Photo

Photo

Thursday, 9 March 2017

MATEMATIKA SHOLAT BERJAMA’AH

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim .. Sholat adalah salah satu rukun islam yang diwajibkan bagi setiap muslim untuk mendirikannya. Sholat menduduki urutan nomor dua di dalam rangkaian rukun Islam. Rukun Islam yang pertama adalah membaca syahadat, yang merupakan persaksian atas ketuhanan ALLAH SWT dan kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Setelah seseorang bersaksi bahwa “Tiada Tuhan selain ALLAH dan Muhammad utusan ALLAH” maka sebagai bukti keimanannya , seorang muslim harus mendirikan sholat.

Bahkan bagi setiap muslim , hal pertama yg diperhitungkan di hari penghisaban kelak adalah sholat. Dengan demikian maka sholat mempunyai kedudukan yang penting dalam pandangan ALLAH, karena merupakan hak ALLAH, dan mempunyai keutamaan lebih bila dibanding dengan ibadah-ibadah yang lain, sebagaimana dinyatakan dalam Al Quran sebagai berikut:

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS AL ‘ANKABUUT : 45)

Karena Sholat merupakan ibadah yang besar bobotnya dalam pandangan ALLAH, maka dosa besar bagi seseorang yang meninggalkan sholat . Di dalam sebuah kitab yang membahas tentang fadhilah sholat disebutkan bahwa hukuman bagi orang yang meninggalkan 1 kali sholat adalah setara dengan 80 ribu tahun dibakar di neraka. Sedemikian pentingnya sholat, sehingga sudah selayaknya kita tidak boleh meremehkan .

Bahkan ALLAH menjanjikan pahala yang besar bagi yang mendirikan sholat dengan sempurna. Nah.... bagaimana sholat yang sempurna ?, tentunya harus khusuk, dan akan lebih utama jika dikerjakan secara berjama’ah, dimana ALLAH melipat gandakan pahalanya menjadi 25 kali lipat. Nah..... untuk itu mari kita hitung betapa jauh bedanya pahala yang kita dapat sepanjang umur kita bila kita mengerjakan sholat dengan cara berjama’ah.

Apabila kita sholat sendirian (tidak berjamaah dengan uzur yang dibenarkan oleh syar’i) maka pahala yang kita dapat adalah sebagai berikut :

Dalam 1 hari kita sholat 5 waktu , maka pahala yang kita dapat = 5 pahala

Dalam 1 tahun = 5 x 365 hari = 1.825 pahala

Jika kita hidup sampai umur 65 tahun maka = 1.825 x (65-8) = 104.025 pahala

Apabila kita sholat berjama’ah, maka pahala yang didapat adalah :

Dalam 1 hari = 5 x 25 = 125 pahala
Dalam 1 tahun = 125 x 365 hari = 45.625 pahala

Jika kita hidup sampai umur 65 tahun maka = 45.625 x (65-8) = 2.600.625 pahala

NAH.....BANDINGKAN SHOLAT SENDIRI SEUMUR HIDUP DAPAT = 104.025 PAHALA

SHOLAT BERJAMA’AH SEUMUR HIDUP DAPAT = 2.600.625 PAHALA
ALANGKAH JAUH PERBEDAANNYA.

Dan apakah kita yakin dengan modal sholat kita yang sendirian, dengan 104.025 pahala , bisa mengantar kita ke surga, tanpa melalui neraka ? , sedangkan dosa juga kita perbuat sehari-hari baik secara sadar, maupun yang tidak kita sadari. Jika kemudian ditimbang ternyata lebih berat dosanya, maka kita harus merasakan neraka dahulu, sampai lunas hukumannya baru menuju ke surga.

Bahkan Rasulullah dan para sahabat saja masih memperbanyak amal dengan senantiasa sholat berjamaah dan ibadah2 yang lain. Lalu apakah kita sedemikian berani dan yakin mengatakan bahwa bekal kita cukup untuk di hari pembalasan kelak ?? sehingga kita tidak memerlukan untuk mengejar pahala sholat berjama’ah ??. Naudzu Billaahi min dzaalik.

Maka bersegeralah perbanyak bekal amal dengan sholat berjama’ah.

Wallahu a'lam bish-shawab ..

MEMBACA SHALAWAT

Tulisan shalawat juga ternyata selalu diletakkan di awal-awal sebuah karangan atau tulisan.
Mengapa demikian..?

Alasannya adalah berdasarkan sebuah hadits qudsi yang menyatakan bahwa alam dan segala isinya ini diciptakan karena rauh Nabi Muhammad yang agung, intinya alam ada karena adanya ruh nabi Muhammad, kalau saja ruh nabi tidak ada, maka alam pun tak akan diciptakan, dengan demikian Nabi Muhammad adalah perantara yang agung atas adanya kehidupan, maka layaklah seseorang bershalawat kepadanya sebelum memulai sesuatu, karena Muhammadlah yang menjadi perantara kita ada dan bisa membuat sebuah karangan/tulisan.

Alasan lain adalah menjalanakan sebuah hadits Nabi yang isinya Barang siapa yang menulis shalawat di awal tulisan/karangan lalu membacanya, maka para malaikat akan senantiasa menduakan orang tersebut dan meminta ampunan baginya, selama tulisan tersebut ada dalam kitab tersebut.

Apa arti shalawat kepada Nabi..?

Inti dari shalawat kepada nabi adalah mendoakan bertambahnya rahmat dan kemulyaan kepadanya, keluarganya dan para sahabatnya.

Kalau ada yang bertanya, bukankah Nabi Muhammad telah dijamin keselamatannya..?

Lalu kenapa kita malah mendoakan beliau yang jelas-jelas sudah pasti keselamatanya di akhirat, sedangkan kita sendiri belum tentu selamat atau tidaknya..?

Ismail Al Hamidi berpendapat bahwa sebetulnya membaca shalawat kepada Nabi itu adalah sebuah wasilah atau perantara untuk keselamatan diri kita.

Semakin banyak kita membaca shalawat, berarti menandakan kecintaan kita kepada Nabi, kalau seseorang telah cinta kepada Nabi, maka Nabipun akan rela menggunakan keistimewaanya untuk melindungi dan memperjuangkan umat yang mencintainya dengan cara memberi pertolongan atau syafaat terutama nanti di akhirat.

Kalau Nabi Muhammad sebagai kekasih Allah yang meminta syafaat untuk kita, maka kemungkinan besar Allah akan mengizinkan syafaat Nabi buat kita, karena Allah mencintai Nabi Muhammad.

Jadi jelas bahwa bacaan shalawat yang kita baca, ujung-ujungnya bermanfaat buat kepentingan kita sendiri.

Dalam redaksi shalawat, disamping ditujukan kepada Nabi Muhammad, juga ditujukan kepada keluarga dan sahabatnya.

Yang dimaksud keluarga nabi, sebetulnya terbagi 2 golongan, yaitu dilihat dari segi maqam dua dan maqam zakat.

Yang dimaksud keluarga nabi dilihat dari maqam dua adalah seluruh umatnya yang membutuhkan doa walaupun ia berdosa.

Dengan demikian kita juga termasuk keluarga beliau.

Sungguh indah, dengan membaca shalawat berarti kita satu sama lain saling mendoakan bersama-sama.

Adapun jika dilihat dari maqam zakat, yang termasuk keluarga Nabi adalah dari golongan Bani Hasyim dan Bani Muthalib.

Dikatakan maqam zakat, karena mereka terlarang menerima harta zakat dari orang lain, sebab harta zakat itu sebenarnya harta kotor yang harus dikeluarkan muslimin dan mereka terpelihara dari jemis harta-harta tersebut.

Sedangkan definisi sahabat Nabi adalah mereka yang pernah berkumpul bersama Nabi atau melihat nabi setelah Nabi Muhammad mendapat risalah dari Allah (setelah diangkat menjadi Rasul), dalam keadaan mengimani atau mengakui risalah beliau.

Berbeda tentunya dengan tabiin, kalau tabiin adalah mereka yang tidak bertemu langsung dengan Nabi tapi pernah bertemu dengan para sahabat beliau dalam keadaan iman

Keunikan Angka 7

7 hari ALLAH menciptakan " BUMI ".

Yang di dalamnya terdapat

" 7 BENUA "

" 7 SAMUDERA " & di atasnya ada

" 7 LAPIS LANGIT "

" 7 LAPISAN BUMI " Dengan hiasan

" 7 WARNA PELANGI "

Sebagai tanda

" 7 BIDADARI "

Maka surat pertama dlm Al-Qur'an (Alfatihah) terdapat " 7 AYAT "

SubhanAllah..

Klik ' Suka ' dan komentar ' SubhanAllah '

Perintah Kaisar Naga : 7053 - 7055

 Perintah Kaisar Naga. Bab 7053-7055 * Kuali Shennong * Puluhan murid alkimia dan pengurus berhenti dan menatap, dan proses alkimia yang sem...