Photo

Photo

Friday, 8 September 2017

MAKRIFAT WAKTU DZIKIR & BERDO'A

Ingat, Bila Kita Tadzakkur Level JASAD Tingkat Kepekaannya pada Tempat maka Jadilah Ilmu Fengshui, Tempat  tempat Ijaabah d.l.l. Bila Tadzakkur Tingkat JIWA Masih Berurusan dengan Waktu maka Jadilah Ilmu Waktu waktu Ijaabah, Waktu Dzikir & Berdo'a yang Tepat d.l.l., namun Bila Tingkat Kepekaannya pada Level RUH Maka sudah Ndak Membahas Tempat & Waktu Lagi seperti diatas Tadi"

Ku Mau Jelaskan Waktu Yang Tepat ketika Do'a or Dzikir maka Bisa disesuaikan dengan HajjatunMu, karena Jum'at Ini serpti Biasanya Kita Membahas Ilmu Supranatural yang diarahkan ke Pemahaman Spiritual. Bahasan Ini Boleh Percaya or tidak Itu Terserah pada Kalian Masing masing, Bila Bintang bintang yang Bersinar Indah Itu Memang ditugaskan sebagai Penunjuk Jalan Pergi & Pulang lalu Mengapa tidak digunakan Ketika KEPEPET Alias Keadaan Memang sudah Emergency, maka Hari Ini Kan Ku Jabbarkan"

FAHAMI INI :

Ketika Dzikir or Do'a Apapun maka Bisa Kalian Sesuaikan Waktunya dengan Point Ini, yakni :

1. WAKTU MIRICH :

"Maksudnya Bisa digunakan Tuk Hajjatun Mendapatkan Derajat Dunia Akherat, dipatuhi didalam Segala Hal, disayang Semua Makhluq & dijaga dari Segala Bala Marabahaya & Maksiat. Misalnya : Malam Ahad Jam 22.00 d.l.l."

2. WAKTU ZUHAL :

"Maksudnya bisa digunakan Tuk Hajjatun agar dihormati oleh Para Pejabat, Berkharismatik & Inner Beauty. Misalnya : Malam Senin Jam 24.00 d.l.l."

3. WAKTU MUSYTARI :

Maksudnya Bisa digunakan Tuk Hajjatun Menghilangkan Kesusahan, Membebaskan Orang yang dipenjara & dijaga dari Marabahaya. Misalnya : Malam Selasa Jam 22.00 d.l.l."

4. WAKTU SYAMSI :

Maksudnya bisa digunakan Tuk Hajjatun dihormati oleh Para Pejabat, Mencari Pangkat & Derajat serta dipatuhi Ucapannya. Misalnya : Malam Rabu Jam 19.00 d.l.l."

5. WAKTU ZUHROH :

Maksudnya Bisa digunakan Tuk Hajjatun disayang Semua Orang & Cepat Hasil Tujuannya. Misalnya : Malam Kamis Jam 19.00 d.l.l.

6. WAKTU 'ATHORID :

Maksudnya bisa digunakan Tuk Hajjatun Menghancurkan & Membungkam Orang. Misalnya : Malam Jum'at Jam 20.00 d.l.l.

7. WAKTU QOMAR :

Maksudnya bisa digunakan Tuk Hajjatun digampangkan dalam Hal Rezeki & Cepat Hasil Tujuan. Misalnya : Malam Sabtu Jam 21.00 d.l.l.

Makrifat 7 Waktu Ini Semua Para Ahli Supranaturalist Pastinya Faham Betul Karena Biasanya Mereka Gunakan Ketika Dzikir, Do'a, Menulis Wafaq, Mengisi Power ke Benda Hikmah, Kerja d.l.l. Yang disesuaikan dgn Hari & Jamnya yang Tepat Serta Tujuannya Tadi.


Semoga membawa mangfaat....!!!

Dahsyatnya Sedekah

Suatu hari ada seorang pengemis mengetuk pintu rumah Rasulullah Saw. Pengemis itu berkata :

" saya pengemis ingin meminta sedekah dari Rasulullah."

Rasulullah bersabda :

" Wahai Aisah berikan baju itu kepada pengemis itu ". Sayyidah Aisyah pun akhirnya melaksanakan perintah Nabi.

Dengan hati yang sangat gembira, pengemis itu menerima pemberian beliau, dan langsung pergi ke pasar serta berseru di keramaian orang di pasar : " Siapa yang mau membeli baju Rasulullah….? ". Maka dengan cepat berkumpullah orang-orang, dan semua ingin membelinya.

Ada seorang yang buta mendengar seruan tersebut, lalu menyuruh budaknya agar membelinya dengan harga berapapun yang diminta, dan ia berkata kepada budaknya: jika kamu berhasil mendapatkannya, maka kamu merdeka. Akhirnya budak itupun berhasil mendapatkannya. Kemudian diserahkanlah baju itu pada tuannya yang buta tadi.

Alangkah gemberinya si buta tersebut, dengan memegang baju Rasulullah yang didapat, orang buta tersebut kemudian berdoa dan berkata :

" Yaa Rabb dengan hak Rasulullah dan berkat baju yg suci ini maka kembalikanlah pandanganku ".

MaaSyaa Allah... dengan izin Allah, spontan orang tersebut dapat melihat kembali. Keesokan harinya, iapun pergi menghadap Rasulullah dengan penuh gembira dan berkata :
" Wahai Rasulullah... pandanganku sudah kembali dan aku kembalikan baju anda sebagai hadiah dariku ".

Sebelumnya orang itu menceritakan kejadiannya sehingga Rasulullah pun tertawa hingga tampak gigi gerahamnya.

Kemudian Rasulullah bersabda kepada Sayyidah Aisyah :

" Perhatikanlah baju itu wahai Aisyah, dengan berkah-Nya, ia telah mengkayakan orang yang miskin, menyembuhkan yang buta, memerdekakan budak dan kembali lagi kepada kita."

Subhanallah...

Al-Imam as-Suyuti menyebutkan dalam salah satu kitabnya bahwa pahala shadaqah itu ada 5 macam :
أَنَّ ثَوَابَ الصَّدَقَةِ خَمْسَةُ أَنْوَاعٍ : وَاحِدَةٌ بِعَشْرَةٍ وَھِيَ عَلَى صَحِیْحِ الْجِسْمِ ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِیْنَ وَھِيَ عَلَى الْأَعْمَى وَالْمُبْتَلَى ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةٍ وَھِيَ عَلَى ذِي
قَرَابَةٍ مُحْتَاجٍ ، وَوَاحِدَةٌ بِمِائَةِ أَلْفٍ وَھِيَ عَلَى الْأَبَوَیْنِ ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةِ أَلْفٍ وَھِيَ عَلَى عَالِمٍ أَوْ فَقِیْھٍ اھ
(كتاب بغیة المسترشدین)

" Sesungguhnya pahala bersedekah itu ada lima kategori :
1. Satu dibalas sepuluh ( 1 : 10 ) yaitu bersedekah kepada orang yang sehat jasmani
2. Satu dibalas sembilan puluh ( 1 : 90 ) yaitu bersedekah terhadap orang buta, orang cacat atau tertimpa musibah, termasuk anak yatim dan piatu
3. Satu dibalas sembilan ratus ( 1 : 900 ) yaitu bersedekah kepada kerabat yang sangat membutuhkan
4. Satu dibalas seratus ribu ( 1 : 100.000 ) yaitu sedekah kepada kedua orangtua
5. Satu dibalas sembilan ratus ribu ( 1 : 900.000 ) yaitu bersedekah kepada orang yang alim atau ahli fiqih.

Kitab Bughyatul Musytarsyidin

Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk bermurah hati, suka bersedekah dengan ikhlas. Aamiiiin...

Wednesday, 6 September 2017

HAKIKAT BER BAY’AT KEPADA SEORANG MURSYID

Di dalam thariqah ada yang disebut Talqinudz Dzikr,  yakni pendiktean kalimat dzikir La ilaaha illallah dengan lisan ( diucapkan ) dan atau pendiktean Ismudz-Dzat lafadh Allah secara bathiniyah dari seorang Guru Mursyid kepada muridnya. Dalam pelaksanaan dzikir thariqah, seseorang harus mempunyai sanad ( ikatan ) yang muttasil ( bersambung ) dari guru mursyidnya yang terus bersambung sampai kepada Rasulullah SAW.

Penisbatan ( pengakuan adanya hubungan ) seorang murid dengan guru mursyidnya hanya bisa terjadi melalui talqin dan ta’lim ( belajar ) dari seorang guru yang telah memperoleh izin untuk memberikan ijazah yang sah yang bersandar sampai kepada Guru Mursyid Shohibut Thariqoh, yang terus bersambung sampai kepada Rasulullah SAW. Karena dzikir tidak akan memberikan faedah yang sempurna kecuali melalui talqin dan izin dari seorang guru mursyid. Bahkan mayoritas ulama thariqoh menjadikan talqin dzikir ini sebagai salah satu syarat dalam berthariqoh. Karena sirr ( rahasia ) dalam thariqoh sesungguhnya adalah keterikatan antara satu hati dengan hati yang lainnya sampai kepada Rasulullah SAW, yang bersambung sampai ke hadirat Yang Maha Haqq, Allah Azza wa jalla.

Dan seseorang yang telah memperoleh talqin dzikir yang juga lazim disebut dengan bai’at dari seorang guru mursyid, berarti dia telah masuk silsilahnya para kekasih Allah yang agung. Jadi jika seseorang berbai’at Thariqoh berarti dia telah berusaha untuk turut menjalankan perkara yang telah dijalankan oleh mereka.

Perumpamaan orang yang berdzikir yang telah ditalqin / dibai’at oleh guru mursyid itu seperti lingkaran rantai yang saling bergandengan hingga induknya, yaitu Rasulullah SAW. Jadi kalau induknya ditarik maka semua lingkaran yang terangkai akan ikut tertarik kemanapun arah tarikannya itu. Dan silsilah para wali sampai kepada Rasulullah SAW itu bagaikan sebuah rangkaian lingkaran-lingkaran anak rantai yang saling berhubungan.

Berbeda dengan orang yang berdzikir yang belum bertalqin / berbai’at kepada seorang guru mursyid, ibarat anak rantai yang terlepas dari rangkaiannya. Seumpama induk rantai itu ditarik, maka ia tidak akan ikut tertarik. Maka kita semua perlu bersyukur karena telah diberi ghirah (semangat) dan kemauan untuk berbai’at kepada seorang guru mursyid. Tinggal kewajiban kita untuk beristiqomah menjalaninya serta senantiasa menjaga dan menjalankan syari’at dengan sungguh-sungguh. Dan hendaknya juga dapat istiqomah didalam murabithah ( merekatkan hubungan ) dengan guru mursyid kita masing-masing.

Salah satu syarat ber-thariqah, adalah bai’at dari seorang Mursyid yang sanadnya bersambung sampai kepada Rasulullah SAW, yang mana mursyid tersebut telah memiliki empat syarat Thariqah sbb :

1. Sanad-nya silsilahnya muktabaroh, artinya tidak putus shahih sampai kepada Baginda Nabi SAW.Ath-Thoriqotil-Baidlo’ yakni Thoriqoh yang bersih yang muttasil sanadnya sampai Rosulillah SAW

2. Bay’at, melalui guru mursyid yang memilki otoritas dari guru mursyidnya sambung menyambung sampai kepada Baginda Nabi SAW.

3. tidak didapat melalui mimpi.

4. adanya khirqah atau ilbas yang dimiliki oleh Mursyid tersebut, ( ini yang sangat kuat menunjukkan otoritasnya ) karena ia memiliki khirqah yang maknanya sesuatu peninggalan dari Baginda Nabi SAW atau dari Imam Thariqahnya, yang diberikan secara turun menurun dari setiap guru mursyid terdahulu sampai kepada sang mursyid guru kita sekarang tersebut yang mana bukti otentik khirqah / ilbas tersebut diketahui oleh banyak saksinya. Missal Abah Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, memilki banyak khirqah, jubah dan kain dari Rasulullah SAW, jubah dari ke-empat Sahabat Abu Bakar-Umar-Utsman-Ali.ra juga yang saya ketahui beliau memiliki selendang dari Sayidi Syekh Abu Bakar bin Salim, tasbih dari Mawlana Sunan Ampel, potongan kiswah kain Ka’bah dsb.

Mawlana Syaikh Nazim dan Mawlana Syaikh Hisyam memilki rambut Rasulullah SAW, Mawlana Syaikh Nazim juga memilki koin dari Kanjeng Syaikh Abdul Qodir al-Jailani.rhm al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh memiliki kain sorban Kanjeng Nabi SAW. Al-Habib as-Sayid Muhammad bin Alwy al-Maliki memilki kain sorban, transkrip surat serta tanda tangan Baginda Nabi SAW, memiliki tanda tangan hadist dari Sahabat Rasul SAW, kain kiswah Kabah, cincin. dll


Semoga bermanfaat, dan tidak menjadi kebimbangan lagi.

Perintah Kaisar Naga : 7045 - 7049

 Perintah Kaisar Naga. Bab 7045-7049 * Menyadari Tipu Muslihat * Dua puluh ribu kultivator penegak hukum telah menarik kembali formasi merek...