Photo

Photo

Friday, 1 March 2019

Dialog Tentang Tahlil


Abu : Mar, kamu katanya Islam koq masih 7 harian di kematian itu namanya tasabuh, kamu tahu ga’ 7, 40, 100 hari itu ajaran Hindu Budha.

Umar : Masak kang, kalo begitu Hindu Budha itu termasuk Islam dong...

Abu : Kamu ngaco  Hindu Budha itu kafir blog, goblog…

Umar : Masak kafir tahlilan, bukankah tahlil itu kalimat tauhid...?

Abu : Bukan tahlilnya tapi acaranya, barang siapa tasyabbuh maka ia bagian darinya...

Umar : Aku malah jadi bingung kang...

Abu : Ya, karena kamu goblog...

Umar : Kang, Nabi lahir itu Abu Lahab sudah ada belum…?

Abu : Ya sudah to, dia paman nabi…

Umar : Abu Lahab Islam kang…?

Abu : Kafir, jahiliyah...

Umar : Kenapa Nabi berberjubah kayak Abu Lahab kang, apa Nabi tasabuh juga…?

Abu : Ee e e itu urusan dunia masalah pakaian...
Umar : Kalau urusan dunia tidak tasabuh ya...?

Abu : Ya dong...

Umar : Boleh gak kang aku pake daster...?

Abu : Haram, itu menyerupai cewek.

Umar : Tapi ini urusan dunia kang, katanya bukan tasabuh...

Abu : Dah kamu ngeyel mojokin aku aja, ini masalah tahlil 7 hari ini ibadah Hindu Budha. Titik

Umar : Kang pusatnya Hindu Budha tu di India, di India sana gak ada acara 7, 40, 100 hari tuh, apalagi di sedekahi wong mayatnya aja dibakar... Ini semula tradisi masyarakat Jawa, oleh para Walisongo tradisi yang sudah ada itu dipelihara kemudian diberi ruh islam...

Abu : Tapi ini bukan Islam kenapa tidak diganti budaya islam…? Jadi syirik kan...?

Umar : Kang Abu, katanya sudah jadi ustadz, koq cetek men ilmunya...?

Abu : Maksudmu bagaimana…? Ngawur kamu Lop…

Umar : La koq suruh ngganti budaya islam, emang ada budaya islam…?

Abu : Ada, di Arab banyak contohnya

Umar : Itu budaya Arab kang bukan budaya Islam. Jadi Islam itu bukan budaya tapi Islam itu ruh, system, ajaran. Namanya ruh, sistem, ajaran itu bisa dimasukkan kedalam apa saja, ruh itu bisa dimasukkan ke tubuh orang Indonesia atau orang Arab tujuan utamanya sama " illa liya'budun "

Abu : Tapi ini bertentangan dengan Islam...

Umar : Mana bertentangannya…? Tahlil itu baca kalimah tauhid, ayat suci Alqur'an, sholawat dan berdoa apa Islam melarang itu…?

Abu : Bukan bacaannya, tapi itu budaya Jawa kenapa dipertahankan…?

Umar : Sampean pernah umroh kan…? Kenapa sampean thowaf…?

Abu : Itu rukun haji / umrah, harus dilaksanakan.

Umar : Sampean tahu sejarah thawaf….?

Abu : Terus terang, meskipun aku ustadz dan rajin dauroh tidak tahu sejarah thawaf.

Umar : Oke kang, aku tunjukkan budaya jahiliyah yang menjadi syariat, Contoh

1. Thawaf itu ada sebelum Nabi lahir, para wanita arab itu keliling ka'bah 7x dengan telanjang bulat, ga’ usah ngiler ya dengar cewek bugil, itu upacara pemujaan karna di samping ka'bah ada patung tuhan mereka latta dan uzza kenapa mereka telanjang , menurut ajaran dia menghadap Tuhan / berdoa harus suci, ingat kang syariat Nabi Musa kalo baju kena najis itu harus di sobek dan di buang.  Kalo syariat Nabi kita dicuci ya…! Nah budaya ini, keliling ka'bah 7x tidak dihilangkan Nabi tapi masuki ruh Islam latta uzza dibuang, suci tidak berarti telanjang tapi suci bersih ( simbul bersih suci itu sekarang warna putih ) jadilah pakaian ihram itu,

2. Aqiqah ; sudah jadi tradisi di Arab sana kalo punya anak disyukuri dengan menyembelih binatang peliharaan dan melumurkan darah penyembelihan. Oleh Nabi, budayanya masih dipertahankan diberi ruh Islam.  Menyembelihnya masih, tapi tidak dilumuri darah dan rambutnya di cukur dan diberi minyak wangi. Itu kang, haji umrah...

Abu : Oh begitu ta,  baru tahu nih…!

Umar : Makanya ayo kita banyak belajar jangan nyalahi orang melulu. Ayo minum kopinya dulu...

Barokah Sholawat Dihindarkan Dari Munkar Nakir


Dituturkan oleh Habib Musa kadzim Assegaf

Ada seorang wanita di Tarim yang selalu melazimkan sholawat dalam hidupnya sepanjang hari. Suatu hari wanita tersebut berpulang dan kemudian di kuburkan. Anak dari wanita itu kemudian bermimpi dengan ibunya. Dia melihat ibunya duduk di sebuah singgasana. Dia kemudian mendatangi ibunya dan bertanya; duhai Ibu, bagaimana keadaan ibu setelah kematian dan dikuburkan….?

Ibunya menjawab : Aku dikuburkan. Aku menunggu malaikat Munkar & Nakir yang seharusnya datang. Aku tunggu satu jam dua jam hingga 5 jam, mereka tak datang juga. Setelah 5 jam aku merasa kakiku bergerak. Tiba” aku bisa berdiri dan saat berdiri runtuhlah dinding” di kuburanku. Kemudian aku melihat cahaya, bidadari” dan kebun” yang dipenuhi buah”an sangat banyak. Aku mendatangi bidadari” di kebun tersebut dan bertanya, dimanakan Malaikat Munkar & Nakir…?

Mengapa mereka tidak mendatangiku…? Para bidadari menjawab; mereka tidak akan datang kepadamu.

Aku bertanya lagi; mengapa….?

Karena engkau sudah di surga. Ini adalah surga. Ini karena sholawat yang banyak yang engkau kirimkan kepada Rasulullah saw. Engkau tak akan mereka datangi dan tanyai.

Masya Allah

Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa'ala aalihi washohbihi wasalim

Celana Komprang Dan Sarung


Satu ketika ada seorang santri mualaf yang bertanya kepada kyainya, " Pak Kyai, manakah yang lebih baik, mengenakan celana komprang ( celana longgar yang panjangnya antara mata kaki dan lutut ) dengan memakai sarung...?

Lalu Pak Kyai menjawab dengan  spontan, " Ya  jawabannya bisa berbeda tergantung kamu tanya sama siapa, dimana, dan dalam posisi sedang apa. “

Si santri malah jadi bingung, " Maksudnya bagaimana Pak Kyai….?

Pak Kyai menjawab, " Kalau kamu tanya sama saya disini, ya jawabannya lebih baik pakai sarung, karena kamu liat sendiri kan, saya pakai sarung, kamu juga pakai sarung. Kalo kamu tanya sama orang Arab / Timur Tengah sana, ya jawabannya lebih baik memakai celana komprang. Karena budaya dan adat istiadat setiap negara, bahkan setiap daerah itu berbeda.

Lalu Si Santri berkomentar menimpali sambil mengernyitkan dahi, " Tapi Pak Kyai, bukankah Islam mengajarkan kita untuk mengikuti Sunnah Rasul..? Kan Rasulullah pakai celana komprang, dan belum pernah sekalipun memakai sarung. Jadi bukankah lebih baik memakai celana komprang…?

Pak Kyai menjawab sambil tersenyum, " Iya betul, Rasulullah tidak pernah memakai sarung.

Dan kalaupun kamu menghendaki memakai celana komprang pun tidak ada yang melarang dan pasti Rasulullah ridlo. Akan tetapi jangan dikira, kalo ada yang memakai  sarung itu lantas langsung divonis tidak mengikuti Sunnah Rasulullah, malah justru sebaliknya lho…., karena sejatinya, mengikuti Sunnah Rasul yang paling diharapkan adalah mengikuti akhlak dan Uswatun Hasanahnya yang sangat menghargai budaya dan adat istiadat ditiap-tiap daerah yang dijumpainya

Bahkan tidak sedikit diantara budaya-budaya orang kafir pun dijadikan ikon Islam oleh beliau. Contohnya seperti kubah masjid. Dulu sebelum adanya Islam zaman nabi, gereja-gereja di Eropa arsitektur bangunannya menggunakan kubah, kemudian setelah Islam masuk ke sana, banyak dibangun bangunan masjid yang juga memasang kubah sama persis dengan gereja yang ada disana, dan Rasulullah tidak melarangnya.

Dan sekarang di Indonesia, ada nggak mesjid yang nggak ada kubahnya….? Pasti rata-rata ada kubahnya. Paling ada satu atau dua, itupun karena mengikuti budaya / Kearifan lokal daerah setempat, seperti masjid Demak, masjid Kasepuhan Cirebon dan masih banyak masjid lainnya. Kalau cuma mengikuti Rasulullah dalam  pakaiannya saja tapi mengabaikan budaya dan kearifan lokal daerah setempat, ya itu masih jauh yang diharapkan Rasulullah dan masih belum afdol karena tidak ada Hablum minannasnya dan tidak ada hubungan sosial yang kuat dengan orang sekitarnya.

Kemudian Si Santri menjawab lagi dengan raut wajah yang semakin penasaran, " Berati alangkah lebih afdol lagi kalau kita mengikuti dua-duanya dong Pak Kyai..., Pakai celana komprang juga, menghargai budaya juga. Kan jadi dapet semua...

Pak Kyai mulai tertantang dengan jawaban Si santri lantas mejawabnya, " Ternyata kamu orangnya kritis juga ya, tapi ga’ apa apa kok... malah bagus ( sambil mengacungkan jempol ), sikap kritis itu perlu untuk menambah keyakinan dan menghilangkan rasa penasaran secara tuntas tanpa ada yang mengganjal.

Gini ya... Saya jelaskan, Islam itu agama / anutan / keyakinan dan kepercayaan yang ditanamkan didalam jiwa, bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad Saw itu utusan Allah. Kata ISLAM itu sendiri adopsi dari bahasa Arab yang artinya Damai / tentram. Karena  makhluk Allah yang paling sempurna itu manusia, maka Allah mengutus Malaikat Jibril untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai manusia yang akan menjadi contoh suri tauladan yang baik agar bisa beragama Islam dengan baik dan benar.

Dengan misi utama mengislamkan ( mendamaikan / menentramkan ) semua makhluk di bumi agar tidak kembali ke zaman jahiliyyah. Nah disini kadang kebanyakan orang salah mempersepsikan untuk mengikuti Sunnah Rasulullah. Kebanyakan orang beranggapan bahwa mengikuti Sunnah Rasul itu harus  melakukan semuanya, dan jangan melakukan apapun yang belum pernah dilakukannya. Mereka justru tidak memprioritaskan inti jantung dalam beragama Islam itu sendiri dengan cara  mengikuti beliau berdakwah itu seperti apa, dan bagaimana cara beliau mulai dari raut wajah, tutur kata, dan akhlak beliau saat berbicara, dan berhadapan dengan sesama manusia, saat bertemu orang yang tidak seiman dengan beliau, saat bertemu ketidaksamaan budaya. 

Kebanyakan dari kita malah secara sporadis mengaku paling " nyunnah " sambil memamerkan pakaian " ala nabi " nya dan menganggap yang tidak sama dengannya berarti Islamnya belum kaffah, bahkan cenderung menjelek-jelekkan, dan mengakfir-kafirkan tanpa dia sadari bahwa dia telah  mengabaikan cara Rasulullah menghargai perbedaan-perbedaan budaya yang sifatnya sudah qudrati ( kekuasaan Allah ).
 
Islam itu tidak bisa lepas dari budaya. Sangat mustahil bisa hidup damai kalau kita tidak bisa menghargai budaya itu sendiri.

Islam itu ibarat ruh, sedangkan jasadnya adalah budaya. Maka sangat wajar apabila disetiap negara, budayanya berbeda meskipun agamanya sama. Contohnya di Indonesia, orang Islam sholat pakai sarung, sedangkan orang Arab solat nya pakai celana komprang.
 
Dan yang paling penting adalah, marilah kita  bersama-sama saling menebar cinta dan kasih sayang, saling berlomba dalam kebaikan dan menghargai diantara sesama, meski budaya kita berbeda. Semoga kita masuk surga semua bersama-sama dengan  Rasulullah SAW". 

Kemudian Si Santri bilang dengan paras wajah yang dipenuhi rasa puas " terima kasih Pak Kyai atas wejangannya. Ternyata selama ini saya telah salah menilai orang karena hanya melihat dari penampilannya saja.

#Santri
#Nahdlatululama
#NKRI
#Merawatbudaya

Perintah Kaisar Naga : 7045 - 7049

 Perintah Kaisar Naga. Bab 7045-7049 * Menyadari Tipu Muslihat * Dua puluh ribu kultivator penegak hukum telah menarik kembali formasi merek...