawa…! Mendapat warisan Pitutur Luhur agar menjadi generasi Jawa yang beradab dalam kemanusiaan, ngajeni dalam ragamnya keyakinan dan ngregani dalam perbedaan pandangan.

Saya Jawa…! Dididik bertata krama dan lembah manah, dengan harapan tidak serampangan dalam perbuatan, agar tidak asal ngawur membuat kegaduhan dan selamat dari watak buruk yang dominan se-enak udelnya menyebar kebencian serta gemar menanam permusuhan.

Saya Jawa…! Diperintah berbuat baik kepada siapapun, kecuali tunduk dihadapan orang sombong, itu pantangan sekaligus larangan. Tahu kenapa…? Sebab orang sombong, jika kau rendah hati dihadapannya, maka harga dirimu akan di injak-injak olehnya. Jauhi dia, tanpa perlu menyimpan benci padanya.

Saya Jawa…! Punya prinsip : " Ora wedi di ina, ora seneng di alem. Ora penting di anggep apik, sing penting dadi wong becik..."

Wong Jawa aja ilang Jawane. Terpujilah orang-orang terpuji...

Friday, 4 February 2022

Filosofi Tapen

 

Tapen Salah satu cara tradisional jawa

Napeni beras merupakan kegiatan yang sering di lakukan di jawa, khususnya di kampung.

Napeni beras merupakan bahasa jawa dari hal sederhana membersihkan beras dengan cara menaruh batas di atas nampan / tampah ( Kerenjang yang terbuat dari anyaman bamboo ).

Kemudian melempar beras di atas dan mengayak ke kanan dan kiri, dan beras yang besar akan terkumpul dengan yang besar dan beras yang kecil / menir.

Istilah bahasa jawanya, akan terkumpul dengan sesamanya.

Fungsi utamanya dengan kulit ari beras yang berada di atas tampah rotan tersebut bisa terbang / hilang tersapu angin.

Kegiatan ini sangat mudah bagi yang terbiasa melakukannya, akan tetapi sangat rumit jika belum pernah melakukannya.

Menapi beras juga punya filosofis tersendiri

" Seperti halnya kehidupan manusia, di saat di goncang permasalahan kehidupan, mereka akan terkumpul bersama, dan mencari teman yang sesama “

Mari kita lestarikan ada budaya Nusantara.

Rahayu..

Perintah Kaisar Naga : 7053 - 7055

 Perintah Kaisar Naga. Bab 7053-7055 * Kuali Shennong * Puluhan murid alkimia dan pengurus berhenti dan menatap, dan proses alkimia yang sem...