Seperti tahun-tahun sebelumnya, ketika Bulan November tiba, media sosial langsung gemoy dengan bingkai foto digital penuh warna : Twibon Hari Guru Nasional.
Guru Jelata kita, sebut saja Bu Sumiyem dan Pak Paino, pun tak mau ketinggalan
Dengan semangat 45, mereka ikut-ikutan pasang twibon Hari Guru. Dipilihnya foto selfi paling cantik dan ganteng di galeri hape nya, dipasangi Twibbon itu, lalu dikasih caption :
"Selamat Hari Guru Nasional 2025. Guru Hebat, Semangat Menginspirasi.."
Entah menginspirasi siapa, mereka saja saban hari cuma berkutat dalam kelas, sibuk mengajar murid.
Mereka tak tahu, Malam Puncak Hari Guru itu nanti akan ada penyerahan Apresiasi GTK yang megah di Ibukota. Dan di malam itu, posisi Bu Sumiyem dan Pak Paino entah ada dimana.
Mereka tentu hanyalah penonton setia di balik layar handphone android butut.
Menyaksikan para superstar pendidikan kita beraksi.
Superstar itu antara lain:
- Para Guru yang lolos lomba Apresiasi GTK dengan praktik baik cetar membahana.
- Para Guru Duta Teknologi yang fasih bicara platform dan Al.
- Para Kapten dan Co-Kapten Akun Belajar yang paling tahu cara reset password sambil menari.
- Dan Para penggerak Komunitas BERGEMA yang hapal semua tombol menu aplikasi zoom.
Sedangkan mereka, si Guru Jelata yang saban hari ngajar di kelas tanpa AC dan sinyal merdeka, hanya bisa berdecak kagum, sambil bergumam:
"Waduh, praktik baikku sih cuma nyambungin benang merah dari materi yang ketinggalan dua minggu lalu, itu juga udah syukur..."
Sementara Acara tadi, dengan segala kemeriahannya yang penuh kilau cahaya lampu ballroom hotel, sebenarnya bukan untuk mereka. Ini adalah panggung bagi mereka yang sudah HEBAT.
Sedang Guru Jelata hanya bertugas menjadi latar yang meriah agar panggung itu terlihat semakin cemerlang dan acara semakin semarak.
Pertanyaannya, apakah tidak ada seseorang yang berkenan bilang ke Buk Sumiyem dan Pak Paino begini:
"Pak/Bu, Daripada energi habis untuk mencari angle foto terbaik di twibon Hari Guru, mending fokus saja mengajar.
Karena, mau twibon Anda secantik bidadari pun, kalau murid di kelas masih belum paham perkalian, gak bisa baca, gak bisa nulis, itu namanya... Twibon Gagal Healing...!"
Yang bangga dimeriahkan belum tentu menjadikan murid pandai karena kadang itu untuk prestasi sendiri,
Sekarang banyak guru yang hebat malah sering meninggalkan kelas, yang ngajar ya guru jelata tadi, tambah merangkap kelas yang ditanggungnya
Jadi menurut mu yang paling berjasa yang mana..?
Yang paling berjasa adalah " guru jelata "


No comments:
Post a Comment