Photo

Photo

Sunday, 30 November 2025

Fenomena Guru Badut

 “Fenomena Guru Badut”



Pernah nggak sih… eh, maksudnya…
Coba bayangkan sebentar.


Di sebuah sekolah kecil, ada seorang guru yang setiap hari datang lebih awal dari murid-muridnya. 


Namanya Bu Ratna. Ia bukan guru yang lucu. Bukan yang suka joget, apalagi bikin kelas heboh. Ia hanya seorang pendidik yang percaya bahwa ilmu itu harus ditanam, bukan ditampilkan.


Tapi belakangan… Bu Ratna mulai merasa asing di ruang kelasnya sendiri.


Sebab di sekolah itu muncul istilah baru yang bikin para guru saling pandang, saling bertanya, bahkan ada yang sampai patah hati: “Guru Badut.”


Istilah yang awalnya bercanda, tapi lama-lama terasa seperti tamparan.


Sekarang, guru dianggap baru “bagus” kalau lucu. Kalau heboh. Kalau kreatif. Kalau bisa bikin kelas tertawa. Kalau kelas ramai, berarti berhasil.



Dan ironisnya… kalau guru mulai serius? Langsung dibilang membosankan.


Kalau sedikit tegas? Dicap menakutkan.
Kalau fokus memberi materi? “Aduh, gurunya kaku banget.”


Bu Ratna hanya tersenyum tipis setiap kali mendengar itu.


Sementara di sudut lain sekolah, ada guru yang viral karena tiap hari ngajak muridnya joget TikTok. Murid-murid antusias, orang tua memuji, sekolah bangga. 


Entah sadar atau tidak, perlahan guru itu berubah menjadi apa yang disebut orang: “guru badut”—guru yang terpaksa menghibur agar tetap dianggap menarik.


Dan yang menyedihkan?


Guru yang benar-benar mendidik… kalah pamor.


Padahal, dulu seorang guru dihormati karena ketegasan, kebijaksanaan, dan integritasnya.


Sekarang? Guru merasa harus tampil seperti entertainer.


Seolah ruang kelas berubah jadi panggung pertunjukan.


Bu Ratna sering bertanya dalam hati:

“Kapan pendidikan berubah seperti ini?
Sejak kapan guru harus menari dulu supaya didengar?”


Ia bukan benci kreativitas.
Ia juga bukan anti hiburan.
Ia tahu, kadang sedikit ice breaking memang perlu—untuk menyegarkan suasana.


Tapi… apa harus sampai mengorbankan esensinya?


Karena belajar itu tidak selalu harus lucu.
Tidak selalu harus seru.
Kadang perlu diam.
Kadang perlu fokus.
Kadang perlu ketegasan dan kedisiplinan—karena hidup pun begitu.


Suatu hari, setelah mengajar, Bu Ratna menatap mejanya yang penuh kertas nilai. Ia menghela napas panjang.
“Jika guru harus jadi badut… lalu siapa yang mendidik?” gumamnya pelan.


Pertanyaan itu sederhana.
Tapi berat.
Dan jujur, kita semua tahu jawabannya.


Pendidikan mulai kehilangan sesuatu yang sangat penting: martabat guru.


Hiburan boleh.
Metode kreatif? Sangat boleh.
Tapi ketika semuanya berlebihan… pelan-pelan, guru kehilangan wibawa, dan pendidikan kehilangan arah.


Guru bukan badut.
Guru bukan komedian.
Guru bukan penghibur yang bertugas membuat semua orang tertawa.


Guru adalah pendidik.
Penanam nilai.
Pembentuk karakter.
Penerang jalan bagi generasi penerus.

Dan itu jauh… jauh lebih mulia daripada sekadar menghibur.




.


7 Jebakan Uang Yang Dianggap Wajar, Tapi Diam-Diam Bikin Miskin





Jebakan uang yang kelihatan wajar dilakukan sehari-hari, tapi bikin dompet bocor.


1. "Cuma 20 ribu kok." - Pembelian kecil yang berulang


Bukan jumlahnya yang bahaya, tapi kebiasaan ngeremehin. Uang bocor dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari.


2. Scroll marketplace saat bosan


Niatnya cuma lihat-lihat, tapi algoritma bekerja lebih kuat dari niatmu. Akhirnya beli barang yang tidak kamu rencanakan.


3. Ikut semua ajakan nongkrong


Ini keliatan sosial, padahal sering jadi pengeluaran tak terkontrol.


Bukan nongkrongnya yang salah, tapi frekuensinya dan "pesan makanan biar gak keliatan pelit".


4. Beli karena diskon, bukan karena butuh


Diskon bikin orang merasa hemat padahal sedang mengeluarkan uang yang tidak perlu.


5. "Nanti aja dicatat" tidak sadar kemana uang pergi


Tidak mencatat tidak tau sumber bocorannya. Penyesalan baru datang ketika dompet sudah sepi.


6. Menganggap gajian sebagai sinyal untuk "merayakan diri"


Akhirnya setiap awal bulan malah boros, pertengahan bulan menyesal, akhir bulan bertahan hidup.


7. Menunda hal kecil yang membawa rezeki


Seperti: beberes, jawab chat penting, follow-up peluang, disiplin 10 menit. Banyak rezeki hilang bukan karena gagal... tapi karena ditunda.





Kalau Mau Kaya Dan Bebas Waktu, Menjadi Karyawan Bukan Jalannya




Pernahkah Anda berpikir mengapa karyawan sulit menjadi kaya dan bebas waktu?


Karena mereka berada di tempat " DINDING YANG SALAH "


Bukan salah menjadi karyawannya, tapi sistemnya yang tidak memberikan kesempatan untuk bisa meraih kedua hal tersebut " kaya dan bebas waktu "


Mungkin anda bisa saja mendapatkan income atau gaji yang besar, tapi untuk bebas waktu tidak bisa....


Kenapa...?


Berikut penjelasan "BERSANDAR DI DINDING YANG SALAH" menurut Robert Kiyosaki:


Apa Maksud "Bersandar di Dinding yang Salah"?


Menurut Robert Kiyosaki, banyak orang bekerja keras seumur hidup, tetapi jalan yang mereka pilih tidak pernah bisa membawa mereka pada kebebasan finansial dan waktu, sehingga sekeras apa pun usaha mereka, hasilnya tetap tidak bisa membuat kaya atau bebas waktu.


Itu seperti:


> Anda memanjat sebuah dinding dengan penuh tenaga....


tapi setelah sampai atas, Anda baru sadar itu dinding yang salah.


Artinya arah hidupnya salah, bukan kerja kerasnya.


Contohnya: Menjadi Karyawan untuk Mencari Kebebasan Finansial dan waktu


Menurut Kiyosaki, jika tujuan seseorang adalah:


Mau kaya


Mau punya waktu bebas


Mau penghasilan tidak terbatas


Maka menjadi karyawan bukan jalannya.


Karena faktanya:


Gaji selalu terbatas


Mau financial freedom


Waktu ditukar dengan uang


Kenaikan penghasilan sangat lambat


Karyawan tetap membayar pajak paling besar


Tidak punya aset yang bekerja untuknya


Kerja keras tetap dalam lingkaran yang sama


Dengan kata lain:


> Tidak peduli sekeras apa pun karyawan bekerja, sistemnya tidak memberi mereka kebebasan. Sistem itu tidak dirancang untuk membuat mereka kaya.


Itulah yang disebut bersandar di dinding yang salah:


Anda berharap hasil yang besar dari sistem yang tidak mendukung impian Anda.


Bandingkan dengan Jalur Bisnis / Network Marketing


Kiyosaki menyebut bisnis (termasuk network marketing) sebagai jalur yang tepat jika ingin:


Kebebasan waktu


Pendapatan tidak terbatas


Aset yang bekerja untuk Anda


Leverage sistem, tim, dan duplikasi Penghasilan pasif


Ini adalah dinding yang benar, karena:


> Usaha Anda berkembang berlipat karena leverage, bukan karena kerja keras semata.


Pesan Intinya


Kerja keras saja tidak cukup. Arah harus benar.


Kalau ingin bebas waktu & kaya, pilih dinding yang benar sejak awal.


Itulah makna BERSANDAR DI DINDING YANG SALAH menurut Robert Kiyosaki.


Semoga bisa di pahami









Saturday, 29 November 2025

Ingat, Tidak Ada Tempat Kerja Yang 100% Nyaman

Ingat, Tidak Ada Tempat Kerja Yang 100% Nyaman Karena Kita Sedang Mencari Uang, Bukan Kenyamanan



Keluar masuk pekerjaan karena satu alasan klasik: nggak nyaman. Bosnya galak, rekan kerja nggak asik, tekanan tinggi, atau jam kerja yang padat. 


Padahal, kebenarannya sederhana, tidak ada tempat kerja yang benar-benar nyaman. 


Dunia kerja bukan tempat berlibur, tapi medan latihan. Tempat di mana kamu diuji, ditempa, dan dipaksa tumbuh di tengah ketidaknyamanan.


Masalahnya, terlalu banyak orang mencari zona aman di tempat yang justru dirancang untuk menantang. 


Akibatnya, mereka tak pernah betah, tak pernah matang, dan akhirnya tak pernah naik kelas. Kalau kamu ingin hidup yang lebih baik, belajarlah bertahan di ketidaknyamanan.


1. Tempat kerja bukan taman bermain, tapi tempat menempa mental.


Kamu tidak dibayar untuk merasa nyaman, kamu dibayar karena mampu menanggung tekanan, menyelesaikan masalah, dan memberi nilai. 

Setiap perusahaan punya tantangan, setiap tim punya drama, dan setiap pekerjaan punya risiko. Tapi di situlah nilai dirimu diukur-bukan dari seberapa sering kamu mengeluh, melainkan dari seberapa kuat kamu beradaptasi.


Orang yang tahan banting akan selalu selangkah lebih maju dibanding mereka yang hanya mencari suasana nyaman. 

Dunia kerja itu keras, dan mereka yang bertahan bukan yang paling pintar, tapi yang paling sabar menghadapi ketidaknyamanan.


2. Kenyamanan sering kali menipu dan membuatmu mandek.


Banyak orang yang terjebak dalam pekerjaan yang terasa "aman," tapi diam-diam mematikan semangat mereka. 

Mereka berhenti belajar, berhenti mencoba hal baru, dan lama-lama kehilangan makna. 

Padahal, jebakan yang paling halus, la membuatmu tenang di permukaan, tapi mati perlahan di dalam.


Ketika kamu mulai merasa terlalu nyaman, itu tanda bahaya. Tanda bahwa kamu berhenti berkembang. 

Sementara mereka yang berani menghadapi tekanan, belajar dari konflik, dan beradaptasi dengan perubahan-justru membuka peluang untuk masa depan yang lebih besar.

 Jadi, berhentilah mengejar rasa nyaman.


3. Tidak suka tekanan bukan alasan untuk mundur, tapi panggilan untuk tumbuh.


Tekanan di tempat kerja bukan musuhmu, tapi pelatihmu. la memaksa otot mentalmu bekerja lebih keras, menguji kesabaranmu, dan membentuk kedewasaan yang tidak bisa kamu dapat dari teori. 

Tanpa tekanan, kamu tidak akan belajar disiplin, tidak akan tahu batas kemampuanmu.


Kamu bisa saja lari dari tekanan hari ini, tapi kamu akan menemukannya lagi di tempat berikutnya. 

Karena di mana pun kamu bekerja, tantangan akan selalu ada. 

Maka daripada kabur, belajarlah menaklukkan. Semakin sering kamu melatih dirimu menghadapi tekanan, semakin kuat pula mental profesional mu.


4. Rasa tidak nyaman adalah tanda kamu sedang naik level.


Kalau pekerjaanmu mulai membuatmu lelah, bingung, atau frustrasi, itu bukan pertanda kamu salah jalan, tapi bahwa kamu sedang belajar sesuatu yang penting. 

Semua orang sukses pernah merasa tidak nyaman; bedanya, mereka tidak berhenti. 

Mereka tahu bahwa ketidaknyamanan adalah bagian dari proses pendewasaan, bukan sinyal untuk menyerah..


Bayangkan jika setiap kali sulit kamu mundur, kamu takkan pernah sampai di tempat baru.

 Nyaman itu enak, tapi tidak pernah membuatmu hebat. 

Sebaliknya, ketidaknyamanan adalah bahan bakar pertumbuhan. 

Jadi, daripada mencari kerja yang nyaman, carilah kerja yang menantang mu untuk jadi lebih baik. 

Karena setelah kamu terbiasa menghadapi sulit, semua hal lain terasa lebih mudah.


5. Uang datang pada mereka yang tahan dengan ketidaknyamanan.


Semakin besar tanggung jawab dan tekanan yang bisa kamu tangani, semakin tinggi pula nilai yang kamu bawa ke meja kerja. 

Uang tidak datang pada mereka yang mencari rasa aman, berhentilah mencari pekerjaan yang nyaman, dan mulailah mencari peran yang menantang. 

Uang bukan musuh kenyamanan; ia justru hadiah bagi mereka yang berani keluar darí zona nyaman,


Hidup tidak akan pernah jadi nyaman sepenuhnya, begitu juga tempat kerja.

 Karena pekerjaan bukan tempat mencari kenyamanan, tapi wadah untuk membangun ketahanan mereka yang berani menghadapi kerasnya dunia kerja akan tumbuh jadi pribadi yang tangguh dan bernilai tinggi.









Rasa Malas Bukan Musuhmu -Tapi Pesan Dari Dirimu Sendiri

KAMU TIDAK AKAN MALAS LAGI SETELAH MEMBACA INI



Rasa malas bukan tanda kamu bodoh, gagal, atau tidak berbakat. Malas adalah tanda kamu kehilangan arah. Tubuh dan pikiranmu sedang memberi sinyal bahwa ada yang salah - entah dengan tujuan, sistem, atau cara kamu mengatur energi.


Masalahnya, kebanyakan orang melawan malas dengan marah pada diri sendiri, padahal yang perlu dilakukan adalah mendengarkan pesannya. Karena di balik rasa malas, ada panggilan untuk memperbaiki arah hidupmu.


1. Malas muncul karena kamu kehilangan makna. Kamu tidak akan malas kalau kamu tahu dengan jelas "mengapa" kamu melakukan sesuatu.


Ketika tujuanmu bermakna, otakmu otomatis akan mencari cara untuk bergerak.


Tapi ketika semua hanya tentang "biar terlihat sibuk" atau "tak mau kalah dari orang lain", energi mentalmu runtuh.


Jadi, jangan kejar motivasi temukan makna. Tulis ulang alasanmu bekerja, belajar, dan berjuang.


Jika alasanmu cukup kuat, kamu tidak butuh dorongan dari luar. Kamu akan bergerak karena makna itu sendiri sudah jadi bahan bakar.


2. Malas datang karena kamu menunggu mood, bukan membangun sistem. Orang yang sukses tidak bergantung pada suasana hati..


Mereka tahu semangat datang dan pergi,


tapi kebiasaan bertahan. Disiplin adalah jembatan antara niat dan hasil.


Mulailah kecil tapi konsisten- tulis satu halaman tiap pagi, olahraga sepuluh menit, belajar lima belas menit tanpa gangguan. Lama-lama, tindakan itu menjadi mode otomatis. Dan ketika itu terjadi, rasa malas tak lagi bisa mengendalikanmu.


3. Kamu malas karena terlalu sering menunda.


Menunda bukan berarti istirahat - itu beban mental.


Setiap tugas yang kamu tunda menjadi "tabungan stres" di kepalamu. Akhirnya kamu lelah bahkan sebelum mulai.


Cobalah trik sederhana: "lakukan 5 menit saja."


Begitu kamu bergerak, otakmu menyalakan momentum. Malas hanya kuat di awal setelah itu, ia hilang.


Jadi jangan lawan malas dengan niat besar, tapi dengan langkah kecil yang menyalakan gerak.


4. Rasa malas kadang muncul karena kamu terlalu keras pada diri sendiri. Kamu terus memaksa tanpa memberi ruang untuk pulih.


Otakmu jenuh, tubuhmu lelah, dan akhirnya kamu kehilangan fokus. Ingat: tidak semua diam berarti malas


kadang itu tanda tubuhmu sedang memulihkan tenaga.


Belajarlah membedakan antara istirahat dan pelarian.


Istirahat membuatmu siap melangkah lagi, pelarian membuatmu lupa arah.


Berhentilah sejenak kalau perlu, tapi pastikan kamu kembali dengan visi yang lebih jernih.


5. Di balik malas, sering ada ketakutan. Banyak orang bukan malas, tapi takut gagal.


Takut hasilnya jelek, takut dinilai, takut kecewa. Maka mereka memilih diam - bukan karena tidak mau bergerak, tapi karena takut kecewa dengan diri sendiri.


Ubah fokusmu.


Jangan menuntut hasil sempurna, cukup ukur kemajuanmu hari ini dibanding kemarin.


Begitu kamu berani bergerak tanpa menunggu sempurna, rasa malas akan berubah jadi rasa penasaran. Otakmu mulai menikmati proses belajar, bukan takut gagal dalam percobaan.


Rasa malas bukan musuh. la adalah cermin.


la memintamu untuk berhenti sejenak, bertanya ulang:


Apakah aku masih berjalan ke arah yang benar?


Apakah aku masih tahu alasan kenapa aku memulai?


Kamu tidak butuh motivasi besar untuk berubah.


Kamu hanya perlu satu langkah kecil yang kamu ulang setiap hari. Karena orang sukses bukan yang selalu semangat,


tapi yang tahu bagaimana terus bergerak bahkan saat malas datang.


Jadi mulai sekarang, berhenti bertanya, "Bagaimana cara menghilangkan malas?"


Dan mulailah bertanya: "Apa alasan besar yang membuatku tidak bisa diam lagi?"


Karena begitu kamu menemukannya, malas berhenti jadi hambatan, dan mulai berubah jadi bahan bakar untuk tumbuh.


Kalau kamu merasa skrip ini menampar tapi membangkitkan, stay biar kamu terus diingatkan untuk tidak berhenti di tengah jalan.




Friday, 28 November 2025

Perintah Kaisar Naga : 5766 - 5768

 Perintah Kaisar Naga. Bab 5766-5768




#Semuanya Berlutut


Tetapi kata-katanya sudah terlanjur keluar. Ia hanya bisa menguatkan diri dan menatap Dave dengan sedikit provokasi: “Kenapa? Takut? Kalau begitu, akui kekalahanmu sekarang, akui kesuksesanmu sebelumnya hanyalah keberuntungan. Belum terlambat!”


Master Sekte Turner Lie juga menatap Dave dan berkata dengan suara berat, “Teman muda Chen, Tetua Yu baru saja berbicara dengan impulsif. Kau telah menghancurkan Formsi Jiwa Binatang Tiga Bakat; kekuatanmu telah terbukti.”


“Satu juta batu peri, aku akan segera memberikannya. Posisi tetua juga kosong. Formasi Pembunuh Dewa Sepuluh Ribu Binatang ini sangat berbahaya, bukan permainan anak-anak. Tidak perlu dipaksakan.”


Semua orang mengira Dave akan menyerah.


Lagipula, dia telah membuktikan dirinya, mendapatkan pengaruh dan rasa hormat yang cukup, dan tidak perlu mengambil risiko lagi.


Namun, reaksi Dave sekali lagi melampaui harapan semua orang.


Dia sepertinya tidak mendengarkan nasihat Master Sekte Turner Lie, juga tidak peduli dengan transmisi telepati cemas Dylan,  Wanda, dan dia bahkan tidak melirik tatapan provokatif Tetua Yu.


Tatapannya melayang lebih dalam ke Altar Sepuluh Ribu Binatang, di mana energi yang bahkan lebih kuat tampak bergejolak.


Senyum yang nyaris tak terlihat kembali tersungging di bibirnya, membawa sedikit ketertarikan


“Formasi Pembunuh Dewa Sepuluh Ribu Binatang?” ulangnya pelan, lalu mengangguk, nadanya masih tenang, namun membawa keyakinan yang dingin:


“Kedengarannya menarik. Kalau begitu mari kita coba....”


Semua orang: “…………!!!”


" What...."

" Dia gila.... "

" Anjiiir... Sok keras dia...."

" Pria ini benar-benar gila..."


Hanya itu yang terlintas di benak semua murid Sekte Sepuluh Ribu Binatang saat itu.


Dia benar-benar setuju! 


Dia akan menantang Formasi Pembunuh Dewa Sepuluh Ribu Binatang yang mengerikan itu!


Tetua Yu, setelah sesaat terperangah, merasakan gelombang kegembiraan dan kekejaman yang liar.


“Bocah, kau telah memilih kematian!” Ia segera menangkupkan tangannya ke arah Ketua Sekte Turner Lie dan berkata, “Ketua Sekte! Anak ini sangat arogan, berani meremehkan formasi pertempuran tertinggi Sekte Sepuluh Ribu Binatang kita! Mohon izinkan saya untuk mengaktifkan Formasi Pembunuh Dewa Sepuluh Ribu Binatang, supaya dia bisa melihat kekuatan sejatinya!”


Ketua Sekte Turner Lie menatap Dave dalam-dalam. Di mata Dave, ia tidak melihat kegilaan atau ketakutan, hanya ketenangan dan ketidakpedulian yang tak terpahami.


Ia terguncang, dan akhirnya, mengangguk perlahan.


“Oke... Izin diberikan!”


Dengan perintah yang diberikan, seluruh Sekte Sepuluh Ribu Binatang bergerak.


Sembilan murid inti dengan aura yang kuat, setidaknya di peringkat keempat Alam Dewa Abadi surgawi, dengan cepat masuk dan mengambil posisi mereka di lokasi misterius yang mendalam.


Ekspresi mereka serius, jelas menyadari pentingnya formasi ini.


Saat mereka mengaktifkan teknik rahasia mereka secara bersamaan, sembilan hantu jiwa binatang, yang jauh lebih besar, lebih padat, dan lebih ganas daripada Formasi Jiwa Binatang Tiga Bakat sebelumnya, meraung dan membubung ke langit!


Naga, Harimau, Singa, Phoenix, Piton, Elang, Beruang, Serigala, dan Kura-kura! 


Sembilan hantu jiwa binatang purba yang kuat berputar dan saling terkait, menarik konvergensi energi spiritual yang menggila dari langit dan bumi!


Dalam sekejap, langit di atas Altar Sepuluh Ribu Binatang berubah warna, dan penghalang cahaya raksasa yang menutupi seluruh altar tiba-tiba terbentuk.


Di dalam penghalang cahaya, sepuluh ribu binatang meraung, aura pembunuh mereka membumbung tinggi ke langit. 


Tekanan tak terlihat, seperti Gunung Tai yang menekan, membuat para murid yang menyaksikan dari luar penghalang merasakan napas mereka semakin cepat dan pikiran mereka goyah!


Inilah fondasi sejati dari Sekte Sepuluh Ribu Binatang!


Sebuah formasi pertempuran yang kuat yang mampu membunuh dewa-dewa di luar level mereka!


Seorang murid di tengah formasi memandang Dave, yang masih berdiri dengan tenang di dalamnya, dan berkata dengan suara berat, “Rekan Taois, formasi ini sangat berbahaya. Belum terlambat untuk menyerah dan mundur!”


Tetua Yu di luar formasi mencibir berulang kali, seolah-olah ia sudah bisa melihat Dave dicabik-cabik oleh sepuluh ribu binatang buas.


Dave menatap sembilan jiwa binatang buas yang ganas dan mengaum di langit, merasakan tekanan mengerikan yang bahkan dapat membuat seorang kultivator Dewa Abadi surgawi tingkat enam gemetar. Akhirnya, ia mengangguk pelan.


“Begitu....”


Saat kata-katanya terucap, ia bergerak.


Tidak seperti sebelumnya, ia tidak sombong. Kali ini, Pedang Pembunuh Naga memancarkan auman naga yang jernih dan beresonansi dan otomatis jatuh ke tangannya.


Dengan pedang di tangan, seluruh aura Dave berubah drastis!


Ketenangannya lenyap seketika, digantikan oleh niat pedang yang tak tertandingi yang seolah membelah langit dan mengamati dunia!


Dia tampak berubah menjadi pedang dewa yang terhunus dari sarungnya, ketajamannya terungkap sepenuhnya, cahayanya menyejukkan seluruh negeri!


“Domain Pedang Lima Elemen, buka!”


Wuuzzzz....


Sebuah domain pedang lima warna, yang bahkan lebih besar, lebih padat, dan lebih lengkap daripada di Lembah Batu, meraung!


Kali ini, jangkauan domain itu bahkan tampaknya menyaingi perisai cahaya dari Formasi Pembunuh Dewa Sepuluh Ribu Binatang!


Di dalam wilayah itu, energi pedang tidak lagi sehalus hujan, tetapi berubah menjadi pedang cahaya lima warna yang tak terhitung jumlahnya dan padat!


Hukum waktu dan ruang saling terkait, membuat pemandangan di dalam wilayah pedang itu aneh dan fantastis, seolah-olah itu adalah dunia tersendiri!


“Sepuluh Ribu Pedang, Kembalilah ke Sumbernya!”


Teriak Dave, sambil mengarahkan Pedang Pembunuh Naga ke langit.


Di dalam domain pedang, pedang cahaya lima warna yang tak terhitung jumlahnya, seolah menerima perintah, memancarkan semburan teriakan pedang yang riang. Kemudian, bagaikan seratus sungai yang mengalir ke laut, menyatu menjadi semburan energi pedang yang dahsyat, tak tertandingi kecemerlangannya, mengandung makna kelahiran dan kematian lima elemen serta perputaran ruang dan waktu!


Semburan energi pedang ini bukan lagi sekadar gelombang energi; ia seolah memiliki kehidupan, sebuah tekad!


Ke mana pun ia lewat, ruang terbelah oleh retakan hitam halus, dan waktu itu sendiri menjadi kacau!


Sembilan hantu jiwa binatang purba yang ganas, di hadapan semburan energi pedang yang mengandung prinsip-prinsip tertinggi langit dan bumi ini, benar-benar mengeluarkan lolongan ketakutan!


Kekuatan mereka ditekan oleh hukum-hukum di dalam wilayah pedang, dan serangan mereka dengan mudah dihancurkan oleh semburan energi pedang!


“Aum!”


“Krak!”


“Awooo!”


Semburan energi pedang, dengan kekuatan yang luar biasa, seketika menghancurkan pertahanan gabungan sembilan jiwa binatang, menghantam keras penghalang cahaya dari Formasi Pembunuh Dewa Sepuluh Ribu Binatang!


Krak... 


Jegeerrrrrr....!!!


Seperti pecahan kaca, seperti bintang yang meledak!


Penghalang cahaya yang kuat, yang konon mampu membunuh para dewa, hancur dengan raungan memekakkan telinga setelah bertahan kurang dari satu tarikan napas!


Penghalang itu berubah menjadi bintik cahaya yang tak terhitung jumlahnya, menghilang menjadi ketiadaan!


Sembilan murid inti yang memimpin formasi itu secara bersamaan batuk darah, terbang mundur seperti layang-layang yang talinya putus, jatuh terbanting ke tanah, tak sadarkan diri!


Formasi itu hancur lagi!


Lebih dari itu, formasi itu dihancurkan secara paksa dengan cara yang lebih mendominasi, lebih langsung, dan lebih menghancurkan!


Keheningan!


Keheningan yang mematikan!


Jika menghancurkan Formasi Jiwa Binatang Tiga Bakat sebelumnya mengejutkan dan tak terbayangkan, maka menghancurkan Formasi Pembunuh Dewa Sepuluh Ribu Binatang secara paksa membuat semua orang terkejut dan ketakutan!


" Hah....Ini...Monster macam apa dia..? "


" What.... Dewa Surgawi Kelas Tujuh?  Inikah Dewa Surgawi Kelas Tujuh? "


" Bahkan Dewa Abadi surgawi Kelas Tujuh pun mungkin tak lebih dari ini? "


Dylan dan Wanda terlalu bersemangat untuk berbicara, hanya menatap sosok berjubah hijau yang berdiri di tengah arena dengan tatapan mata yang sangat fanatik dan penuh kekaguman.


Mulut Penatua Xiong menganga, cukup besar untuk memuat sebutir telur. 


Penguasa Sekte Turner Lie sedikit mencondongkan tubuh ke depan, keterkejutannya berubah menjadi kengerian, dan sedikit fanatisme?


Ekspresi Penatua Yu benar-benar hancur; ia tampak seperti melihat hantu, wajahnya pucat pasi.


Ia terhuyung mundur beberapa langkah, terduduk di kursi, benar-benar bingung, berulang kali bergumam, “Mustahil... ini mustahil...”


Dave perlahan menyarungkan pedangnya, aura pedang yang menyelimutinya seketika surut, mengubahnya kembali menjadi pemuda berjubah hijau yang tampak biasa saja.


Tatapannya menyapu seluruh arena; semua orang yang ia tatap, baik murid maupun tetua, secara naluriah menundukkan kepala, tak sanggup menatap matanya.


Akhirnya, tatapannya tertuju pada Penguasa Sekte Turner Lie di panggung tinggi.


Penguasa Sekte Turner Lie menarik napas dalam-dalam, dengan paksa menekan gejolak di hatinya. Ia berdiri, suaranya sedikit gemetar, dan berbicara dengan penuh kesungguhan: “Teman muda Chen... tidak, Senior Chen! Kemampuan dewa Anda tak tertandingi, Sekte kami sungguh terkesan! Satu juta batu peri akan segera dipersembahkan!”


“Kami juga dengan rendah hati meminta Anda untuk berkenan menerima posisi Tetua Sekte Sepuluh Ribu Binatang! Sekte Sepuluh Ribu Binatang bersedia menghormati Anda sebagai tetua kami yang terhormat!”


Saat ini, di dalam hatinya, kekuatan Dave telah melampaui level “teman muda”, dan ia pantas disebut “senior”.


Ia bahkan bersedia menerima posisi Tetua, meskipun posisinya sebagai Master Sekte!


Namun, Dave menggelengkan kepalanya lagi.


Ia tampaknya tidak tertarik dengan apa yang disebut posisi menjadi master Sekte.


“Saya akan menerima batu peri abadi, tetapi posisi master Sekte tidak mungkin..” katanya dengan tenang. “Saya tidak tertarik.”


Mendengar ini, secercah kekecewaan terpancar di mata Penguasa Sekte Turner Lie, tetapi ia tak berani melanjutkannya.


Wajah Tetua Yu memucat; ia tahu ia telah benar-benar menyinggung makhluk mengerikan ini.


Saat ini, Dave seakan menyadari sesuatu. Ia menatap Penguasa Sekte Turner Lie dan para kultivator manusia binatang yang tak terhitung jumlahnya di bawah panggung, tatapan mereka dipenuhi kekaguman, ketakutan, dan rasa ingin tahu, lalu mendesah pelan.


“Kalian semua sepertinya menghargai garis keturunan dan aura yang mengesankan?”


Sebelum ada yang bisa menjawab, Dave perlahan menutup matanya.


Saat berikutnya, aura mengerikan, yang sama sekali berbeda dari niat pedangnya sebelumnya—kuno, luas, mulia, dan sangat agung—dilepaskan, bagaikan seorang penguasa primordial yang terbangun setelah berabad-abad tertidur, perlahan menyebar dari tubuhnya!


Awalnya, itu hanya jejak, tetapi segera, bagaikan letusan gunung berapi, bendungan jebol!


“Aum—!!!”


Raungan naga, yang seolah berasal dari era purba, melintasi ruang dan waktu yang tak berujung, tiba-tiba bergema dari dalam diri Dave, menggema jauh di dalam jiwa semua orang! 


Kemudian, yang membuat semua orang tercengang, sesosok hantu naga emas raksasa yang berkilauan membubung ke langit dari belakang Dave, melayang di atas Altar Sepuluh Ribu Binatang!


Hantu naga emas itu hampir nyata, sisik dan cakarnya berkilauan, tatapannya yang agung menyapu kerumunan bagaikan seorang raja yang mengamati rakyatnya!


Kekuatan naga yang murni, luas, dan agung, bagaikan sungai perak yang mengalir deras, menyelimuti seluruh Altar Sepuluh Ribu Binatang, melingkupi semua orang yang hadir!


Di bawah tekanan absolut yang berasal dari relung terdalam garis keturunan mereka dan puncak kekuatan hidup mereka—


Buk!


Duk!


Buk!


Bagai gelombang pasang, mulai dari murid-murid terluar, baik mereka Dewa Abadi syurgawi tingkat satu maupun tingkat lima, baik murid biasa maupun tetua, kaki semua orang tanpa sadar tertekuk, dan mereka tanpa sadar berlutut!


Bahkan Penatua Xiong di panggung tinggi, dan Penatua Yu yang putus asa, berlutut tanpa terkecuali, tubuh mereka gemetar—getaran dan kepasrahan yang berasal dari jiwa dan garis keturunan mereka!


Akhirnya, bahkan yang terkuat di antara mereka, pemimpin sekte Turner Lie, hanya bisa bertahan sesaat lebih lama di hadapan keagungan kekuatan naga yang maha luas, bagaikan bintang, dan bak kaisar.


Ia merasakan jiwanya gemetar, darahnya tertahan, dan keinginan tak tertahankan untuk tunduk melonjak dari lubuk hatinya. Dengan susah payah, dipenuhi keterkejutan dan kekaguman yang luar biasa, ia berlutut dengan satu lutut, menundukkan kepalanya yang angkuh!


Di Altar Sepuluh Ribu Binatang, semua orang berlutut!


Hanya sosok berjubah hijau yang berdiri dengan tangan di belakang punggungnya, ekspresinya tenang.


Bayangan naga emas berputar dan meraung di atas kepalanya, membuatnya tampak seperti dewa yang turun ke bumi.


Tatapannya dengan tenang menyapu kerumunan yang berlutut di bawah, mengamati keterkejutan, ketakutan, dan penghormatan mendalam yang sedalam darah di wajah mereka, hatinya tetap setenang sumur yang dalam.


Setelah waktu yang lama, kekuatan naga yang besar dan bayangan naga emas itu perlahan mereda, akhirnya menghilang tanpa jejak.


Aura yang menindas menghilang, tetapi keterkejutan di hati kerumunan tetap ada.


Mereka tetap berlutut, tak seorang pun berani berdiri lebih dulu, tatapan mereka ke arah Dave kini dipenuhi dengan kekaguman dan penghormatan fanatik yang akan ditunjukkan seseorang kepada dewa.


Seekor naga!


Dan naga yang paling mulia, naga emas!


Tidak heran dia begitu kuat!


Tidak heran dia meremehkan posisi master Sekte Sepuluh Ribu Binatang!


Di hadapan naga emas yang dipuja, mereka, para manusia binatang, memang tak berbeda dengan rakyat jelata!


Penguasa Sekte Turner Lie perlahan mengangkat kepalanya, suaranya bergetar penuh hormat, dan bertanya, “Senior... Anda... siapa sebenarnya Anda...?”


Dave menunduk dan akhirnya berbicara, suaranya tenang namun penuh tekad:


“Namaku Dave Chen.”


“Aku punya perseteruan darah dengan Sekte Iblis Sepuluh Ribu Jiwa.”


“Mulai hari ini, jika Sekte Sepuluh Ribu Binatang bersedia membantuku memusnahkan Sekte Sepuluh Ribu Iblis, aku bisa menjamin mu tempat di Surga Kesepuluh.”


Kata-katanya, yang diucapkan dengan santai, bergema bagai guntur di hati semua orang.


Pada saat ini, tak seorang pun mempertanyakan, tak seorang pun mengejek, tak seorang pun berani menunjukkan sedikit pun penghinaan.


Hanya ketundukan mutlak dan... kerinduan tak terbatas untuk mengikuti yang kuat dan meraih kejayaan!


Bersambung....


Buat para rekan Sultan Tao pengunjung blog yg mau nyawer, mendukung, atau traktir Mimin kopi atau quota ☺️☺️


Bisa kirim ke aplikasi DANA di link berikut :

https://link.dana.id/qr/4e1wsaok


Atau ke akun 

SeaBank : 901043071732

Kode Bank Seabank untuk transfer (535)


Terima Gajih...☺️



Perintah Kaisar Naga : 5762 - 5765

 Perintah Kaisar Naga. Bab 5762-5765



#Tantangan Formasi


Master Sekte Turner Lie sedikit terkejut dengan persetujuan Dave yang langsung dan tegas.


"Maukah kau pertimbangkan kembali? Formasi Jiwa Binatang kami sangat mengancam jiwa; itu bukan permainan anak-anak," kata Master Sekte Turner Lie.


"Tidak perlu!" Dave menggelengkan kepalanya.


"Waah.., sepertinya kau tidak tahu kekuatan Sekte Sepuluh Ribu Binatang kami. Setelah kau merasakan Formasi Jiwa Binatang, sudah terlambat untuk menangis, Cil... bocil...." cibir Tetua Yu.


"Apakah Sekte Sepuluh Ribu Binatang sekuat itu? Hehe...." Dave tersenyum.


"Apa? Kau meremehkan Sekte Sepuluh Ribu Binatang kami?" Tetua Yu mengerutkan kening.


"Jika Sekte Sepuluh Ribu Binatang milikmu begitu kuat, bagaimana mungkin kau dikalahkan habis-habisan oleh Sekte Iblis Sepuluh Ribu Jiwa, bahkan tidak berani membalas?" tanya Dave.


"Kau…"


Tetua Yu terdiam karena marah.


Master Sekte Turner Lie mengerutkan kening dan berkata dengan dingin, "Baiklah, bocah... sudah cukup omong kosongnya. Apakah kau punya kemampuan atau tidak, kita lihat saja dalam tiga hari."


"Aku bisa berjanji padamu, aku akan menghancurkan Formasi Jiwa Binatang itu dan menunjukkan kekuatanku padamu, tapi kau juga harus berjanji satu hal padaku," kata Dave.


"Okey.... Katakanlah, cokk..." pinta Master Sekte Turner Lie.


"Jika aku menghancurkan Formasi Jiwa Binatang itu, kau harus memberiku satu juta batu peri abadi . Kalau tidak, aku telah menyelamatkan rakyatmu, tapi kau meragukan kekuatanku? Bukankah itu sangat memalukan sekali ?" kata Dave dengan tenang.


"Apa? Danncookk .... Satu juta batu peri? Kenapa kau tidak merampok kami saja?" geram Tetua Yu.


"Lha.... Kenapa? Kau begitu yakin aku tidak punya kekuatan untuk menghancurkan formasi itu? Kenapa kau tidak berani bertaruh denganku?" Dave mencibir.


Tetua Yu terdiam dan menatap Master Sekte Turner Lie.


Setelah merenung sejenak, Master Sekte Turner Lie mengangguk dan berkata, "Baiklah, jika kau benar-benar bisa menghancurkan Formasi Jiwa Binatang, aku berjanji akan memberimu sejuta batu peri, dan aku bahkan akan membuat pengecualian dan mengangkat mu sebagai tetua Sekte Sepuluh Ribu Binatang kami."


"Aku tidak peduli. Sak karep mu.... Sampai jumpa tiga hari lagi!"


Dave selesai berbicara dan berbalik lalu pergi.


Setelah Dave meninggalkan Aula Sepuluh Ribu Binatang, Dylan dan Wanda buru-buru mengejarnya.


"Senior! Senior, tolong tunggu!"


Wajah Dylan dipenuhi permintaan maaf dan kecemasan. 


"Kami sungguh-sungguh minta maaf. Kami tidak menyangka Ketua Sekte dan para tetua akan menanyai mu begitu keras. Kami telah berbuat salah padamu."


Wanda juga berbisik, "Kami tidak akan pernah melupakan jasa Senior yang telah menyelamatkan nyawa kami, namun kami merasa sangat tidak nyaman karena kau menerima kritik seperti itu di aula."


Dave berhenti, menatap kedua manusia binatang muda yang tulus di hadapannya, sedikit melunakkan ketidakpeduliannya.


Ia tersenyum tipis, seolah keraguan dan provokasi di aula hanyalah angin sepoi-sepoi, sama sekali tidak peduli. 


"Tidak masalah.... Santai saja..."


Nada suaranya tenang. "Kebanyakan hal di dunia ini paling baik dilihat dengan mata kepala sendiri. Wajar jika mereka tidak mempercayainya. Mengenai Formasi Jiwa Binatang..."


Ia terdiam, senyum tipis tersungging di bibirnya. "Biar lah Waktu yang akan menjawabnya..."


Melihat Dave begitu acuh tak acuh, kekaguman Dylan dan Wanda semakin dalam.


Inilah sikap seorang master sejati!


Dibandingkan dengan tindakan Penatua Li dan Penatua Yu, perbedaannya sangat mencolok.


Namun, mereka tak bisa menahan diri untuk tidak khawatir. Mereka tahu kekuatan Formasi Jiwa Binatang Tiga Bakat; itu jauh melampaui kemampuan seorang Dewa Abadi surgawi kelas lima biasa.


"Senior, Formasi Jiwa Binatang Tiga Bakat itu memang sangat kuat. Dengan kekuatan gabungan ketiga master, yang diperkuat oleh jiwa-jiwa binatang, kekuatannya berlipat ganda..."


Dylan ingin menambahkan beberapa nasihat lagi.


Dave melambaikan tangannya, menyela, "Aku tahu apa yang harus kulakukan. Carikan aku tempat terpencil, dan jangan biarkan siapa pun menggangguku selama tiga hari ke depan."


Melihat tekad Dave, Dylan dan yang lainnya tidak berkata apa-apa lagi.


Mereka segera mengatur agar Dave menginap di penginapan pribadi terbaik di kamar tamu Sekte Sepuluh Ribu Binatang, lingkungan yang tenang dengan energi spiritual yang melimpah.


.....


Setelah Dave dan Unicorn api kecil itu menginap di penginapan, ia tetap menyendiri. Sementara itu, diskusi tentangnya di luar mendidih seperti air panas.


"Sudah dengar? Bocah Alam Dewa Surgawi kelas tujuh berani menyombongkan diri bahwa ia bisa menghancurkan Formasi Jiwa Binatang Tiga Bakat kita!"


" Iya... njir... Sok gg dia..."


"Hahaha, sungguh konyol, bocah tengil...! Aku yakin dia tidak tahu arti kematian!"


"Konon dia menyelamatkan Kakak Senior Shi dan yang lainnya, tapi Tetua Li sudah meninggal. Bagaimana mungkin seorang kultivator Alam Dewa Surgawi tingkat tujuh bisa membalikkan keadaan? Dia pasti menggunakan cara licik, atau mungkin itu hanya keberuntungan belaka!"


"Tetua Yu benar, dia mungkin mata-mata dari Sekte Iblis!"


"Tunggu saja, tiga hari lagi saat penilaian, kita lihat saja bagaimana dia mempermalukan dirinya sendiri! Dia mungkin bahkan tidak berani menyentuh tepi formasi!"


" Biar mampus tuh bocil semprooll..."


Rumor memenuhi setiap sudut Sekte Sepuluh Ribu Binatang. Hampir tidak ada yang percaya pada Dave; semua orang menunggu untuk melihat bocah manusia sombong ini mempermalukan dirinya sendiri.


Bahkan beberapa murid yang awalnya skeptis terhadap perkataan Dylan dan Wanda sepenuhnya berpihak pada mereka yang ragu setelah mendengar bahwa Dave hanya berada di peringkat ketujuh Alam Dewa Surgawi.


..... 


Tetua Yu diam-diam menginstruksikan murid yang bertanggung jawab untuk menyiapkan formasi penilaian, 


"Pastikan Formasi Jiwa Binatang Tiga Bakat tetap berada pada kondisi terkuatnya, biarkan bocah manusia tengil itu merasakan kepahitan, dan tunjukkan sifat aslinya!"


......


Waktu berjalan sangat cepat, dan tiga hari berlalu.


Penilaian kemajuan murid inti Sekte Sepuluh Ribu Binatang diadakan dengan khidmat di arena seni bela diri terbesar sekte tersebut—Altar Sepuluh Ribu Binatang.


Altar Sepuluh Ribu Binatang dibangun dari sepotong batu biru besar, dikelilingi oleh ratusan tiang totem yang diukir dengan berbagai binatang buas.


Pada saat ini, inti binatang yang tertanam di puncak tiang memancarkan cahaya yang berkilauan, membentuk penghalang yang kuat untuk mencegah energi penilaian bocor keluar.


Di bawah altar, lautan manusia berkumpul.


Tidak hanya murid inti yang akan mengikuti menunggu penilaian, tetapi hampir semua murid inti dan diaken di markas, bahkan banyak penatua, datang untuk menyaksikan upacara tersebut.


Master Sekte Turner Lie duduk di kursi utama, diapit oleh para penatua seperti Tetua Yu dan Tetua Xiong.


Penilaian berlangsung satu per satu, pertempuran sengit dan teknik jiwa binatang yang memukau mengundang sorak sorai dari para hadirin.


Namun, banyak orang tidak sepenuhnya fokus pada penilaian; mata mereka sering melirik ke arah pintu masuk, mengantisipasi, atau lebih tepatnya, menunggu sosok itu muncul.


Namun, bahkan ketika tantangan paling penting dari penilaian murid inti—tantangan Formasi Jiwa Binatang Tiga Bakat—dimulai, Dave masih belum muncul.


Penatua Yu, yang memimpin penilaian, memperhatikan para murid yang akan menerima tantangan formasi, senyum dinginnya semakin jelas.


Ia berseru lantang, "Sepertinya beberapa dari mereka yang hanya pandai membual akhirnya menyerah. Mengetahui kekuatan Formasi Jiwa Binatang milik Sekte Sepuluh Ribu Binatangku, mereka tak berani mempermalukan diri sendiri!"


"Hahaha!" 

" Wkwkwk..."


Tawa terbahak-bahak pecah dari penonton.


"Aku tahu anak itu hanya membual!"

" Bocah tengil itu bisa apa, ya gak sih..."

"Hei.... Dewa Surgawi Kelas Tujuh? Dia bahkan tak cukup untuk mengisi gigiku, apalagi menghancurkan formasi? Bocah semprooll..."


"Sayang sekali Kakak Senior Shi dan yang lainnya membelanya; mereka benar-benar salah menilai bocil itu !"


Dylan dan Wanda berdiri di tengah kerumunan, mendengarkan ejekan di sekitar mereka, wajah mereka memerah, tangan terkepal, namun tak mampu membantah.


Sedikit keraguan muncul di hati mereka: Mungkinkah orang yang mereka panggil senior benar-benar menghadapi masalah? Atau, pada akhirnya, apakah ia merasa tidak percaya diri dan memilih untuk menghindarinya?


Master Sekte Turner Lie tetap tanpa ekspresi, matanya dalam, tenggelam dalam pikiran.


Penatua Xiong mengelus jenggotnya, mata kecilnya menyipit, mengamati formasi di arena, tenggelam dalam pikirannya.


Tantangan Formasi Jiwa Binatang resmi dimulai.


Tiga murid inti tingkat empat Alam Dewa Abadi surgawi, masing-masing mewakili tiga karakteristik jiwa binatang: "Kekuatan," "Kecepatan," dan "Pertahanan," melangkah ke tengah Altar Sepuluh Ribu Binatang.


Saat mereka mengaktifkan teknik rahasia mereka, tiga jiwa binatang hantu raksasa membubung ke langit di belakang mereka—seekor kera iblis yang ganas dan kuat, seekor macan tutul secepat kilat yang membelah angin, dan seekor badak berbaju besi dengan pertahanan yang luar biasa!


Tiga aura kuat itu menyatu dan terjalin, membentuk area segitiga yang stabil. 


Raungan binatang bergema, energi iblis melonjak, dan tekanan yang luar biasa bahkan menyebabkan riak-riak muncul di dalam penghalang itu sendiri.


Para penantang yang terperangkap di dalam formasi tidak hanya menghadapi serangan dari tiga murid yang terkoordinasi dengan baik tetapi juga mengalami penindasan dari tiga kekuatan jiwa binatang elemen yang berbeda, membuat kemajuan mereka sangat sulit.


Dua murid di puncak peringkat keempat Alam Dewa Abadi surgawi memasuki formasi untuk menantangnya, tetapi dalam  sekejap keduanya terlempar keluar dari formasi dalam waktu kurang dari waktu yang dibutuhkan untuk membakar dupa, darah mengucur dari mulut mereka, jelas terluka parah.


Ini memberi semua orang pemahaman langsung tentang kekuatan formasi jiwa binatang, dan penghinaan mereka terhadap Dave, yang telah melarikan diri dari tempat kejadian, semakin dalam.


"Sepertinya lelucon ini harus berakhir."


Tetua Yu, melihat penantang terakhir berjuang untuk tetap bertahan, bersiap untuk mengumumkan bahwa tantangan formasi hampir berakhir.


Saat ini...


"Tunggu."


Sebuah suara tenang, tidak keras, namun jelas menembus hiruk pikuk arena seni bela diri dan raungan jiwa binatang, mencapai telinga semua orang.


Semua orang menoleh.


Di pintu masuk Altar Sepuluh Ribu Binatang, sesosok berjubah hijau perlahan mendekat.


Langkahnya santai, ekspresinya acuh tak acuh, seolah-olah ia datang bukan untuk mengikuti ujian kehormatan dan kekuatan, melainkan hanya untuk menikmati jalan-jalan santai setelah makan siang.


Itu Dave!


Di sampingnya, Unicorn api kecil mengikutinya dari dekat, mata emasnya mengamati kerumunan di sekitarnya dengan rasa ingin tahu dan formasi jiwa binatang yang berkilauan.


"Hah ... Dia di sini?! Beraninya dia datang?"


"Datang sekarang? Penilaiannya hampir selesai!"


"Hmm, berpura-pura saja! Dia mungkin melihat yang lain gagal menghancurkan formasi dan mengira formasi itu melemah hampir habis, jadi dia ingin memanfaatkannya, kan?"


Suara-suara mengejek dan bertanya kembali terdengar, tetapi dibandingkan dengan kesombongan mereka sebelumnya, mereka kurang percaya diri dan dipenuhi dengan kejutan dan keraguan.


Lagipula, dia benar-benar muncul.


Dylan dan Wanda sangat gembira, hati mereka akhirnya tenang.


"Senior memang bukan orang yang mudah menyerah!"


Dave mengabaikan diskusi di sekitarnya, berjalan langsung ke altar. Tatapannya menyapu Formasi Jiwa Binatang Tiga Bakat, yang berkilauan dengan cahaya dan terus meraung. Ia mengangkat alisnya sedikit, tampak agak kecewa.


Ia mengangkat kepalanya, menatap Master Sekte Turner Lie dan para tetua di panggung tinggi, dan berkata dengan tenang, "Ini, cuma ini... apakah ini Formasi Jiwa Binatang Tiga Bakat yang kalian banggakan?"


Tetua Yu sangat marah dengan sikap Dave dan mencibir, "Ndas mu, bocah tengil... kau baru saja tiba? Apa kau takut? Kalau kau takut, bersujudlah dan akui kesalahanmu, akui bahwa kau hanya bicara omong kosong sebelumnya, dan mungkin kau akan menyelamatkan mukamu!"


Dave menggelengkan kepalanya, seolah mengabaikan sarkasme Tetua Yu, dan berkata, "Formasi ini sepertinya terlalu sederhana. Berurusan dengan formasi tingkat ini sangat membosankan."


Dia berhenti sejenak, dan di tengah tatapan takjub semua orang, dia mengajukan permintaan yang menyebabkan keributan:


"Apakah Sekte Sepuluh Ribu Binatang kalian punya formasi yang lebih kuat? Keluarkan dan mari aku mainkan."


Semua orang: "…………"


Dalam sekejap, seluruh Altar Sepuluh Ribu Binatang terdiam.


Semua orang menatap Dave seolah-olah dia orang gila.


" Hah....Terlalu sederhana? "


" Anjir....Membosankan kata nya, cokk...? "


"What..... Hanya memamerkannya untuk dimainkan?"


"Apa dia tahu apa yang dia katakan?"


" Itu adalah Formasi Jiwa Binatang Tiga Bakat, yang bahkan seorang Dewa Abadi surgawi tingkat empat puncak pun dapat dengan mudah dikalahkan..."


" Anjaaay.... Sok keras dia cokk..."


" Dia, hanya seorang Dewa Surgawi tingkat tujuh, benar-benar berpikir itu terlalu mudah? "


" Dia menginginkan sesuatu yang lebih sulit? "


Setelah keheningan singkat, ledakan amarah yang lebih dahsyat meletus!


"Ndas mu.... Sombong! Benar-benar sombong!"


"Aku belum pernah melihat bocah searogan itu!"


"Apakah dia sudah gila? Atau apakah dia sengaja mencoba mengejek Sekte Sepuluh Ribu Binatang kita?"


Tetua Yu gemetar karena marah, menunjuk Dave: "Dasar bocah kecil tengi, beraninya kau menghina Sekte Sepuluh Ribu Binatang seperti ini! Formasi Jiwa Binatang ini adalah teknik rahasia sekte kami, beraninya kau meremehkannya! Jika kau mampu, hancurkan formasi ini dulu sebelum melontarkan kata-kata sombong seperti itu!"


Bahkan Ketua Sekte Turner Lie sedikit mengernyit, merasa bahwa kata-kata Dave agak terlalu percaya diri.


Tetua Xiong semakin menyipitkan matanya, seolah-olah sedang menilai kembali pemuda ini.


Mendengar ini, Dave mendesah pelan, tampak tak berdaya: "Baiklah, macan lansia, karena kau bersikeras..."


Dia tidak berkata apa-apa lagi. Di bawah tatapan yang tak terhitung jumlahnya yang dipenuhi amarah, penghinaan, dan rasa ingin tahu, dia melangkah maju, sosoknya sehalus hantu, mendarat ringan di dalam Formasi Jiwa Binatang Tiga Bakat yang terkenal itu.


"Sudah aktif! Dia masuk!"


"Kita lihat saja berapa lama dia bisa bertahan!"


"Dia mempermalukan dirinya sendiri!"


Ketiga murid inti di dalam formasi, melihat Dave masuk, meskipun mereka juga merasa Dave sombong, mereka tak berani lengah dan segera mengerahkan seluruh kekuatan mereka.


Hantu Kera Iblis Raksasa meraung, melancarkan pukulan dengan kekuatan yang mampu menghancurkan gunung dan membelah batu;


Hantu Macan Tutul Angin Pembelah berubah menjadi seberkas cahaya, cakarnya merobek udara, mengincar langsung ke tenggorokan Dave;


Hantu Badak Berlapis Baja Misterius memancarkan penghalang setebal gunung, menyegel jalan mundur Dave.


Kekuatan gabungan ketiga jiwa binatang itu menggemparkan dunia, menyebabkan para murid di bawah altar merasakan hawa dingin menjalar di tulang punggung mereka.


Namun, menghadapi serangan gencar yang bahkan akan membuat seorang kultivator Dewa Abadi surgawi tingkat lima biasa menjadi pucat pasi, Dave hanya berdiri diam, bahkan tanpa menghunus Pedang Pembunuh Naganya.


Tepat saat serangan ganas itu hendak menyerang—


Dave bergerak.


Swish.....


Ia hanya mengangkat tangan kanannya, jari-jarinya membentuk pedang, dan dengan ringan menebas inti energi di hadapannya, yang berisi kekuatan gabungan tiga jiwa binatang.


Tidak ada aura yang mengguncang bumi, tidak ada cahaya yang menyilaukan.


Hanya cahaya lima warna yang samar, hampir tak terlihat, memancar dari ujung jarinya.


Saat berikutnya—


Buzz....


Seluruh Formasi Jiwa Binatang Tiga Bakat bergetar hebat. Tiga hantu jiwa binatang yang meraung, seolah dipukul oleh palu raksasa tak terlihat, mengeluarkan lolongan melengking dan enggan, lalu runtuh dan lenyap seketika seperti gelembung!


Tiga murid inti, yang berfungsi sebagai mata formasi, tersambar petir.


Mereka secara bersamaan memuntahkan seteguk darah, wajah mereka pucat pasi, terhuyung mundur dan jatuh ke tanah, mata mereka dipenuhi ketakutan dan kebingungan yang tak berujung saat mereka menatap Dave.


Formasi itu hancur.


Dari Dave memasuki formasi, hingga ia mengangkat tangannya, hingga formasi runtuh, seluruh proses itu hanya memakan waktu tak lebih dari tiga tarikan napas.


Cepat!


Terlalu cepat! 


Bahkan melampaui waktu reaksi semua orang!


Begitu cepatnya sehingga ejekan dan keraguan masih terbayang di wajah semua orang sebelum akhirnya hancur oleh pemandangan tak terbayangkan di hadapan mereka!


Seluruh Altar Binatang jatuh ke dalam keheningan yang bahkan lebih mematikan daripada sebelumnya.


Bahkan bisa terdengar suara jarum jatuh.


Semua orang terbelalak, mulut ternganga, seolah menyaksikan tontonan paling absurd dan tak terbayangkan di dunia.


"Dia...dia benar-benar menghancurkannya?"


"Begitu saja...? Hanya dengan jentikan tangan yang ringan?"


"Hah... Alam Dewa Surgawi Kelas Tujuh?"


"Merusak Formasi Jiwa Binatang Tiga Bakat dalam sekejap?"


"Bagaimana mungkin?!"


Dylan dan Wanda gemetar kegirangan, tangan mereka mengepal, ingin berteriak keras.


"Kau lihat itu? Inilah kekuatan senior!"


Di panggung tinggi, Penguasa Sekte Turner Lie tiba-tiba berdiri, matanya berkilat menakutkan. Ketenangannya lenyap, digantikan oleh keterkejutan yang mendalam.


Penatua Xiong, yang sampai tak menyadari beberapa helai janggutnya tercabut di tangannya, menatap ngeri ke arah Dave, wajah gemoy nya di penuhi ketakutan 


Senyum dingin Penatua Yu membeku sepenuhnya, seolah-olah ia telah mengenakan topeng canggung. Ia menunjuk ke arah arena, jari-jarinya gemetar, bibirnya bergetar, tetapi ia tak dapat mengucapkan sepatah kata pun.


"Tidak... ini mustahil!"


Setelah keheningan yang lama, Penatua Yu akhirnya berteriak seperti kucing yang ekornya diinjak. Ia tak dapat menerima kenyataan ini. "Formasi itu pasti telah dilemahkan oleh berbagai tantangan sebelum nya,  energinya terkuras, memungkinkannya untuk mendapatkan keuntungan! Ya! Pasti begitu!"


Penjelasan ini, meskipun mengada-ada, memberikan beberapa murid yang tidak dapat menerima kenyataan alasan untuk menghibur diri.


"Ya! Penatua Yu benar! Formasi itu pasti telah melemah!"


"Dia benar-benar beruntung, dia menghadapi formasi di titik terlemahnya!"


"Kalau dia memang mampu, biarkan dia menantang formasi di puncaknya!"


Dave mendengarkan keributan di sekitarnya, tetap tanpa ekspresi.


Dia melirik Tetua Yu yang agak putus asa dan berkata dengan tenang, "Oh gitu ya...? Benarkah? Lalu formasi seperti apa yang menurutmu tidak akan dianggap sebagai keuntungan yang tidak adil?"


Tetua Yu, yang sudah geram, terprovokasi oleh sikap acuh tak acuh Dave dan hampir tanpa berpikir, meraung, "Jika kau benar-benar memiliki kemampuan, beranikah kau menantang Formasi Pembantai Dewa Sepuluh Ribu Binatang milik Sekte Sepuluh Ribu Binatangku?!"


Saat kata-kata "Formasi Pembantai Dewa Sepuluh Ribu Binatang" diucapkan, seluruh hadirin terkesiap kaget!


Bahkan Pemimpin Sekte Turner Lie sedikit memucat, dan berkata dengan suara berat, "Tetua Yu! Hati-hati bicara! Formasi Pembantai Dewa Sepuluh Ribu Binatang adalah versi sederhana dari formasi pelindung sekte; bagaimana bisa formasi itu digunakan begitu sembarangan!"


Wajah Dylan dan Wanda memucat pucat pasi, dan mereka buru-buru menyampaikan suara mereka kepada Dave, "Senior, tidak! Formasi Pembantai Dewa Sepuluh Ribu Binatang adalah salah satu formasi pertempuran paling berharga dari Sekte Sepuluh Ribu Binatang kami. Meskipun versi sederhananya, formasi itu tetap membutuhkan setidaknya sembilan murid inti tingkat empat Alam Dewa Abadi surgawi atau lebih tinggi untuk memimpinnya. Kekuatannya luar biasa; konon formasi itu telah menjebak dan membunuh musuh kuat tingkat enam Alam Dewa Abadi surgawi. Formasi itu sangat berbahaya!"


Formasi Pembantai Dewa Sepuluh Ribu Binatang, seperti namanya, cukup kuat untuk membunuh para dewa!


Meskipun versi nya yang sudah disederhanakan, formasi itu jauh lebih unggul daripada Formasi Jiwa Binatang Tiga Bakat.


Di mata semua orang, usulan Tetua Yu tentang formasi ini jelas merupakan upaya untuk menggunakan kesempatan ini, entah untuk memaksa Dave mundur sepenuhnya dan kehilangan muka, atau menggunakan kekuatan formasi untuk melukai atau bahkan membunuhnya!


Semua orang yakin Dave tidak akan pernah berani melakukan tantangan itu.


Ini lebih dari sekadar membuktikan kekuatan seseorang; ini seperti bermain api! 


Tetua Yu sedikit tenang dan menyadari bahwa ia telah mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak ia katakan dalam impulsifnya.


Bersambung.....


Buat para rekan Sultan Tao pengunjung blog yg mau nyawer, mendukung, atau traktir Mimin kopi atau quota ☺️☺️


Bisa kirim ke aplikasi DANA di link berikut :

https://link.dana.id/qr/4e1wsaok


Atau ke akun 

SeaBank : 901043071732

Kode Bank Seabank untuk transfer (535)


Terima Gajih...☺️





Thursday, 27 November 2025

Perintah Kaisar Naga : 5758 - 5761

 Perintah Kaisar Naga. Bab 5758-5761



#Melihat untuk Percaya


Lembah Batu yang dulunya tertib kini menjadi reruntuhan. Kurang dari sepertiga murid manusia binatang yang selamat, dan semuanya terluka.


Tetua Li, bersandar pada pedang tempurnya yang setengah patah, berdiri dengan susah payah. Ia menatap Dave, yang perlahan mendekat, matanya dipenuhi emosi yang rumit.


Ada rasa lega karena selamat, ada juga keterkejutan atas kekuatan Dave, tetapi ada yang lebih dari itu, penyesalan tak berujung yang menggerogotinya seperti serangga beracun!


Ia teringat sikap arogannya, beberapa batu peri rendahan yang telah ia lemparkan ke lantai, dan sikap arogannya yang tanpa ampun.


Setiap kejadian bagaikan tamparan keras di wajah dan hatinya!


Seandainya ia tidak menilai pemuda itu dari penampilannya dan meremehkannya, seandainya ia memperlakukan pemuda yang luar biasa kuat ini dengan sopan dan menahannya di lembah, Lembah Batu tidak akan menderita kerugian sebesar ini.


Begitu banyak murid yang hebat mati sia-sia.


"Senior...Senior..."


Penatua Li membuka mulutnya, suara serak keluar dari tenggorokannya yang kering. Wajahnya memerah; kesombongannya lenyap, digantikan oleh permohonan yang rendah hati.


"Terima kasih...terima kasih telah menyelamatkanku, Senior...Aku buta dan pernah menyinggungmu sebelumnya. Kumohon...maafkan aku, selamatkan aku! Aku...Aku bersedia...bersedia membayar berapa pun harganya..."


Ia merasakan meridiannya, yang telah dirusak oleh Api Hantu Dunia Bawah, memburuk dengan cepat, kekuatan hidupnya terkuras habis.


Tanpa sosok yang kuat untuk mengusir api iblis itu, ia pasti akan mati.


Pemuda di hadapannya ini adalah satu-satunya harapannya.


Dave berhenti, menatapnya dengan tenang, matanya seperti kolam yang dalam dan tenang, sama sekali tidak terganggu.


Ia melihat penyesalan, ketakutan, dan permohonan di mata Tetua Li, tetapi tidak lebih.


Dave tidak merasa kasihan pada orang yang begitu sombong, awalnya arogan tetapi kemudian patuh, baru menyadari kesalahannya saat di ambang kematian.


Ia menyelamatkan Dylan dan Wanda karena sebuah janji dan hati nuraninya;


Ia membunuh kultivator iblis itu karena dendam lama dengan Sekte Iblis Sepuluh Ribu Jiwa; tapi apa hubungannya hidup atau mati Tetua Li dengan dirinya?


Ia tetap diam, bahkan tak repot-repot melirik, hanya mengalihkan pandangannya ke Dylan dan Wanda yang mendekat dengan cepat.


Ketidakpedulian ini menyebabkan Tetua Li lebih putus asa dan menderita daripada penghinaan atau balas dendam!


"Puuff...."


Diliputi emosi dan luka-lukanya yang kambuh, Tetua Li tiba-tiba batuk darah busuk bercampur serpihan organ dalam, tubuhnya gemetar hebat.


Ia mengulurkan tangannya, seolah mencoba meraih sedotan terakhir, matanya dipenuhi dendam, penyesalan, dan kebencian atas tindakannya sebelumnya.


Akhirnya, tangannya yang terulur jatuh lemas, matanya berkaca-kaca, dan tubuhnya yang besar ambruk ke tanah, napasnya menghilang sepenuhnya.


Bahkan dalam kematian, matanya tetap terbuka lebar, dipenuhi penyesalan yang mendalam.


Seorang tetua Alam Dewa Abadi surgawi tingkat lima, karena kesombongan dan prasangka sesaat, menemui ajal seperti itu—nasib yang sungguh menyedihkan.


Jenazah Tetua Li terbaring di kaki orang yang pernah dicemoohnya.


Matanya yang terbuka lebar, membeku dalam penyesalan dan keputusasaan yang tak berujung, membentuk gambaran yang memilukan dengan latar belakang pembantaian di sekitarnya.


Para murid manusia binatang yang masih hidup menyaksikan pemandangan ini dengan emosi yang luar biasa kompleks—duka atas kepergian sang tetua, tetapi yang lebih penting, kekaguman atas kekuatan tak terduga dan ketegasan Dave yang tak kenal ampun.


Dylan dan Wanda menatap Tetua Li yang telah tiada, perasaan mereka kompleks, tetapi terutama dipenuhi rasa terima kasih dan rasa hormat kepada Dave.


Mereka menghampiri Dave dan membungkuk dalam-dalam sekali lagi: "Terima kasih banyak telah menyelamatkan nyawa kami, Senior! Jika Anda tidak kembali tepat waktu, kami... kami pasti sudah..."


Dave melambaikan tangannya, tatapannya menyapu lembah yang porak-poranda dan beberapa orang yang selamat. Nada suaranya tetap tenang: "Tempat ini tidak lagi aman untuk ditinggali. Karena Sekte Iblis Sepuluh Ribu Jiwa telah mengirimkan pasukan sebanyak itu, mereka kemungkinan akan mengirimkan bala bantuan yang lebih kuat nanti."


"Senior benar sekali!"


Dylan mengangguk cepat, wajahnya memohon. "Senior, Tetua Li telah tewas, dan Lembah Batu telah hancur. Kita harus segera kembali ke markas Sekte Sepuluh Ribu Binatang untuk melaporkan hal ini."


"Senior telah menunjukkan kebaikan yang luar biasa kepada kami, kami mohon Anda untuk menemani kami ke markas!"


"Markas besar dipenuhi dengan para master yang kuat; mereka pasti akan dapat menerima Anda dengan lebih baik, dan Ketua Sekte juga akan menyadari kebaikan dan kekuatan Anda!"


Wanda juga mengangguk penuh semangat, pupil vertikalnya dipenuhi dengan antisipasi.


Setelah menyaksikan kekuatan tempur Dave yang sebenarnya, mereka tahu bahwa jika mereka dapat membujuk master misterius ini untuk pergi ke markas, itu dapat membawa titik balik. 


Baik bagi mereka pribadi maupun bagi Sekte Sepuluh Ribu Binatang, yang saat ini sedang berkonflik sengit dengan Sekte Iblis Sepuluh Ribu Jiwa.


Dave merenung sejenak.


Ia perlu mencari tempat tinggal untuk mengumpulkan informasi tentang Sekte Iblis Sepuluh Ribu Jiwa dan Pemakan Jiwa. Sekte Sepuluh Ribu Binatang, sebagai kekuatan lokal dan musuh Sekte Iblis Sepuluh Ribu Jiwa, tak diragukan lagi merupakan pilihan terbaik.


Meskipun pertemuan awal mereka di Lembah Batu tidak menyenangkan, ketulusan Dylan dan Wanda menunjukkan bahwa dia tidak semestinya ditolak sepenuhnya hanya karena Tetua Li.


"Baiklah," jawab Dave singkat.


Dylan dan Wanda sangat gembira. Mereka segera mengumpulkan barang-barang milik rekan-rekan mereka yang gugur dan membakar semua mayat di lembah agar tidak dimanfaatkan oleh Sekte Iblis.


Kemudian, tanpa berani menunda, kelompok yang dipimpin oleh Dylan dan Wanda itu bergegas masuk lebih dalam ke Pegunungan Sepuluh Ribu Binatang menuju markas mereka di bawah naungan malam.


....


Meninggalkan Lembah Batu yang hangus, kelompok itu melintasi hutan purba yang lebih lebat dan berbahaya.


Semakin dalam mereka memasuki pegunungan, semakin pekat energi spiritual di udara, bahkan mengembun menjadi kabut spiritual samar, tetapi ini juga berarti bahwa binatang iblis yang mengintai semakin kuat.


Jika bukan karena sosok tangguh Dave, yang berada di sana untuk mengawasi, Dylan dan murid-murid lainnya yang terluka tidak akan pernah bisa menjelajah sejauh ini.


Di sepanjang jalan, mereka bertemu segerombolan Kelelawar Bersayap Darah, kekuatan mereka umumnya berada di tingkat kedua atau ketiga Alam Dewa Abadi surgawi, yang menyerang bagaikan awan gelap;


Mereka juga memperingatkan Naga Banjir Xuanbing, yang mengintai jauh di dalam kolam dingin, yang kekuatannya sebanding dengan Dewa Abadi surgawi tingkat tujuh, yang mampu membekukan apa pun dalam radius seratus mil hanya dengan satu tarikan napas.


Tetapi semua bahaya ini tidak berarti apa-apa di hadapan Dave.


Sekilas cahaya pedang, dan kelelawar-kelelawar itu berjatuhan bagaikan hujan; Sebuah pukulan, yang dipenuhi dengan kekuatan Yang tertinggi dari energi abadi yang kacau dan hukum berbasis api, menghancurkan sisik Naga Banjir Xuanbing, membuatnya melolong dan menggali kembali ke dasar kolam, tak pernah berani menunjukkan wajahnya lagi.


Tindakan Dave cepat dan tegas; seringkali, sebelum siapa pun sempat bereaksi, ancaman sudah dilenyapkan.


Hal ini membuatnya semakin dihormati dan dikagumi oleh para murid manusia binatang yang masih hidup, mata mereka dipenuhi kekaguman dan kepercayaan.


Unicorn api kecil juga berpesta pora selama proses ini. Esensi dari daging dan darah binatang iblis yang kuat, beserta inti batin mereka, sangat bergizi baginya. Ukurannya sedikit meningkat, dan tubuhnya berkilauan dengan cahaya merah keemasan, membuatnya sangat agung.


Dylan dan Wanda memanfaatkan kesempatan itu untuk memperkenalkan Dave kepada Pegunungan Sepuluh Ribu Binatang dan Sekte Sepuluh Ribu Binatang.


Pegunungan Sepuluh Ribu Binatang membentang jutaan mil dan merupakan salah satu permukiman binatang iblis terbesar di Surga Kesepuluh, sekaligus fondasi penting bagi ras binatang.


Sekte Sepuluh Ribu Binatang bukanlah sekte yang bersatu secara utuh, melainkan aliansi luas yang dibentuk oleh berbagai suku binatang, menyembah totem yang sama dan diperintah bersama oleh beberapa tetua terkuat dan pemimpin sekte.


Para pengikut sekte ini mengembangkan berbagai teknik pertempuran jiwa binatang berdasarkan garis keturunan dan bakat mereka, yang memungkinkan mereka berkomunikasi dengan binatang iblis dan bahkan bertransformasi menjadi wujud binatang untuk bertarung, menjadikan mereka kekuatan yang tangguh.


Musuh bebuyutan mereka, Sekte Iblis Sepuluh Ribu Jiwa, bercokol di Dataran Darah Merah di samping Pegunungan Sepuluh Ribu Binatang. Para pembudidaya nya terampil dalam melahap jiwa dan memurnikan kepala iblis, dan tindakan mereka kejam dan keji.


Selama seribu tahun terakhir, aktivitas mereka semakin merajalela, terus-menerus menggerogoti sumber daya Pegunungan Sepuluh Ribu Binatang, yang menyebabkan meningkatnya konflik antara kedua belah pihak.


Dave mendengarkan dengan tenang, mengingat semua informasi.


Ia memperhatikan bahwa ketika Sekte Iblis Sepuluh Ribu Jiwa disebutkan, mata Dylan dan yang lainnya tak hanya memancarkan kebencian, tetapi juga kekhawatiran yang nyaris tak terlihat, yang jelas menunjukkan tekanan luar biasa dari Sekte Iblis.


Setelah menempuh perjalanan selama tiga hari tiga malam, melintasi beberapa ngarai berbahaya dan sungai deras, rombongan akhirnya tiba di area puncak utama sebuah pegunungan yang megah.


Gunung-gunung di sini menembus langit bagai pedang, diselimuti kabut.


Bangunan-bangunan megah yang tak terhitung jumlahnya, dibangun di lereng gunung, samar-samar terlihat, gayanya kasar dan kuno. Tulang-tulang hewan besar dan tiang totem berserakan di mana-mana, dan udara dipenuhi aura primordial yang luas dan kuat.


Di depan gerbang gunung yang besar, diukir dengan pola binatang yang berlari kencang, rombongan itu dihentikan oleh para penjaga.


Para penjaga semuanya adalah prajurit manusia binatang yang ganas, dan mereka terkejut melihat Dylan dan rekan-rekannya dalam keadaan yang begitu berantakan dan dengan jumlah orang yang begitu sedikit.


"Dylan? Wanda? Bukankah kalian ditempatkan di Lembah Batu? Ini... Apa yang terjadi?"


Kapten penjaga, seorang pria kekar dengan tanduk badak di dahinya, bertanya dengan suara berat, tatapannya dengan waspada menyapu Dave, manusia yang tak dikenal, dan unicorn api kecil yang aneh di sampingnya.


"Kapten Xi, Lembah Batu... Lembah Batu telah hancur !"


Suara Dylan dipenuhi duka saat ia dengan cepat menceritakan kembali kejadian-kejadian tersebut: penyergapan oleh pasukan elit Sekte Iblis Sepuluh Ribu Jiwa, kematian Tetua Li, hampir musnahnya para murid lembah, dan akhirnya diselamatkan oleh Dave.


"Apa?! Tetua Li, dia..."


Tubuh Kapten Xi gemetar, matanya dipenuhi kengerian dan amarah.


Ia menatap Dave lagi, tatapannya kini berbeda, tak lagi waspada, lebih curiga dan teliti.


Dewa Surgawi Tingkat Tujuh?


Seorang diri mengalahkan pasukan elit yang dipimpin oleh dua pemimpin Dewa Abadi surgawi Tingkat Lima dari Sekte Iblis?


Ini sangat tak masuk akal!


"Masalah ini sangat penting; aku harus segera melapor kepada Ketua Sekte dan semua tetua! Ikuti aku!"


Kapten Xi tak berani menunda, segera memimpin semua orang melewati gerbang gunung yang besar, menyusuri tangga batu yang berkelok-kelok, menuju Istana Sepuluh Ribu Binatang yang paling megah dan megah di puncak gunung.


Sepanjang jalan, banyak murid Sekte Binatang Ribuan melirik penasaran, terutama saat melihat Dave, seorang manusia yang tampak lemah, sedang dipimpin langsung oleh Kapten Xi, yang memicu banyak diskusi.


Melangkah masuk ke Istana Sepuluh Ribu Binatang, tekanan yang bahkan lebih kuno dan berat menerpa mereka.


Bagian dalam Istana itu sangat luas, dibangun dari tulang dan batu binatang raksasa yang tak terhitung jumlahnya, dengan dinding-dinding yang diukir dengan gambar-gambar berbagai binatang dewa kuno yang tampak hidup.


Pada saat ini, suasana di dalam aula Istana terasa khidmat. Seorang tokoh kuat klan singa, dengan fisik yang menjulang tinggi, wajah yang tegas, dan aura teror, duduk di kursi utama—dia adalah Master Sekte, Turner Lie.


Di bawahnya, di kiri dan kanannya, duduk beberapa tetua dengan aura yang mendalam, jelas sedang mendiskusikan hal-hal penting.


"Master Sekte! Tetua!"


Kapten Xi melangkah maju, berlutut dengan satu kaki, dan melaporkan dengan suara berat, "Murid Dylan Shi dan Wanda Ying, yang ditempatkan di Lembah Batu, telah kembali untuk melaporkan bahwa Lembah Batu... telah ditembus oleh Sekte Iblis Sepuluh Ribu Jiwa tiga hari yang lalu. Tetua Li bertempur dengan gagah berani dan gugur dalam pertempuran. Hanya tiga belas murid yang tersisa di lembah!"


"Apa?!"

" What...."

Keributan meletus di aula!


Master Sekte Turner Lie tiba-tiba berdiri, tekanan yang luar biasa dan mengerikan langsung menyelimuti seluruh aula, hampir mencekik murid-murid yang masih hidup seperti Dylan. Bahkan Dave merasakan sedikit tekanan.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Ceritakan secara detail!"


Suara Master Sekte Turner Lie menggema seperti guntur di aula.


Dylan, yang menahan tekanan, menceritakan kembali kejadian tersebut.


Kali ini, ia lebih detail, terutama menekankan bahwa Dave telah turun seperti seorang prajurit dewa di saat genting, dengan cepat membantai para kultivator iblis dan menyelamatkan mereka. Dia juga menyebutkan bahwa Dave mengaku memiliki dendam lama terhadap Sekte Iblis Sepuluh Ribu Jiwa.


Semua mata langsung tertuju pada Dave.


Tatapan para tetua setajam kilat, dipenuhi dengan pengamatan, kecurigaan, dan bahkan sedikit penghinaan yang nyaris tak terlihat.


"Biksu Alam Dewa Surgawi Tingkat Tujuh?"


Seorang tetua bernama Solomon Yu, mengenakan jubah berbulu dengan mata setajam elang, berbicara lebih dulu, nadanya mengandung skeptisisme yang tak tersamar.


"Dylan, apakah kau yakin tidak salah? Tetua Li, seorang Dewa Abadi surgawi tingkat lima, bertarung sengit dan tidak selamat. Kau jug bilang anak ini mengalahkan pasukan Sekte Iblis dan bahkan membunuh dua pemimpin Dewa Abadi surgawi tingkat lima? Itu benar-benar konyol!"


Seorang tetua klan beruang lainnya, Trumbull Xiong, dengan tubuh gempal, wajah ramah, namun bermata tajam, mengelus dagunya dan perlahan berkata, "Anak muda, bukannya kami tidak percaya padamu, hanya saja masalah ini terlalu mengejutkan. Apa kau punya bukti? Atau lebih tepatnya, senjata dewa khusus atau teknik rahasia apa yang kau gunakan?"


Jelas, seperti mendiang Tetua Li, mereka sama sekali tidak percaya bahwa seorang Dewa Surgawi Tingkat Tujuh bisa memiliki kekuatan tempur yang begitu menantang hukum surga.


Dylan dan Wanda berkeringat deras, ingin menjelaskan, tetapi terhenti oleh tatapan sekilas dari Tetua Yu.


Master Sekte Turner Lie tetap diam, hanya menatap tajam ke arah Dave, seolah mencoba melihat ke dalam dirinya.


Dihadapkan dengan berbagai tatapan bertanya dan meremehkan, ekspresi Dave tetap tenang, seolah-olah segala sesuatu di sekitarnya tidak relevan.


Ia bahkan tak ingin menjelaskan, hanya membalas tatapan acuh tak acuh Master Sekte Turner Lie.


Keheningan dan ketenangan ini, di mata beberapa tetua, tampak lebih seperti tanda bersalah.


Tetua Yu mendengus dingin, "Master Sekte, masalah ini mencurigakan. Asal usul orang ini tidak diketahui, kultivasinya rendah namun ia mengklaim memiliki kekuatan tempur seperti itu; kemungkinan besar ia adalah mata-mata yang dikirim oleh Sekte Iblis."


"Ini adalah upaya untuk menyusup ke markas kita menggunakan tipu muslihat melukai diri sendiri. Kita harus waspada! Menurutku, kita harus menangkapnya terlebih dahulu dan menginterogasinya secara menyeluruh!"


Mendengar ini, suasana di aula langsung menjadi tegang.


Beberapa tetua mengangguk sedikit, jelas setuju dengan penilaian Tetua Yu.


Wajah Dylan dan Wanda memucat. Mereka ingin berbicara, tetapi terintimidasi oleh tekanan yang kuat dan tak dapat mengeluarkan suara.


Tepat ketika suasana hampir menegang, Unicorn api kecil di bahu Dave tampak merasakan kedengkian para tetua, mengeluarkan geraman ketidakpuasan yang pelan, dan api merah keemasannya tiba-tiba membumbung tinggi.


Aura murni dan agung dari binatang keberuntungan menyebar, sedikit mengurangi tekanan yang terpancar dari para tetua.


"Hah? Itu... Unicorn Api?!"


Mata Tetua Xiong berbinar, menunjukkan keterkejutan. "Dan garis keturunannya tampak sangat murni!"


Penguasa Sekte Turner Lie juga melirik Unicorn Api kecil itu, kilatan aneh berkilat di matanya.


Dave akhirnya berbicara, suaranya tenang namun jernih, mencapai telinga semua orang: "Aku hanya punya dua tujuan untuk perjalanan ini. Pertama, untuk menyelesaikan dendam lama dengan Sekte Iblis Sepuluh Ribu Jiwa. Kedua, untuk beristirahat sementara di sini dan mengumpulkan beberapa informasi. Jika sekte kalian tidak menerimaku, aku bisa pergi."


Nada suaranya benar-benar datar, tidak menunjukkan kemarahan karena ditanyai maupun permohonan untuk tetap tinggal, seolah-olah ia sedang membahas masalah sepele yang tidak ada hubungannya dengan dirinya sendiri.


Namun, sikap acuh tak acuh ini membuat beberapa tetua ragu harus berbuat apa.


"Hmm, mudah bagimu untuk mengatakannya! Siapa tahu kau..." Tetua Yu ingin melanjutkan.


"Cukup."


Penguasa Sekte Turner Lie akhirnya berbicara, suaranya dalam namun mengandung wibawa yang tak terbantahkan, menyela.


Tatapannya menajam, dan ia menatap Dave dalam-dalam lagi, seolah sedang membuat keputusan.


"Dylan, Wanda, dan yang lainnya memang diselamatkan olehmu. Sekte Sepuluh Ribu Binatang kami mengakui utang budi ini."


Master Sekte Turner Lie perlahan berkata, "Mengenai kekuatanmu... kata-kata saja memang tidak cukup sebagai bukti. Sekte Sepuluh Ribu Binatang kami menghormati yang kuat dan percaya bahwa melihat secara langsung adalah baru percaya."


Ia berhenti sejenak, tatapannya menyapu para tetua yang hadir, akhirnya kembali ke Dave: "Tiga hari dari sekarang, akan ada penilaian kemajuan murid inti di dalam sekte, yang mencakup tantangan yang melibatkan Formasi Pertempuran Jiwa Binatang."


"Jika kau sendirian dapat menghancurkan Formasi Jiwa Binatang Tiga Bakat yang terdiri dari tiga murid inti di tingkat keempat Alam Dewa Abadi surgawi, itu akan membuktikan kata-katamu benar, dan Sekte Sepuluh Ribu Binatang kami akan memperlakukanmu sebagai tamu terhormat."


"Informasi apa pun yang ingin kau tanyakan, selama tidak melibatkan rahasia sekte inti, akan diberikan tanpa syarat. Jika tidak..."


Master Sekte Turner Lie tidak menyelesaikan kalimatnya, tetapi artinya jelas.


Tetua Yu, setelah mendengar ini, mencibir.


Formasi Jiwa Binatang Tiga Bakat, yang dieksekusi oleh tiga murid inti Dewa Abadi surgawi tingkat empat yang terkoordinasi dengan sempurna, cukup kuat untuk menjebak dan membunuh seorang kultivator Dewa Abadi surgawi tingkat lima biasa!


Ia sama sekali tidak percaya bahwa pemuda Alam Dewa Surgawi tingkat tujuh ini dapat menghancurkan formasi tersebut.


Penatua Xiong menyipitkan matanya, tenggelam dalam pikirannya.


Dave mengangkat pandangannya, bertemu pandang dengan tatapan Master Sekte Turner Lie, dan tanpa ragu, mengucapkan sepatah kata: "Oke... Gaskeun...!"


Bersambung......


Buat para rekan Sultan Tao pengunjung blog yg mau nyawer, mendukung, atau traktir Mimin kopi atau quota ☺️☺️


Bisa kirim ke aplikasi DANA di link berikut :

https://link.dana.id/qr/4e1wsaok


Atau ke akun 

SeaBank : 901043071732

Kode Bank Seabank untuk transfer (535)


Terima Gajih...☺️




Perintah Kaisar Naga : 5754 - 5757

 Perintah Kaisar Naga. Bab 5754-5757



#Diremehkan


Dipimpin oleh Dylan dan Wanda, Dave, ditemani oleh Unicorn api kecil, melintasi jalur pegunungan yang terjal dan jalur-jalur tersembunyi.


Meskipun keduanya terluka parah, mereka sangat mengenal medan, menghindari beberapa area di mana monster berbahaya mungkin bersembunyi.


Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah hari, saat matahari terbenam mewarnai langit jingga kemerahan, mereka tiba di sebuah lembah terpencil yang terletak di antara dua puncak gunung.


Pintu masuk lembah tertutup oleh tanaman merambat yang lebat dan formasi ilusi, sehingga sangat sulit untuk menemukannya tanpa pemandu.


Melewati formasi ilusi, bagian dalam lembah tiba-tiba terbuka.


Puluhan rumah yang dibangun dari batu dan kayu besar berjajar di lereng gunung. Di tengahnya berdiri sebuah aula batu yang relatif tinggi, dan di alun-alun di depannya berdiri sebuah patung batu samar seekor binatang raksasa, memancarkan aura kuno dan sunyi.


Beberapa kultivator dengan ciri khas seperti binatang tampak aktif di lembah, beberapa berkultivasi, beberapa berpatroli, dan beberapa mengolah material monster yang mereka buru. Inilah Lembah Batu, benteng penting Sekte Binatang Buas yang terletak di pinggiran Pegunungan Binatang Buas.


Melihat Dylan dan Wanda kembali dengan seorang pemuda manusia yang tak dikenal dan seekor anak Unicorn yang tampak perkasa, para kultivator manusia binatang di lembah itu melemparkan tatapan ingin tahu dan penuh selidik.


Terutama ketika mereka merasakan aura Dewa Surgawi tingkat tujuh Dave, banyak tatapan yang menyiratkan sedikit penghinaan dan penolakan halus.


Di dunia Surga Kesepuluh yang keras dan kejam, terutama di antara para manusia binatang yang menjunjung tinggi kekuatan, mereka yang berada di tingkat kultivasi yang lebih rendah seringkali diabaikan.


Dylan dan Wanda tidak repot-repot menjelaskan, mereka langsung membawa Dave menuju aula batu terbesar di tengah.


Di dalam aula, seorang pria tua mengenakan baju zirah kulit cokelat, berambut abu-abu, berwajah berwibawa, dan memiliki bekas cakaran ganas di dahinya, duduk di kursi utama, mendengarkan laporan seorang murid.


Pria tua itu memiliki aura yang kuat; ia jelas seorang Dewa Abadi surgawi tingkat lima, Tetua Yared Li, yang mengawasi tempat ini.


"Tetua Li!"


Dylan dan Wanda melangkah maju dan membungkuk hormat.


Tetua Li mengangkat kelopak matanya, melirik keduanya, dan sedikit mengernyit saat melihat luka mereka. "Apa yang terjadi? Apa kalian bertemu dengan sampah dari Sekte Iblis Sepuluh Ribu Jiwa itu lagi?"


Suaranya seperti pasir yang berdesir, membawa aura kewibawaan yang tak terbantahkan.


"Lapor kepada Tetua, memang begitu!"


Dylan dengan cepat menceritakan bagaimana ia disergap oleh pasukan dari Sekte Iblis Sepuluh Ribu Jiwa, hampir kehilangan nyawanya, dan diselamatkan oleh Dave.


Ia menekankan serangan secepat kilat dan kekuatan luar biasa Dave yang langsung membunuh lima murid Sekte Iblis Sepuluh Ribu Jiwa.


Namun, ketika tatapan tajam Penatua Li yang tajam seperti elang tertuju pada Dave, dan ia dengan hati-hati merasakan bahwa Dave memang hanya berada di peringkat ketujuh Alam Dewa Surgawi, raut wajah seriusnya langsung berubah menjadi kecurigaan dan penghinaan yang tak terselubung.


"Hmm... Dewa Surgawi tingkat tujuh? Dia langsung membunuh lima murid Sekte Iblis, termasuk seorang Dewa Abadi surgawi tingkat lima?"


Penatua Li mendengus, suaranya dipenuhi sarkasme. "Dylan, Wanda, apakah kalian berdua menderita luka parah dan berhalusinasi? Atau apakah kalian ditipu oleh orang ini dengan semacam ilusi?"


Ia benar-benar tidak percaya!


Seorang Dewa Surgawi menantang seorang Dewa Abadi surgawi saja sudah sangat sulit, apalagi langsung membunuh banyak lawan dengan tingkat kultivasi yang lebih tinggi?


Ini benar-benar absurd! 


Dalam pandangannya, orang asing ini pasti telah menggunakan suatu tipu daya atau siasat, berhasil membantu secara kebetulan, lalu membesar-besarkannya, mencoba memanfaatkan Sekte Sepuluh Ribu Binatang.


"Penatua, itu benar sekali! Junior bersedia menjaminnya dengan nyawaku!"


Dylan berkata mendesak, sementara Wanda mengangguk penuh semangat di sampingnya.


"Hmm...!"


Penatua Li mendengus dingin, mengabaikan Dylan dan Wanda. Tatapannya dengan arogan tertuju pada Dave, seolah-olah sedang menilai sebuah barang dagangan. "Bocah, apa pun metode yang kau gunakan, karena kau telah menyelamatkan murid Sekte Sepuluh Ribu Binatangku, Sekte Sepuluh Ribu Binatangku tidak akan memperlakukanmu dengan tidak adil."


Dengan santai ia mengeluarkan beberapa batu peri berkualitas rendah dan lemah secara spiritual dari tas penyimpanannya dan melemparkannya ke kaki Dave seperti memberi sedekah kepada seorang pengemis.


Lalu, dengan nada acuh tak acuh, ia berkata, "Ambil batu-batu peri ini dan tinggalkan lembah ini. Ini bukan tempat untukmu. Pegunungan Sepuluh Ribu Binatang penuh bahaya; berhati-hatilah agar tidak kehilangan nyawamu di sini."


Beberapa batu peri berguling ke lantai, tertutup debu. Energi spiritual yang terkandung di dalamnya sama sekali tidak berguna bagi Dave dalam kondisinya saat ini.


Ungkapan terima kasih yang nyaris menghina ini membuat Dylan dan Wanda tersipu malu.


Dave melirik batu peri di kakinya, lalu menatap Tetua Li yang acuh tak acuh. Tatapannya tetap tenang dan tak tergoyahkan, tanpa menunjukkan tanda-tanda kemarahan.


Setelah menanggung hantaman dari Pemakan Jiwa dan cobaan di Surga Kesepuluh, temperamennya telah lama matang. Dia tidak akan kehilangan ketenangannya hanya karena penghinaan seperti ini.


Dia bahkan tidak repot-repot membungkuk dan mengambil batu peri itu. Dia hanya berbicara dengan tenang, suaranya mantap: "Tidak perlu terima kasih. Aku punya dendam lama terhadap Sekte Iblis Sepuluh Ribu Jiwa. Menyelamatkan mereka berdua hanyalah sebuah bantuan biasa saja.."


Setelah mengatakan itu, dia tidak menatap Tetua Li lagi dan berbalik untuk berjalan keluar dari aula.


Unicorn api kecil itu menggeram, memelototi Tetua Li, dan segera mengikuti Dave.


"Senior!"


Dylan dan Wanda memanggil dengan cemas, mencoba menghentikannya, tetapi dihentikan oleh tatapan dingin dari Tetua Li.


"Bocah bodoh... Sampah...!"


Melihat kepergian Dave, Tetua Li mencibir, "Biksu Dewa Surgawi tingkat tujuh berani membanggakan dendam lamanya dengan Sekte Iblis Sepuluh Ribu Jiwa? Dia mungkin bahkan belum pernah melihat murid-murid luar mereka! Biarkan saja dia,  tinggal di sini hanya menjadi beban!"


Dave berjalan keluar dari aula batu, merasakan tatapan penasaran, simpatik, atau bahkan tatapan menghina dari para kultivator beastmen di sekitarnya. Dia tetap tanpa ekspresi dan langsung berjalan keluar dari lembah.


Lagipula, dia tidak berencana untuk tinggal lama, sikap Tetua Li hanyalah cara untuk menyuruhnya pergi lebih awal.


Surga Kesepuluh itu luas, pasti ada tempat baginya untuk berlindung dan mengumpulkan informasi.


Kurang dari satu jam setelah Dave melangkah keluar dari formasi ilusi Lembah Batu dan menghilang ke pegunungan di sekitarnya


......


Malam pun tiba dengan tenang. Cahaya bulan yang terang menyelimuti lembah dengan selubung perak, dan cahaya yang tersebar menerangi lembah, menciptakan suasana yang tenang.


Tetua Li sedang bermeditasi di aula, sementara Dylan dan Wanda sedang mengoleskan obat untuk menyembuhkan luka mereka. Sebagian besar murid telah kembali ke tempat tinggal mereka.


Tiba-tiba—


Buzz....!


Formasi ilusi yang menyelimuti lembah mengeluarkan suara dengungan yang dahsyat, lalu pecah seperti pecahan kaca!


Asap hitam tebal mengepul dari luar lembah seperti asap dari paruh serigala, langsung menyelimuti seluruh Lembah Batu!


Tekanan jiwa yang dingin, jahat, dan penuh kebencian menyapu seperti gelombang pasang, menutupi setiap sudut lembah!


"Ting...ting....tong....tong.... Serangan musuh! Itu Sekte Iblis Sepuluh Ribu Jiwa!!"


Alarm yang menusuk langsung menghancurkan ketenangan malam!


Penatua Li tiba-tiba membuka matanya, tatapannya memancarkan cahaya yang menakutkan. Dalam sekejap, ia muncul di alun-alun di luar aula.


Dari arah pintu masuk lembah, puluhan kultivator berjubah hitam menyerbu masuk. Dua sosok terkemuka memiliki aura yang keduanya berada di tingkat kelima Alam Dewa Abadi surgawi, setara dengannya!


Yang satu memegang tongkat duka tulang putih, sementara yang lain mengendalikan tiga tengkorak yang dikelilingi api hijau.


Di belakang mereka terdapat lebih dari dua puluh kultivator iblis di tingkat ketiga dan keempat Alam Dewa Abadi surgawi dan sejumlah besar murid Alam Dewa Abadi surgawi tahap awal, menyerbu maju bagai air pasang!


"Bentuk barisan! Bersiaplah untuk pertempuran!"


Penatua Li meraung, rambut dan janggutnya berdiri, tetapi hatinya dipenuhi dengan hawa dingin yang menusuk tulang.


Musuh telah mengerahkan dua ahli dengan pangkat yang sama dan begitu banyak pasukan elit; jelas, mereka telah siap dan bertekad untuk menang!


Meskipun para murid Manusia Binatang di Lembah Batu panik, sejarah panjang pertempuran mereka melawan Sekte Iblis telah mengasah keterampilan mereka, dan mereka dengan cepat membentuk formasi pertempuran.


Raungan mengerikan meletus, energi iblis melonjak ke langit, berbenturan hebat dengan aura dingin para kultivator iblis!


Pertempuran sengit langsung terjadi!


Cahaya mantra, benturan senjata, raungan binatang iblis, ratapan roh pendendam… semua suara ini terjalin menjadi simfoni kematian yang berdarah!


Teknik Sekte Iblis Sepuluh Ribu Jiwa sangat aneh dan ganas, khusus menyerang jiwa, dan mereka telah bersiap.


Saat tongkat duka tulang putih berayun, suara iblis pencabut jiwa yang tak terhitung jumlahnya mengabaikan pertahanan fisik, menembus langsung ke lautan kesadaran. Banyak murid manusia binatang yang lebih lemah segera memegangi kepala mereka, berteriak kesakitan, berdarah dari tujuh lubang mereka, dan mati.


Tiga tengkorak api hijau memuntahkan api kental bak hantu yang menyala saat bersentuhan, tak hanya menghanguskan daging tetapi juga menggerogoti jiwa!


Tetua Li bertarung sendirian melawan dua kultivator iblis setingkat. Meskipun sangat berani, cakar harimaunya merobek kehampaan dan menangkis serangan, ia dengan cepat jatuh ke posisi yang tidak menguntungkan karena kerja sama diam-diam lawan dan gangguan artefak magis yang aneh.


Beberapa luka dalam yang menampakkan tulang muncul di tubuhnya, dan lengan kirinya terserempet api hantu, mengeluarkan suara mendesis dan rasa sakit yang luar biasa.


Dylan dan Wanda bertarung berturut-turut melawan beberapa kultivator iblis. Luka mereka belum sembuh, dan mereka kini berada dalam bahaya besar.


Kapak raksasa Dylan terjerat rantai besi salah satu kultivator iblis, dan kultivator iblis lainnya memanfaatkan kesempatan itu untuk melepaskan belati beracun, langsung mengincar punggungnya! 


Belati kembar Wanda menari-nari bagai angin saat ia menangkis dengan putus asa, namun tiba-tiba dihantam di bahu nya oleh "Lonjakan Jiwa". Ia mengerang, gerakannya terhenti, dan ia berada di ambang kematian!


Seluruh Lembah Batu telah menjadi medan perang!


Rumah-rumah runtuh, api membumbung tinggi ke langit, dan tanah dipenuhi mayat murid-murid dari kedua belah pihak, darah mereka menodai tanah hingga merah.


Meskipun para murid manusia binatang itu ganas, di bawah keunggulan mutlak kekuatan dan teknik yang superior, kekalahan mereka hanyalah masalah nunggu waktu.


Mata Penatua Li memerah saat ia menyaksikan murid-murid kesayangannya berjatuhan satu per satu, hatinya dipenuhi keputusasaan dan penyesalan.


Akankah Lembah Batu benar-benar musnah hari ini?


Tepat saat Dylan dan Wanda memejamkan mata menanti ajal, dan Penatua Li sendiri merasa putus asa


Seruan pedang yang jernih dan dingin, bagaikan auman naga dari surga, tiba-tiba bergema dari luar lembah, menenggelamkan semua kebisingan medan perang!


Segera setelahnya, aura pedang warna-warni yang menyilaukan, yang seolah-olah mewujudkan semua cahaya di dunia, melesat keluar.


Seperti meteor yang merobek langit malam, aura itu melintasi langit dengan kecepatan luar biasa, menyerang dengan presisi tak tertandingi kultivator iblis yang hendak menghunjamkan belatinya ke punggung Dylan!


"Puuuff...."


Kultivator iblis itu, seorang Dewa Abadi surgawi tingkat tiga, bahkan tidak punya waktu untuk bereaksi. Aura iblis pelindungnya tertusuk seperti kertas, meninggalkan lubang menganga berdarah di antara alisnya.


Seringai buas di matanya langsung membeku, digantikan oleh teror dan kebingungan yang tak berujung, sebelum tubuhnya ambruk ke tanah.


Serangan pedang yang tiba-tiba ini membungkam seluruh medan perang yang kacau!


Semua orang secara naluriah melihat ke arah datangnya cahaya pedang.


Di bawah sinar bulan, di depan formasi ilusi yang hancur di pintu masuk lembah, sesosok berjubah hijau berdiri dengan tangan di belakang punggungnya, jubahnya berkibar lembut tertiup angin malam, ekspresinya tenang, seolah-olah ia hanya berjalan santai.


" Itu Dave..."

" Dia telah kembali..."


Di belakangnya berdiri Unicorn api kecil yang agung, tubuhnya diliputi api merah tua, membuatnya tampak seperti binatang mistis dari legenda.


Ia sebenarnya belum pergi jauh; ia sedang bermeditasi di pegunungan terdekat. Merasakan fluktuasi energi yang dahsyat dan energi iblis yang membumbung tinggi meletus dari arah Lembah Batu, ia tahu ada sesuatu yang salah dan segera bergegas kembali.


"Itu... itu Senior!"


Dylan, setelah lolos dari maut, menatap sosok itu, suaranya bergetar karena kegembiraan.


Mata indah Wanda melebar, dipenuhi dengan kegembiraan yang tak terkira.


Penatua Li semakin terguncang, menatap pemuda yang sebelumnya dipandang rendah, bahkan dihina, tapi kini tampak seperti dewa turun dari surga, menyelamatkan Dylan dan Wanda dari kematian hanya dengan satu tebasan pedang.


Otot-otot wajahnya berkedut hebat, gelombang gejolak bergolak di dalam dirinya: "Bagaimana mungkin?! Itu benar-benar dia?!"


"Siapa kau?! Beraninya kau ikut campur dalam urusan Sekte Iblis Sepuluh Ribu Jiwaku!"


Pemimpin kultivator iblis, yang memegang tongkat duka tulang putih, meraung kaget dan marah.


Dave sama sekali tidak menghiraukan teriakannya.


Tatapannya menyapu lembah yang porak-poranda, dipenuhi korban tewas dan luka, akhirnya tertuju pada para kultivator iblis berjubah hitam yang ganas. Matanya langsung berubah sedingin es.


"Mereka yang menyakiti anak buahku akan mati."


Kata-katanya, meskipun sederhana, mengandung tekad dan niat membunuh yang tak terbantahkan.


Dia bergerak.


Dengan satu langkah saja, sosoknya lenyap bagaikan hantu, dan sesaat kemudian muncul di tempat yang paling padat di antara para pembudidaya iblis!


"Domain Pedang Lima Elemen, kekuatan penuh!"


Wuuzzzz....


Domain pedang lima warna, yang beberapa kali lebih besar dan lebih padat daripada saat berhadapan dengan tim-tim kecil sebelumnya, meraung, langsung menutupi area seluas hampir seratus kaki!


Energi pedang yang tak terhitung jumlahnya muncul dari udara tipis di dalam wilayah tersebut, mengiris dengan liar! 


Aliran waktu melambat drastis, dan struktur spasial sedikit terdistorsi!


Para kultivator iblis yang terperangkap di dalam wilayah pedang, baik di tahap awal Alam Dewa Abadi surgawi maupun tingkat kelima, merasa seolah-olah mereka terperangkap dalam amber kental, gerakan mereka menjadi sangat lamban.


Sirkulasi energi iblis di dalam tubuh mereka menjadi lamban, dan mereka harus terus-menerus menahan tebasan energi pedang lima elemen yang mahakuasa dan tak tertandingi!


Jeritan langsung memenuhi udara!


"Percepatan waktu! Pelipatan ruang!"


Sosok Dave berkelebat di dalam domain pedang seolah berteleportasi, Pedang Pembunuh Naga berubah menjadi seberkas cahaya mematikan.


Pedangnya lebih cepat daripada yang bisa dilihat mata, dengan setiap serangan, seorang kultivator iblis musnah!


Tenggorokannya tertusuk, kepalanya terpenggal, atau tercabik-cabik menjadi kabut berdarah oleh energi pedang yang dahsyat!


Ia secara khusus menargetkan anggota inti dari alam Dewa Abadi surgawi 


Seorang kultivator iblis Dewa Abadi surgawi tingkat tiga mencoba memblokir dengan perisai jiwa; kilatan cahaya pedang, dan perisai itu, beserta kultivatornya, terbelah menjadi dua.


Seorang kultivator iblis Dewa Abadi surgawi tingkat empat menggunakan teknik Bayangan Hantu, tetapi di bawah domain yang memperlambat waktu, gerakannya penuh dengan kekurangan. Dave menusuk jantungnya dengan satu serangan pedang, jiwanya tercerai-berai.


Unicorn api kecil itu juga tidak diam; Ia mengeluarkan raungan agung, menyemburkan api Unicorn sejati bagaikan semburan magma, khususnya menyasar para kultivator iblis yang mencoba menyerang dari luar atau melarikan diri dari wilayah pedang.


Api yang berkobar itu mengandung kekuatan suci untuk memurnikan roh jahat; para kultivator iblis yang menyentuhnya langsung terbakar, berubah menjadi abu di tengah jeritan memilukan!


Satu orang dan satu Unicorn, bagaikan harimau di antara domba, tak terhentikan!


Barisan sekte iblis yang tadinya perkasa langsung tercerai-berai, formasi mereka pun kacau balau!


Kedua pemimpin iblis Alam Dewa Abadi surgawi tingkat lima, terkejut sekaligus murka, mencoba bergabung untuk menyerang Dave dan menghancurkan domain pedang.


Bagaimana mungkin Tetua Li membiarkan mereka berhasil?


Semangatnya membumbung tinggi, mengabaikan luka-lukanya, ia meraung dan menjerat pemimpin yang mengendalikan kerangka api hijau.


Sementara itu, Dave secara proaktif mendekati pemimpin yang sambil memegang tongkat duka tulang putih.


"Mati kau, anak kecil laknat...! Sepuluh Ribu Jiwa Meraung ke Langit!"


Pemimpin kultivator iblis mengayunkan tongkat duka bagaikan kincir angin, melepaskan roh-roh pendendam yang tak terhitung jumlahnya, membentuk gelombang kejut jiwa yang dahsyat dan menghantam Dave.


"Cuma bacot.... Omon omon..."


Mata Dave sedingin es saat ia dengan santai menusukkan Pedang Pembunuh Naga ke depan.


Namun, serangan yang tampak lambat ini seolah mengandung prinsip-prinsip ruang angkasa tertinggi, mengabaikan gelombang kejut jiwa dan menghantam tubuh Tongkat Duka.


Krak!


Artefak magis yang luar biasa itu tak mampu menahan serangan yang dipenuhi kekuatan abadi yang kacau dan daya tebas spasial ini, hancur berkeping-keping!


Pemimpin iblis itu, yang menderita serangan balasan, memuntahkan seteguk darah hitam, matanya dipenuhi kengerian.


Momentum pedang Dave tak berhenti. Dengan jentikan pergelangan tangannya, aura pedang yang kental, seperti ular berbisa yang keluar dari lubangnya, langsung menembus jantung sang pemimpin. Energi pedang itu meledak, mencabik-cabik organ dalam dan jiwanya!


Pemimpin lainnya, melihat rekannya langsung terbunuh, ketakutan dan mencoba melarikan diri setelah tipuan.


Dave mendengus dingin, jari-jarinya membentuk pedang, dan ia menebas udara.


" Mau kabur cokk... Tidak semudah itu cuy..."

"Celah Spasial!"


Sebuah celah spasial tipis berwarna hitam muncul tanpa suara di jalur yang diambil pemimpin kultivator iblis dalam pelariannya.


Saat ia menyadarinya, sudah terlambat. 


Separuh tubuhnya langsung ditelan celah tersebut, mengeluarkan jeritan pendek dan berlarut-larut sebelum lenyap sepenuhnya!


Dengan tewasnya pemimpin mereka, para kultivator iblis yang tersisa hancur berkeping-keping. Dikejar oleh Dave dan Unicorn api kecil, dan diserang balik oleh Tetua Li dan para murid beastmen yang tersisa, mereka dengan cepat musnah.


Pertempuran berakhir, dan lembah itu sunyi senyap, hanya terdengar derak bara api dan erangan orang-orang yang terluka.


Bau darah yang pekat dan bau menyengat memenuhi udara.


Bersambung....


Buat para rekan Sultan Tao pengunjung blog yg mau nyawer, mendukung, atau traktir Mimin kopi atau quota ☺️☺️


Bisa kirim ke aplikasi DANA di link berikut :

https://link.dana.id/qr/4e1wsaok


Atau ke akun 

SeaBank : 901043071732

Kode Bank Seabank untuk transfer (535)


Terima Gajih...☺️





Negeri Ramah Penjahat: Membela Diri = Melanggar Hukum?

  Di Amerika 🇺🇸, kalau ada maling bersenjata nekat congkel jendela rumah orang, si pemilik rumah boleh ambil senjata dan dor! 🔫 Negara bi...